18. Mendekat

Siang ini Lala sudah berada di depan bangunan yang sangat menjulang tinggi. Bangunan itu memiliki banyak sisi yang saling berhubungan dan juga lantai bertingkat yang saling berkaitan. Cukup luas untuk ditelusuri maka dari itu Lala memilih bertanya pada satpam untuk menanyakan lantai mana alamat yang ia tuju.

Melangkahkan kaki jenjangnya, Lala memasuki kawasan elit yang orang biasa sebut dengan apartemen. Apartemen ini terdiri dari berbagai lantai dan sudah seharusnya Lala menaiki lift karena alamat yang tuju berada di lantai 10. Lala dapat dengan mudah mengakses tempat karena sudah mendapatkan ijin dari keamanan sehingga dia dapat berjalan dengan aman tanpa dicurigai sebagai sosok baru yang mencurigakan.

Lala menekan bel apartemen, dan langsung masuk begitu pintu dibuka oleh sang pemilik. Pintu yang terbuka menampilkan Jason dengan pakaian casual nya, rambut acak-acakan seperti bangun tidur dan juga raut wajah yang sepertinya belum terkena air sama sekali.

'' Apa tuan baru bangun?'' tanya Lala setelah dirinya dipersilahkan masuk.

'' Berhenti panggil aku tuan, karena aku masih muda. Mulai sekarang panggil aku Jason saja,'' ucap Jason dengan suara sedikit serak khas orang bangun tidur.

'' Baiklah,'' jawab Lale menuruti keinginan Jason.

'' Aku rasa kamu baru bangun tidur. Sepertinya makan siang yang aku bawa akan menjadi sarapan buat kamu,'' ujar Lala masih meneliti wajah Jason yang tampak kurang bersemangat.

'' Aku baru tertidur jam empat. Sekarang segera siapkan makan siang atau makan pagi ku apalah itu karena aku sudah sangat lapar,'' jawab Jason kemudian berpamitan dengan Lala untuk mencuci wajah bantalnya.

Lala menuju ruang makan minimalis yang ditunjukkan oleh Jason sebelum ia pergi ke kamar mandi. Lala menata makanan yang ia bawa di atas meja marmer, sangat unik dan berharga fantastis pikir Lala dalam hati.

Jason keluar dari kamarnya, tampak lebih segar dan maskulin walau hanya mencuci muka. Sekilas Lala melihat penampilan Jason yang memakai kaos putih dan juga celana bahan di atas lutut. Benar-benar seperti pria idaman Lala yang sering ia tonton di acara sinetron.

'' Silahkan makan,'' ucap Lala begitu Jason sudah mengambil tempat duduk.

Jason memaksa Lala untuk ikutan duduk menemani dirinya yang asyik mengunyah makanan. Lala bilang dirinya sudah makan ketika berangkat, jadi dia menolak tawaran Jason untuk makan siang lagi.

'' Mengapa sayur ini sangat pedas,'' komentar Jason begitu dirinya menyuapkan sesendok sayuran.

'' Benarkah? Perasaan aku tidak terlalu memakai cabai yang banyak,'' jawab Lala karena dirinya merasa yakin jika masakan yang ia buat tidaklah pedas.

'' Cobalah,'' ucap Jason menjulurkan sesendok sayur ke mulut Lala. Lala menerima suapan Jason dan mengunyah makanan yang masak.

'' Enggak pedas kok. Rasanya biasa saja, enggak pedas sama sekali malah,'' ucap Lala meneliti rasa masakan yang ia buat.

'' Masa sih? Kalau memang tidak pedas maka habiskan saja. Karena aku sangat mencintai masakan pedas,''

'' Jadi, kenapa tidak bilang? Lain kali akan aku tambahkan cabe lebih banyak biar kamu puas,''

'' Yasudah kamu saja yang makan masakan ini,'' ujar Jason menyuapi Lala kembali. Detik berikutnya Lala baru menyadari satu hal.

'' Bukankah di daftar peraturan makan siang mu kamu tidak menyukai rasa pedas. Lalu tadi?''

'' Makanya jangan terlalu sering menolak tawaran makan dariku. Aku hanya ingin kamu juga ikut makan. Itu saja tidak lebih,'' ucap Jason tersenyum.

'' Aishh...'' ucap Lala memukul lengan Jason ringan.

Kini mereka tampak lebih akrab dari apa yang mereka bayangkan. Lala juga merasa nyaman di dekat Jason yang ternyata tidak cukup buruk di pikiran Lala. Padahal dulunya mereka adalah dua orang asing yang terjebak dalam satu kejadian sehingga mengharuskan mereka memiliki tanggung jawab berdua. Mungkin Tuhan sudah mentakdirkan jika mereka bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya kelak jika itu benar.

'' Aku akan mengantar kamu pulang,'' ucap Jason kepada Lala usai membereskan kotak makanan.

'' Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih atas tawarannya,'' tolak Lala secara halus.

'' Aku tahu kamu tidak membawa kendaraan pribadi. Jadi tidak baik menolak tawaran orang tampan seperti ku,'' ucap Jason kemudian menggenggam tangan Lala dan menariknya keluar.

Lala mengikuti tarikan tangan Jason yang menggenggam tangannya. Dirinya sudah seperti anak kecil yang digandeng sang ibu takut anaknya ketinggalan atau hilang. Jason menarik tangan Lala begitu posesif dan terlihat sangat menjaga.

'' Sebaiknya urungkan niat mu untuk mengantar ku, karena aku tidak langsung pulang ke rumah,'' ucap Lala ketika hendak masuk ke dalam mobil Lamborghini Aventador milik Jason.

'' Kemana? Apa pergi menemui papa triplet yang lain?'' tanya Jason menyelidik.

'' Bukan. Aku ingin pergi ke toko untuk membeli beberapa barang,'' jawab Lala sedikit menyunggingkan senyumnya.

'' Baiklah aku antar. Anggap saja sebagai balas budi karena telah mau repot-repot mengurusi makan siang ku. Aku tidak pernah sesuka ini sama masakan. Jadi kamu beruntung karena mendapat kesempatan memasakkan orang tampan seperti ku,''

Lala tertawa kecil mendengar kata-kata Jason yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Memang orang kaya tidak pernah bisa jauh dari kata sombong. Dalam segala hal selalu ada yang mereka banggakan.

'' Dasar sombong,'' gurau Lala kepada Jason.

'' Satu yang harus kamu tahu. Aku memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Jadi tidak masalah jika aku membanggakan apa yang aku punya,''

'' Hahaah. Baiklah tuan pamer, anda benar ''

Di perjalanan mereka terlibat banyak percakapan. Jason sekarang tahu jika Lala masih single. Tanpa Lala berkata pun Jason tahu jika Lala belum pernah menikah. Ia sudah memastikan seluk beluk kehidupan Lala sejak kecil. Tak ayal dirinya tahu semua informasi tentang Lala. Terkecuali masalah hati, Jason mungkin harus berjuang lebih keras lagi.

Jason menemani Lala seharian mencari barang yang Lala butuhkan. Bahkan Jason bersedia membawakan barang belanjaan Lala sekaligus. Hal yang sebelumnya belum pernah Jason lakukan ke siapa pun termasuk keluarganya.

Apakah pertemuan mereka hari ini bisa dikatakan kencan pertama. Lala sendiri juga sulit mendefinisikan. Karena sebelumnya Lala belum pernah yang namanya pacaran bahkan berkencan. Tapi satu yang Lala tahu ia sangat nyaman di dekat Jason.

'' Terima kasih sudah mau mengantar ku seharian,'' ucap Lala ketika mobil Jason sudah terparkir rapi di halaman rumah Lala.

'' Tidak masalah. Apa anak-anak tidak mencari mu karena kamu tinggal pergi ?,''

'' Mereka tahu aku bekerja. Jadi tidak ada masalah bagi mereka jika aku tinggal di rumah. Biasanya mereka akan bermain, belajar, atau melakukan kegiatan lain ketika aku tinggal. Mereka sudah terbiasa sejak kecil,''

'' Ah ini memang salahku karena tidak ada di saat masa-masa tersulit mu. Wajar saja jika mereka tidak menyukai ku,''

'' Aku yakin mereka akan berubah seiring berjalannya waktu. Tidak perlu khawatir mereka anak-anak yang baik. Lambat laun pasti mereka akan menerima kamu,''

'' Benarkah mereka akan menerima aku di kehidupan mereka?'' tanya Jason antusias.

'' Tentu saja,'' jawab Lala yakin.

'' Aku akan merasa sangat senang jika mereka bisa menerima ku. Seandainya mereka sudah menerima ku sebagai papa kandung mereka, apakah kamu juga akan menerima ku sebagai sosok laki-laki yang kamu inginkan?'' tanya Jason kini menatap Lala serius.

Terpopuler

Comments

Supartini

Supartini

hadeh pelan pelan bang

2024-05-22

0

Devi Aryanti

Devi Aryanti

hadeww bisa ae tukang cilok modusnya😄

2022-04-10

0

Dianita Indra

Dianita Indra

next thor

2022-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Malam pesta
2 2. Hasil dari malam itu
3 3. Kembali ke kota
4 4. Triplet serba bisa
5 5. Tentang Jason
6 6. Serangan ringan
7 7. DNA
8 8. Meet again
9 9. Sedikit flashback
10 10. Pertemuan dengan Jason 1
11 11. Pertemuan dengan Jason 2
12 12. Masalah di sekolah
13 13. Unjuk rasa
14 14. Dalang
15 15. Jennie dan Karen
16 16. Makan siang khusus
17 17. Pendekatan
18 18. Mendekat
19 19. Camping
20 20. Menghabiskan siang bersama
21 21. Khawatir
22 22. Berusaha menemukan
23 23. Berhasil ditemukan
24 24. Triplet menerima Jason
25 25. Bertemu dengan Marvel
26 26. Lala seorang ibu
27 27. Bagaimana triplet pintar?
28 28. Pergi bersama Marvel
29 29. Pergi bersama Marvel 2
30 30. Bertemu teman lama
31 31. Meninggalkan pesta
32 32. Menginap
33 33. Jennie kena marah
34 34. Bully akibat kebencian
35 35. Berakhirnya karier
36 36. Pergi ke SeaWorld
37 37. Dikerjai Jason
38 38. Kejadian
39 39. Kejadian 2
40 40. Bebas
41 41. Jennie lagi
42 42. Teman bersaing
43 43. Triplet kesiangan
44 44. Sahabat karib
45 45. Bincang sahabat
46 46. Usaha Karen
47 47. Pergi ke mall
48 48. Ancaman Karen
49 49. Kedai terbakar
50 50. Menjauh lah
51 51. Tunangan papanya
52 52. Poor Karen
53 53. Sekilas Karen
54 54. Rencana pindah
55 55. Sahabat selalu ada
56 56. Taktik Jason
57 57. Taktik Jason 2
58 58. Mencari pekerjaan
59 59. Bilik toilet
60 60. Kejujuran Niki
61 61. Hari pertama kerja
62 62. Rival semakin di depan
63 63. Pulang kerja
64 64. Menolong Jennie
65 65. Jennie oh Jennie
66 66. Dion
67 67. Ganteng Marvel atau Jason
68 68. Curhat kakak beradik
69 69. Ungkapan cinta
70 70. Terbangun bersama
71 71. Pindah rumah
72 72. Marvel Berpamitan
73 73. Dimana Lala?
74 74. Klarifikasi
75 75. Usaha mencari Lala
76 76. Kejadian enam tahun lalu
77 77. Niki bukanlah sahabat
78 78. Cerita Niki
79 79. Penyergapan
80 80. Menuai hasil perbuatan di masa lalu
81 81. Semoga baik-baik saja
82 82. Jason siuman
83 83. Melupakan masa lalu dan melihat masa depan
84 84. Pulang dari rumah sakit
85 85. Sonia
86 86. Perintah menikah
87 87. Akhirnya menikah
88 88. Jennie menyusul
89 89. TAMAT
90 90. PART TAMBAHAN
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Malam pesta
2
2. Hasil dari malam itu
3
3. Kembali ke kota
4
4. Triplet serba bisa
5
5. Tentang Jason
6
6. Serangan ringan
7
7. DNA
8
8. Meet again
9
9. Sedikit flashback
10
10. Pertemuan dengan Jason 1
11
11. Pertemuan dengan Jason 2
12
12. Masalah di sekolah
13
13. Unjuk rasa
14
14. Dalang
15
15. Jennie dan Karen
16
16. Makan siang khusus
17
17. Pendekatan
18
18. Mendekat
19
19. Camping
20
20. Menghabiskan siang bersama
21
21. Khawatir
22
22. Berusaha menemukan
23
23. Berhasil ditemukan
24
24. Triplet menerima Jason
25
25. Bertemu dengan Marvel
26
26. Lala seorang ibu
27
27. Bagaimana triplet pintar?
28
28. Pergi bersama Marvel
29
29. Pergi bersama Marvel 2
30
30. Bertemu teman lama
31
31. Meninggalkan pesta
32
32. Menginap
33
33. Jennie kena marah
34
34. Bully akibat kebencian
35
35. Berakhirnya karier
36
36. Pergi ke SeaWorld
37
37. Dikerjai Jason
38
38. Kejadian
39
39. Kejadian 2
40
40. Bebas
41
41. Jennie lagi
42
42. Teman bersaing
43
43. Triplet kesiangan
44
44. Sahabat karib
45
45. Bincang sahabat
46
46. Usaha Karen
47
47. Pergi ke mall
48
48. Ancaman Karen
49
49. Kedai terbakar
50
50. Menjauh lah
51
51. Tunangan papanya
52
52. Poor Karen
53
53. Sekilas Karen
54
54. Rencana pindah
55
55. Sahabat selalu ada
56
56. Taktik Jason
57
57. Taktik Jason 2
58
58. Mencari pekerjaan
59
59. Bilik toilet
60
60. Kejujuran Niki
61
61. Hari pertama kerja
62
62. Rival semakin di depan
63
63. Pulang kerja
64
64. Menolong Jennie
65
65. Jennie oh Jennie
66
66. Dion
67
67. Ganteng Marvel atau Jason
68
68. Curhat kakak beradik
69
69. Ungkapan cinta
70
70. Terbangun bersama
71
71. Pindah rumah
72
72. Marvel Berpamitan
73
73. Dimana Lala?
74
74. Klarifikasi
75
75. Usaha mencari Lala
76
76. Kejadian enam tahun lalu
77
77. Niki bukanlah sahabat
78
78. Cerita Niki
79
79. Penyergapan
80
80. Menuai hasil perbuatan di masa lalu
81
81. Semoga baik-baik saja
82
82. Jason siuman
83
83. Melupakan masa lalu dan melihat masa depan
84
84. Pulang dari rumah sakit
85
85. Sonia
86
86. Perintah menikah
87
87. Akhirnya menikah
88
88. Jennie menyusul
89
89. TAMAT
90
90. PART TAMBAHAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!