Sedangkan Enola yang mendengarnya hanya diam tak mau membuat hal yang tak semestinya di acara orang.
“Saya kesana dulu. Kamu mau ikut?” tanya Lexi yang akan menghampiri para rekanan bisnis nya.
“Ngga usah, aku disini aja. Mau makan” jawab Enola.
“Ya udah, jangan banyak-banyak makannya entar gemuk loh, ngga kuat aku ngangkat nya” timpal Lexi yang membuat wajah perempuan itu merah merona.
“Hmm, pergi sana” jawab Enola singkat.
........
Pesta berjalan dengan lancar Lexi pun mengajak Enola untuk berdansa.
“Ayo” ucap Lexi sambil mengulurkan tangannya yang diterima Enola dengan anggun.
Cup
Sebuah cium mendarat dibibir indah Enola yang membuat dia kaget sekaligus malu karena Lexi melakukannya ketika mereka sedang berdansa yang membuat para gadis menatap tajam pada Enola.
“Apaan sih, ini tempat umum” bisik Enola.
“Jadi kalau hanya kita berdua bisa nih” goda Lexi dengan senyum yang manis.
“Ngga gitu juga paok” bisik Enola yang membuat Lexi tertawa kecil.
*Paok dapat diartikan dengan bodoh, tapi diungkapkan kepada orang yang sudah kenal lama.
Belum selesai Lexi dan Enola berdansa sudah mendapatkan kabar buruk dari para adiknya.
“Kak, keadaan darurat. Ada musuh yang menyerang!” tutur Eza yang dalam keadaan kurang baik akibat tertembak oleh musuh.
“Semua masih aman?” Enola yang tak segera mendapatkan jawaban mulai khawatir.
“Eza, kamu baik-baik saja” tanya Enola kembai.
“Aku baik-baik saja kak, alat ku sedikit terganggu” ucap Eza agar sang kakak tak khawatir.
“Kakak dan kak Lexi hari cepat” tambah Eza pada sang kakak.
Lexi yang melihat Enola khwatir bertanya padanya apa yang terjadi.
“Ada apa?” tanya Lexi dengan khwatir.
“Ada masalah, kita harus segera pergi dari sini” tutur Enola sambil menarik tangan Lexi.
Lexi menyadari ada yang tidak beres mengikuti Enola.
“Reyhan periksa keadaan Eza” perintah Enola dengan tegas namun ada nada khawatir.
“Baik” jawab Reyhan.
Sam segera berjaga dekat dengan Enola dan Lexi sedangkan Dimas mengevakuasi PR tamu untuk meminimalisir korban.
Namun musuh Lexi sangat licik, musuhnya sudah mengeluarkan para tamu dan hanya tinggal mereka berlima didalam aula itu.
Reyhan yang tak sempat pergi mencari Eza karena dihadang oleh musuh yang kalah banyak.
“Siapa yang mengirim kalian” tanya Lexi pada pasukan yang berpakaian serba hitam itu.
“Itu tidak penting siapa yang mengirim kami, kami hanya butuh nyawa mu saja” tutur salah satu dari kelompok tersebut.
Sedangkan Eza yang sudah tertembak berusaha bangkit untuk mencari keberadaan Enola.
Flashback on.....
Tertembaknya Eza
“Kak, aku ke kamar mandi dulu” ucap Eza pada Sam.
“Oke jangan lama-lama” jawab Sam yang sedang memperhatikan kepada sekitar.
Eza yang sedang berada di toilet mendengarkan percakapan musuh.
"Kita harus berhasil hari ini, kita udah pernah gagal. Jadi kali ini tak boleh gagal lagi" ucap salah seorang pria yang berada disana. Didalam toilet itu ada 5 orang termasuk Eza.
Eza keluar dengan berani dengan menantang para musuh.
" Kalian siapa?, siapa atasan kalian" tanya Eza pada pria didepannya.
"Kau tak perlu tau kami, karena kau telah mengetahui keberadaan kami maka bersiaplah untuk mati" tutur pria yang lain.
"Kurang ajar" ucap Eza dan langsung menghajar para musuh.
.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
war began
2021-09-04
1