“Aku mau mandi, kamu mau ikut sayang” Enola lebih kaget lagi dengan ajakan Lexi, tapi lebih memilih untuk berpura-pura tidur.
Lexi beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, sedangkan Enola yang menyadari Lexi tidak ada langsung pergi dari kamar Lexi.
.....
“Silahkan pak” ucap Ola pada sang tuan.
Lexi masuk, seperti biasa Lexi berada dikursi disamping pengemudi.
“Jangan panggil saya pak atau tuan. Panggil saya Lexi atau sayang juga tak masalah malah makin bagus” tutur Lexi yang membuatnya langsung ditatap oleh mata indah Enola.
“Sakit ni orang, atau udah gila kali ya” batin Enola.
.....
Seperti biasa setelah sampai dikantor Enola hanya duduk sebab jabatan sekretaris hanya penyamaran saja.
“Pak, mau makan siang dimana” tanya Enola karena jam sudah menunjukkan pukul 11:55.
“Kamu bisa masak?” bukannya menjawab pertanyaan Enola Lexi malah bertanya.
Enola hanya mengeritkan keningnya.
“Bisa pak” jawab Enola.
“Kalau begitu kamu masak makan siang untuk kita” perintah sang tuan.
“Baik, pak” jawabannya.
Enola beranjak keluar untuk memasak dipantri perusahaan.
“Kamu mau kemana?” tanya Lexi yang melihat Enola hendak keluar ruangannya.
“Mau masak. Kan bapak suruh masak” jawab Enola.
“Masaknya disini, ngapain keluar” tutur Lexi sambil membuka ruangan yang tampak seperti apartemen bagi Enola.
“Sudah lebih seminggu aku bekerja, aku belum tahu ada tempat ini” gumam Enola.
Enola masuk dan melihat bahan-bahan yang akan digunakan untuk memasak, namun tak ada satupun bahan makanan dikulkas.
“Pak, saya akan berbelanja dulu. Tidak ada bahan makanan disini” tutur Enola setelah melihat kedalam kulkas.
“Apakah ini seperti ajakan?” batin Lexi.
Enolat yang tak mendapati jawaban dari sang tuan beranjak pergi.
“Tunggu, aku ikut” pinta Lexi.
“Tapi pak...” belum selesai Enola dengan perkataannya Lexi sudah memotong.
“Saya mau ikut. Saya bosnya atau kamu” ujar Lexi yang membuat Enola heran dengan bosnya itu.
“Baik Pak” jawabnya.
“Silahkan pak, bu. Silahkan dibeli”
Suara riuh pasar dengan para pedagang yang menawarkan dagangan yang dijajakan.
Enola mengajak sang CEO Lex Corp. yaitu Lexi kepasar tradisional, yang bahkan ke supermarket saja dia tidak pernah.
“Kita kok kesini. Kan ada supermarket” rungut Lexi pada Enola.
“Kan tadi saya sudah bilang kalau bapak nggak usah ikut” jelas Enola pada sang tuan.
“Lagian disini tuh lebih seger-seger” tambah Enola pada sang tuan.
Sedangkan para adik Enola hanya tersenyum melihat kelakuan Lexi. Para adik Enola harus ikut dengannya sebab Lexi memaksa ikut.
“Pak ikannya berapa?” tanya Enola dengan lembut pada pedang baru baya itu sambil menunjuk gurami yang masih berenang lincah itu.
“Satu kilo 55ribu dek” jawab sang pedang.
“Kalau begitu saya ambil tiga kilo ya pak” sambung Enola pada pak pedagang.
“Kok banyak sekali? , nanti jadi mubazir” timpal Lexi pada Enola.
“Ya memang harus banyak, yang makan kan juga banyak” tatap Enola pada adik-adiknya.
“Ya ampun, susah banget Cuma mau berduaan aja” gumam Lexi.
“Bapak kenapa?, ada yang mau dibeli” tutur Enola pada Lexi karena mendengar gumam yang tidak jalas.
“Engga, engga kok” jawab Lexi.
“Pak tolong ikannya langsung dibersihkan dan dibelah dua, ya pak” pinta Enola pada bapak penjual ikan.
“Baik dek” jawab penjual.
“Dim sama Rey tolong kakak beli bumbunya ya” pinta Enola pada dua adiknya.
“Oke kak” jawab Dimas dan Reyhan.
.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
si lexi neh bneran demen ap obsesi doang ya ...?
2021-09-04
1
Riyas Warman
walau mahal ikannya tetep dibeli Sultan ma bebas 😀😀
2021-08-19
2
melan
masih setia 😊
2021-08-19
3