Segera Enola beranjak dari lift menuju adik-adiknya, sedangkan Lexi langsung menuju mobilnya kerena sekretaris nya Christ sudah menjemputnya.
“Ayo pergi, Sam kau yang mengemudi” pinta Enola pada adiknya Sam.
Sam hanya membalas dengan anggukan dengan senang.
Sementara itu Lexi tengah berada dimobil bersama sekretarisnya.
“Christ, cepat cari profil perempuan yang menjinakkan bom tadi malam!” perintah sang tuan.
Sang sekretaris yang sedang mengemudi hanya menjawab “Baik, tuan”.
^^^
Hari ini Enola mengajak adik-adiknya kepanti asuhan untuk berbagai atas upah yang mereka terima tadi malam. Itu sudah kegiatan rutin dari kakak beradik itu ketika mendapatkan upah atas pekerjaan yang mereka lakukan.
“Kak kita beli cemilan dulu ya untuk anak-anak” pinta Dimas pada kakak-kakaknya. Dimas memanglah yang termuda diantara mereka.
“Sam nanti kalau ada supermarket berhenti dulu, kita belanja dulu sebelum kesana” ujar Enola yang menyetujui niat baik adiknya tersebut.
“Baik kak”
Mereka telah berada di supermarket dan hanya membeli cemilan dan bahan makanan saja, setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan.
Setelah 30 menit menyusuri jalanan mereka pun tiba di pantai asuhan. Mereka langsung disambut anak-anak yang melihat kedatangan mobil 5 bersaudara tersebut.
“Hai semua, jangan dorong-dorong ya” pinta Eza pada anak-anak.
“Selamat datang nona, bagaimana kabar nona dan yang lain” tanya seorang perempuan paruh baya yang ikut menghampiri Enola dan adik-adiknya.
“Tante” panggil Enola dan langsung memeluk wanita laruh bayar tersebut.
“Baik tante” tambah Enola selesai melepaskan pelukannya, dan adik-adiknya juga langsung mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
“Ayo masuk, kita berbincang didalam saja” ajak wanita itu.
“Nggak usah tante Ana, kita disini saja lagian kan ada kursi santai diluar” tolak Enola pada wanita paruh baya yang bernama Ana tersebut.
Enola berbincang-bincang dengan kepala panti asuhan, panti asuhan ini didirikan oleh Enola bersama adik-adiknya dan Enola menjadi donatur tetap ditempat itu.
Sementara itu ditempat yang berbeda Lexi sedang memegang sebuah file, file yang berisi tentang perempuan yang mengabaikannya beberapa waktu lalu.
“Christ hubungi mereka untuk membuat kontrak untuk 6 bulan kedepan” perintah sang tuan yang masih membaca file tadi pada sekretarisnya
“Baik bos” jawab singkat sang sekretaris.
Setelah mendapat perintah dari sang bos, Christ langsung menghubungi Enola.
Sementara Enola yang masih berada di panti asuhan mendapat panggilan telepon dari nomor yang tidak tersimpan.
*sambungan telepon
“Selamat pagi, apa benar ini dengan Miss Enola? tanya sekretaris untuk memastikan.
“Benar, dengan saya sendiri. Boleh saya tau saya berbicara dengan siapa?” timpal Enola pada sang sekretaris Christ.
“Saya dari Lex Corporation, ingin mengajak saudari bekerja sama. Bos saya membutuhkan beberapa bodyguard untuk menjaga keamanannya. Untuk rincinya mohon anda datang keperusahaan secepatnya” ucap sang sekretaris.
“Baik, saya akan memberitahu keputusannya ketika saya disana” Enola tidak langsung menjawab tawaran yang diberikan.
“Baik, saya akan sangat berharap bisa bekerjasama dengan anda” akhir Christ yang kemudian menutup panggilan tersebut.
Enola sudah tidak terlalu menanyakan dari mana mereka dapat mengetahui kontaknya, sebab biasanya pasti klien baru mendapat kontaknya dari klien lamanya.
Setelah dari panti asuhan Enola dan ke empat adiknya kembali kerumah mereka, dan tak lupa mereka berdiskusi tentang tawaran tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
lexi mo apa yaA
2021-09-04
1