“Kau harus makan kau belum makan sejak kamarin, sedikit saja” tutur Lexi.
“Jangan membuat yang lain cemas, kumohon makanlah” tambah Lexi.
Sementara Reyhan dan Dimas bersama dengan Chris telah sampai di markas besar yang lumayan jauh dari ibukota untuk melihat Marko dan bawahan nya.
.......
Pak Seto datang membawa nampan yang berisi bubur.
“Ini tuan” ucap pak Seto seraya memberikan nampan tersebut pada Lexi.
“Makasih pak, bapak boleh keluar” tutur Lexi yang mengambil nampan dari pak Seto.
“Baiktuan, saya permisi” jawab pak Seto.
“Ayo makan” suap Lexi pada Enola.
“Aku bisa makan sendiri“ ucap Enola.
“Biar aku yang suapin, cepat buka mulutmu atau mau aku suap pakai cara yang lain” tutur Lexi yang membuat Enola menurut pada Lexi.
“Lex, dimana Reyhan dan Dimas?” tanya Enola.
“Mereka sedang keluar, mencari udara segar” Jawab Lexi yang tangannya sibuk menyuapi Enola.
Sedangkan Reyhan dan Dimas telah berada diruangan tempat Marko berada.
“Bajingan” ucap Dimas pada Marko.
Marko yang diikat dengan penuh noda darah disekujur tubuhnya hanya pasrah.
“Aku akan membunuhmu” tutur Dimas tetapi ditahan oleh Reyhan dan Chris.
“Jangan!” pinta Reyhan dan Chris.
“Hahahaha” Marko tertawa entah apa yang lucu menurutnya.
“Kau masih bisa tertawa?. Apa kau tak merasa bersalah sedikit pun?” tanya Reyhan.
Tawa Marko membuat Reyhan murka dan langsung mengambil pistolnya dan menembak kaki Marko yang membuatnya meringis kesakitan.
Dorr...
“Ahhh” Marko yang meringis kesakitan.
“Kenapa kau tidak tertawa. Sekarang tertawa lah sepuasnya” ucap Reyhan sambil menekan peluru yang berada di kaki Marko yang membuatnya berteriak kesakitan.
“Ahhhh...”
“Ayolah dimana keberanian mu itu, dasar bajingan kau” ucap Dimas.
Reyhan semakin menekan peluru dikaki Marko yang membuatnya terus meringis kesakitan hingga tak sadarkan diri.
“Biarkan dia dulu” tutur Chris yang melihat Marko tak sadarkan diri.
“Baik, sebaiknya kita pulang dulu” tutur Reyhan sambil membasuh noda darah ditangannya.
“Sebaiknya begitu, kita juga belum melihat keadaan kak Enola” sambung Dimas.
Reyhan, Dimas dan Chris beranjak pulang dari markas besar menuju kediaman Lexi.
Sedangkan Enola yang merasa lebih baik akan memasak, Lexi sibuk dengan pekerjaannya.
“Non, tidak perlu melakukannya. Sebaiknya anda beristirahat saja” tutur pak Seto yang menyadari Enola berada didapur.
“Tidak apa-apa pak. Lebih baik saya menyibukkan diri dari pada kebawa terus sedihnya” ucap Enola.
Pak Seto membenarkan perkataan Enola, bisa saja Enola menjadi semakin memikirkan kedua adiknya dan akan semakin sedih.
“Iya Non, kalau begitu hati-hati ya Non” tutur pak Seto.
Enola dengan terampil memakai pisau meski wajahnya masih sembab akibat terlalu lama menangis.
.............
“Selamat malam” sapa pak Seto menyambut kedatangan 3 pria itu, Reyhan, Dimas dan Chris.
“Tuan sudah menunggu di ruang makan” tambah pak Seto memberi tahu.
“Baik, makasih pak” balas Dimas pada pak Seto.
“Kalian sudah kembali?” tanya Lexi yang sekedar berbasa-basi.
“Mari makan” tutur Enola sambil meletakkan sepanci sup iga yang dia masak tadi.
“Aku juga mau makan, Lexi mengatakan bahwa masakan mu sangat enak” ucap Chris yang membuat Reyhan, Dimas dan Enola sedikit heran dengan Chris dan menatap Chris.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
Jangan lupa jaga kesehatan dan bahagia ✨
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
gt donk la, be strong!!
2021-09-04
1
pat_pat
like lagi❤️
2021-08-19
1