Menurunkan Ego

Tak terasa hari sudah menjelang petang dan Hou Yu akhirnya menyerah untuk menangkap spirit rubah putih yang sudah mempermainkan nya selama seharian. Hou Yu yang sudah sangat lelah dan ditambah perutnya belum kemasukan makanan akhirnya hanya bisa terbaring ditanah.

Baju yang dikenakan oleh Hou Yu tampak terdapat beberapa robekan akibat cakaran dari spirit rubah putih dan terlihat kotor akibat Hou Yu beberapa kali harus terjatuh serta terpeleset.

Keringat juga terlihat mengalir dari kening Hou Yu yang tengah terbaring ditanah.

Sementara spirit rubah tampak berjalan dengan anggun dan kembali kepundak pemiliknya, setelah ia melihat lawan nya sudah tumbang tak berdaya ditanah dengan kondisi yang sangat menyedihkan untuk dilihat.

Disisi lain gadis cantik yang melihat Hou Yu tumbang merasa sangat puas dan menghampiri nya. "Ini akibatnya karena berani mengataiku, bagimana apa kamu sudah menyesal anak baru?" Tanya gadis cantik tersebut sambil menyunggingkan senyuman penuh kemenangan kepada Hou Yu.

Hou Yu yang sedang mengatur nafas dan beristirahat, begitu mendengar perkataan dari gadis cantik disamping nya tentu kesal. Baru kali ini ia dipermalukan sepanjang hidup nya dan yang lebih parah Hou Yu dipermalukan oleh seorang gadis kecil.

Tetapi Hou Yu yang pikiran nya sudah kembali jernih memutuskan untuk menghilangkan egonya, lagipula memang cara itulah yang paling ampuh saat menghadapi seorang anak-anak hanya dengan mengalah. Meskipun sebenarnya Hou Yu sudah benar-benar lelah dan berharap tidak berurusan lagi dengan seorang gadis terutama gadis cantik yang ada didekatnya saat ini.

Hou Yu memejamkan matanya dan mengangguk sembari mengatur nafas untuk menjawab pertanyaan dari gadis cantik itu. Dengan begini Hou Yu berharap gadis tersebut segera pergi dan tidak mempermalukan nya lagi.

Melihat anak laki-laki dihadapan nya sudah mengakui kekalahan nya tentu membuat sang gadis cantik senang dan bangga, ia lantas membusungkan dadanya dan merasa tidak ada yang bisa mengalahkan nya dalam memberi pelajaran.

Setelah selebrasi singkat, gadis cantik tersebut mengulurkan tangan nya dan berniat membantu Hou Yu. "Berdirilah, kamu seorang pria terlihat menyedihkan jika terus seperti itu!" Ucap gadis cantik sambil tersenyum dengan senang.

Melihat niat menolong dari gadis dihadapnya, Hou Yu lantas meraih tangan nya lalu berdiri walaupun saat ini ia jelas masih merasa kesal dan malu. "Terimakasih..." Hou Yu berterimakasih dengan bantuan kecil tadi.

"Hihihi tidak masalah. Oh ya siapa namamu anak baru? Perkenalkan aku Xia Yueyin!" Ucap Xia Yueyin sambil mengulurkan tangan nya sembari tersenyum indah. Memang tidak salah jika seorang bibit keindahan memiliki senyuman seperti ini yang dapat menengkan hati orang ketika melihatnya.

Sedangkan disisi lain Hou Yu segera menjabat tangan dari Xia Yueyin. "Hou Yu..." Balas Hou Yu singkat sambil menatap spirit rubah dan bukan melihat kearah wajah lawan bicaranya.

Xia Yueyin yang menerima balasan singkat dan datar dari Hou Yu, ia merasa jika anak laki-laki tersebut masih merasa kesal kepadanya. "Hey apa kamu masih merasa kesal kepadaku, Hou Yu?" Goda Xia Yueyin yang merasa terhibur ketika melihat ekspresi kesal dari Hou Yu.

"Untuk apa aku kesal kepadamu? Kurang kerjaan sekali. Lebih baik kamu pulang sekarang karena hari sudah hampir gelap."

Balas Hou Yu dengan ketus sambil memalingkan wajah nya dari Xia Yueyin.

"Hahaha baiklah aku mengerti, kalau begitu sampai jumpa lagi besok!" Ucap Xia Yueyin dengan senyuman indahnya lalu berlari sambil melambaikan tangan kearah Hou Yu. Bukan tanpa alasan Xia Yueyin berlari, pertama ia tidak ingin kena marah oleh orang tuanya karena pulang terlalu larut dan yang kedua karena merasa takut dengan rumah didekat tempat ia bermain dengan Hou Yu.

Dari yang Xia Yueyin dengar dari orang tuanya, rumah yang terlihat menyeramkan tersebut ditempati oleh seorang pria mantan penjahat. Ia pernah sekali bertemu dengan pria tersebut dan memiliki kesan yang buruk, dimana pria aneh itu tempramen yang buruk dan suka berkata kasar serta mudah tersinggung.

Karena hal itulah Xia Yueyin berlari untuk pulang dan baru sadar jika seharian ia bermain disekitar rumah tersebut. Xia Yueyin juga belum sempat memperingatkan Hou Yu dan mengira jika kenalan barunya tersebut pasti tidak tinggal disitu lalu akan kembali kerumah nya sendiri.

Disisi lain Hou Yu yang sempat melihat berlari pulang dengan raut wajah ketakutan ketika menengok kearah rumah dibelakang nya mulai merasa curiga. 'Kenapa gadis kecil itu tampak terlihat ketakutan saat melihat rumah ini?' Batin Hou Yu sambil mencoba menerka-nerka hal yang sedang terjadi.

Graaabbbb!!!!

Disaat Hou Yu tengah berpikir tiba-tiba sebuah tangan orang dewasa menyentuh pundak nya. Hal ini lantas membuat Hou Yu kaget dan kakinya seketika menjadi lemas. Keringat yang awalnya panas kini berbalik menjadi keringat dingin.

"Sedang apa kamu disini?" Suara cukup serak terdengar dari belakang Hou Yu dan sukses membuat bulu kuduk nya berdiri.

Bukan berarti Hou Yu merasa takut sebab ia memiliki jiwa seorang pria berusia dua puluh delapan tahun.

Namun begitu Hou Yu menoleh kebelakang ia melihat penampakan seorang pria memiliki janggut dan kumis lebat yang menggunakan caping tengah menyentuh pundak nya.

"Hantuuu!!!" Segera kepercayaan diri Hou Yu runtuh dan ia terduduk ditanah kembali sambil melihat kearah pria misterius tersebut dengan tatapan ketakutan.

Sementara itu pria yang dikatai hantu oleh Hou Yu merasa bingung. Ia segera melihat penampilan nya kembali dan tidak ada sama sekali hal menakutkan darinya hingga bisa dipanggil hantu oleh anak tersebut.

"Hentikan omong kosongmu bocah, cepat bersihkan dirimu dan masuklah kedalam untuk makan malam..." Ucap pria tersebut sambil membawa satu gentong bir berukuran cukup besar disalah satu pundaknya.

Hou Yu yang baru menyadari ada kesalah pahaman disana segera meminta maaf dan lantas mengikuti pria tersebut masuk kedalam rumah, ia kemudian membersihkan dirinya yang sudah sangat kumal akibat pergulatan dengan spirit rubah sebelumnya.

Setelah membersihkan diri, Hou Yu lalu menghampiri pria yang ia pikir adalah penolongnya dan duduk dimeja makan berhadapan dengan nya. Terlihat beberapa olahan ikan disajikan dimeja makan dan hal ini sukses membuat perut Hou Yu bergemuruh.

Mendengar suara gemuruh dari bocah dihadapan nya, sebelah alis pria tersebut terangkat. "Apa kamu belum makan selama seminggu bocah? Jika kamu lapar cepat makan dan jangan melamun seperti itu." Ucap pria tersebut sambil memakan ikan bakar ditangan nya.

Hou Yu yang sudah diberi kode segera mengambil satu ikan bakar dimeja walauapun sempat ragu-ragu mengambilnya. Ia kemudian mulai memakan ikan bakar tersebut dan tidak menyangka akan seenak ini sampai ia tanpa sadar menangis. Ini sudah sepuluh tahun lebih Hou Yu tidak merasakan perasaan makanan seperti ini yang membuatnya rindu dengan makanan organik.

Pria yang melihat Hou Yu menitikan air matanya saat makan menjadi heran. "Bocah, apa orang tuamu tidak pernah memberimu makan sampai kamu kelaparan dan sedih seperti itu ketika tengah makan?" Tanya pria asing tersebut yang terlihat keheranan.

Mendengar pertanyaan dari pria dihadapan nya, Hou Yu sesaat menghentikan makan nya. "Bukan seperti itu paman, orang tuaku justru sangat baik dan perhatian kepadaku. Namun belum lama ini mereka telah tiada..." Balas Hou Yu sembari tersenyum canggung kemudian melanjutkan kembali memakan ikan bakar ditangan nya sambil mengingat kembali bagaimana ayahnya selalu merawat dirinya tanpa lelah setiap saat sampai kejadian itu terjadi.

Terpopuler

Comments

Thoriq

Thoriq

🥴

2022-01-04

1

Akiraa

Akiraa

semangat.

2021-12-07

0

XiTian

XiTian

author tetap othor Velskud kan? kenapa ya cerita nya sepi, tapi gw tetap ada kok di novel lu......

2021-10-15

7

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!