“La, mari kita bawa mereka menuju peristirahatan yang terakhir” tutur Lexi dengan lembut.
“Iya, terimakasih untuk bantuannya” tutur Enola.
.....
Pemakaman berlangsung dengan dihadiri beberapa orang saja, sebab Enola dan adik-adiknya tidak memiliki kerabat hanya memiliki Bibi Ana kepala panti asuhan.
“Non, yang sabar ya” ucap tante Ana pada Enola sambil memeluknya.
“Iya, tante. Makasih udah datang tante” ucap Enola pada sang tante.
“Tante nggak bisa lama-lama nemani kalian. Soalnya anak-anak nggak ada yang nemanin” tutur tante Ana.
“Ngak apa-apa tan. Tante balik aja kasihan anak-anak” ucap Enola.
Lexi masih setia menemani Enola dengan selalu berada disampingnya.
Eza dan Sam menggunakan nama belakang Enola yaitu Morales.
Lexi, Enola, Reyhan dan Dimas berada dirumah Lexi.
“Kamu sebaiknya beristirahat saja” pinta Lexi pada Enola yang melihat wajahnya pucat karena kelelahan.
“Kakak sebaiknya istirahat saja” tambah Reyhan.
“Iya” jawabnya.
Enola diantar oleh Lexi menuju kamarnya, takut Enola akan ambruk ditengah jalan.
Reyhan menyandarkan kepalanya pada sofa bidang itu sambil menghela nafas dengan kasar.
“Apakah kalian udah bahagia?” tanya Reyhan yang menatap langit-langit rumah itu.
Dimas yang mendengarnya merasa sedih sekaligus marah.
“Kak” panggil Dimas pada Reyhan yang membuat Reyhan menoleh pada Dimas.
“Ya, kenapa?” jawabnya seraya bertanya.
“Mari kita bicara dengan kak Lexi tentang pria bajingan itu” pinta Dimas pada sag kakak.
“Tunggu kak Lexi turun” ucap Reyhan.
Sedangkan Lexi yang sudah berada dikamar Enola membantu membaringkannya.
“Makasih ya Lex” ucap Enola pada Lexi yang hendak beranjak dari sisi Enola.
“Iya, kamu istirahat dulu. Kalau ada apa-apa bilang aja” tutur Lexi.
Cup.
Bibir Lexi mendarat dikening Enola, yang tak dipermasalahkan Enola.
“Aku keluar dulu” tutur Lexi yang hanya dijawab Enola dengan sebuah anggukan.
.......
Lexi tiba ditempat Reyhan dan Dimas duduk.
“Kak Lexi, ada yang mau kami bicarakan” tutur Dimas memulai percakapan.
“Aku tau apa yang akan kalian bicarakan. Chris akan mengantar kalian kapan pun” tutur Lexi.
“Makasih” tutur Reyhan.
“Sebelum pergi sebaiknya kalian makan terlebih dahulu aku tak ingin kalian sakit” pinta Lexi.
“Baik kak” jawab Dimas.
“Berhati-hatilah aku akan menjaga Enola” tambah Lexi.
Lexi berada dikamar Enola karena mengkhawatirkan Enola.
“Sinta, tolong kosongkan kegiatan ku untuk tiga hari kedepan, dan berkas yang perlu ditangani tolong antarkan kerumah saya. Ucap Lexi pada Sinta sang sekretaris melalui telepon.
“Baik Pak” jawab Sinta dari telepon.
Setelah menelpon Sinta Lexi berkutat dengan laptopnya, Lexi akan bekerja dari rumah untuk beberapa hari ini.
Lexi yang sedang fokus dibuyarkan dengan suara perempuan yang lemah.
“Lex” panggil Enola.
“Kamu udah bangun” ucap Lexi sambil berlari kecil kesisi ranjang Enola.
“Mmm” jawab Enola.
“Pak seto, tolong bawa makanannya keatas” tutur Lexi pada pak Seto yang berada disampingnya.
"Aku nggak lapar Lex" tutur Enola.
"Kau harus makan kau belum makan sejak kamarin, sedikit saja" tutur Lexi.
"Jangan membuat yang lain cemas, kumohon makanlah" tambah Lexi.
Sementara Reyhan dan Dimas bersama dengan Chris telah sampai di markas besar yang lumayan jauh dari ibukota untuk melihat Marko dan bawahan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
Jangan lupa jaga kesehatan dan bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
y kuat la, u kan kk pertama!!
2021-09-04
1