Khilaf

"Pak Satya, apakah nona ini yang anda maksud tadi..!?" tanya wanita yang sejak tadi bersama mereka.

"Iya, kenalkan dia Iren adik saya dan Iren ini Silvi sekretaris saya " kata Satya memperkenalkan keduanya.

"Hai, Silvi..!" sapa Irene.

"Hai juga Iren..!!" balas Silvi.

Dalam susunan jabatan di SATYA SANJAYA Corp, untuk ;

* DIREKSI di pegang oleh Tuan Sanjaya, sebagai pemilik perusahaan SANJAYA Group.

*DIREKTUR UTAMA di pegang oleh Mas Satya sebagai pemilik perusahaan SATYA SANJAYA Corp.

*DIREKTUR KEUANGAN dipegang oleh Fatimah sebagai pemegang saham terbesar di SANJAYA Group dan SATYA SANJAYA Corp.

*DIREKTUR di pegang oleh Haris sebagai wakil dari Satya.

"Kamu sebaiknya menggantikan Fatimah sementara, selama Fatimah check up. Kamu bisa minta bantuan pada Rina, sekretaris Fatimah...!" jelas Satya.

"Baik mas, Saya akan berusaha semampu saya..!" kata Irene.

"Baik Iren, mari saya antar ke ruanganmu..!!" kata Haris dan Mas Satya kembali ke meja kerjanya.

Dan Irene diantar Haris ke ruangan Fatimah.

"Haris..disini tugas ku apa saja ya..?" tanya Irene yang tak paham akan keuangan.

"Kamu merendah apa memang tak tahu..? bukankah selama di sekolah kamu itu murid terpandai setelah Satya..? Hal seperti ini kamu tak tahu..?' tanya Haris sedikit kesal bila Irene mengerjainya.

"Ya sudahlah..! biar aku cari di internet..!!" kata Irene.

Mengapa Irene bertanya demikian,karena Irene dalam kuliah kemarin mengambil jurusan Desain Grafis bukan Akuntansi maupun Manajemen.

Karena Irene mau membuka usaha percetakan maupun persablonan, nggak taunya sekarang berkecimpung di bidang keuangan.

"Nggak apa-apalah semua demi mas Satya..!Bismillah, Semangaaat bekerja...!" ucap Irene dalam hati menyemangati dirinya sendiri.

Hari pertama kerja, di isi dengan belajar lagi. Dengan di pandu Rina,sekretaris Fatimah.

Dan hari-hari berikutnya Irene ikut dalam setiap meeting-meeting kantor.

Fatimah pun kadang ikut masuk kerja membantu Irene meyelesaikan permasalahan yang ada di kantor.

Sedikit demi sedikit Irene mulai memahaminya.

Dan Irene membawahi beberapa staf keuangan dan manager keuangan.

Hingga suatu hari tanpa sengaja Irenel bertemu dengan seseorang di pantry saat ingin membuat susu untuk ibu hamil di pantry kantor.

Irene bertemu seseorang teman lama, yang tak di ketahui ya di masa lalu.

"Iren kan..!?" tanya Orang itu yang tak lain adalah Aldo.

"Aldo..!" ngapain kamu disini..?" tanya Irene sambil minum susu yang Irene buat.

"Irene bekerja sebagai salah satu manager di sini " kata Aldo lalu dia duduk di depan Irene.

"Manager..? lumayan juga..!" kata Irene.

"Yah lumayan, boleh kita bertukar nomor ponsel..?!" tanya Aldo memohon.

."Oh, boleh saja..!" dan mereka saling bertukar nomor. ll

Selesai minum di pantry, Irene pun bergegas kembali ke ruangannya.

Tanpa Irene sadari, Aldo mengikutinya pun segera masuk ke ruangannya.

Betapa terkejutnya Irene, ketika melihat Satya sudah duduk di sofa dengan melipat tangan di dadanya.

Tatapan matanya begitu tajam dengan wajah memerah seperti sedang emosi.

Irene tahu dia sedang marah dan Irene mendekati, berusaha menenangkan Satya.

"Ada apa mas? ada yang bisa Iren bantu? atau Iren berbuat salah ya..?" tanya Irene saat duduk di samping Satya.

Satya memandang Irene dengan tatapan aneh, tak seperti biasanya.

Tiba-tiba dia mencium kening Irene, lanjut ke pipi dan ke bibir Irene. Dan terus menerus seolah tak ada ruang Irene untuk bernafas.

Dia menurunkan ciumannya ke leher,dan dia membuat stempel merah di leher sebelah kanan Irene.

Seolah Irene ini miliknya.

"Mas, kita belum Muhkrim'...!!" Irene mendorongnya dan mencoba mengingatkannya agar tak kebablasan walaupun aku mengharapkannya, karena sejak kepergian Wahyudi, Irene sangat rindu di sentuh seorang laki-laki, yang jelas harus suami Irene.

"Astaghfirullah...! maaf-maaf kan aku Iren. Mas Khilaf..!!" kata Satya dengan rasa penyesalan dan kemudian mengusap wajahnya seolah mengutuk dirinya sendiri.

"Mas .! Mas Satya kenapa sih?" tanya Irene dengan lirih.

"Kamu jangan dekat-dekat dengan Aldo, kalaupun harus bertemu harus bersama seseorang...!" kata Satya yang kemudian berdiri dan dia melangkah menuju pintu hendak keluar dari ruangan Irene.

"Ingat jangan sekali-kali minum atau makan dari pemberian Aldo. Atau mas marah padamu...!!" seru Satya yang kemudian berlalu dari ruangan Irene.

"Mas Satya..! kau kenapa?" tanya Irene dalam hati seraya memegang bibirnya yang masih terasa sentuhan Satya.

Pulang kerja saat masih di kantor sampai di mobil, tak ada sepatah kata pun dari mereka.

Hanya diam, entah apa yang di pikiran Satya saat ini

Irene mencoba menutup matanya sebentar, karena Irene merasa kepalanya sedikit berat.

"Iren bangun..!! bangun Iren..!!"

Irene mendengar suara orang membangunkannya. Lalu Dia membuka perlahan, dan Irene melihat Satya membangunkan Irene dari kursi depan mobil.

"Sudah sampai ya mas..?" tanya Irene yang kemudian merubah posisi tidurnya menjadi duduk.

Satya turun dari mobil dan demikian dengan Irene

Saat Irene melangkahkan kaki, tiba-tiba kepalanya terasa berputar-putar. Dan tiba-tiba...

"Brukk...!!"

Gelap... Irene tak sadarkan diri.

...~¥~...

Maaf telat Up, Author ketiduran🤔🤭🤭✌️😂😂

...Hai..hai...haaaai...! semuanya..!...

...Mohon maaf author hanya bisa Up satu episode tiap Novel, karena author harus Up empat novel sekaligus....

...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author dan yang telah memberi semangat pada Author....

...Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya....

...Aamiin ya Robbal alaamiin....

...Terima kasih....

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Putri Minwa

Putri Minwa

jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor

2022-11-04

0

Aris Pujiono

Aris Pujiono

pakai bagan segala ya kak...keren

2022-01-27

0

Senja Merona🍂

Senja Merona🍂

turunin sedikit saja ilhamnya padaku thor😳

2021-11-09

2

lihat semua
Episodes
1 Kabar Duka
2 Masih Berduka
3 Awal Jumpa dengan Wahyudi
4 Sepulang dari pemakaman
5 Flashback Masa SMA
6 Satya sang Penolong
7 Satya yang dilema
8 Setelah peringatan Tiga Hari
9 Satya Sampai Rumah
10 Restu Fatimah
11 Ungkapan hati Irene
12 Persiapan Menuju Kota
13 Dari Hati ke Hati
14 Dari Hati ke Hati ll
15 Irene Ingin Kerja
16 Khilaf
17 Ngidam
18 Aldo lagi... Aldo lagi
19 Wahyu Arkatama Sanjaya
20 Malam Pertama,Puasa lagi..?
21 Syukuran
22 Satu Atap Dua Cinta
23 Fatimah check Up
24 Cinta Terlarang Sobri
25 Cinta Terlarang Sobri ll
26 Melawan Sobri
27 Isbat Nikah Satya dan Irene
28 Liburan Berempat
29 Tragedi di teras atas Ruko
30 Selamat jalan Mama
31 Selamat jalan ibu
32 Wahyuda Menggoda Irene
33 Belajar Mengaji
34 Belajar Mengaji ll
35 Kondisi Fatimah
36 Irene Kecelakaan
37 Irene Tak Bisa Melihat
38 Irene Tak Bisa Melihat ll
39 Tipu Muslihat Falan
40 Nenek lampir dan kakek Gerandong
41 Saran Dari Fatimah
42 Kedatangan Dokter Andre
43 Kedatangan Dokter Andre
44 Kemelut di Rumah Kakek Toro
45 Janji Irene
46 Kembali Berduka
47 Irene bisa Melihat Kembali
48 Habiskan malam di kamar
49 Menagih janji
50 Rencana Satya dan Irene
51 Bubur Jagung dan Buah Markisa
52 Lagu Favorit
53 Mengungkap Tabir Rahasia
54 Mengungkap Tabir Rahasia ll
55 Buah Dari Kesabaran
56 Pengumuman
57 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Kabar Duka
2
Masih Berduka
3
Awal Jumpa dengan Wahyudi
4
Sepulang dari pemakaman
5
Flashback Masa SMA
6
Satya sang Penolong
7
Satya yang dilema
8
Setelah peringatan Tiga Hari
9
Satya Sampai Rumah
10
Restu Fatimah
11
Ungkapan hati Irene
12
Persiapan Menuju Kota
13
Dari Hati ke Hati
14
Dari Hati ke Hati ll
15
Irene Ingin Kerja
16
Khilaf
17
Ngidam
18
Aldo lagi... Aldo lagi
19
Wahyu Arkatama Sanjaya
20
Malam Pertama,Puasa lagi..?
21
Syukuran
22
Satu Atap Dua Cinta
23
Fatimah check Up
24
Cinta Terlarang Sobri
25
Cinta Terlarang Sobri ll
26
Melawan Sobri
27
Isbat Nikah Satya dan Irene
28
Liburan Berempat
29
Tragedi di teras atas Ruko
30
Selamat jalan Mama
31
Selamat jalan ibu
32
Wahyuda Menggoda Irene
33
Belajar Mengaji
34
Belajar Mengaji ll
35
Kondisi Fatimah
36
Irene Kecelakaan
37
Irene Tak Bisa Melihat
38
Irene Tak Bisa Melihat ll
39
Tipu Muslihat Falan
40
Nenek lampir dan kakek Gerandong
41
Saran Dari Fatimah
42
Kedatangan Dokter Andre
43
Kedatangan Dokter Andre
44
Kemelut di Rumah Kakek Toro
45
Janji Irene
46
Kembali Berduka
47
Irene bisa Melihat Kembali
48
Habiskan malam di kamar
49
Menagih janji
50
Rencana Satya dan Irene
51
Bubur Jagung dan Buah Markisa
52
Lagu Favorit
53
Mengungkap Tabir Rahasia
54
Mengungkap Tabir Rahasia ll
55
Buah Dari Kesabaran
56
Pengumuman
57
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!