“Maaf kan aku telah membuat kalian bersedih” ucap Lexi dengan lembut.
“Ahh, tidak apa-apa pak” jawab Reyhan yang sedikit kaget dengan perkataan maaf dari sang tuan.
.......
“Aku kan udah bilang panggil Lexi atau kakak ipar” tutur Lexi.
“Kita panggil kakak saja” ucap Reyhan menanggapi perkataan Lexi.
“Gitu dong bagus” tutur Lexi sambil terkekeh yang diikuti oleh ketiga pria yang ada disitu.
“Apakah kalian akan setuju jika Enola bersamaku?” tanya Lexi.
“Jika kak Ola bahagia dan kamu tidak akan menyakiti dia, kami akan setuju” ucap Reyhan pada Lexi.
“Kami sangat menginginkan kak Ola bahagia” tutur Eza dengan nada yang sedikit lemah.
“Jika kau berani menyakiti kak Ola, kami tak akan segan-segan padamu” sambung Sam.
“Terimakasih adikku” tutur Lexi sambil kembali terkekeh.
Sedangkan Enola bersama Dimas yang sedang memasak didapur mendengar tawa mereka.
“Seru sekali pak Lexi mau berbaur” tutur Dimas pada Enola.
“Iya, tampaknya mereka kompak sekali. Bahkan kita saja dilupakan” ucap Enola menanggapi sang adik yang membuat Dimas tertawa.
“Betul tuh kak. Nanti aku nggak kasih mereka makan” ucap sang adik dengan nada kesal tapi imut.
“Hahahaa, udah udah cepat selesaikan” ujar Enola pada sang adik yang sedang memanggang ikan.
Lexi menciun aroma ikan bakar yang sedang dimasak yang membuat perutnya bergetar karena ingin segera melahap ikan tersebut.
“Hmmm, harumnya. Sepertinya sebentar lagi akan masak” tutur Lexi yang mencium aroma ikan bakar.
“Iya, kak Enola memang kalau masak paling bjago” tambah Sam.
“Mari kita lihat” ajak Lexi.
“Wah wah kelihatannya enak nih” goda Lexi pada Enola yang sedang sibuk dengan peralatan dapur.
“Cuci tangan dulu sana” suruh Enola pada empat pria itu, yang tak lain adalah Lexi, Reyhan, Sam, dan Eza.
Anehnya sang CEO itu mau melakukan yang dikatakan Enola dengan baik dia mencuci tangannya.
“Duduklah” pinta Enola.
“Dim, kau juga duduk” suruh Enola pada adik bungsunya itu.
Enola dengan telaten mengurus keperluan mereka, seperti sang istri yang baik begitulah batin Lexi.
“Tuhan izinkan aku bersama wanita yang ada dihadapan ku” pinta Lexi pada yanga Maha Kuasa dalam batinnya.
Enola dan adiknya mulai akrab dengan kehadiran Lexi, dan jika tak ada kolega yang melihat mereka bahkan bercanda bersama.
“Gimana nih kak, kakak udah mau nikah belum” tanya jahil Eza ketika jamuan makan sedang berlangsung yang membuat Enola tersedak.
“Uhuk, uhukk...” batuk Enola yang tersedak.
“Kamu ini, masih ada pak Lexi disini” tambah Enola yang membuat Lexi tersenyum.
“Engga apa-apa kok. Siapa tau saya jadi pasangan kamu kelak” sambung Lexi yang membuat wajah Enola merona menambah pesonanya.
“Kakak udah cukup umur, jadi tolong pikirkan tentang kebahagiaan kakak. Kami baik-baik saja dan kami akan lebih bahagia jika kakak menikah” tutur Reyhan dengan bijak pada sang kakak.
“Hmm, baiklah baiklah. Alangkah lebih baik kalian habiskan makanan kalian terlebih dahulu” tutur Enola pada sang adik.
Dan kali ini Lexi merasakan hangatnya sebuah keluarga. Lexi juga adalah seorang yatim piatu. Lexi dirawat oleh sang kakek Gilbert Pratama yang sudah berpulang pada yang maha kuasa 3 tahun lalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
diihhh kk iparrrr,, ky ola mau aja pede beud dah!!
2021-09-04
1