Satu persatu mobil mewah yang tersusun rapi mulai pergi meninggalkan barisan. Dengan berakhirnya pesta tugas Enola dan bawahannya pun berakhir.
“Semua berkumpul!” pinta Enola pada semuanya dengan bantuan alat yang tak pernah Enola lepaskan dari telinganya.
“Baik kak” begitu para bawahan menjawab.
Hanya dalam waktu 10 detik semua sudah berkumpul ditempat Enola. Tanpa perlu diberi tahu mereka sudah mengetahui dimana Enola berada, sebab mereka tahu pasti itu adalah mereka tadi ketika diberikan pengarahan oleh Enola.
“Terimakasih untuk semuanya telah bekerja dengan keras” ucap Enola pada bawahan dengan berkharisma tetapi tetap lembut didengar.
“Sama-sama Kak” jawab mereka dengan senang.
“Kakak juga hebat banget hari ini” tambah salah satu diantara mereka.
“Betul banget Rey, nanti kakak harus ajarin kami juga” tambah Eza menyambung pria itu yang tak lain adalah Reyhan, dan yang lain pun ikut mengangguk bahwa mereka juga ingin diajari.
“Sudah, sudah. Nanti kalau tidak sibuk aku akan ajari. Kalian sudah lelah hari kalian istirahat saja, besok aku akan ajak kalian bersantai” timpal Enola.
Tanpa ada penolakan mereka langsung beranjak meninggalkan tempat itu, mereka juga tahu betul atasan mereka sekaligus kakak mereka juga lelah, karena mereka berdiskusi di kamar Enola.
Memang Enola selalu menyediakan tempat mereka menginap ditempat mereka bertugas.
^^^^
Sang surya mulai menyongsong dengan cahaya yang cerah, Enola masih tertidur lelap dikamarnya sedangkan adik-adiknya telah bangun dan bersiap, karena mengingat kakaknya akan mengajak mereka.
Tok, tok, tok,
Suara ketukan pintu itu membangun Enola dari tidurnya.
“Siapa?” tanya Enola sembari beranjak dari tempatnya.
“Kak, cepat bangun. Ini kami” jawab salah seorang adik Enola yang bernama Eza.
Klek, bunyi suara pintu yang baru saja terbuka, dan hanya memperlihatkan kepala yang empunya kamar.
“Tunggu aku di lobby, aku akan bersiap-siap dahulu” pinta Enola pada adik-adiknya.
Di lantai yang sama Lexi yang sudah rapi sedang menghubungi sekretarisnya agar datang kehotel, tempat dimana ia berada saat ini.
“Christ, jemput aku sekarang dihotel Granada!” perintah sang bos pada sekretaris.
Dari sebrang terdengar sang sekretaris mengiyakan perintah sang bos.
Enola telah selesai, segera ia beranjak keluar kamar menuju lift ke lobby.
Enola menutup pintu lift, sesaat sebelum pintu lift tertutup sempurna tiba-tiba terbuka lebar dan langsung masuk ke dalam lift, Enola tampak tak peduli dengan keberadaan pria yang dikagumi oleh sejuta umat itu.
“Bukankah dia gadis yang kemarin?” tanya Lexi dalam batinnya.
“Memang betul dia, tapi siapa yang tau bahwa dia masih gadis atau tidak” lanjut Lexi, dan tanpa sadar Lexi terus menatap perempuan yang ada didepannya, yang tak lain adalah Enola.
Pagi ini Enola hanya berdandan seperti biasanya, namun tetap kelihatan cantik dan elegan dengan kemeja berwarna peach yang dipadukan dengan celana jeans dan hells pendek.
Enola mengetat betul apa yang dilakukan pria yang dibelakangnya itu, namun itu hal biasa menurutnya. Enola tidak khawatir karena ia mahir dalam bela diri.
Ting..
Suara lift yang berbunyi menyadarkan Lexi dan menyadari tingkah konyol yang baru saja ia lakukan.
Segera Enola beranjak dari lift menuju adik-adiknya, sedangkan Lexi langsung menuju mobilnya kerena sekretaris nya Christ sudah menjemputnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
lexi please de.... lifttu ky cermin, mantul, u liatin cewe d dlm situ ya kiatan lah!! 🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2021-09-04
1
melan
mash ikutin kak ,semangat
2021-08-19
2