Malam semakin larut para tamu undangan sudah meninggalkan aula tempat pesta.
Saat ini Lexi sedang dibopong menuju kamarnya, Lexi mabuk karena terlalu banyak minum, Lexi biasa tak minum dalam jumlah besar hanya menikmati dua hingga tiga gelas saja.
Karena malam ini Lexi tuan rumah tak enak jika ada kolega atau client yang mengajaknya minum.
.....
“Duh, berat banget sihh, untung aja rumah ini ada liftnya” gumam Ola.
Enola membaringkan Lexi dikasur besarnya, setelah selesai Enola hendak pergi tiba-tiba ada tangan yang menariknya, dan sikap Enola yang tak siap membuat Enola jatuh ditubuh pria yang menarik tangannya itu.
“Anda?, lepaskan saya” suara Enola yang kecil namun tegas itu tak digubris sama sekali.
Bahkan Lexi memeluk erat tubuh langsing nan indah tersebut.
“Jangan bergerak, kau sudah membangunkan Lexi junior. Apakah mau bertanggung jawab?” ucap Lexi yang membuat Enola sadar ada benda yang terasa menegang di pahanya.
“And...” sebelum Enola selesai dengan perkataannya bibirnya sudah disamabar oleh Lexi.
Lexi menyatukan bibirnya dan dengan membuat ******* perlahan, sedangkan Enola menutup rapat bibirnya menandakan penolakan.
Namun Lexi tak kehabisan akal, Lexi mengigit bibir Ola yang sedang dinikmatinya.
Sontak Ola pun membuka ketika merasa bibirnya digigit Lexi, Lexi hanya tersenyum penuh kemenangan atas yang dia lakukan.
Lexi kembali ******* bibir Enola yang tiap detik semakin ganas yang membuat Enola kehabisan nafas dan Lexi yang menyadarinya langsung melepaskan tautan bibirnya.
“Anda” Lexi kembali mengecup singkat bibir Enola sebelum menyelesaikan perkataannya.
“Jika kau berbicara lagi aku akan mencium mu lagi” ucap Lexi yang langsung membuat Enola diam.
“Aku tidak akan berbuat apa-apa, temani aku tidur” tambah Lexi.
“Tapi?”
“Itu bukan permintaan tapi perintah”
“Perintah apa ini, dia pikir aku wanitanya” gumam Enola yang masih dapat didengar oleh Lexi.
“Memang” sahut Lexi dengan bangga dan tenang yang membuat Enola membuang nafas dengan kasar.
Cup
Lexi mendarat kan bibirnya diatas kening Ola, yang membuat jantung Enola tak karuan.
“Tidurlah” pinta Lexi, sambil membalikkan tubuh Enola yang berada diatas menjadi kesamping dengan lembut.
Bukannya Lexi tak ingin Enola tidur diatas namun itu akan lebih menyiksanya.
Enola kini dapat dengan jelas mencium aroma sang pria yang masih memeluknya itu, aroma khas yang menurutnya menenangkan.
Enola menurut karena takut membuat keributan.
Enola menatap pria dihadapannya itu seolah dapat merasakan rasa lelah pria itu.
Enola pun ikut terlelap dipelukankan sang tuan.
Pagi yang sedikit berawan terasa cerah bagi Lexi, bagaimana Lexi tidak senang melihat sang gadis diincar masih terlelap diperlukannya.
Lexi tersenyum puas, kemudian Lexi mencium singkat bibir Enola.
“Akan ku pastikan kau hanya milikku seorang” bisik Lexi pada Enola.
Enola mendengar ucapan Lexi yang membuat jantungnya berdegup kencang, Enola sudah bangun akibat dari kecupan singkat Lexi.
Enola hanya tidak ingin meladeni Lexi. Lexi tersenyum melihat Enola dan dia tahu Enola sudah sadar dari tidurnya.
“Selamat pagi sayang” ucap Lexi yang membuat Enola kaget.
“Aku mau mandi, kamu mau ikut sayang” Enola lebih kaget lagi dengan ajakan Lexi, tapi lebih memilih untuk berpura-pura tidur.
Lexi beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, sedangkan Enola yang menyadari Lexi tidak ada langsung pergi dari kamar Lexi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
modussss modua modusssss!!!!
2021-09-04
1
Riyas Warman
🤣🤣🤣😂 Lexi nakal y kamu
2021-08-19
3