Tiba-tiba mata elang Enola berhenti pada seorang pelayan yang terlihat sangat mencurigakan tengah mendekat salah satu tamu yang membuat Enola mulai bersiap dan memberi tahu bawahannya.
Dan benar saja, dugaan Enola tidak salah, Enola melihat ada sebuah benda aneh di bawah troli makanan yang dibawa pelayanan tersebut.
Enola dengan cepat berteriak “ Hei, berhenti ditempatmu!” yang sontak semua mata yang ada ditempat itu melihat kearahnya.
“Tangkap dia!, lalu kurung dia!” tegas Enola pada bawahannya yang langsung dilaksanakan dengan baik.
“Jangan pikir kau telah berhasil, lihat!, bagaimana kau akan menangani nya, hahaha” Ujar pelayan tersebut sambil memperlihatkan bom yang ia bawa dan tertawa dengan penuh kemenangan.
Para tamu melihat bom tersebut yang dengan cepat menimbulkan kepanikan, para tamu dan tak lupa yang empunya acara segera di pindahkan ketempat yang aman oleh para bawahan Enola, sedangkan kan Enola sibuk dengan bom.
Pria yang akan menjadi sasaran utama dari bom itu masih duduk santai memperhatikan Enola yang sedang menjinakkan bom, pria yang akan menjadi sasaran bom itu tak lain adalah Lexi.
“Emangnya kamu bisa?” tanya Lexi padanya dan tidak mendapat respon apapun dari perempuan yang sedang berkutat dengan bom yang membuat Lexi merasa terabaikan.
Bagaimana tidak, selama ini tidak ada yang berani mengabaikannya, bahkan orang-orang berusaha mencari perhatian sang pengusaha muda itu.
Tit, tit, tit, tit, .....
Bom terus berbunyi menghitung mundur, waktu yang tersisa hanya 5 detik.
“Aku harus cepat, kalau tidak bisa bahaya!” batinnya.
Enola sekarang hanya harus memotong satu kabel, Enola tak lupa berdoa pada Yang Maha Kuasa.
“Tuhan, kuserahkan semuanya padamu” ucapnya dengan pelan sambil memotong kabel terakhir, doa Enola terdengar oleh Lexi seperti mengucapkan kata terakhir.
Bom yang didepan Enola akhirnya berhenti yang hanya menyisakan waktu 2 detik terakhir.
“Terimakasih Tuhan” batin Enola yang tersenyum dan langsung beranjak dari tempatnya.
Enola dengan cepat memberitahu para bawahan bahwa bom sudah dijinakkan.
“Cepat bereskan TKP!. Buang bom itu tempat yang jauh dari pemukiman, setelah itu perketat keamanan dan suruh para tamu masuk.” Pinta Enola yang langsung dilaksanakan oleh bawahannya.
“Baik kak!” jawab tegas para pria itu dari berbagai tempat yang hanya didengar oleh Enola saja.
Pesta pun dilanjutkan, suasana dalam gedung tersebut kembali meriah. Namun pria tinggi yang dikagumi dan digilai wanita tersebut tampak tak terlihat.
^^^^
Digedung yang sama, Lexi sudah berada dalam sebuah ruangan VVIP, Lexi sedang beristirahat di kamar yang telah disediakan temannya Hans karena merasa lelah, karena dia belum istirahat setiba dari negeri paman sam.
“Berani sekali dia mengabaikan ku, bahkan dia tidak melihat ke arah ku!” ujarnya dengan kesal mengingat kejadian tadi.
“Lihat saja aku akan membuat mu menyesal telah mengabaikan ku” tambahnya.
Begitu lah Lexi yang tidak pernah diabaikan, memiliki percaya diri yang tinggi dan sangat ambisius.
^^^
Hari semakin larut jam sudah menunjukkan pukul 23:47 para tamu juga sudah mulai undur diri dan pengantin juga sudah berada ditempat yang akan membawa mereka kedunia lain.
Satu persatu mobil mewah yang tersusun rapi mulai pergi meninggalkan barisan. Dengan berakhirnya pesta tugas Enola dan bawahannya pun berakhir.
“Semua berkumpul!” pinta Enola pada semuanya dengan bantuan alat yang tak pernah Enola lepaskan dari telinganya.
“Baik kak” begitu para bawahan menjawab.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Solie Santasu
baru baca sampai sini lumayan menarik.
2021-09-12
1
sandi
kerreeennn
2021-09-04
1
Fariyah Riyah
lanjut
2021-09-02
1