Setelah Ji Yhe dan anak-anak yang mengganggu Xia Yueyin, Hou Yu menghela nafasnya. Ia kemudian berbalik dan melihat kearah Xia Yueyin yang masih terduduk ditanah sambil memandangi dirinya. "Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Hou Yu untuk memastikan keadan Xia Yueyin.
Xia Yueyin yang tengah terpaku saat melihat kejadian sebelumnya langsung segera tersadar ketika mendengar pertanyaan dari Hou Yu. "Ya aku baik-baik saja dan terimakasih sudah menolongku..." Balas Xia Yueyin dengan raut wajah sedikit memerah.
Mendengar ucapan dari Xia Yueyin tentu tidak membuat Hou Yu percaya begitu saja. Ia bisa dengan jelas melihat jika salah satu telapak tangan Xia Yueyin terluka dan mengeluarkan darah segar. Tanpa berpikir panjang Hou Yu langsung merobek sedikit pakaian nya dan membalut telapak tangan Xia Yueyin.
Saat melihat Hou Yu yang tengah membalut luka ditangan nya, Xia Yueyin sedikit merintih kesakitan namun tidak menghentikan tindakan Hou Yu. "Kenapa kamu mau mengkhawatirkanku? Kamu harusnya mengkhawatirkan lukamu sendiri..." Ucap Xia Yueyin saat melihat pipi Hou Yu yang sedikit memar akibat terkena pukulan dari Ji Hye.
Hou Yu yang mendengar pertanyaan dari Xia Yueyin tidak menghiraukan nya, ia lantas mengikat dengan cukup kuat sobekan baju untuk membalut tangan Xia Yueyin yang membuat gadis tersebut kembali merintih kesakitan.
"Ini sudah sore, apa kamu ingin tetap disini atau pulang?" Hou Yu bangkit dan melihat suasana tempat tersebut yang sudah mulai sepi dari awalnya lumayan ramai.
Xia Yueyin hanya mengangguk dan saat mencoba bangkit ia sedikit kesulitan akibat kakinya yang terkilir ketika jatuh sebelumnya. Hou Yu yang menyadarinya menghela nafas dan langsung menggendong Xia Yueyin dibelakang nya.
Melihat tindakan Hou Yu jelas membuat Xia Yueyin kaget karena diperlakukan seperti itu. "Hei! Apa yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku Hou Yu!" Xia Yueyin memberontak dan jelas merasa sangat malu hingga membuat wajahnya lagi-lagi memerah seperti kepiting rebus.
Hou Yu untuk kesekian kalinya tidak menggubris Xia Yueyin dan tetap menggendong gadis tersebut untuk mengantarkan nya pulang. Beruntung Hou Yu sudah mengetahui rumah kepala desa saat diberitahukan oleh Xia Yueyin sebelumnya.
Xia Yueyin yang diabaikan oleh Hou Yu akhirnya berhenti memberontak dengan sendirinya. Gadis tersebut kini hanya bisa pasrah dan sedikit kesal sebab dirinya merasa berbicara dengan batu. Meskipun begitu Xia Yueyin sebenarnya sangat senang dan terlihat mulai merasa nyaman.
Disepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara keduanya sebab Hou Yu masih sibuk berpikir dengan kemampuan aneh yang dimilikinya, sementara Xia Yueyin tampak begitu gugup sambil memperhatikan kearah Hou Yu.
Hingga akhirnya mereka sampai dan Hou Yu segera menurunkan Xia Yueyin yang ia gendong. "Lain kali jangan bertemu dengan mereka lagi... Kalau begitu aku pergi dulu dan berhati-hatilah saat mencari kawan..." Ucap Hou Yu kemudian berbalik dan berjalan kembali kerumah Shen Liu.
Xia Yueyin yang melihat Hou Yu langsung pergi dan ia tidak sempat berterimakasih kepadanya. Entah mengapa ada perasaan aneh yang Xia Yueyin rasakan didalam dadanya, namun perasaan tersebut bukan hal buruk melainkan rasa nyaman dan kehangatan.
Hal ini lantas membuat gadis tersebut tiba-tiba merasa malu sekaligus senang. Ia lantas berlari masuk kedalam rumah dan mengabaikan rasa sakit yang dirasakan dari luka ditelapak tangan serta kakinya.
...****************...
Setelah mengantarkan Xia Yueyin pulang kerumah, Hou Yu segera kembali kerumah Shen Liu dan tak berselang lama ia sudah sampai disebuah pondok yang terlihat menyeramkan jika dilihat dari luar.
"Paman Shen Liu aku kembali!" Ucap Hou Yu sambil memasuki pondok milik Shen Liu yang pintunya tidak dikunci sama sekali, hal ini sepertinya memang dilakukan pikir Hou Yu.
Begitu masuk kedalam Hou Yu tidak melihat Shen Liu diruang tengah. Hou Yu segera bergegas mencari Shen Liu disetiap sudut pondok berlantai dua tersebut, ia berniat menanyakan beberapa informasi tentang hal apa saja yang ada didunia ini dan akan berguna untuk dirinya dimasa depan.
Setelah mencari hampir setengah jam didalam maupun diluar pondok, Hou Yu sama sekali tidak menemukan keberadaan Shen Liu. Hingga sebuah suara ledakan terdengar dari dari dalam pondok yang membuat Hou Yu segera menghampiri kearah sumber suara.
Ketika menghampiri kearah suara ledakan, Hou Yu menemukan sebuah ruangan yang dari sela-sela pintu mengeluarkan asap dengan bau tidak sedap dan bahkan membuat dirinya ingin muntah.
Dengan menguatkan tekad dan mengambil napas dalam-dalam, Hou Yu mendobrak pintu ruangan tersebut. Alangkah terkejutnya Hou Yu saat menemukan Shen Liu ada diruangan tersebut dan terlihat mengipas-ngipas asap agar tidak menghirupnya.
Hou Yu yang sudah tidak tahan dengan bau busuk bercampur gosong itu langsung menarik Shen Liu keluar dari ruangan tersebut. Ia kemudian menutup pintu ruangan agar asap tidak menyebar dan segera menghirup udara segar bersama Shen Liu.
"Uhuk-uhuk! Kenapa bisa ada asap berbau menjijiikan seperti itu di ruangan?" Tanya Hou Yu sambil terbatuk dan sedikit merasa mual. Ia sebenarnya sedikit heran mengapa bisa ada asap diruangan tadi yang bahkan tidak ada kebakaran.
Shen Liu segera menenangkan dirinya setelah terbatuk dan mual-mual seperti yang dilakukan oleh Hou Yu. Tetapi ada yang terlihat aneh dari raut wajah nya, dimana Shen Liu terlihat sedih dan putus asa seakan mencapai kegagalan untuk kesekian kalinya.
Ia tidak menjawab pertanyaan dari Hou Yu dan membuka pintu ruangan lain yang terkunci. Tak berselang lama Shen Liu keluar dan menghampiri Hou Yu dengan membawa satu set pakaian dimasa tersebut.
"Aku akan menjelaskan nya nanti termasuk pertanyaan yang mau kamu tanyakan. Tapi sebelum itu bersihkan dirimu terlebih dahulu..." Balas Shen Liu sembari melemparkan pakaian yang dibawa olehnya kearah Hou Yu. Ia dengan sengaja memberikan pakaian tersebut kepada Hou Yu setelah melihat pakaian anak tersebut yang sudah terdapat beberapa sobekan.
Hou Yu dengan sigap menerima pakaian yang diberikan oleh Shen Liu dan melihatnya untuk sejenak. Setelah melihat pakaian yang sedikit berdebu tersebut Hou Yu segera pergi untuk membersihkan dirinya.
Senyuman tipis terpancar dari raut wajah Shen Liu saat melihat Hou Yu, kemudian ia menghela napas dan menyiapkan makanan yang akan dimakan oleh mereka berdua sembari menunggu Hou Yu membersihkan dirinya.
Selang beberapa Hou Yu sudah membersihkan dirinya dan menggunakan pakaian yang diberikan oleh Shen Liu. "Tidak buruk juga dan bagaimana paman Shen Liu tau ukuran pakaianku?" Gumam Hou Yu saat memakai pakaian pemberian Shen Liu yang sangat pas dengan nya.
Namun Hou Yu tidak mau memikirkan nya terlalu lama dan bergegas keluar dari kamar mandi untuk menemui Shen Liu. Sebelum itu Hou Yu juga ingin menyimpan pakaian lamanya sebagai kenang-kenangan. Saat Hou Yu meraih pakaian lama miliknya, ia merasa heran dengan sebuah pulpen yang terjatuh dari saku baju tersebut.
...****************...
Ilustarasi Hou Yu muda:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
JIWAKU MEMBANTENG
tapi itu gambar perempuan
2021-10-30
2