200k

Setelah merajuk minta kembali ke indoapril untuk menebus jajanannya tak digubris oleh sang ayah, gadis berambut panjang yang selalu menggerai rambutnya itu mengaktifkan mode ngambek. Dengan cemberut dia meninggalkan ayah dan ibu yang masih saja terus membahas analogi kaleng khong guan.

Niat Jesi mengibaratkan dirinya dengan kaleng khong guan berisi remahan kerupuk supaya menarik simpati kedua orang tuanya dan kembali mengaktifkan kartu-kartu yang ia pegang nyatanya berakhir menjadi senjata makan tuan. Bukannya iba, ayahnya justru makin tegas menarik semua fasilitas yang selama ini ia nikmati.

"Jangan ngambekan, udah gede Jesi. Besok ayah potong sekalian uang jajan kamu." Teriak Burhan dari bawah sana dan Jesi tak peduli, dia terus menaiki satu persatu anak tangga menuju ke kamarnya.

Jebred!!!

Pintu kamarnya di tutup dengan keras.

"Ayah tega banget dah sama anak sendiri. Uang udah numpuk, investasi dimana-dimana, bantuin usaha orang biar sukses, eh anak sendiri malah dikoretin."

"Kalo kayak gini kan gue jadi malu. Besok-besok nggak mau belanja di indoapril depan ah, malu njir...mana mba-mba kasirnya udah hapal banget sama gue." Bergidik ngeri membayangkan dirinya datang lagi ke indoapril dan dikenali oleh si kasir sukses membuat Jesi semakin menggelengkan kepalanya cepat, "big no. Gue nggak bakal kesana lagi!"

Jesi merebahkan diri di ranjang besar, tempat paling untuk dirinya beristirahat. Sembari meluruskan tubuhnya, Jesi mengambil ponsel yang berbunyi dari dalam tas.

Sweet heart calling... Tertulis diantara ikon telpon berwana hijau dan merah.

Buru-buru Jesi menggeser ikon telpon berwarna hijau hingga hitungan detik di layar benda pipih itu dimulai.

"Iya halo sayang..." Jawabnya dengan senyum ceria.

"Di rumah, baru pulang aku." Jesi bahkan mendadak duduk dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Padahal hanya panggilan suara biasa, bukan panggilan vidio. Tapi bagi Jesi tampil sempurna untuk Zidan adalah nomer satu, sekalipun hanya mendengar suaranya tapi penampilan harus tetep oke. Meskipun sebenarnya percuma karena sang kekasih si seberang sana tak bisa melihatnya. Menjadi pacar Zidan itu hampir impian semua mahasiswi di kampusnya, so supaya tak kalah saing Jesi harus selalu oke kapan pun dimana pun. Secinta itu memang Jesi pada Zidan, kakak tingkatnya di kampus tempat ia menimba ilmu saat ini.

"Iya... Iya... Nggak apa-apa tadi dari kampus langsung ke rumah rekan bisnis ayah bentar. Something wrong sama istrinya. Tapi udah oke kok."

"Oh gitu. Iya lain kali aja sayang. Lagian malam ini aku nggak bisa."

"Iya bye bye...love you too."

Jesi meletakan ponselnya asal kemudian memejamkan mata hingga ia benar-benar larut ke alam mimpi.

Pagi hari sebelum alarm ponselnya berbunyi Jesi sudah lebih dulu bangun. Dia menonaktifkan alarm supaya tak berbunyi nanti. Dengan memegang perutnya, dia beranjak dari ranjang.

"Gara-gara nggak makan malam nih, jam segini udah lapar banget. Padahal subuh juga belum." Gumamnya sambil menggulung rambut panjangnya supaya tak basah saat mandi nanti. Sekedar informasi, Jesi sangat anti keramas pagi-pagi, terlalu dingin. Tubuhnya tak kuat menahan dingin. Buat Jesi mending kepanasan dari pada kedinginan.

Selesai dengan rutinitas pagi, Jesi memasukan buku catatan dan tab kesayangannya ke dalam tas. Karena tasnya yang fashionable tapi unfaedah tak semua buku bisa masuk ke dalam sana, alhasil dia harus membawa dua buah buku paket akuntansi yang tebal di tangannya.

"Pagi kesayangannya ayah. Udah cantik aja jam segini. Ada jadwal masuk pagi yah?" Sapa Burhan yang sudah lebih dulu ada di meja makan.

"Aku mah selalu cantik dong." Jesi meletakan buku yang ia bawa di meja kemudian memulai sarapannya.

"Jam berapa masuk kuliah?" Tanya Burhan.

"Jam tujuh tiga puluh yah. Masih ada waktu satu jam aku bisa sarapan dengan santai."

"Jangan santai-santai nanti kamu telat."

"Nggak lah, yah. Kan biasanya ke kampus kalo macet juga paling empat puluh menitan. Kalo nggak macet dua puluh menit nyampe. Lagian supir aku kan udah hapal jalan tikus. Bisa lah motong-motong jalan biar nggak kena macet." Ujar Jesi sambil terus memakan nasi goreng kampung kesukaannya. Nasi goreng sederhana yang hanya dibumbui cabe, bawang merah dan bawang putih serta garam. Tanpa kecap maupun tambahan telur dan sosis seperti layaknya nasi goreng masa kini.

"Sepertinya anak kesayangan ayah lupa, kalo mulai sekarang ada batasan fasilitas yang bisa kamu gunakan. Udah nggak ada supir maupun mobil. Kamu ke kampus naik angkot, kalo nggak pake ojeg."

"What?" Jesi sampe menyemburkan nasi goreng yang sedang ia kunyah mendengar ucapan sang ayah yang sangat sangat tak masuk akal baginya.

Uhuk... Uhuk... Sedetik kemudian ia tersedak karena teeburu-buru minum.

"Ayah jangan bercanda, please. Ini masih pagi ayah. Udah cukup ngprank akunya semalam." Ujar Jesi dengan sedikit kesal.

"Ayah nggak bercanda. Kita serius yah kan, Bu?" Burhan menatap istrinya meminta wanita yang duduk di sampingnya supaya mengiyakan kata-katanya.

"Mulai sekarang jatah harian kamu dua ratus ribu." Ucap Burhan santai.

"Bu, ini bohong kan?" Tanya Jesi pada ibunya yang sedari tadi tak ikut bersuara.

Sari menatap sendu pada putri kesayangannya, "ayah sama ibu sudah memperhitungkan kebutuhan sehari-hari kamu. Dua ratus ribu cukup untuk ongkos dan jajan di kampus. Kalo ada kegiatan lain kamu tinggal bilang nanti ibu kasih."

"Boleh ada tambahan jatah harian kalo untuk kepentingan belajar atau kepentingan mendesak. Selain hal itu kalo mau hura-hura cari uang sendiri." Imbuh Burhan.

Meski terlahir di keluarga kaya raya hidupan Jesi dulu sesungguhnya sangat sederhana, tapi semenjak masuk kuliah dia berubah dan mulai mengikuti trend fashion masa kini hingga membuat Burhan geleng kepala melihat laporan pengeluaran Jesi setiap bulan. Burhan mulai menginstruksikan bawahnya untuk mengawasi Jesi dari kejauhan yang hasilnya membuat dia terkejut karena ternyata sang putri dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Memberitahukan hal itu pada Jesi tentu tak akan bisa diterima karena Burhan tau betul sifat putrinya yang begitu polos, baik dan tak tega melihat orang lain mengalami kesulitan. Satu-satunya cara adalah dengan menarik semua fasilitas supaya putrinya sadar tak semua orang disekitarnya tulus.

"Ini jatah hari ini. Cepat berangkat atau kamu akan terlambat." Burhan meletakan empat lembar uang lima puluh ribu di depan Jesi.

Meski kesal Jesi mengambil uang itu dan segera meninggalkan meja makan setelah menyalami kedua orang tuanya.

"Ayah jahat. Ibu juga jahat. Kalo kayak gini mah Jesi beneran jadi remahan kerupuk yang alot dan tak berdaya." Ucapnya sebelum akhirnya berlari keluar rumah.

Jesi berulang kali melirik jam di lengan kirinya, sudah sepuluh menit tapi angkot yang ia tunggu belum juga lewat.

"Ya ampun itu si mba kasir indoapril yang kemaren, gue harus buru-buru cabut nih. Malu." ujar Jesi saat melihat kasir indoapril yang di seberang sana. Tanpa melihat nomor angkot yang berhenti, Jesi langsung masuk dengan menutupi wajahnya menggunakan buku paket yang ia bawa.

"Huh... Untung angkotnya datang tepat waktu. Kan malu kalo sampe ketemu sama si mba kasir indoapril." Ucap Jesi lirih.

Jesi tersenyum ramah pada penumpang lain yang menatapnya dengan intens. Dia sadar penampilannya mungkin terlalu mencolok dan tak pantas duduk di angkot mengingat semua barang branded yang ia kenakan.

Terpopuler

Comments

putri

putri

s jejes mah kaga tau saja kalo s zidan zidun selingkuh 🤭

2024-04-15

0

aisyah

aisyah

aku baca novel kak net kangen

2024-02-22

0

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

Trnyta ak ada temennya 😂

2023-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!