Eza keluar dengan berani dengan menantang para musuh.
" Kalian siapa?, siapa atasan kalian" tanya Eza pada pria didepannya.
"Kau tak perlu tau kami, karena kau telah mengetahui keberadaan kami maka bersiaplah untuk mati" tutur pria yang lain.
"Kurang ajar" ucap Eza dan langsung menghajar para musuh.
.....
Pertarungan sengit terjadi antara Eza dan keempat pria itu, Eza dapat mengimbangi pergerakan mereka sampai salah seorang pria menembakkan sen.
Dor...
Peluru senjatanya laras pendek dengan moncong peredam melesat ke arah Eza yang mengenai bagian rusuk bawahnya.
Eza yang merasakan peluru tersebut bersarang didalam tubuhnya sontak langsung memegang bagian yang tertembak.
“Rasakan, berani sekali kau macam-macam dengan kami” ucap salah seorang pria.
“Sudahlah mari kita pergi dari sini, biarkan dia. Sebentar lagi juga akan mati” tambah pria lainnya.
Para pria itu pergi meninggalkan toilet dan membiarkan Eza yang terluka.
Setelah para pria itu pergi Eza segera memberi tahu Enola dan yang lainnya.
Flashback off....
Lexi berusaha untuk mengulur waktu untuk para pasukan yang segera menyusul segera mengetahui bosnya dalam masalah.
Lexi sengaja tidak menggunakan mereka karena ingin merekrut Enola dan adik-adiknya.
“Berapa dia membayar kalian?. Aku akan membayar kalian dua kali lipat” ucap Lexi.
Para pria itu saling melempar pandang mendengar ucapan Lexi dan kemudian tertawa.
“Hahaha, kami hanya menginginkan kepala mu saja” ucap salah seorang musuh.
“Bagaimana kau bisa memberikannya” tambah pria itu seraya bertanya.
“Anggara Lexi Pratama” sapa seorang pria yang berada dilantai atas yang sontak membuat Lexi menoleh kearah suara itu berasal.
“Kamu?” tutur Lexi dengan geram
“Ya aku, sahabat mu Lex. Kamu masih mengingat ku, syukurlah” ucap pria itu seraya menuruni tangga.
“Ohh jadi ini ulah mu Marko” tutur Lexi dengan tenang sambil memicingkan pandangannya.
Marko dan Lexi dahulu adalah teman, namun Marko sangat iri pada kerja keras dan posisi Lexi yang jauh diatasnya.
Lexi sudah mengetahui bahwa Marko selalu menyabotase proyek nya tapi Lexi yang murah hati tak mempermasalahkan nya dengan harapan Marko dapat berubah.
“Marko Silva, kukira kau telah berubah” ucap Lexi dengan santai.
“Diam, kau tak perlu mengurusi ku apalagi menggurui ku” ujar Marko dengan nada marah sambil menodongkan senjatanya pada Lexi yang membuat Enola, Reyhan, Sam dan Dimas mulai bersiap.
Dengan cepat Lexi menampis senjata Marko dan perkelahian pun dimulai.
Dor.. Dor.. Dor.. Dor
Suara tembakan bergema dalam aula itu banyak darah berserakan.
Reyhan dan Sam sangat terlatih menembak meskipun mereka kalah jumlah, musuh dapat dilumpuhkan dengan cepat.
Enola dan Dimas berada didekat Lexi menjaga sang tuan sebab itu adalah tanggungjawab mereka.
Marko melihat Enola yang sedang lengah langsung menyaderanya yang membuat Lexi naik pitam.
“Lepaskan dia” ucap Lexi dengan suara beratnya dengan nada marah.
“Kakak!” panggil para adik Enola yang membuat Sam tak bisa menahan emosinya.
“Siapa perempuan ini, sehingga membuat tuan Pratama sangat peduli” tutur Marko sambil menodongkan pistolnya ke kepala Enola.
“Lepaskan dia, dia tak ada sangkut pautnya dengan masalah kita” tutur Lexi yang berusaha menenangkan Marko.
“Tadinya tidak, tapi sekarang ada itu karena kau Lexi” ucap Marko.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like dan vote.
Thankyou all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sandi
ga salah nyandra ola!? nyari mati dia
2021-09-04
2