“Aku, Reyhan dan Enola akan kekantor kau dan Dimas mengurus untuk keberangkatan kalian” tutur Lexi pada Chris.
“Oke” jawab Chris dengan singkat.
.......
Enola, Lexi dan Reyhan tiba dikantor.
“Selamat pagi pak” sapa perempuan tinggi itu yang tak lain adalah Sinta sekretaris Lexi diperusahaan.
“Selamat pagi.” jawab Lexi dengan singkat sedangkan Reyhan masih terpaku melihat senyum perempuan itu.
“Ada yang Anda butuhkan?” tanya Sinta yang menyadarkannya dari lamunannya.
Sementara Lexi dan Enola telah masuk ke ruangannya.
“Ahh, tidak, tidak” jawab Reyhan dengan sedikit gagap.
Reyhan yang biasanya tenang tiba-tiba merasa hilang kendali didepan perempuan.
“Mari masuk Tuan Lexi menunggu” tuturnya.
“Reyhan” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
“Sinta” jawab perempuan sambil merekakahkan senyumnya dengan menerima uluran tangan Reyhan yang membuat pria itu salah tingkah.
“Wah. Lama-lama aku bisa gila. Seharusnya aku pergi ke LA” gerutu Reyhan.
“Hmmm” Sinta berdehem dan melihat kearah tangannya yang masih digenggam oleh Reyhan.
“Ahh, maaf maaf” tutur Reyhan sambil menggarut kepalanya walau tidak gatal.
“Mari masuk” ajak Sinta yang hanya dibalas Reyhan dengan senyum yang dipaksa.
“Sinta ini Reyhan. Dia yang akan membantumu menggantikan Chris untuk sementara” tutur Lexi memperkenalkan Reyhan pada Sinta.
“Kami sudah berkenalan pak” tutur Sinta.
Enola melihat Reyhan sekilas dan Reyhan hanya membalas dengan senyum yang dipaksakan.
“Baguslah kalau begitu. Saya harap kalian berdua dapat akur” tutur Lexi.
“Kalian berdua bisa keluar sekarang” tutur Lexi.
Saat ini hanya Enola yang berada bersama dengan Lexi.
“Lex, kenapa nggak aku aja yang jadi gantinya Chris” rungut Enola pada Lexi.
“Kamu nggak percaya aku bisa melakukannya” tambah Enola sedikit merajuk pada Lexi.
“Kamu tuh harus didekat aku, nggak boleh jauh-jauh” tutur Lexi yang masih fokus ada layar laptopnya.
“Tapi kan aku bosan disini terus Lex” tutur Enola.
Lexi berjalan menuju sofa tempat Enola duduk.
Ruang kerja Lexi lebih mirip apartemen kelas atas daripada ruang kerja.
Cup.
Lexi mendaratkan bibirnya pada bibir Enola yang membuat Enola memandang Lexi.
“Kamu itu jangan marah dong, nanti cantiknya hilang” tutur Lexi setelah melepaskan kecupan singkat mereka.
“Kamu!, Lex!” Enola yang melotot pada Lexi.
“Iya iya maaf deh. Udah bagusin tuh mata nanti keluar loh” tutur Lexi sambil menunjuk kearah mata Enola yang melotot dengan tersenyum.
“Ikh, kamu!” ucap Enola dengan kesal dan beranjak pergi dari ruangan itu.
“Hei mau kemana kamu” ucap Lexi yang mengejar Enola.
Lexi memeluk Enola dari belakang membuat langkah Enola terhenti.
“Jangan marah dong, aku hanya bercanda. Kamu tuh paling cantik tau” tutur Lexi yang membuat Enola merona.
Begitulah perempuan ketika berada dekat pria yang dirasanya nyaman dia akan menjadi lemah dan manja.
“Udah, gombalnya?” tanya Enola dengan ketus.
“Aku mau beli roti dulu” tambah Enola sambil meyiku perut Lexi yang membuat Lexi berpura-pura kesakitan.
Sebenarnya Enola tidak kuat menyiku Lexi tapi Lexi aja yang licik biar diperhatikan sama Enola.
“Kamu kenapa. Terlalu kerasnya?” tanya Enola yang sedikit panik mendengar Lexi kesakitan.
Lexi yang melihat tingkah Enola yang lucu pun tak tahan menahan tawanya.
“Hahaha, maaf, maaf” ucap Lexi yang sedang tertawa.
“Kamu ngerjain aku?. Kamu ini” gerutu Enola.
“Kalau gitu aku pergi dulu” ucap Enola meninggalkan Lexi.
Lexi membiarkan Enola pergi, Lexi juga paham Enola bosan hanya berada dikantor.
“Awasi dia, jangan sampai dia terluka” tutur Lexi pada pasukannya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
Jangan lupa jaga kesehatan dan bahagia ✨
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
ini sapa y bos sapa y dilindungi sii??
2021-09-04
1