7. DNA

Langkah Lala tergesa-gesa untuk segera sampai di sekolah triplet. Ia terkejut begitu mendengar triplet mendapatkan masalah di sekolahnya. Lala bahkan sampai harus menyerahkan tanggung jawabnya kepada karyawan yang ada di kedai.

Usai sampai di ruangan yang bertuliskan ruang konseling, Lala segera memasuki ruangan tersebut. Disana ada ketiga putranya dan beberapa guru pengajar. Lala melihat triplet duduk dengan kepala yang tertunduk. Ia takut terjadi sesuatu dengan putra-putranya.

'' Selamat siang,'' ucap Lala memberi salam.

'' Selamat siang, ibu Lala. Mari silahkan duduk! '' ucap guru yang mengajar di sekolah triplet.

Lala mengambil tempat duduk di sebelah anak-anaknya. Triplet masih menunduk menghiraukan kedatangan Lala.

'' Jadi ada apa sebenernya bu? Apa yang terjadi dengan anak-anak saya?'' tanya Lala tidak sabaran.

'' Jadi begini Bu Lala. Kami selaku guru dan kepala sekolah di sini mendapatkan kabar jika ketiga putra anda terlibat masalah. Mereka mengeroyok sesama murid di sekolah ini,''

Lala terkejut mendengar penjelasan dari kepala sekolah triplet. Apa ia salah dengar? Mana mungkin triplet yang kesehariannya selalu berperilaku baik berbuat hal yang tidak pernah Lala ajarkan sama sekali.

'' Kami dari pihak sekolah tentu kecewa dengan perbuatan anak ibu. Disini kami perlu tindakan tegas untuk memberikan pelajaran khusus terhadap mereka,'' ucap kepala sekolah.

Triplet masih terdiam. Lala juga masih mendengarkan penjelasan dari kepala sekolah triplet.

'' Maaf bu. Bisakah saya mendengar penjelasan dari mereka terlebih dahulu?'' potong Lala ingin mendengar penjelasan dari triplet.

'' Silahkan saja bu. Mungkin dengan ibu mereka mau menjelaskan. Karena sedari tadi kita sudah bertanya mereka hanya diam,''

Lala beralih menatap ketiga putranya. Lala masih tidak habis pikir kenapa secara tiba-tiba mereka bisa menyakiti orang lain.

'' Apa kalian ingin menjelaskan sesuatu kepada mama?''

Tidak ada sahutan dari ketiganya. Mereka hanya diam tanpa berani menatap wajah Lala. Lala menghela nafas, ia tahu mungkin anak-anaknya masih belum mau bercerita.

Kemudian Lala memutuskan untuk meminta ijin triplet agar pulang terlebih dahulu. Kepala sekolah triplet memberikan keringanan agar triplet mau menjelaskan kronologinya. Kepala sekolah akan memberikan mereka hukuman jika mereka memang benar-benar melanggar aturan sekolah. Namun jika mereka memiliki alasan tertentu maka kepala sekolah akan mengambil jalan mediasi yang juga melibatkan wali dari murid yang menjadi korban.

Sesampainya di rumah Lala menyuruh triplet untuk berganti pakaian kemudian makan siang. Usai makan siang Lala memberikan waktu kepada triplet untuk tidur siang agar ketika mereka ditanya, mereka tidak merasa sedang diintimidasi.

'' Jadi , siapa yang akan menjelaskan kepada mama tentang masalah kalian di sekolah? ''

Lala mendudukkan triplet di ruang tamu rumah mereka. Saat ini ia ingin mendengar penjelasan secara langsung tentang ulah mereka tadi siang.

'' Mereka menghina Oliver ma. Mereka bilang Oliver tidak punya papa,'' ujar Max memulai.

'' Awalnya Oliver diam saja, karena memang itu kenyataannya. Tapi bocah itu bilang lagi kalau mama hamil di luar nikah dan itu adalah sebuah aib. Mereka menghina ma, Oliver tidak terima. Oliver pukul saja bocah itu,'' jelas Oliver.

Lala terkejut anak-anaknya mendapatkan hinaan seperti itu. Apakah selama ini triplet selalu mendapatkan cacian seperti itu. Lala berpikir betapa buruknya dia. Sebagai ibu bahkan ia tidak tahu kondisi anak-anaknya di lingkungan sosial.

'' Oliver nak, mengapa kamu seperti itu? Tidak baik menyelesaikan masalah dengan kekerasan,''

'' Mereka menghina mama. Max dan juga Matt ikut berkelahi dengan bocah itu,'' ungkap Max selanjutnya.

'' Matt mengapa kamu diam saja tadi? Diantara kalian kamu yang paling dewasa Matt. Mengapa kamu tidak mencegah kedua adik kamu berkelahi. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kalian nanti? ''

'' Mereka menghina mama. Matt juga tidak terima,''

Lala menghela nafas. Triplet memang anak yang baik, namun jika menyangkut Lala maka triplet akan bertindak layaknya orang dewasa.

'' Sebaiknya kalian lanjutkan belajar. Mama akan mencoba mediasi dengan orang tua teman kalian besok,'' ucap Lala menyudahi obrolan mereka.

'' Hilih. Bocah itu bahkan sudah bukan menjadi teman kita lagi,'' ucap Oliver.

'' Kamu bahkan masih bocah juga Liv,'' sahut Max.

...****************...

Hari ini triplet sedang berjalan-jalan di sekitar mall. Lala tidak ikut karena harus mengurusi kedai yang kebetulan sedang ramai. Sehingga triplet berjalan-jalan di mall bertiga ditemani oleh salah seorang tetangga Lala.

Lala mengijinkan triplet untuk jalan-jalan agar mereka melupakan masalah yang kemarin. Untung saja kemarin kepala sekolah triplet berhasil menjadi mediator yang baik diantara Lala dan wali murid dari teman triplet. Orang tua teman triplet tidak mempermasalahkan itu dan menganggap ini sebagai pertengkaran anak kecil biasa.

Lala beruntung karena memiliki tetangga yang pengertian. Dia dengan senang hati mau mengajak triplet jalan-jalan. Lala merasa aman menitipkan triplet kepada tetangganya. Ia tidak berfikiran buruk karena ia tahu seluk beluk si tetangganya.

'' Max, apa kamu melihat sesuatu yang bisa dibeli?'' tanya Oliver.

'' Nothing,'' jawab Max.

'' Kalau kamu Matt? ''

Pertanyaan Oliver hanya dijawab gelengan oleh Matt. Mereka bertiga asyik mengitari stand-stand mall yang menjual berbagai aneka macam barang.

'' Apakah disini menjual perekam rahasia atau mungkin penyadap suara ? '' tanya Matt.

'' Entahlah mari kita berkeliling lebih jauh,''

Mereka masih asyik melihat-lihat barang apa saja yang dijual di mall. Sedangkan si tetangga Lala sibuk bermain hp sambil mengikuti triplet dari belakang.

Di tempat yang sama Jason sedang menemani Karen berbelanja. Tidak setiap hari atau lebih tepatnya jarang, Jason mau menemani Karen berbelanja.

'' Sayang, terima kasih kamu sudah menemani aku berbelanja,'' ucap Karen memeluk tangan Jason erat.

'' Sama-sama,'' jawab Jason sekenanya.

Ketika hendak memilih toko yang akan dituju, secara tiba-tiba Oliver menghentikan kedua saudara kembarnya. Ia menahan saudaranya kemudian menyuruh mereka melihat seseorang yang saat ini dipandang penuh oleh Oliver.

'' Kalian lihat laki-laki itu. Laki-laki dengan kemeja hitam dan jas berwarna abu-abu,'' tunjuk Oliver kepada Jason yang tengah berdiri di depan toko pakaian terkenal.

'' Mengapa wajahnya sangat mirip dengan kita? Apakah benar dia papa kita? '' ucap Max.

'' Benar banget. Wajahnya sangat mirip. Aku rasa dia benar papa kita. Ayo kita kesana siapa tahu dia mau menemui kita?'' ajak Oliver.

'' Kita tidak boleh gegabah. Kalaupun dia papa kita, kita harus membuktikan itu dengan bukti yang benar!'' ucap Matt mencegah adiknya menemui Jason.

'' Mari kita lakukan penyelidikan. Aku sudah mendapatkan ide,'' ucap Max.

...****************...

'' Sayang, kenapa sih kita harus berdiri di parkiran seperti ini?'' tanya Karen.

'' Kita tunggu Fernando dulu. Setelah ini aku dan dia akan ada pekerjaan. Kamu nanti pulangnya diantar supir,'' jawab Jason.

Karen mengerucutkan bibirnya. Ia kesal selalu Jason lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya. Posisi mereka saat ini adalah berada di parkiran mall yang mereka kunjungi.

'' Selamat siang, tuan dan nyonya. Maukah kalian membeli topi-topi saya? '' tawar seorang bocah kecil yang berjualan topi.

'' Hei bocah. Mengapa kamu disini? Lebih baik kamu pergi. Merusak pemandangan ku saja. Mana disini panas lagi, cepat pergi dari sini, '' usir Karen sembari mengibas-ibaskan tangannya.

Saat ini cuaca sangat terik. Terlebih parkiran mall itu berada di luar ruangan. Karen yang tak terbiasa panas kini kulitnya sudah terbakar layaknya kepiting rebus.

'' Coba sini saya lihat,'' ujar Jason yang entah sejak kapan ia memiliki rasa tidak tega.

Jason mencoba-coba berbagai model topi yang ditawarkan. Topi yang dijual bocah itu tampak biasa namun karena Jason kasihan akhirnya dirinya membeli semua dagangan itu.

'' Saya beli semua topi kamu,''

'' Terima kasih, tuan ''

Bocah itu berlalu dengan membawa uang dan topi ia sisakan karena merupakan pesanan orang lain.

'' Jason buat apa kamu beli topi sebanyak itu? ''

'' Diam lah. Supir sudah datang sebaiknya kamu pulang,''

Sedangkan tak jauh dari posisi Jason dan Karen berdiri, terdapat seorang bocah penjual topi dan saudaranya.

'' Bagaimana Liv? Apakah kamu berhasil? '' tanya Max.

'' Tentu saja. Kemampuan berakting ku tidak mungkin diragukan. Lalu kita apakan barang ini ?'' ucap Oliver menjulurkan topi yang ia sisakan.

'' Ambil rambut yang tersangkut di topi itu. Setelah ini mari kita bawa ke rumah sakit untuk tes DNA,'' ucap Matt.

'' Matt mana mungkin kita melakukan itu? Kita di mata orang lain adalah seorang anak kecil. Lalu bagaimana bisa kita ke rumah sakit sendiri terus tiba-tiba ingin melakukan tes DNA,'' sahut Max.

'' Ada Mbak Ira tetangga kita. Aku yakin dia pasti mau. Kita bisa memberinya uang hasil penjualan data yang kita dapat dari perusahaan yang kita retas,'' jawab Matt.

Pendapat Matt disetujui oleh Oliver dan Max. Mereka sepakat akan bekerja sama dengan Mbak Ira yang merupakan tetangga yang dipercayai Lala untuk menjaga triplet.

Lalu dengan uang mereka secara diam-diam tanpa sepengetahuan Lala memiliki bisnis di dunia hitam. Mereka meretas data perusahaan kemudian mengambil data mereka lalu dijual terhadap pesaingnya. Triplet tentu menggunakan identitas palsu agar tidak ketahuan oleh orang lain.

Perusahaan yang datanya diretas oleh triplet tidak mengalami kebangkrutan, karena triplet hanya mengambil sebagian besar dari kekayaan perusahaan tersebut. Untung saja selama ini nama triplet di dunia bisnis gelap belum terendus oleh pemerintah. Jika sampai ketahuan maka tamatlah riwayat mereka.

Sudah satu minggu dari hari dimana triplet bertemu dengan Jason. Kini kabar yang mereka nanti sudah ada di depan mata. Mereka saat ini tengah berada di kamar mereka dengan memandangi sebuah surat yang diberikan oleh Mbak Ira tetangga Lala.

Mereka sangat ingin tahu apakah dugaan mereka itu benar atau tidak.

'' Matt kamu kan yang lebih tua, cepat buka itu surat. Aku sudah tidak sabar ingin melihat hasilnya, '' ucap Oliver tidak sabaran.

Matt dengan cepat membuka amplop yang berisi surat tersebut. Surat yang dikeluarkan oleh sebuah instansi rumah sakit itu menampilkan fakta nyata jika Jason adalah ayah kandung triplet.

'' Tuh kan! Apa aku bilang kalau orang kemarin adalah ayah kita. Namun sayang, kita belum tahu namanya. Ini saja data hasil memanipulasi menggunakan nama suami Mbak Ira,'' ucap Oliver.

'' Tapi setidaknya kita sudah tahu siapa papa kita sebenarnya. Lalu yang jadi pertanyaan mengapa dia tidak pernah menemui kita? Apakah dia tidak mau mengakui kita? ''

'' Triplet, kalian sedang apa?'' ujar Lala yang tiba-tiba masuk ke kamar triplet.

Lala melihat sekeliling ruangan triplet, takut jika anaknya berbuat ulah tanpa sepengetahuannya. Ia memang mendukung triplet aktif di dalam apapun namun ia juga harus memantau mereka agar tidak melebihi batas.

'' Tidak ada apa-apa,'' jawab triplet bersamaan.

'' Baiklah saatnya makan siang. Ayo ke meja makan! '' ajak Lala terhadap triplet.

Dengan segera mereka mengikuti Lala menuju ke meja makan agar Lala tidak menaruh kecurigaan yang lebih banyak. Kini mereka makan siang dengan lahap. Masakan Lala selalu jadi yang terbaik. Triplet mandiri mereka makan sendiri tanpa bantuan Lala. Lala tersenyum mengingat hal dimana dirinya memaksa menyuapi triplet dan berakhir penolakan keras oleh sang anak. Lala merasa jika anak-anaknya tumbuh terlalu cepat.

Terpopuler

Comments

Natha

Natha

wkwkwkwk... Jason CEO tapi kurang gizi dan memakai shampoo Abal Abal... cuma test topi doang rambutnya sudah ada yg rontok 🤣🤣🤣 gimana kalo pake full day?😁😁

2025-01-08

3

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

coba jga blajar ilmu beladiri msti tmbah mntaaabb

2024-10-08

0

Supartini

Supartini

hebat ayo ketemukan papa kalian

2024-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Malam pesta
2 2. Hasil dari malam itu
3 3. Kembali ke kota
4 4. Triplet serba bisa
5 5. Tentang Jason
6 6. Serangan ringan
7 7. DNA
8 8. Meet again
9 9. Sedikit flashback
10 10. Pertemuan dengan Jason 1
11 11. Pertemuan dengan Jason 2
12 12. Masalah di sekolah
13 13. Unjuk rasa
14 14. Dalang
15 15. Jennie dan Karen
16 16. Makan siang khusus
17 17. Pendekatan
18 18. Mendekat
19 19. Camping
20 20. Menghabiskan siang bersama
21 21. Khawatir
22 22. Berusaha menemukan
23 23. Berhasil ditemukan
24 24. Triplet menerima Jason
25 25. Bertemu dengan Marvel
26 26. Lala seorang ibu
27 27. Bagaimana triplet pintar?
28 28. Pergi bersama Marvel
29 29. Pergi bersama Marvel 2
30 30. Bertemu teman lama
31 31. Meninggalkan pesta
32 32. Menginap
33 33. Jennie kena marah
34 34. Bully akibat kebencian
35 35. Berakhirnya karier
36 36. Pergi ke SeaWorld
37 37. Dikerjai Jason
38 38. Kejadian
39 39. Kejadian 2
40 40. Bebas
41 41. Jennie lagi
42 42. Teman bersaing
43 43. Triplet kesiangan
44 44. Sahabat karib
45 45. Bincang sahabat
46 46. Usaha Karen
47 47. Pergi ke mall
48 48. Ancaman Karen
49 49. Kedai terbakar
50 50. Menjauh lah
51 51. Tunangan papanya
52 52. Poor Karen
53 53. Sekilas Karen
54 54. Rencana pindah
55 55. Sahabat selalu ada
56 56. Taktik Jason
57 57. Taktik Jason 2
58 58. Mencari pekerjaan
59 59. Bilik toilet
60 60. Kejujuran Niki
61 61. Hari pertama kerja
62 62. Rival semakin di depan
63 63. Pulang kerja
64 64. Menolong Jennie
65 65. Jennie oh Jennie
66 66. Dion
67 67. Ganteng Marvel atau Jason
68 68. Curhat kakak beradik
69 69. Ungkapan cinta
70 70. Terbangun bersama
71 71. Pindah rumah
72 72. Marvel Berpamitan
73 73. Dimana Lala?
74 74. Klarifikasi
75 75. Usaha mencari Lala
76 76. Kejadian enam tahun lalu
77 77. Niki bukanlah sahabat
78 78. Cerita Niki
79 79. Penyergapan
80 80. Menuai hasil perbuatan di masa lalu
81 81. Semoga baik-baik saja
82 82. Jason siuman
83 83. Melupakan masa lalu dan melihat masa depan
84 84. Pulang dari rumah sakit
85 85. Sonia
86 86. Perintah menikah
87 87. Akhirnya menikah
88 88. Jennie menyusul
89 89. TAMAT
90 90. PART TAMBAHAN
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Malam pesta
2
2. Hasil dari malam itu
3
3. Kembali ke kota
4
4. Triplet serba bisa
5
5. Tentang Jason
6
6. Serangan ringan
7
7. DNA
8
8. Meet again
9
9. Sedikit flashback
10
10. Pertemuan dengan Jason 1
11
11. Pertemuan dengan Jason 2
12
12. Masalah di sekolah
13
13. Unjuk rasa
14
14. Dalang
15
15. Jennie dan Karen
16
16. Makan siang khusus
17
17. Pendekatan
18
18. Mendekat
19
19. Camping
20
20. Menghabiskan siang bersama
21
21. Khawatir
22
22. Berusaha menemukan
23
23. Berhasil ditemukan
24
24. Triplet menerima Jason
25
25. Bertemu dengan Marvel
26
26. Lala seorang ibu
27
27. Bagaimana triplet pintar?
28
28. Pergi bersama Marvel
29
29. Pergi bersama Marvel 2
30
30. Bertemu teman lama
31
31. Meninggalkan pesta
32
32. Menginap
33
33. Jennie kena marah
34
34. Bully akibat kebencian
35
35. Berakhirnya karier
36
36. Pergi ke SeaWorld
37
37. Dikerjai Jason
38
38. Kejadian
39
39. Kejadian 2
40
40. Bebas
41
41. Jennie lagi
42
42. Teman bersaing
43
43. Triplet kesiangan
44
44. Sahabat karib
45
45. Bincang sahabat
46
46. Usaha Karen
47
47. Pergi ke mall
48
48. Ancaman Karen
49
49. Kedai terbakar
50
50. Menjauh lah
51
51. Tunangan papanya
52
52. Poor Karen
53
53. Sekilas Karen
54
54. Rencana pindah
55
55. Sahabat selalu ada
56
56. Taktik Jason
57
57. Taktik Jason 2
58
58. Mencari pekerjaan
59
59. Bilik toilet
60
60. Kejujuran Niki
61
61. Hari pertama kerja
62
62. Rival semakin di depan
63
63. Pulang kerja
64
64. Menolong Jennie
65
65. Jennie oh Jennie
66
66. Dion
67
67. Ganteng Marvel atau Jason
68
68. Curhat kakak beradik
69
69. Ungkapan cinta
70
70. Terbangun bersama
71
71. Pindah rumah
72
72. Marvel Berpamitan
73
73. Dimana Lala?
74
74. Klarifikasi
75
75. Usaha mencari Lala
76
76. Kejadian enam tahun lalu
77
77. Niki bukanlah sahabat
78
78. Cerita Niki
79
79. Penyergapan
80
80. Menuai hasil perbuatan di masa lalu
81
81. Semoga baik-baik saja
82
82. Jason siuman
83
83. Melupakan masa lalu dan melihat masa depan
84
84. Pulang dari rumah sakit
85
85. Sonia
86
86. Perintah menikah
87
87. Akhirnya menikah
88
88. Jennie menyusul
89
89. TAMAT
90
90. PART TAMBAHAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!