Keesokan harinya Hou Yu terbangun saat matahari mengenai wajah nya dari jendela. Hou Yu lalu merenggangkan tubuh nya dan berjalan keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk menemui Shen Liu seperti biasanya.
Dengan mata yang masih belum sepenuh nya terbuka, Hou Yu melihat Shen Liu yang tengah berbincang berdua bersama seorang wanita. Melihat kejadian tersebut Hou Yu mengucek mata untuk memastikan nya seolah ia belum percaya.
Sosok Shen Liu yang sudah dia kenal selama tiga hari kini membawa seorang wanita kerumah. Awal nya Hou Yu mengira jika Shen Liu masih terpuruk setelah sepeninggalan istri dan anak nya, tapi setelah melihat ada wanita disana ia menjadi ragu.
Ada hal yang membuat Hou Yu heran dengan sosok wanita yang tengah berbincang dengan Shen Liu, dimana paras wanita tersebut hampir mirip dengan istri Shen Liu yang pernah ia lihat dari lukisan.
Saat Hou Yu tengah mengamati mereka berdua, tanpa ia sadari wanita yang sedang berbincang bersama Shen Liu melihat kearah nya dan tampak bertanya kepada pria dihadapan nya.
Shen Liu yang ditanya oleh wanita tersebut langsung menengok kebelakang dan melihat sosok Hou Yu tengah berdiri terpaku disana. "Apa yang kamu lakukan disana bocah? Kemarilah!"
Dengan ragu-ragu Hou Yu berjalan mendekat lalu duduk disamping Shen Liu dan berhadapan dengan wanita yang belum dikenali nya tersebut.
Ciri-ciri wanita itu sendiri cukup cantik dengan rambut hitam yang digerai begitu saja. Ia memakai pakaian biru muda dan memiliki paras seperti wanita berumur tiga puluhan.
"Pssttt! Siapa dia paman Shen Liu? Apa dia kekasihmu?" Hou Yu berbisik kepada Shen Liu untuk menanyai siapa sosok wanita yang ada dihadapan mereka.
Mendengar bisikan dari Hou Yu langsung saja membuat sudut bibir Shen Liu berkedut. "Bocah nakal, wanita itu adik dari mendiang istriku dan bukan kekasihku!" Shen Liu membalas bisikan Hou Yu dengan nada sedikit kesal.
Hou Yu mengangguk paham dan melihat kembali kearah wanita yang duduk bersebrangan dengan nya. Saat melihat wajah wanita tersebut, Hou Yu melihat ekspresi dari wanita itu tampak salah tingkah dan pipi nya sedikit memerah.
Dari sini Hou Yu dapat menebak jika wanita tersebut tadi mendengar bisakan darinya serta Shen Liu. Ia sudah dapat memahami jika wanita tersebut menyukai Shen Liu yang sepertinya belum disadari oleh Shen Liu sendiri.
Hou Yu kemudian beranjak dari kursinya dan berniat pergi untuk memberi ruang kepada Shen Liu serta wanita tersebut berbincang berdua. Disamping itu ia juga ingin melakukan eksperimen lagi dengan kemampuan barunya di luar.
"Bocah nakal kamu mau kemana?" Tanya Shen Liu saat melihat Hou Yu yang tiba-tiba saja pergi dan tidak memakan sarapan nya terlebih dahulu.
Mendengar Shen Liu yang memanggil dirinya, Hou Yu lantas berbalik dan mengeluarkan buku yang telah diberikan oleh Shen Liu semalam. "Tentu saja mau berlatih, lagipula kalau aku tetap disini nanti akan mengganggu pasangan yang ada disini!"
Sejenak Shen Liu mencerna perkataan dari Hou Yu, sampai akhirnya ia memahami apa yang dimaksud oleh anak tersebut. "Hei bocah nakal ini tidak seperti yang kamu pikirkan-" Ketika mau menyangkal hal tersebut tiba-tiba Shen Liu tidak menemukan keberadaan Hou Yu disana dan hal ini membuat dirinya sedikit kesal.
Shen Liu mengusap kepala nya mengetahui kelakuan dari Hou Yu. Ia lantas duduk kembali dan menghela nafas nya lalu melihat kearah wanita yang duduk bersebrangan dengan nya. "Maaf atas perkataan bocah nakal itu Li Wei..."
Ekspresi dari wanita yang memilki nama Li Wei tersebut kembali gugup dan rona merah menghiasi pipi nya. "T-Tidak masalah kakak. Ngomong-ngomong siapa anak yang tadi itu?" Tanya Li Wei dengan rasa penasaran kepada bocah bertudung yang tinggal bersama dengan Shen Liu.
"Hm? Ah dia Hou Yu, aku menemukan bocah nakal tersebut didanau saat tengah memancing dan memutuskan untuk merawatnya, sebab dia sudah tidak punya keluarga lagi..." Balas Shen Liu seraya meminum beer miliknya.
Li Wei mengangguk memahami ucapan yang dikatakan oleh Shen Liu. Namun saat mengingat perkataan yang dilontarkan Hou Yu membuat pikiran nya kacau. Bagaimana tidak, ia kini menyukai Shen Liu yang merupakan kakak iparnya sendiri.
Perasaan itu muncul ketika ia sering menjenguk Shen Liu ditempat pengasingan nya. Walaupun Li Wei berpikir hal itu salah, tetapi ia tidak bisa menyangkal perasaan nya tersebut.
Sementara Shen Liu yang baru menyadari perasaan Li Wei kepada nya setelah melihat rekasi adik ipar nya atas ucapan dari Hou Yu. Shen Liu sendiri belum bisa melupakan sosok istrinya dan tidak berniat melirik wanita lain, namun mengingat Li Wei memiliki kemiripan dengan istrinya membuat Shen Liu berpikir ulang.
Kini diantara Shen Liu dan Li Wei hanya ada keheningan, tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan dan membuat suasana menjadi canggung. Namun ada satu hal yang pasti, keduanya mengutuk Hou Yu dalam pikiran nya masing-masing.
...****************...
Sementara itu Hou Yu kini tengah menikmati pemandangan danau yang jauh dari keramaian. Danau yang Hou Yu datangi sendiri merupakan tempat dimana ia melakukan pendaratan darurat saat tiba didunia ini.
Setelah puas menghirup udara segar dan melihat pemandangan, Hou Yu mengeluarkan buku teknik beladiri dari balik baju nya. Beberapa gambar dalam berbagai gaya Hou Yu lihat dengan teliti bersama petunjuk nya.
Dengan gerakan yang masih kaku Hou Yu mencoba beberapa teknik dari buku tersebut. Ia sendiri merasa malu melakukan gerakan-gerakan beladiri semacam ini karena belum terbiasa, tetapi Hou Yu menganggap jika orang lain yang melakukan nya terlihat mengesankan.
"Kenapa mereka terlihat mudah untuk melakukan nya sementara aku sendiri sangat kesusahan dan tampak seperti badut!?" Hou Yu mengumpat dengan kesal sebab ia masih sangat kaku melakukan teknik-teknik dasar beladiri.
Meski sangat kesulitan Hou Yu terus mencobanya hingga perlahan gerakan yang semula kaku perlahan membaik walaupun terlihat pelan. Keringat mulai muncul dikala Hou Yu berlatih dan tidak menyurutkan niat nya.
Selama setengah hari Hou Yu melatih fisik dan gerakan beladiri. Berbagai teknik sudah ia coba praktekan walaupun belum sepenuh nya sempuran. Masih ada beberapa teknik yang harus Hou Yu ulangi karena menurutnya sangat sulit.
Brughhh!!!
Akhirnya Hou Yu tumbang ketanah setelah berlatih tanpa henti selama setengah hari. Nafas Hou Yu kini tersengal-sengal dan ia merasa akan pingsan kapan saja, hal ini terjadi sebab sebelumnya ia belum memakan apapun sama sekali.
Hou Yu lantas bangkit dan meminum sedikit air dari danau untuk menghilangkan dahaga nya kemudian mulai memasuki pepohonan untuk mencari makanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments