Keesokan harinya Hou Yu terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari menembus celah-celah dinding yang terbuat dari kayu.
Hal yang pertamakali Hou Yu rasakan setelah bangun adalah nyeri pada leher bagian belakang nya, tempat dimana ayah nya membuat tumbuh Hou Yu lemas dengan suatu teknik.
"Shhh, ini dimana?" Gumam Hou Yu saat menyadari jika kini berada disuatu ruangan yang juga bisa dibilang kamar, namun dari segi pandang Hou Yu tempat ini sangat ketinggalan zaman dan tampak kuno.
Merasa sangat asing dengan tempat tersebut, Hou Yu berspekulasi jika seseorang telah menolongnya karena yang dia ingat ia berada disebuah danau setelah pendaratan darurat. Hou Yu bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar dengan maksud mencari orang yang telah menolong nya untuk berterimakasih.
Saat keluar dari kamar, Hou Yu disambut oleh penampakan sebuah ruangan tamu dan tidak menemukan seseorang disana.
"Halo apa ada orang dirumah ini?" Ucap Hou Yu dengan nada sedikit tinggi agar jika ada orang didalam rumah tersebut bisa mendengarkan suaranya.
Namun setelah mencari di setiap ruangan dan memanggil-manggil, Hou Yu tidak mendapati seseorang disana lalu memutuskan keluar dari rumah tersebut dan melihat kondisi lingkungan yang ada sekitarnya.
Pemandangan seperti halnya disebuah pedesaan menyambut Hou Yu ketika ia keluar dari rumah. Hou Yu melihat jika rumah-rumah disana cenderung sama dimana bahan bangunan nya terbuat dari kayu dan terkesan seperti pedesaan di wilayah China sewaktu dibumi.
"Apa aku kembali kebumi? Tidak-tidak ini mustahi, jika benar aku kembali kebumi mengapa orang-orang memakai pakaian kuno pada masa Kekaisaran kuno di China?" Gumam Hou Yu yang melihat aktivitas dari para warga desa.
Rasa penasaran dengan tempat dirinya berada menuntun Hou Yu untuk mencari tahu. Hou Yu memutuskan untuk berjalan-jalan dan melihat-lihat keadaan desa sekaligus mencari jawaban atas pertanyaan nya sendiri.
Saat sedang berjalan melewati keramaian orang yang tengah berbelanja dipasar, Hou Yu mendengarkan bahasa yang digunakan oleh penduduk sekitar memang mandarin dan membuatnya sempat berifikir jika ia benar-benar kembali kebumi serta meyakini bahwa para penduduk mengenakan pakaian seperti itu untuk memperingati hari khusus saja.
Tetapi spekulasi Hou Yu dibuat goyah begitu melihat mata uang yang digunakan penduduk desa tersebut berupa koin emas, perak, serta perunggu. 'Mungkin aku kembali kemasalalu, ya pasti begitu...' Pikir Hou Yu untuk menguatkan spekulasi sebelumnya yang ia buat.
Perasaan Hou Yu entah mengapa menjadi tidak enak dan ia merasa jika banyak pasang mata melihat kearahnya. Benar saja, ketika Hou Yu kembali melihat kearah warga sekitar mereka tampak memandangi nya denangan tatapan aneh.
Bagaimana tidak, pakaian yang Hou Yu saat ini kenakan tampak sangat asing dan disisi lain terlihat praktis. Dari yang para warga lihat, Hou Yu tampak seperti anak berusia dua belas tahun dan memiliki paras yang bisa dibilang melebihi seorang pangeran mahkota sekalipun.
Hou Yu yang tidak nyaman dipandangi oleh orang-orang disekitar nya, membuat dirinya menjadi tidak fokus dan berjalan ketengah jalan. Saat ia tidak fokus tiba-tiba suara teriakan seorang anak permepuan terdengar, "Awasss!!!" Teriak anak perempuan tersebut sembari melesat kearah Hou Yu saat dua orang anak kecil tengah balapan menggunakan dengan hewan yang terlihat asing.
Bruukkkk!!! Suara cukup keras terdengar saat Hou Yu dan anak perempuan yang menolongnya terjatuh ditepi jalan. Hou Yu merasa pungunggung terasa sakit karena tidak siap dengan apa yang terjadi barusan.
"Ughhh... Apa-apaan ini!?" Erang Hou Yu yang merasa ada seseorang berada diatas tubuhnya. Benar saja ketika Hou Yu membuka mata, ia melihat seorang anak perempuan yang terlihat manis dan akan menjadi bibit unggul dimasa depan tengah menatap wajahnya dengan khawatir.
Hou Yu yang melihat wajah gadis dihadapan nya sempat termenung dan ia segera sadar begitu mendengar perkataan dari anak perempuan tersebut. "Hey! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya anak perempuan itu dengan ekspresi khawatir.
Segera saja Hou Yu tersadar dari lamunan nya dan menatap kearah anak perempuan yang berada diatasnya dengan tatapan kesal. "Kenapa kamu mendorongku? Cepat menyingkir kamu berat..." Ucap Hou Yu yang merasa tubuhnya semakin terasa sakit ditambah ada seorang anak perempuan seumuran dengan nya ada di atas tubuh nya.
Tanpa Hou Yu sadari, pipi anak perempuan itu merona ketika melihat wajahnya setelah Hou Yu menyingkap rambut nya yang agak panjang karena menutupi sedikit pandangan nya. Hou Yu yang melihat anak perempuan tersebut melamun segera menyadarkan nya. "Hey apa kamu mendengarkan ku?"
Kini giliran anak perempuan tersebut yang tersadar dari lamunan nya dan ia segera berdiri menyingkir dari tubuh Hou Yu. Wajah yang sebelumnya terdapat rona merah kini berubah dan terlihat sangat kesal.
Hou Yu segera menepuk-nepuk pakaian nya yang terlihat sedikit kotor dan berdebu akibat terjatuh ketanah dengan cukup keraas.
Raut wajah Hou Yu tampak kesal sebab tidak tahu mengapa dirinya di dorong dengan keras oleh anak perempuan dihadapannya.
"Apa kamu ingin celaka berjalan ditengah jalan? Kamu tidak lihat ada dua anak sedang balapan dengan hewan spiritual mereka! Bukan nya berterimakasih kamu justru mengataiku berat! Memangnya aku gendut huh!?" Ucap anak perempuan tersebut dengan kesal dan juga panjang lebar.
Mendengar rentetan perkataan dari gadis dihadapan nya membuat sudut bibir Hou Yu berkedut. Baru pertamakali Hou Yu
mendapatkan kejadian ini secara langsung dan tidak menyangka jika perempuan bisa berbicara panjang lebar dari kecil.
Saat mencerna rentetan perkataan dari gadis tersebut, ada beberapa kata yang terdengar sangat janggal ditelinga Hou Yu.
'Hewan Spiritual?' Batin Hou Yu yang agak bingung dengan situasinya saat ini.
Ketika Hou Yu memandangi kearah dua anak yang tengah balapan, ia menyadari jika tunggangan mereka tampak seperti hewan buas dan memiliki bentuk yang sama sekali tidak diketahui olehnya.
Kini Hou Yu sadar jika ia tidak lagi dibumi dan juga dunia tempat dia dilahirkan kembali sebelumnya. 'Dunia lain? Apa ini yang kamu maksud ayah?' Batin Hou Yu saat mengingat kata-kata sebelum ayah nya harus tewas untuk menyelamatkan drinyaa.
Hou Yu mengedarkan pandangan nya kembali dan melihat beberapa orang memiliki sesuatu yang dinamakan hewan spiritual dengan berbagai jenis. Semuanya hal ini sudah membuat Hou Yu mengerti dan berjanji kepada mendiang ayah nya, untuk melanjutkan hidup nya serta mencari tahu tentang dunia yang kini ia tempati untuk kedepan nya.
Segera Hou Yu bergegas kembali kerumah orang yang membantu ia sebelumnya dan meninggalkan gadis tadi tanpa mengatakan sepatah katapun, hal ini tentu membuat sang gadis semakin kesal dan mengejar Hou Yu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Thoriq
Semangat
2022-01-04
1
Akiraa
semangat
2021-12-07
0
Alex The Gacha Wolfie
Thor ...Jgn sampai Putus ya Story ya. Ini sdh sangat Bagus loh
2021-11-06
4