Masalah Anak-Anak

Hou Yu saat ini tengah menikmati udara segar khas pedesaan dan mendengarkan suara rerumputan yang disapu oleh hembusan angin. Hal ini membuat Hou Yu sedikit mengantuk tetapi ia mencoba untuk tidak tidur dan segera membuka matanya kembali.

Pandangan Hou Yu sekarang tertuju kearah tanaman disampingnya yang terlihat sedikit layu. Saat melihatnya Hou Yu terpikirkan tentang bagaimana ia bisa menyuburkan kembali tanaman blueberry bersama ayahnya.

Tetapi pikiran Hou Yu sempat bimbang antara waktu itu hanya sebuah kebetulan atau tidak. Ia sebenarnya masih kurang percaya saat melakukan untuk pertamakalinya. "Huhhh... Lebih baik mencari taunya secara langsung..." Hou Yu mendesah pelan dan kembali fokus untuk melakukan pembuktian.

Hou Yu mengarahkan salah satu telapak tangan nya kearah tanaman dan kembali melakukan teknik yang ia terapkan dulu.

Saat itupun kejadian yang sama kembali terulang, dari telapak tangan Hou Yu muncul cahaya keemasan dan menyinari kearah tanaman yang membuatnya subur bahkan berbunga.

Melihat jika percobaan nya ternyata berhasil, Hou Yu tentu merasa senang sekaligus bingung. "Sebenarnya serum apa yang ayah berikan waktu itu kepadaku?" Gumam Hou Yu sambil mengingat kembali kejadian saat ia bersama ayahnya.

Karena tidak ada penjelasan dari ayahnya membuat rasa penasaran menyelimuti Hou Yu dan membuat dirinya merasa pusing. Hou Yu kembali melihat kearah tanaman bunga dihadapan nya yang baru saja ia suburkan kembali.

"Sepertinya tanaman ini kekurangan air sebelumnya padahal didekat sungai..." Gumam Hou Yu sambil menengok kearah sungai yang berjarak hanya sepuluh meter darinya.

Pikiran aneh terbesit dikepala Hou Yu, ia membayangkan bagaimana jika dirinya mampu mengendalikan air. "Huh... Sepertinya angan-anganmu terlalu berlebihan Hou Yu. Mana mungkin kamu bisa..." Gumam Hou Yu sambil menggelengkan kepalanya untuk menolak pemikiran gila tersebut.

Tetapi sekuat apapun ia menyangkal pemikiran gila tersebut, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Akhirnya Hou Yu memutuskan untuk mencobanya dan mulai fokus. Mata kecoklatan miliknya berangsur-angsur berubah keemasan, lalu cahaya muncul disalah satu telapak tangan Hou Yu yang mengarah kesungai.

Saat Hou Yu melakukan gerakan pada jari-jarinya secara mengejutkan sejumlah air yang ada disungai terangkat keatas setinggi tiga meter. Melihat kejadian tersebut langsung saja membuat Hou Yu terkejut dan tidak fokus hingga air yang terangkat sebelumnya jatuh kembali.

"Ini benar-benar gila..." Ucap Hou Yu sambil tertawa kegirangan melihat jika dirinya kini memiliki sebuah kemampuan yang bahkan bisa mengguncang dunia. Hou Yu berpikir jika dirinya terdampar disuatu gurun pasir ia jelas akan baik-baik saja.

"Awwww!!!" Ditengah perasaan senang yang menyelimuti dirinya, Hou Yu dengan jelas mendengar suara teriakan seorang gadis tengah kesakitan dan membuat imajinasinya langsung hancur lalu mencari sumber suara itu berasal.

Saat Hou Yu tengah mencari akhirnya ia mengetahui bahwa sumber teriakan seorang gadis yang tengah kesakitan berasal dari Xia Yueyin, dimana ia sebelumnya mengatakan kepada Hou Yu ketika ingin bermain bersama anak-anak yang lain.

...****************...

Disisi lain kini Xia Yueyin terlihat tersungkur ditanah setelah seorang anak laki-laki mendorong dirinya dengan sengaja. Xia Yueyin terduduk ditanah dan memegangi telapak tangan nya yang terluka ketika terjatuh dengan cukup keras.

"Hei Ji Yhe! Kenapa kamu mendorongku!?" Tanya Xia Yueyin dengan kesal sambil menatap kearah seorang anak pria yang seumuran dengan nya.

Ji Yhe anak yang dimaksud oleh Xia Yueyin tampak memiliki raut wajah kesal dan terlihat jika tatapan matanya menyiratkan sebuah dendam serta perasaan iri. "Memangnya kenapa? Kamu itu hanya seorang pecundang yang tidak bisa melakukan apa-apa!" Balas Ji Yhe sembari menatap kearah Xia Yueyin dengan tatapan yang merendahkan.

Posisi Xia Yeuyin kini tidak menguntungkan dimana ia dikelilingi tiga orang anak laki-laki dan dua anak perempuan. Kini tidak ada yang bisa membantunya, bahkan seorang gadis yang di anggapnya seorang teman dekat justru ikut membully dirinya.

Sebenarnya perkataan yang di ucapkan oleh Ji Yhe tidak benar dan justru sebaliknya. Xia Yueyin bukan seorang pecundang dan malahan ia sangat berbakat, bahkan ketika dia ingin mendaftarkan diri kesuatu Sekte beladiri nantinya bukanlah hal mustahil.

Beda halnya dengan Ji Yhe dan teman-teman nya yang tidak cukup berbakat dan merasa iri kepada Xia Yueyin. Di desa gadis tersebut merupakan kebanggaan masyarakat dan menjadi patokan para orang tua agar anak-anaknya bisa seperti dirinya.

Perlahan Xia Yueyin meringkuk mundur dengan perasaan ketakutan saat melihat Ji Yhe dan anak-anak lain berjalan kearahnya dengan niat buruk. Xia Yueyin sebenarnya bisa melawan Ji Yhe seorang diri, namun karena kalah jumlah ia tentu tidak bisa melakukan apa-apa.

"Hahaha! Sekarang kamu bisa apa Xia Yueyin? Tenang, aku tidak akan mencelakaimu dan hanya main-main saja bersama yang lainnya..." Ucap Ji Yhe sambil tersenyum, namun bisa dilihat dengan jelas jika sesuatu yang diluar batas sudah anak tersebut pikirkan bersama dengan teman-teman nya.

Ji Yhe mendekatkan tangan nya kearah Xia Yueyin dan berniat menarik rambut putih miliknya. Namun langkah Ji Yhe terhenti ketika seorang anak laki-laki memegang pergelangan tangan nya dengan cukup kuat.

"Sebenarnya apa yang diajarkan oleh orang tua kalian hingga berniat melakukan hal tidak baik seperti ini?" Tanya anak laki-laki yang tidak lain merupakan Hou Yu. Tatapan Hou Yu sejenak menyisir ke empat orang anak disana sebelum terhenti kepada Ji Yhe.

Dengan sekuat tenaga Ji Yhe mencoba melepaskan tangan nya yang ditahan oleh Hou Yu dan tidak berhasil. Hal ini tentu membuat Ji Yhe merasa kesal karena kesenangan yang akan terjadi diganggu oleh orang asing tidak dikenal.

"Ini bukan urusanmu!!! Cepat lepaskan tanganku, jika tidak aku tak kan segan untuk menghajarmu!!!" Balas Ji Yhe dengan emosi sambil menatap tajam kearah Hou Yu dan mengancam dirinya.

Bukan nya merasa takut Hou Yu justru tersenyum tipis dan menatap Ji Yhe seolah menantang nya. Awalnya Hou Yu mengira bocah dihadapan nya tidak bersungguh-sungguh, namun kenyataan nya justru sebaliknya.

Bukkkk!!!

Ji Yhe benar-benar memukul wajah Hou Yu dengan salah satu tangan nya. Darah sedikit keluar dari sudut bibir Hou Yu yang membuatnya terkejut. Hou Yu melepaskan tangan Ji Yhe dan menatap kearahnya sambil tersenyum dengan tidak percaya.

"Huh? Kamu ternyata benar-benar serius, aku sedikit terkejut..." Ucap Hou Yu sambil menyeka darah dibibirnya menggunakan ibu jari dan tatapan nya berubah menjadi tajam.

"Apa kamu berpikir aku hanya menggertak saja? Jangan salahkan aku jika-" Belum sempat Ji Yhe menyelesaikan perkataan nya, sebuah pukulan keras dari Hou Yu mendarat tepat diwajah nya dan membuat Ji Yhe ambruk lalu pingsan.

Melihat Ji Yhe yang kalah dengan sekali pukulan, membuat keempat anak lainnya merasa takut dan segera membawa tubuh teman nya yang tengah pingsan pergi. Dengan tatapan penuh dendam mereka menatap kearah Hou Yu dan Xia Yueyin sebelum pergi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!