Beberapa waktupun berlalu, Hou Yu keluar dari pepohonan dan kembali lalu duduk ditepi danau. Ia juga terlihat tengah membawa beberapa buah apel untuk mengisi perutnya. Sambil memakan apel yang ada ditangan nya Hou Yu kembali memikirkan beberapa ide gilanya.
'Mengendalikan partikel kah? Apa aku bisa mendatangkan emas kesini? Jika bisa aku mungkin akan hidup dengan tenang dan tidak perlu bekerja lagi. Hahaha itu pasti tidak mungkin...' Batin Hou Yu sambil membayangkan seberapa kaya dirinya jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Tidak mau terpaku dengan hayalan saja akhirnya Hou Yu memutuskan untuk mencoba pemikiran gilanya tersebut. Ia kemudian merentangkan salah satu tangan nya dan memfokuskan pikiran nya.
Beberapa menit berselang dan tidak ada keajaiban seperti yang diharapkan. Hal ini tentu membuat Hou Yu ingin mengakhiri percobaan untuk mendatangkan emas ditangan nya. Tetapi Hou Yu masih ingin menunggu keajaiban tersebut beberapa menit lagi dan memastikan ide gilanya.
Apa yang dinantikan Hou Yu akhirnya terwujud. Serbuk emas perlahan datang kearahnya dari berbagai arah seperti koloni lebah. Hou Yu yang melihat kejadian tersebut tentu sangat senang dan menguatkan fokus nya.
Serbuk emas kemudian menyatu dan perlahan menggumpal seukuran telur ayam. Hou Yu yang belum puas dengan ukuran tersebut tetap melanjutkan proses penyatuan, hingga pada akhirnya terbentuklah sebuah bola emas murni.
Bola emas kini melayang ditelapak tangan Hou Yu. Dengan teliti Hou Yu memeriksa permukan dari bola emas hasil ciptaan nya, serta tak lupa memeriksa apa itu benar-benar terbuat dari emas atau tidak.
"Sial ini benar-benar emas murni..." Gumam Hou Yu sambil tersenyum. Ia tidak menyangka jika angan-angan nya terwujud. Hou Yu kini berpikir dengan hanya bola emas ditangan nya ia kini sudah bisa hidup tenang dan jika kurang dia bisa membuat nya lagi.
Dengan perasaan sangat senang Hou Yu memeluk bola emas miliknya dan mengangkat keatas dengan bangga. "Hahaha! Aku benar-benar akan menjadi kaya! Menjadi kaya jauh lebih mudah dengan ini dari pada kerja seharian setiap hari!"
Blarrrr!!!
Saat Hou Yu tengah merayakan kesuksesan dirinya membuat bola emas, suara gemuruh terdengar dari langit yang tampak mendung. Tak lama hujan yang sangat lebat turun disertai angin kencang.
Hou Yu segera melindungi bola emas berharga miliknya dibalik baju agar tidak kehujanan, namun jika dilihat dimana ia melindungi bola emas tersebut, Hou Yu terlihat seperti ibu-ibu yang tengah hamil besar.
Dengan tergesa-gesa dan berlari Hou Yu berusaha kembali menuju rumah Shen Liu sambil menerjang hujan deras. Pakaian Hou Yu sudah basah kuyup saat ini dan beruntung tak lama kemudian ia sampai dikediaman Shen Liu.
Saat tiba Hou Yu melihat jika Shen Liu tengah mengobrol bersama dengan Li Wei diteras rumah. Dengan keadaan yang sudah bacah kuyup dan perut bulatnya, Hou Yu lantas berjalan kearah mereka.
Disisi lain Shen Liu yang melihat kedatangan Hou Yu dengan keadaan basah kuyup langsung mengangkat salah satu alisnya. "Habis dari mana saja kamu bocah nakal sampai basah kuyup seperti itu?" Tanya Shen Liu dengan raut wajah penasaran terutama saat melihat perut Hou Yu yang membulat.
Li Wei yang juga melihat keadaan Hou Yu merasa iba dan berniat membantunya. Tetapi Li Wei menghilangkan niat nya saat mengingat bahwa Hou Yu tanpa sadar membocorkan perasaan nya kepada Shen Liu pagi tadi.
Merasa rambut nya basah, Hou Yu langsung membuka tudung kepala nya dan membuat wajah nya dapat dilihat. Li Wei yang melihat paras dari Hou Yu tanpa sadar menelan salivanya dan membuat wajah nya sedikit memerah. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama saat ia berhasil mengendalikan dirinya.
"Bukankah aku sudah mengatakan nya kepadamu sebelum pergi tadi paman?" Balas Hou Yu sambil menyeka air hujan diwajah nya dengan tangan. Ia sedikit kesal dengan perubahan cuaca yang tiba-tiba terjadi, padahal sebelumnya langit begitu cerah.
Shen Liu mengangguk namun masih memandang kearah perut Hou Yu yang tampak membulat. "Kenapa perutmu jadi bulat seperti itu bocah? Apa kamu memakan sebuah telur monster bulat-bulat? Hahaha..." Tanya Shen Liu sembari tertawa lepas.
Li Wei yang melihat Shen Liu tertawa merasa senang, sebab ia sudah lama tidak melihat pria tersebut tertawa lepas setelah kepergian kakak dan keponakan nya. Li Wei kini bersyukur mengetahui kedatangan Hou Yu dapat membuat Shen Liu sedikit melupakan perasaan berkabung nya, meskipun ia sebenarnya merasa kesal dengan bocah tersebut.
Disisi lain Hou Yu yang diejek oleh Shen Liu langsung memasang wajah kesal. Ia kemudian mengeluarkan bola emas miliknya dan menunjukan kepada Shen Liu serta Li Wei yang sukses membuat kedua orang itu terkejut.
"Aku menemukan bola emas ini didanau saat tengah berlatih tadi..." Balas Hou Yu yang berusaha menutupi kebenaran nya. Ia pasti akan dianggap gila oleh Shen Liu dan Li We jika mengatakan yang sebenarnya.
Shen Liu yang mendengar nya tentu saja tidak langsung percaya begitupula dengan Li Wei. Akhirnya Shen Liu mengecek bola emas tersebut dan juga mengintrogasi Hou Yu ditempat, namun dengan mudah Hou Yu dapat membuat keterangan palsu dan membuat Shen Liu serta Li Wei percaya.
"Kamu boleh memiliki bola tersebut paman, anggap saja sebagai hadiah pernikahan mu kelak. Satu hal lagi, apa kamu sudah melakukan 'itu' dengan nya saat aku pergi tadi? Hahaha!" Ucap Hou Yu sembari masuk kedalam rumah untuk mengurus dirinya yang masih basah kuyup.
Mendengar ucapan dari Hou Yu membuat Shen Liu berpikir sejenak dan setelah mengerti ekspresi wajah nya menjadi kesal, namun terdapat rona merah diwajah nya. "Bocah sialan! Aku tidak melakukan nya!" Balas Shen Liu dengan nada tinggi sebab kesal. Alih-alih melakukan 'itu' dengan Li Wei, menyentuh nya saja ia tidak pernah.
Sementara Li Wei sendiri wajah nya sudah memerah seperti kepiting rebus dan tidak menyangka jika Hou Yu bisa memikirkan hal seperti itu. Akhirnya Li Wei yang sudah sangat malu langsung pamit kepada Shen Liu untuk pulang menuju ibukota.
Meskipun hujan masih lebat Shen Liu tidak menahan kepergian Li Wei yang merupakan seorangan pembudidaya QI. Dan untuk menuju ibukota tidak akan memakan waktu yang lama seperti seorang pedagang.
Untuk sesaat Shen Liu melihat kepergian Li Wei yang terlihat terburu-buru sebelum menghilang. Ia kemudian masuk kedalam rumah sambil membawa bola emas pemberian Hou Yu dengan hati-hat,i sebab ia menyadari jika bola tersebut terbuat dari emas murni yang sangat berharga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments