Bukan Yogyakarta

Empat hari sudah jadi anak magang, jangan tanya cape apa nggak nya karena bagi Jesi jawabannya cape pake banget. Setiap manusia selalu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Orang yang terlihat sempurna dimata kita nyatanya tetap saja memiliki nilai minus, hanya pintar-pintar mereka saja menutupi kekurangannya.

Jesi dianugerahi keluarga yang sangat menyayanginya, paras cantik nan imut, dan kekayaan yang berlimpah yang selalu di inginkan oleh orang lain. Tapi otaknya tak secerdas orang lain. Tapi beruntungnya dia adalah pribadi ceria yang tak mudah ditindas meskipun kadang ia menangis tanpa sepengetahuan siapa pun.

Kebiasaan hidup dalam gelimang harta dan berjuta fasilitas sehingga hidupnya bak seorang putri di negri dongeng membuat Jesi sedikit sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja. Dia yang biasanya butuh segala sesuatu tinggal nyuruh kini di tempat kerja justru sebaliknya dia yang jadi disuruh-suruh.

Sabtu sore ini Jesi masih harus mengentri dokumen transaksi padahal jam sudah menunjukan waktu pulang. Semua orang di divisinya sudah pulang. Sekilas Jesi memandangi ruangan yang sepi, hanya dia seorang diri. Dia kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya ke kening hingga poninya terangkat.

"Semangat Jes!" Ucapnya lirih sambil terus mengidentifikasi dokumen kemudian memasukannya ke dalam aplikasi.

Tugas yang dia terima dengan Dini sama banyaknya tapi temannya itu sudah lebih dulu selesai, sempat menawarkan bantuan padanya namun ia tolak karena Jesi tau Dini pun pasti sama lelahnya dengan dirinya. Ditambah lagi hari ini adalah malam minggu, mungkin Dini juga punya acara sendiri, Jesi tak ingin merepotkan. Lagi pula dirinya tak ada agenda apa pun, pulang ke kosan pun tak ada yang menunggu. Baik di kantor maupun kosan sama saja, sendiri.

Getaran ponsel di samping mouse yang sedang ia pegang membuatnya segera mengambil benda pipih itu.

"Halo walaikumsalam ibu..."

"Hahaha iya assalamualaikum maksudnya." Ucapnya sambil tertawa.

"Iya bu. Jesi sehat. Ibu gimana?"

"Nggak mau. Jesi nggak mau pulang. Jesi bakal buktiin ke ayah kalo Jesi bisa mandiri."

"Iya... Iya bu."

"Walaikumsalam." Jesi meletakan kembali ponselnya. Hampir setiap sore Sari selalu menelponnya sekedar menanyakan apa yang ia lakukan hari ini, sudah makan atau belum, tak lupa juga bujukan-bujukan untuk pulang yang tak pernah absen satu kali pun.

"Mandiri?" Jesi tersenyum mengejek namun sedetik kemudian wajahnya berubah murung.

"Jesi juga pengen pulang, bu. Di kantor kena semprot mulu. Coba kalo Jesi magang di perusahaan ayah, nggak akan ada yang berani marah-marah ke Jesi. Jesi cape bu...Pulang sampe kosan nggak ada siapa-siapa. Mau makan nggak ada, harus nyari dulu. Sebelum tidur Jesi harus nyuci baju dulu, tiap malem juga Jesi kedinginan bu, selimutnya kurang tebel." Keluhnya sendiri dengan air mata yang sudah banjir hingga ke pipi.

"Ibu, Jesi kangen ibu. Kangen rumah, pengen makan masakan ibu. Pengen ini pengen itu banyak sekali bu." Diambilnya tisu di meja sebelah dan menghapus air matanya sendiri. Diremasnya tisu yang sudah basah itu menjadi bulatan kecil kemudian dilemparkan ke tempat sampah.

"Stop... Stop... Jesika jangan cengeng, lo pasti bisa lalui semua ini." Ucapnya menyemangati diri sendiri.

"Keep smile...life goes on." Jesi tersenyum meski terpaksa.

Jesi kembali menekuni sisa pekerjaannya diiringi lagu Boy band kesayangannya, BTS. Dia tak sadar jika sedari tadi Rama yang sedang lewat di depan divisi keuangan memperhatikannya dari luar.

Tak ada niat untuk sengaja berhenti dan memperhatikan Jesi. Namun melihat gadis itu seorang diri di jam kantor yang sudah sepi membuat Rama hendak menghampiri dan menyuruhnya untuk pulang. Tapi tangan yang hendak membuka handle pintu itu tertahan saat melihat Jesi menangis. Dia hanya bisa berdiri di depan pintu dan memperhatikan Jesi dari kejauhan.

Rama buru-buru masuk ke ruangan sebelah saat melihat Jesi mematikan komputer. Kemudian berjalan di belakang gadis itu seolah kebetulan mereka bertemu.

"Ehm! Baru mau pulang?" Tanya Rama datar sambil melihat jam dipergelangan tangannya.

Jesi menengok ke samping, "Eh Karam..."

"Eh kak Rama maksudnya." Ralatnya sambil nyengir.

Celingak celinguk Jesi melihat ke sekitar mereka, tak ada siapa-siapa. Hanya mereka berdua.

"Cari siapa?"

"Kak Raka. Tumben nggak bareng sama bapak? Biasanya udah kayak paket komplit kemana-mana bareng." Jawab Jesi yang mendadak merubah panggilan formal.

"Udah pulang duluan dia."

"Oh." Ucap Jesi kemudian mengikuti Rama yang masuk ke dalam lift.

Jesi berdiri di belakang, bersandar pada dinding lift. Dia diam membisu sambil melihat perubahan angka di atas pintu lift.

"Tumben diem kamu, udah kehabisan bahan bakar yah? Biasanya itu bibir nyerocos mulu." Ucap Rama.

"Hahaha... Perhatian banget sih Pak Rama. Udah mulai cinta sama aku yah?" Ledeknya.

"Jangan kegeeran kamu. Cuma aneh aja, biasanya kan itu bibir non stop ada aja yang di omongin." Elak Rama.

"Haha kali aja... " Jawabnya diakhiri tawa.

"Aku duluan pak. Bye...bye..." Jesi segera lari keluar lift.

Jesi memutuskan untuk makan di warung tenda seberang kantor. Cacing di perutnya sudah demo minta makan.

"Pecel lele satu mang, makan di sini." Ucapnya memesan.

"Saya juga mang, samain." Ucap lelaki yang baru saja duduk di sampingnya.

"Lo? Karam?" Kaget Jesi mendapati Rama di sampingnya.

"La lo la lo." Rama menoyor kening Jesi,

"Nggak ada sopan-sopannya sama bos sendiri." Lanjutnya.

"Bos kan kalo di kantor. Ini kan udah di luar jam kerja, bebas dong."

"Karam ngapain makan di sini? Nggak takut dilihat sama orang atau relasi bisnis, ntar dikira udah bangkrut lagi." Imbuhnya. Jesi ingat betul bagaimana reaksi orang-orang saat mendapati dirinya kehilangan semua fasilitas.

"Katanya bos itu harus istimewa, harus terlihat sempurna di berbagai keadaan." Jesi menghembuskan nafas berat mengucapkan kata sempurna dan istimewa. Dulu dia merasa hidupnya sangat istimewa dan sempurna, tapi nyatanya semua berubah sesuai dengan isi dompetnya.

Rama bisa melihat perubahan raut wajah hingga nada bicara gadis ceria yang mendadak lesu.

"Kenapa?" Tanya Rama.

"Nggak apa-apa. Aku cuma lagi mikir aja, kita harus menjadi pribadi yang istimewa dan sempurna supaya di hargai orang lain." Jawab Jesi pelan.

"Nih dengerin yah Jas Jus."

"Ih kok jas jus sih... Jesi!" Tegasnya tak terima dengan panggilan yang diberikan rama.

"Gue di panggil karam sama lo aja nggak protes. Masih mending nama panggilan lo tuh minuman."

"Dengerin gue yah jas jus!" Rama menatap Jesi yang masih cemberut.

"Nutrisari kek kak yang mahalan dikit. jas jus murah amat nggak sampe gopek." Jesi masih tak terima dengan panggilan barunya.

"Ya elah Jes... jas jus biar murah tetep nyegerin kok. Udah jangan kebanyakan protes!"

"Dengerin, nggak perlu jadi orang yang senantiasa terlihat istimewa. Kamu bukan Yogyakarta, jadi berhentilah untuk terlihat sempurna di depan ribuan mata." Ucap Rama.

Jesi terdiam menyimak kata-kata Rama sambil mengangguk seolah paham.

"Good. Udah ngerti kan sekarang?" Tanya Rama.

"Nggak." Jesi menggeleng.

"Mang cepetan atuh cacing udah pada demo ini." Lanjutnya sedikit berteriak pada penjual.

Terpopuler

Comments

putri

putri

ciiiee udah ada panggilan sayang aja 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-04-16

0

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

awal mula adanya panggilan sayang KARAM dan JAS JUS 😂😂😂😂😂

2023-08-24

2

Ning cute

Ning cute

bertaburan brand produk...tapi bikin ngakak 🤣

2023-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!