Ruangan Rahasia

Hou Yu melihat sebuah pulpen terjatuh dari pakaian lama miliknya kemudian mengambil pulpen tersebut dan memperhatikan nya dengan teliti. Sampai akhirnya Hou Yu menekan sebuah tombol kecil pada pulpen tersebut dan memicu muncul gambar sebuah hologram.

Hologram yang Hou Yu lihat merupakan sebuah rekaman seseorang dan orang tersebut merupakan ayah nya sendiri yaitu dokter Niel. Terlihat bahwa dokter Niel tengah berada di laboratorium miliknya seorang diri.

Tatapan Hou Yu kini terfokus kepada rekaman yang dibuat oleh dokter Niel. Hou Yu melihat jika beberapakali dokter Niel melakukan beberapa kecerobohan saat akan membuat rekaman tentang dirinya.

"Cek...Cek...Cek... Apa ini sudah merekam!? Ah sepertinya sudah... Umm untuk putraku satu-satunya Hou Yu, jika kamu melihat rekaman ini berarti ayah sudah tidak ada lagi didunia ini dan menyusul kematian ibumu. Kamu pasti saat ini bertanya-tanya mengapa sekarang memiliki kemampuan unik bukan?

Sebenarnya serum yang ayah buat untuk diri ayah sendiri sebab ada masalah pribadi didunia tempat kamu berada. Namun sejak kamu lahir dan menderita penyakit yang ayah sendiri tidak tau membuat rencana awal harus dilupakan. Jangan salahkan dirimu sendiri, ini semua keinginan ayah sendiri. Lagipula jika ayah tidak melakukan nya, kata-kata apa yang bisa ayah katakan kepada ibumu nantinya...

Jadi mulai sekarang kamu harus menjalani hidup dengan benar. Bukankah kamu sering menceritakan tentang kisah superhero kepada ayah? Sekarang kamu memiliki kekuatan itu dan buatlah kisahmu sendiri didunia yang sekarang. Tapi kamu juga harus berhati-hati karena didunia tersebut menjalani aturan rimba.

Satu hal lagi, kamu harus berhati-hati dengan-" Belum selesai Hou Yu mendengarkan penjelasan dari dokter Niel, tiba-tiba dari ruang tengah Shen Liu berteriak memanggilnya untuk makan malam dan hal tersebut membuat Hou Yu terkejut hingga membuat pulpen ditangan nya terjatuh dan rusak.

Dengan rasa putus asa Hou Yu memungut pulpen yang sudah terbelah menjadi dua bagian dari lantai dan menyimpan nya didalam saku, Hou Yu lantas menghampiri Shen Liu dengan sedikit rasa kesal didalam dirinya.

Setelah sampai diruang tengah, Hou Yu kemudian duduk dimeja makan yang dimana sudah terdapat beberapa makanan dan Shen Liu. Begitu duduk dikursinya, Hou Yu masih saja melihat kearah Shen Liu dengan penuh makna.

Menyadari tatapan dari Hou Yu, Shen Liu merasa bingung sebab tatapan itu menyiratkan rasa kekesalan ibarat seorang anak tidak diberi uang saku oleh orang tuanya. "Hum? Kenapa kamu menatapku seperti itu bocah bau?" Tanya Shen Liu sambil memakan makanan nya.

"Tidak ada..." Balas Hou Yu dengan datar dan ia langsung mengambil beberapa makanan kepiring miliknya, lalu mulai memakan nya tanpa memperdulikan Shen Liu yang menatapnya dengan kebingungan.

Dengan tenang Hou Yu dan Shen Liu makan malam bersama bahkan tidak ada obrolan seperti malam sebelumnya. Hingga beberapa waktupun berlalu dan makanan yang memenuhi meja sudah habis tak tersisa.

Pandangan Hou Yu kembali menatap kearah Shen Liu saat tengah meminum bir ditangan nya. Hou Yu akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan diantara keduanya dan sedikit merasa penasaran karena dua hari ini ia tidak melihat orang selain Shen Liu dirumah, padahal ada sebuah lukisan Shen Liu bersama seorang wanita dan anak kecil disalah satu dinding.

"Paman, siapa dua orang yang ada bersamamu dilukisan itu?" Tanya Hou Yu sambil menunjuk lukisan yang ia maksud. Sebenarnya ia sudah bisa menebak, namun untuk memastikan Hou Yu memilih bertanya.

Shen Liu yang tengah meminum bir miliknya begitu mendengar pertanyaan dari Hou Yu segera melihat kearah lukisan tersebut.

Tatapan Shen Liu seketika menjadi nanar dan ekspresinya berubah menjadi sedih namun ia berusaha untuk tetap tegar.

"Ya, mereka adalah istri dan anak ku yang sudah meninggal sepuluh tahun lalu..." Balas Shen Liu sambil tersenyum tipis kearah Hou Yu. Ia kemudian lanjut menenggak bir miliknya untuk meredakan kesedihan nya sejenak.

Hou Yu yang mendengar perkataan Shen Liu lantas merasa tidak enak karena membuat pria tersebut mengingat kematian istri dan anak nya. Hou Yu sekarang sadar mengapa Shen Liu mengatakan jika dirinya kini hidup sebatang kara dan menjawab sudah mengapa rumah ini terasa sangat sunyi.

Disini Hou Yu juga mulai mengerti mengapa Shen Liu sering mabuk-mabukan dan banyak dibicarakan warga desa, karena suka menyendiri serta sedikit mudah tersinggung, hingga pernah ada kejadian dimana ia melakukan tindakan kekerasan kepada orang yang menyinggungnya.

Hou Yu saat ini hanya bisa terdiam mengetahui kehidupan tragis yang menimpa Shen Liu. Meski begitu Hou Yu kini dapat mengetahui bahwa tidak hanya dirinya yang ditinggal oleh orang terdekatnya.

Melihat Hou Yu yang terdiam Shen Liu segera beranjak dari bangkunya dan berjalan kesalah satu rak buku. Salah satu buku yang ada pada rak tersebut kemudian Shen Liu dorong dan membuat sebuah anak tangga muncul dari balik rak.

"Ikuti aku bocah bau!" Ucap Shen Liu sembari berjalan menuruni anak tangga yang muncul setelah dua rak buku bergeser kedua arah berbeda.

Disisi lain Hou Yu yang dengan jelas melihat sebuah jalan rahasia terbuka menjadi tertarik dan langsung berlari menyusul Shen Liu yang sudah masuk terlebih dahulu. Tangga yang Shen Liu dan Hou Yu lewati terlihat memutar kebawah dengan pencahayaan batu-batu kristal di setiap dinding.

Setelah menuruni seratus anak tangga, sebuah pintu yang terbuat dari batu terlihat. Hou Yu yang melihat pintu setinggi tiga meter dengan lebar satu setengah meter membuatnya kagum. Bukan karena besar ukuran pintu yang membuatnya terkagum, melainkan ukiran-ukiran aneh yang terdapat pada pintu tersebut.

Keterkaguman Hou Yu semakin bertambah saat Shen Liu menyentuh pintu yang membuatnya mulai terbuka dengan suara gemuruh dan sedikit getaran ditanah. Mata Hou Yu terbuka lebar begitu melihat apa yang ada dibalik pintu raksasa tersebut.

Shen Liu kemudian masuk kedalam ruangan tersebut dengan di ikuti oleh Hou Yu dibelakang nya. Shen Liu tersenyum tipis saat melihat tatapan Hou Yu yang tidak bisa lepas dari pemandangan ruangan tersebut.

Rak-rak buku setinggi empat meter bejajar rapih dan walaupun terlihat sangat berdebu tetap saja pemandangan nya masih sangat menakjubkan terutama untuk Hou Yu. Beberapa zirah perang dan pedang juga ada didalam ruangan yang Hou Yu masuki.

Sampai pada akhirnya pandangan Hou Yu tertuju kearah sebuah zirah yang lebih mencolok dari semua zirah disana. "Paman Shen Liu, sebenarnya tempat apa ini?" Tanya Hou Yu yang sudah sangat penasaran.

"Tempat ini hanya ruangan untuk menyimpan barang-barang miliku dulu sewaktu bekerja di Kekaisaran ini!" Balas Shen Liu tanpa melihat kearah Hou Yu karena tengah mencari beberapa buku dan peta di rak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!