Ikhlasin aja!

"Sayang tunggu!" Zidan masih berteriak memanggil Jesi yang pergi keluar di susul oleh Alya. Jika tangannya tak di tahan Raya dia sudah melangkah sejak tadi untuk mengejar Jesi.

"Kalo lo ngejar Jesi kita putus!"

"Lo!" Bentak Zidan dengan menunjuk wajah Raya dengan jarinya namun pada akhirnya ia menurut dan kembali duduk.

Raya ikut kembali duduk di kursinya, dia mengabaikan pengunjung cafe yang kebanyakan mahasiswa satu kampusnya masih memperhatikan mereka.

"Gue tau kalo gue harus mutusin itu anak, tapi nggak gini caranya, Ray. Lo nggak kasihan sama Jesi? Tuh anak nangis kejer pasti sekarang." Terlihat sedikit empati di wajah Zidan.

"Biarin aja. Gue udah males harus terus pura-pura baik sama dia. Toh dia udah nggak bisa dimanfaatin. Udah nggak guna." Ucap Raya dengan wajah datarnya, tak ada sedikit pun raut kasihan maupun empati terhadap gadis yang sudah dua tahun selalu bersamanya, membantu segala sesuatu yang ia butuhkan serta tak pernah dalam hal bayar-membayar setiap mereka pergi jalan.

"Lagi pula gue rasa sekarang saat yang tepat buat dia tau segalanya. Biar dia tau gimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayangi." ekspresi wajah puas itu tersenyum jahat disusul oleh air mata yang menetes sedikit namun kemudian ia hapus.

"Sekarang dia udah jadi gembel, terus nggak ada yang peduli. Bener-bener sempurna." Imbuh Raya.

Zidan hanya diam tanpa ekspresi mendengar ucapan Raya. Sejauh ini ia sama sekali tak tau kenapa Raya begitu membenci Jesi. Sejak awal Zidan tak tau kenapa gadis yang ia pacari itu malah memintanya untuk memacari sahabatnya sendiri. Tapi tak khayal ia turuti toh lumayan bisa menggaet dua gadis cantik sekaligus, meskipun yang satunya kelewat polos. Mendekati Jesi bukan perkara mudah bagi Zidan karena gadis itu ramah pada semua orang tapi sulit untuk dimiliki hingga kemudian setelah ditambah bujuk rayu dari Raya ia berhasil menjadikan Jesi pacar keduanya.

Menjadi pacar Jesi membuat dirinya harus ekstra sabar menghadapi sikap manja, rewel dan segala sikap gadis itu yang jauh dari kata dewasa. Bagi Zidan, Jesi tak masuk dalam kriteria perempuan yang ia sukai, dia terlalu kekanak-kanakan. Tapi tak masalah baginya itu nomor sekian yang penting Raya selalu bisa memuaskannya. Toh lumayan juga jalan dengan Jesi dirinya tak perlu mengeluarkan uang sama sekali.

"Bebs kok malah ngelamun sih? Jangan bilang lo lagi mikirin si gembel!" Ucap Raya dengan cemberut.

"Nggak lah buat apa gue mikirin dia." Jawab Zidan.

"Lo masih rutin konsumsi kan?" Lanjutnya dengan tatapan penuh arti.

Raya mengangguk mengiyakan. Setelah tak sengaja dia dan Zidan melakukan hubungan intim saat mabuk membuat Raya sejak tiga bulan lalu ia mulai mengkonsumsi pil KB karena Zidan yang terus meminta untuk mengulangi kegiatan haram itu, namun tak dipungkiri ia pun menikmatinya.

"Kalo gitu kita ke apartemen gue sekarang!" Pinta Zidan.

"Tapi ini masih siang. Gue harus ke kelas dulu ada pengumuman penempatan magang buat abis ujian nanti."

"Pengumuman bisa liat di web kampus aja nanti." Ujar Zidan seraya pindah duduk di samping Raya.

"Gue pengen." Tangannya sudah menyusup mengelus paha Raya yang saat itu menggunakan rok pendek.

"Kasih lah cowok lo nih dopping biar semangat ngerjain skripsinya. Pusing tau main sama buku terus dari kemaren, pengen main sama lo. Lagian kan sekarang gue udah diputusin tuh sama si Jesi. Tujuan lo buat bikin tuh anak ancur juga udah terwujud. So sekarang waktunya kita buat selebrasi."

"Puasin gue!" Bisiknya di telinga Raya.

Keduanya beranjak meninggalkan meja mereka. Meskipun banyak mata yang masih memperhatikannya Raya tak peduli, dia tetap bergelayut manja di lengan Zidan. Mereka bahkan tertawa mesra saat keluar dari dari dalam cafe, tidak tau jika tak jauh dari tempatnya berdiri seorang gadis sedang menangis menatap kearahnya dengan air mata yang terus menetes.

"Mereka jahat, Al..." Jesi terisak di pelukan Alya, melihat sahabat dan mantan kekasihnya yang baru saja menaiki mobil. Zidan bahkan membukakan pintu untuk Raya, sementara dengan dirinya tak pernah melakukan hal manis itu.

Alya yang tak memiliki pengalaman soal cinta hanya bisa memeluk dan mengelus punggung Jesi berulang kali.

"Salah gue apa coba, Al? Kenapa mereka jahat banget. Kenapa Raya tega nusuk gue dari belakang, Al? Padahal selama ini gue selalu baik sama dia. Dia butuh apa pun kalo gue bisa bantu, ya gue bantu." Suara Jesi sudah makin tak jelas karena sesenggukan setelah sejak tadi terus menangis.

"Padahal kalo gue tau Raya suka sama Kak Zidan tinggal bilang aja dari awal gue nggak akan keberatan. Tapi nggak gini caranya..."

Srootts.... Jesi menyusut ingusnya yang ikut meler berbarengan dari air mata yang kian deras. Dia makin terisak mengingat semuanya. Raya, orang yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri begitu tega padanya.

Dulu Jesi sangat menjaga komitmennya yang sudah dia sepakati dengan sang ayah, yakni tak pacaran sampai lulus kuliah. Tapi Raya menawarkan hal baru padanya, membujuknya untuk berpacaran dengan Zidan dan itu berhasil. Dari yang awalnya dia tak suka pun lama-kelamaan ikut tenggelam dalam perhatian dari Zidan dan setelah ia merasa bahagia, Raya justru memberikan kenyataan yang begitu pahit.

"Aku nggak tau harus gimana supaya kamu berhenti nangis, Jes. Jujur aku nggak pernah di posisi kamu, pasti sakit banget rasanya." Alya kembali mengelus punggung sahabatnya, kemudian melepaskan pelukannya setelah tangis Jesi sedikit reda.

"Jangan nangis lagi yah. Nanti kamu pasti dapat ganti yang lebih dari kak Zidan." Lanjutnya menenangkan Jesi.

"Gue nggak habis pikir aja, Al. Kenapa nasib gue gini amat. Perasaan gue selalu berusaha bersikap baik sama semua orang. Lo tau sendiri mereka-mereka yang selalu ngehina gue yang gembel ini pun gue cuma diem. Tapi kali ini udah keterlaluan."

"Raya, Al. Dia sahabat gue. Orang terdekat gue, yang udah gue anggap keluarga gue. Dan kak Zidan... Gue udah nggak tau mesti ngomong apa lagi. Mereka jahat. Dosa apa coba gue sampe ngalamin hal kayak gini?"

"Tuhan nggak adil sama gue, Al." Ucapnya sebelum kembali terisak.

"Huss!!! Nggak boleh ngomong kayak gitu, Jes."

"Apa yang kamu alami hari ini bukan perkara dosa apa yang udah kamu lakuin sampe dapat karma kayak gini. Nggak gitu konsepnya Jesiku sayang." Alya menghapus air mata Jesi dengan tisu.

"Tak bisa dipungkiri kadang apa yang kita alami adalah karma dari dari tindakan kita sebelumnya. Tapi bisa juga Tuhan sedang menunjukan kasih sayangnya sama kamu. Kamu mestinya bersyukur tau semuanya sekarang sehingga kami tak perlu terlalu lama terjebak dalam permainan mereka."

"Aku kan udah bilang Jes, liat segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang, jangan cuma pake emosi. Percaya deh semua yang terjadi hari ini adalah yang terbaik buat kamu, Jes. Meskipun sekarang kamu nangis, sakit hati, kecewa... Ikhlasin aja. Kadang apa yang kita sesali hari ini akan menjadi rasa syukur di kemudian hari."

.

.

.

Ikhlasin Jes. percaya sama aku deh...aku pasti kasih pengganti yang lebih-lebih dari si Zidan Zidun itu.

Terpopuler

Comments

putri

putri

👍👍👍👍

2024-04-15

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

keren nih kalo punya sahabat kek alya.

2023-01-31

0

Nanik Sugiartini

Nanik Sugiartini

aduh jesi....Tuhan tahu yang kau butuhkan bukan yang kau minta

2023-01-29

1

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!