Rama

Seorang pria sedang memimpin rapat. Sore itu memang sudah lewat waktunya jam pulang namun keadaan darurat yang mengharuskannya segera mengambil keputusan membuat dia mengumpulkan orang-orang penting untuk membahas masalah yang sedang dihadapi perusahaannya. Produk botol minuman terbaru yang akan diluncurkan terancam batal karena indikasi plagiat design  kompetitor mereka.

"Aku beneran tidak meniru design mereka. Kamu kenal aku udah lama, Wan. Masa kamu lebih percaya mereka dari pada temen sendiri!" Pria yang baru saja berucap itu melemparkan pulpen yang sejak tadi ia gunakan untuk mencorat-coret asal kertas di hadapannya.

"Tapi desain mereka sama persis dengan yang kamu ajukan untuk produk baru kita bulan depan, Ka." Naura si sekretaris yang tetap terlihat cantik dan anggun meski perutnya sedang buncit ikut menyuarakan pendapatnya.

"Terus karena sama persis kamu kira saya menjiplak desain mereka begitu?" Solot Raka tak terima.

"Bukankah jika sama persis bisa juga mereka yang meniru desain yang saya buat?" Imbuhnya telak.

Suasana rapat sore itu semakin panas, lima tahun dia kembali melanjutkan usaha yang diliris orang tuanya tampaknya ia tak bisa tersenyum puas lebih awal, karena nampaknya batu kerikil sandungan baru mulai muncul di tahun ke enam ini. Dia masih diam sambil menyimak sekretaris dan ketua tim desain yang terus berdebat sedari tadi.

"Tapi mereka lebih dulu mengajukan desain itu. Bukankah itu sudah cukup membuktikan. Yang lebih dulu membuat berarti pemilik desain asli."

"Lo bener-bener yah Ra. Jangan mentang-mentang lagi hamil bisa sembarangan nuduh yah! Harusnya lo bisa liat dengan jelas itu desain gue. Jelas gitu kok. Setiap orang itu punya desain khas masing-masing. Kita kerja bareng bukan baru kemaren sore, Ra." Raka yang mulai tersulut emosi tak lagi menggunakan bahasa formal. Mereka bertiga memang sudah bersama sejak masa SMA, sudah biasa bicara tak formal tapi rapat kali ini bukan hanya mereka bertiga. Nampaknya Raka benar-benar sudah lupa jika mereka sedang rapat saat ini.

"Lo tau kan di semua produk kita ada logo kecil jari yang disilangkan. Bagi orang yang tak tau mungkin mengira itu simbol love, tapi kita bertiga tau betul makna gambar itu. Dan selama ini tak ada satu produk pun yang menggunakan simbol itu kecuali produk yang desainnya buatan gue." Lanjut Raka.

Diantara mereka berenam semua bungkam, kecuali Naura yang sedari tadi masih terus beradu argumen dengan Raka.

"Jangan pake 'gue lo' dong kita lagi rapat. Kamu tuh mudah banget emosian, Ka. Pantesan aja mereka ngira kamu yang plagiat orang langsung ngegass gitu. Dari tadi kan aku tidak bilang kamu menjiplak."  Ujar Naura.

"Iya lo nggak bilang gue ngejiplak secara langsung tapi kata-kata lo itu menjurus ke sana." Timpal Raka ketus. Dia masih tak terima dituduh plagiat desain kompetitor.

"Bisa nggak kalian diem dulu. Aku dengerin dari tadi kalian berdua malah debat seperti anak kecil. Bukannya nyari solusi malah sibuk saling menyalahkan." Rama Akhirnya ikut angkat bicara dari pada dibiarkan kedua rekan kerjanya itu pasti akan terus saling menyalahkan.

Ucapan Rama membuat Raka dan Naura seketika terdiam. Keduanya hanya saling melempar tatapan kesal.

"Disaat seperti ini harusnya kita..."

Dret.. dret...

Getaran ponsel dengan nama 'adikku' membuat Rama tak meneruskan ucapannya.

"Saya angkat telepon dulu." Ucapnya sebelum menggeser tombol hijau.

Baru saja Rama menempelkan teleponnya ke telinga, suara cempreng di seberang sana terus berbicara membuat telinganya sakit.

“Halo... kakaknya Alya yah... “

“ini gue temennya Alya...”

“Gini Kak.. Eh abang... ah apaan yah gue manggilnya... pokoknya gue cuma mau ngasih tau kalo malam ini Alya mau nginep di rumah gue. Udah gitu aja, harap maklum karena gue lagi patah hati abis kena tikung sahabat sendiri. Gue nggak nerima penolakan! Wassalamualaikum.”

Rama hanya diam mendengarkan suara yang jelas-jelas bukan milik adiknya. Suara keras itu jauh berbeda dengan suara Alya yang selalu berbicara lirih dan pelan. Sedang suara ini begitu keras dengan gaya bicara cepat penuh penekanan dan pemaksaan.

Rama bahkan begitu terkejut saat dirinya hendak bicara sambungan telepon ternyata sudah diputus secara sepihak.

"Halo.." dia beralih melihat ponselnya, mengecek sekali lagi apakah panggilan itu benar-benar dari adiknya, Alya.

"Siapa yang telpon, Wan?" Penasaran Raka karena melihat wajah sahabat sekaligus atasannya yang berubah drastis setelah menerima telepon.

Rama menyimpan kembali ponselnya ke meja, "orang gila kayaknya. Ngomong nggak pake spasi, minta ijin belum dijawab udah dimatiin."

"Kembali ke rapat kita. Untuk masalah plagiat desain ini mari jangan mengambil keputusan terburu-buru." Ucap Rama.

"Bagaimana kalo kita buat desain baru saja pak?" Usul salah satu peserta rapat.

"Gila. Gue nggak mau!" Tolak Raka mentah-mentah.

"Jangan emosi dulu. Duduk!" Rama menahan Raka yang hendak pergi meninggalkan ruangan rapat.

"Tau nih punya temen satu kok senengnya ngegass mulu. Dikit-dikit emosi." Cibir Naura.

"Kamu tuh cerdas, Ka. Coba kalo lagi kayak gini utamakan otak dari pada otot kamu deh." Imbuhnya sambil melirik jengah.

"Udah kamu juga diam dulu, Ra. Jangan mancing-mancing!" Ucap Rama.

"Membuat desain baru sepertinya waktunya tak akan cukup. Ditambah jika kita membuat desain baru berarti kita harus memulai dari awal lagi. Mengulang menghitung estimasi biaya produksi, menentukan bahan dan lainnya. Semua memakan waktu yang tak sedikit." Ujar Rama.

"Ditambah lagi saya percaya jika tim desain perusahaan kita tidak melakukan plagiat. Terlepas dari Raka adalah sahabat saya tapi untuk masalah bisnis saya benar-benar profesional. Disini saya bukan membela Raka tapi bisa kita semua lihat" Rama berdiri kemudian berjalan ke arah proyektor dimana gambar desain Raka terpampang jelas.

"Setiap orang memiliki ciri khas desainnya sendiri, dan ini benar-benar ciri khas Raka." Imbuhnya.

"Terus kita harus gimana? Kalo kita pakai desain ini nggak mungkin. Bikin desain ulang juga makan waktu dan harus ngulang semua dari awal. Ini bener-bener gila." Keluh Naura.

"Sepertinya tak ada pilihan lain, kita harus mengganti desain produk kita."

"Rapat saya akhiri." Pungkas Rama.

Satu persatu peserta rapat meninggalkan ruangan, tersisa Rama, Raka dan Naura di sana.

"Lo bener-bener ngehancurin harga diri gue, Wan." Ucap Raka dengan kecewa.

"Jangan emosi dulu. Gue tau itu desain lo. Gue kira ada pengkhianat di perusahaan ini. Coba lo ingat lagi siapa aja yang tau desain itu sebelum rilis? Lo pastiin juga komputer lo nggak kena retas!" Ujar Rama.

"Sementara, lo siapin desain baru sambil nunggu gue nyelidiki orang-orang tertentu. Syukur kalo kita bisa buktiin lo kena sabotase berarti kita bisa lanjut desain itu. Kalo nggak ya kita pake desain yang baru." Pungkas Rama memberi solusi.

Mendengar penuturan Rama seketika emosi Raka mereda. Dia mengangguk setuju dengan solusi yamg diberikan Rama.

"Siap laksanakan pak bos." Ucapnya sambil hormat.

"Siap... Siap tapi dari tadi pake emosi terus." Cibir Naura sembari mengelus perutnya.

"Lo ganti sekretaris mlendung yang cerewet ini dong, Wan. Pusing gue denger omongannya." Balas Raka.

"Ganti sama yang seksi, yang bohay." Imbuhnya.

"Ntar gantinya anak gue. Cewek ini dijamin seksi dan bohay." Balas Naura.

"Udah jangan pada berantem terus. Lo anterin itu bumil pulang, Ka. Dari tadi lakinya ngchat gue mulu, ribet." Ucap Rama sembari memperlihatkan chat suami Naura yang begitu banyak.

"Sorry, Wan. Ponsel gue mati. Lupa nggak di charge tadi pagi." Ucap Naura.

"No problem, lo udah kayak keluarga buat gue." Balas Rama.

"Gue duluan! mesti mastiin adek gue nih, tadi nelpon nggak jelas banget." Ucap Rama kemudian berlalu.

Terpopuler

Comments

putri

putri

sabar karak ntar sekertaris nya di ganti sama yang lebih bawel🤣

2024-04-15

0

Triple R

Triple R

wkwkwkwk jodohmu itu

2023-02-23

0

dewi

dewi

ini namanya Rama, kok dipanggilnya "wan" ya?...

2023-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!