“Engga apa-apa kok. Siapa tau saya jadi pasangan kamu kelak” sambung Lexi yang membuat wajah Enola merona menambah pesonanya.
“Kakak udah cukup umur, jadi tolong pikirkan tentang kebahagiaan kakak. Kami baik-baik saja dan kami akan lebih bahagia jika kakak menikah” tutur Reyhan dengan bijak pada sang kakak.
“Hmm, baiklah baiklah. Alangkah lebih baik kalian habiskan makanan kalian terlebih dahulu” tutur Enola pada sang adik.
Dan kali ini Lexi merasakan hangatnya sebuah keluarga. Lexi juga adalah seorang yatim piatu. Lexi dirawat oleh sang kakek Gilbert Pratama yang sudah berpulang pada yang maha kuasa 3 tahun lalu.
......
Setelah makan siang hubungan diantara mereka makin dekat. Tak terasa Enola dan adiknya sudah satu bulan bersama Lexi.
Enola juga sudah mulai menaruh hati pada LexiLexi, bagaimana dia tidak menaruh hati pada pria tinggi, berwajah dewa Yunani tersebut yang dia temui selama sebulan ini.
.....
“Hari ini kita akan menghadiri perjamuan” tutur Lexi pada Enola yang sedang mengupas buah.
“Baik” jawab Enola dengan singkat.
Cup...
Satu kecupan singkat mendarat dibibir indah Enola yang membuat bola matanya membesar.
“Apaan sih kamu?” ucap Enola pada Lexi dengan sedikit meninggi tetapi dalam hati Enola dia merona dan senang mendapatkan kecupan dari sang tuan.
“Aku cium” timpa Lexi singkat tanpa menatap Enola.
“Bibir kamu sih nggak ada akhlaknya. Masa dia bisa manis banget bikin tagih tau” sambung Lexi yang membuat Enola semakin merona dan jengkel dengan perkataan sang tuannya.
Enola semakin malu memutuskan keluar dari ruangan tersebut. Lexi yang melihat sikap Enola hanya menyunggingkan senyumnya.
Kerlap kerlip lampu yang indah menambah kesan mewah dan berkelas. Perjamuan kecil yang dikatakan para orang kaya adalah pesta yang besar.
Seperti setiap dimana terdengar akan kehadiran Lexi maka disitulah para wartawan berkumpul. Meskipun acara ini tertutup para wartawan senior tetap diizinkan masuk untuk menangkap momen tamu yang hadir.
Ckrek, ckrek, ckrek...
Suara puluhan jepretan menyambut mobil sport berwarna hitam. Mobil hitam itu milik Lexi yang diketahui langsung ketika melihat plat mobil itu yang bertuliskan 13XI.
Tap
Seorang pria tinggi 180an turun membuka pintu untuk Enola.
Suara heels Enola menghebohkan para wartawan.
Enola dan Lexi tampak serasi berjalan memasuki aula dengan bergandengan tangan yang diikuti oleh para adiknya yang tak kalah tampan yang membuat para wartawan yang lapar menjadi kenyang hanya dengan kehadiran mereka.
Lexi dengan tatapan tajamnya menatap setiap mata yang melihat tubuh indah Enola yang mensyaratkan bahwa Enola adalah wanitanya.
"Selamat datang tuan dan nyonya, silahkan masuk" tutur sang penyambut tamu.
Lexi yang mendengar perkataan itu pun tersenyum bahagia atas gelar yang disangdang Enola yang artinya dia sudah selangkah lebih maju.
Sedangkan Enola yang mendengarnya hanya diam tak mau membuat hal yang tak semestinya di acara orang.
"Saya kesana dulu. Kamu mau ikut?" tanya Lexi yang akan menghampiri para rekanan bisnis nya.
"Ngga usah, aku disini aja. Mau makan" jawab Enola.
"Ya udah, jangan banyak-banyak makannya entar gemuk loh, ngga kuat aku ngangkat nya" timpal Lexi yang membuat wajah perempuan itu merah merona.
"Hmm, pergi sana" jawab Enola singkat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
masi sangsi sm lexi tp siii
2021-09-04
1