Spirirt

"Hey kamu mau kemana!?" Teriak gadis yang mengikuti Hou Yu dari belakang dengan raut wajah penuh kekesalan, setelah ia merasa tidak dianggap oleh Hou Yu.

Hou Yu yang berjalan didepan masih tidak menghiraukan gadis dibelakang nya, walaupun sudah berbicara kepada dirinya beberapa kali dan bahkan menggunakan nada cukup tinggi. Ia malah mempercepat langkah nya sampai tiba didepan rumah.

Saat itu juga gadis yang mengikuti Hou Yu menarik lengan nya dan membuat keduanya bertatapan satu sama lain. "Apa seperti ini kamu memeperlakukan orang yang sudah menolongmu, huh!?" Tanya gadis tersebut untuk kesekian kalinya dan jelas kemarahan nya akan meledak sewaktu-waktu, jika tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dari anak laki-laki dihadapan nya.

Merasa jika gadis dihadapan nya tidak akan pergi dan selalu berbicara panjang lebar yang membuat telinga nya sakit, Hou Yu segera membalasnya. "Ya terimakasih sudah menolongku dan sebaiknya kamu pulang jika tidak orang tuamu akan mencarimu..." Balas Hou Yu dengan nada datar karena tidak ingin berurusan lebih lama bersama gadis tersebut.

Apa yang dikatakan oleh Hou Yu seperti pemantik dan membuat rasa kesal dari gadis tersebut tidak dapat lagi dibendung. Ia merasa jika baru pertamakali ini tidak dihargai dan bahkan seolah diusir oleh anak baru yang dilihatnya didesa tersebut.

"K-Kamu beraninya berbicara seperti itu dan apa kamu mengira aku anak kecil! Seharusnya kamu menghormatiku, apa kamu tidak tahu siapa aku huh!?" Ucap gadis yang terlihat amarahnya sudah tidak bisa dibendung lagi.

Hou Yu yang melihat reaksi gadis dihadapan nya tampak marah merasa bingung sebab ia tidak merasa jika kata-kata yang diucapkan nya salah. Ia juga merasa bingung dengan perkataan gadis itu yang menyuruh dirinya untuk menghormatinya.

"Bukankah memang benar kalau kamu masih anak-anak? Apa orang tua mu tidak akan mencarimu, ini sudah hampir jam makan siang. Dan kenapa aku harus menghormatimu, memangnya kamu siapa?" Balas Hou Yu dengan ekspresi polos sebab ia belum terlalu mengerti kebiasaan penduduk dunia ini.

Grabbb!!! Merasa tersinggung dengan perkataan anak laki-laki dihadapan nya, gadis tersebut langsung meremas kerah baju Hou Yu dan menatapnya dengan tatapan penuh kekesalan dan tidak terima sebab merasa direndahkan. "Dasar! Aku sudah berumur sepuluh tahun dan bukan anak kecil lagi! Sebulan lagi aku akan melakukan upacara kedewasaan tau! Kamu bertanya aku siapa? Aku anak kepala desa disini!"

Hou Yu yang mendengar perkataan dari gadis tersebut langsung memejamkan mata dan mengelus dagunya, sembari mencerna informasi yang baru di dengar nya. 'Jadi usia mulai dari sepuluh tahun akan dianggap dewasa kah? Tunggu, bukan nya harusnya masa remaja?' Pikir Hou Yu.

Selepas berpikir Hou Yu membuka kembali matanya dan mendekatkan wajahnya kearah gadis tersebut yang membuat rona merah kembali dipipi gadis itu. "Apa kamu bercanda gadis kecil? Kamu masih bau kencur dan jika kamu anak kepala desa memangnya aku takut?"

Gadis tersebut tampak gugup dan pipinya memerah setelah Hou Yu mendekatkan wajahnya, tetapi segera ekspresi berubah kembali menjadi kesal dan ia tidak terima dengan perkataan Hou Yu yang dipikir menghinanya.

"Chi keluar dan beri pelajaran kepada anak kecil tidak tahu diri ini!!!" Teriak gadis kecil tersebut dengan amarah yang sudah meluap-luap. Hal ini terjadi sebab baru pertamakali ini ada seseorang tidak menghormati dirinya dan justru mengejeknya, ia juga baru pertamakali ini melihat seseorang tidak terpengaruh oleh parasnya yang cantik.

Hou Yu disisi lain merasa bingung dengan perkataan gadis kecil itu yang memanggil nama seseorang untuk memberinya pelajaran. Dan tak lama kemudian asap putih muncul lalu terlihat seekor rubah kecil seukuran kucing dengan bulu berwarna putih muncul dibahu gadis tersebut.

Saat muncul, rubah putih yang memiliki sembilan ekor itupun segera menggeram dan memperlihatkan gigi kecilnya kepada Hou Yu. Melihat penampakan rubah yang cukup aneh, membuatnya merasa jika rubah itu cukup lucu dan menarik.

"Apa ini Chi yang kamu panggil gadis kecil? Ini tidak terlihat berbahaya kamu tau?" Ucap Hou Yu sambil tertawa dan membuat gadis yang memanggil spiritnya merasa bertambah kesal kepada anak laki-laki dihadapan nya.

Karena merasa gemas dengan rubah putih tersebut, Hou Yu berniat menyentuh kepalanya dan tanpa diduga rubah itu langsung menggigit jarinya dengan cukup kuat. "Arghhh!!! Lepaskan gigitanmu rubah sialan!!!" Teriak Hou Yu yang merasa sakit sambil berusaha untuk melepaskan rubah tersebut dari jarinya.

Hou Yu terus mengibas-ngibaskan tangan nya hingga pada akhirnya gigitan rubah milik gadis tadi terlepas dari jarinya.

Setelah gigitan rubah terlepas, Hou Yu segera meniup-niup jarinya yang terlihat bekas gigitan untuk mengurangi rasa sakitnya. Sementara itu rubah yang tadi menggigit Hou Yu kini kembali bertengker di pundak gadis kecil sebelumnya. "

"Hahaha bagus Chi!!!" Ucap sang gadis sambil memberi belaian kepada spirit rubah miliknya yang membuat suara eraman seperti seekor kucing. "Apa kamu sudah menyesal sekarang anak baru?"

Merasa kesal dengan rubah kecil tersebut, Hou Yu tidak menggubris perkataan dari gadis dihadapan nya dan mengambil senjata yang ada dipinggangnya. Segera saja ia membidik tepat kearah rubah kecil yang melihatnya dengan tatapan mengejek dan berniat menembaknya.

Gadis dan spirit rubah miliknya merasa heran dengan senjata yang ditodongkan oleh Hou Yu kearahnya.Tetapi rasa heran mereka segera menjadi rasa keterjutan disaat Hou Yu menembakan senjatanya dan mengeluarkan cahaya biru ke arah sang rubah.

Melihat cahaya biru tersebut dengan reflek yang cukup terasah, rubah kecil dapat melompat dan menghindarinya. Saat rubah kecil milik sang gadis berhasil menghindar, tiba-tiba pohon yang berada dibelakang mereka tumbang dan menimbulkan dentuman cukup keras.

Hou Yu yang melihat tembakan nya meleset segera melakukan tembakan secara terus menerus kearah rubah kecil tersebut, namun tak ada satupun peluru yang mengenainya sampai energy pada senjata milik Hou Yu habis dan akibat dari kejadian tersebut tanah yang terkena tembakan menjadi hangus.

Merasa kalau manusia dihadapan sangat bodoh, rubah kecil melakukan gerakan mengejek dan segera melompat kepundak tuan nya. "Kemari kau rubah kecil sialan!!!" Ucap Hou Yu yang sedikit terprovokasi.

Gadis yang melihat jika Hou Yu mulai kesal bukan nya merasa takut dan justru tertawa. Sebenarnya ia cukup kaget melihat benda aneh yang dapat menembakan sinar berbahaya, tetapi saat melihat jika benda tersebut sudah tidak berfungsi membuat ia merasa aman dan kini menertawai Hou Yu.

Akhirnya Hou Yu memutuskan mengejar selama seharian spirit rubah yang terlihat sangat gesit setelah rubah tersebut berlari untuk memprovokasinya kembali. Sedangkan gadis sebelumnya hanya melihat dan sesekali tertawa.

Terpopuler

Comments

Thoriq

Thoriq

🤣

2022-01-04

2

komentar sadis

komentar sadis

mcnya bodoh, katanya sering baca novel, masak gk tau klau dia di dunia cultivator

2021-12-27

0

junaNayaka

junaNayaka

mc'y ceroboh yaa..baru dteng bukan'y diem d rumh nunggu y nolong...gk ad aklaq wkwkw

2021-12-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!