CCG

Setelah Rama dan Raka sudah menghilang di balik pintu Jesi membuang nafasnya dengan kasar, meniupkannya ke atas hingga poninya sedikit terangkat terkena semburan udara dari mulutnya.

“Itu yang tadi siapa sih? CCG banget euy.” Keluh Jesi sambil menyisir rambutnya yang sedikit berantakan dengan jari.

“CCG apaan?” gadis di sampingnya malah balik bertanya, sementara dua orang mahasiswa lainnya terlihat masa bodoh dengan ucapan Jesi.

“CCG... Cakep Cakep Galak.” Jawab Jesi.

“Wah... aku bilangin ke orangnya ah.” Ucap Naura yang masih ada di ruangan itu. “Kamu ngatain CCG.” Imbuh Naura.

Jesi terkejut bukan main, ia kira di ruangan itu tinggal menyisakan mahasiswa magang saja sehingga dia berbicara sesuka hati, ia tak sadar jika Naura masih ada bersama mereka.

Jesi berbalik melihat ke arah Naura yang masih berdiri di depan mereka sambil berulang kali mengelus perut buncitnya. Jesi tersenyum semanis mungkin padanya kemudian memukul bibirnya sendiri dengan pelan.

“Jangan atuh mba, eh bu... aku manggilnya apa yah?”

“Makanya datangnya jangan telat, soal panggilan aja kamu nggak tau kan jadinya. Kalian bisa panggil aku mba aja.” Jawab Naura.

“Oke Mba. jangan di aduin yah, mba. Ini mah bibir aku emang nakal nih. Suka ceplas ceplos sendiri nggak kekontrol.” Jesi menampong bibirnya lagi dengan pelan.

“Padahal aku tadi tuh mau bilang bapak yang tadi marah-marah itu ganteng. Iya ganteng banget sampe terpesona aku tuh. Tapi otak sama bibir emang suka nggak singkron.” Imbuhnya dengan menambahkan kata-kata yang ekstra manis.

“Ya udah nanti aku bilangin ke dia kalo dapat fans baru, anak magang.” Ucap Naura.

“Ih ya bukan gitu juga mba.” Balas Jesi cemberut.

“Udah kalian semua hari ini boleh pulang. Besok berangkat pagi, jangan terlambat. Langsung ke divisi masing-masing saja, sesuai yang sudah di bahas tadi.” Tutur Naura.

“Aku mau ke Pak Bos dulu bilang kalo ada fans baru.” Ledeknya pada Jesi kemudian beranjak meninggalkan ruang rapat. Naura terus berjalan menjauh sambil tertawa, ia tak menghiraukan Jesi yang berteriak memanggilnya dari depan ruang rapat.

“Masuk. Jangan teriak-teriak berisik. Ini bukan pasar.” Ucap seorang lelaki dengan ketusnya.

“Iya, gue juga tau. Biasa aja kali ngomongnya nggak usah ngegas.” Jesi hanya menatap sekilas kemudian ikut kembali masuk ke dalam ruangan.

Jesi menghampiri satu persatu teman magangnya untuk berkenalan, ternyata tak ada satu pun yang satu kampus dengannya.

“Jes, lo satu divisi sama gue. Bagian keuangan.” Andini Pratiwi, memperlihatkan pembagian divisi yang ia catat tadi.

“Oh oke.” Jawab Jesi, “gue sebenernya nggak pinter-pinter amat Din, mohon bantuannya yah ntar kalo gue ada kesulitan.” Imbuh Jesi.

“Belum apa-apa udah mau jadi beban aja!” sindir lelaki bernama Dika.

Jesi mendengkus kesal, sedari tadi lelaki itu terus menyindirnya.

“Lo ada masalah sama gue? Perasaan ngegas mulu dari tadi.”

Dika hanya menggeleng kemudian pergi meninggalkan ruangan bersama yang lainnya. Membuat Jesi semakin merasa diremehkan.

“Udah-udah ayo pulang. Biarin aja, dia aslinya baik kok.” lerai Dini.

“Baik dari mana? Ngeselin gitu. Salah apa coba gue di gas mulu sama tuh orang huh.” Jesi mengambil tasnya kemudian berjalan keluar bersama Dini.

“Aslinya tuh baik. Gue satu kampus sama dia. Emang keliatannya ngeselin tapi aslinya beneran deh baik banget. Ntar kalo udah kenal juga tau gimana baiknya dia.”

“Ogah dah gue mah kenal sama cowok kayak dia.” Ucap Jesi.

“Iya dah pasti ogah orang lo pengennya yang kayak Pak Darmawan yah?” ledek Dini.

“Pak Darmawan? Siapa tuh?”

“Ya elah... itu yang dari lo kataian CCG. Pak Darmawan direktur Loveware sekaligus pembimbing magang kita.” Jelas Dini.

Jesi celingak celinguk sebelum berucap, memastikan keadaan aman.

“Seriusan si CCG itu direktur?” tanya Jesi dan Dini mengangguk.

“Kok masih muda banget udah jadi direktur yah? Ayah gue direktur udah tua. Rekan-rekan bisnis ayah juga direktur udah pada bau tanah, jarang yang muda-muda.”

“Wah lo anak direktur, Jes?”

“Yoha. Gini-gini gue anak sultan tau.” Jawab Jesi dengan sombong, “Tapi sekarang sekarang udah turun level. Gembel gue sekarang, Cuma remahan kerupuk di kaleng khong guan.” Imbuhnya kemudian tertawa.

“Kenapa? Bokap lo bangkrut?” tanya Dini dengan raut wajah kasihan.

Jesi hanya tertawa sambil menepuk bahu teman barunya, “Udah jangan gitu ngeliatinnya, biasa aja. gue nggak suka dikasihanin.”

Keduanya masuk ke dalam lift yang hanya berisi dua orang. Mereka memilih berdiri di belakang supaya bisa mengobrol lebih nyaman.

“Elah ini mau turun kok malah ke atas dulu sih lift yah.” Gumam Jesi.

“Udah biarin aja. Lagian kita nggak ada kerjaan ini. Lanjut ceritanya dong, gue penasaran nih kok bisa sultan turun level?”

“Nggak usah cerita soal gue lah. Masih miris euy, suka kerasa sakit nih kalo bahas soal itu. efeknya banyak banget ternyata.” Jesi menepuk dadanya sesak.

“Mending cerita itu si CCG aja.” Imbuh Jesi.

“Pak Darmawan maksud lo?” tanya Dini.

“Iya dia lah. Pembimbing magang kita. Pak Darmawan si CCG, direktur muda. Gue penasaran kok bisa dia masih muda udah jadi direktur. Jangan-jangan dia tuh pebinor, Din.” Lagi bibir ceplas ceplos Jesi tak bisa dikondisikan. Dia bahkan tak sadar jika di lantai empat tadi dua orang pria yang sedang menjadi topik bahasannya masuk ke dalam lift.

“Pebinor?” tanya Dini lagi.

“Elah Din. Pebinor itu perebut istri orang.” Jawab Jesi. Ia tak tau jika salah satu pria di depannya sudah mengepalkan tangan.

“Kan bisa aja yah kayak yang di sinetron gitu. Berondong ngerebut istri pengusaha kaya supaya bisa sukses jalur cepat. Bisa aja kan si CCG itu ngedeketin istrinya pemilik perusahaan ini supaya bisa jai direktur. Coba aja lo pikir masa anak muda usahanya botol sama misting gini. Kalo anak muda tuh yah bisnisnya fashion atau food masa kini yang lagi trend.” Imbuhnya.

“Oh gitu.” Dini manggut-manggut sambil memengang dagunya mencoba mencerna penjelasan Jesi.

“Iya. Bisa jadi sih Jes. Ih gue jadi serem yah. Padahal ganteng pak Darmawan itu.” lanjut Dini.

“Nah itu, Din. Gue setuju dia tuh ganteng. Pertama liat aja gue kira dia tuh suami masa depan gue, Taehyung BTS. Mirip banget soalnya.”

“njirr... anak kpopers lo, Jes.” Cibir Dini.

“Tapi kalo misal Pak Darmawan demen sama lo nih yah.. lo mau nggak Jes?” lanjutnya.

Jesi menggeleng pelan, “Ogah gue mah sama pebinor gitu. Ngeri euy.”

Rama sudah geram dan ingin segera memberi pelajaran pada mulut lemes Jesi, sementara Raka berulang kali terkekeh mendengar percakapan kedua anak magang di belakangnya.

“Yang sabar, Wan.” Bisik Raka sambil menepuk bahu Rama.

“Permisi Pak kami mau keluar.” Ucap Jesi saat lift sudah terbuka tapi kedua pria tinggi di depannya tak memberi jalan.

Raka lebih dulu menoleh dan tersenyum padanya, “Wah si neng aqua ternyata. Yo silahkan lewat...” Raka beralih ke pinggir.

Jesi dan Dini saling tatap dalam diam. Jesi sudah menggigit bibir bawahnya ketakutan, “Din, kalo ada pak Raka berati yang satu lagi...”

“Satu lagi gue, Si CCG direktur pebinor!” Ucap Rama sambil berbalik.

Melihat Rama yang menatapnya dengan tajam membuat nyali Jesi semakin ciut, “hadeuch... mampus gue.” Batinnya.

Terpopuler

Comments

Khairul Azam

Khairul Azam

aku lagi maskeran, baca ini langsungvretak maskerku 🤣🤣🤣

2025-02-17

0

lontongletoi

lontongletoi

🤣🤣🤣🤣🤣 mngknya mulut tuh di gembok biar g asal mangsp

2025-03-29

0

putri

putri

calon imam sama calon makmum 🤣

2024-04-16

0

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!