Aqua

Dengan wajah kusut Jesi keluar dari ruang administrasi mahasiswa. Dia berulang kali meniupkan nafasnya ke atas hingga poni di keningnya naik turun. Kebiasaan yang tanpa sadar selalu ia lakukan saat kesal, katanya sih supaya keselnya cepet ilang.

"Arrgh... Beneran deh ayah tega banget sama gue." Lagi Jesi meniup poninya.

"Liat aja meskipun bukan di perusahaan ayah, gue bakalan buktiin kalo gue bisa." Imbuhnya.

Wajahnya tak lagi ditekuk, kini dia tersenyum dan menatap jauh ke depan."Yuk bisa yuk... Semangat Jes!" Dia menyemangati diri sendiri.

Baru beberapa detik berucap dengan penuh percaya diri jika dia mampu, nyatanya tiba di depan fakultas melihat Zidan yang baru saja menutup pintu mobil untuk Raya membuat hatinya kembali terasa sesak. Apalagi melihat sang mantan yang hanya menatapnya sekilas kemudian tersenyum membuatnya ingin segera membuka sepatu dan melemparkannya pada Zidan. Bisa-bisanya dengan wajah tanpa dosa dia tetap tersenyum, dan sialnya kenapa di matanya Zidan masih terlihat mempesona.

"Dasar sialan! Susah emang kalo kesel sama orang cakep. Di senyumin aja udah bikin gue auto plonga plongo."

"Yasalam Jes... Sadar ..sadar dia tuh si kang selingkuh!"

"Bener-bener deh liat mereka bikin hari gue yang udah buruk makin buruk aja." Jesi berulang kali bermonolog sambil menunggu ojeg yang ia pesan datang.

Saat ojeg pesanannya tiba Jesi segera mengambil helm yang di sodorkan padanya. Helm sudah di pakai tapi dia belum juga naik ke motor.

"Neng jadi berangkat nggak ini?" Tanya mamang ojeg.

"Jadi atuh bang, tapi..." Jesi masih terdiam di tempatnya sambil melihat jok motor dan roknya bergantian.

"Tapi kenapa neng? Tinggal naik aja. Katanya tadi saya disuruh nggak pake lama kesini, lampu merah aja saya terobos untung nggak di tilang." Tutur kang ojeg online yang mengenakan helm dan jaket serba hijau.

"Ini gue bingung duduknya gimana? Roknya pendek, ntar jadi sodakoh paha gue nya bang." Ucap Jesi.

"Itu pinjem jaket abang nya deh buat tutup boleh yah? Kalo mesti ganti dulu lama, bisa telat gue nya." Imbuh Jesi yang tiba-tiba menemukan alternatif tercepat.

Kang ojeg itu melepas jaket dan memberikannya pada Jesi, "lain kali jangan pake rok pendek atuh kalo mau naik ojeg mah!"

"Iya bang. Maaf yah. Ntar gue tambahin deh... Gue kasih bintang tujuh." Ujar Jesi seraya naik dan menutup kaki jenjangnya dengan jaket.

"Bintangnya mentok sampe lima doang, Neng. Kalo tujuh ntar malah jadi obat sakit kepala." Balas kang ojeg.

"Ya udah ntar gue protes ke yang bikin aplikasi supaya dibanyakin bintangnya."

Kang ojeg hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Jesi yang asal. Pagi ini jalanan cukup macet padahal biasanya meskipun ramai tapi masih lancar.

"Di gas bang... Rada jadi Rossi dikit biar cepet nyampe. Ini udah hampir telat nih." Protes Jesi dari belakang.

"Sabar atuh Neng. Madet gini sih kagak bisa selap selip juga."

Gara-gara kecelakaan yang mengakibatkan jalan macet total membuat Jesi benar-benar terlambat di tempat magang.

"Nih Bang. Kembaliannya ambil aja. Makasih yah!" Jesi sedikit berlari masuk ke dalam perusahaan. Hal pertama yang ia lakukan adalah mendatangi front office yang terletak di samping pintu masuk dan menanyakan tempat  penerimaan mahasiswa magang. Jesi mengabaikan orang-orang yang memperhatikannya.

"Lantai tiga ruang meeting yah. Makasih mba."

Jesi segera berjalan menuju lift dan berdiri di sana bersama karyawan yang sedang menunggu pintu lift terbuka.

"Ah lama banget dah." Tak sabar Jesi beralih ke pintu di samping lift, "sekali-kali gue pake tangga darurat aja, itung-itung olahraga." Ucapnya menatap tangga di depan matanya.

Sampai di lantai tiga Jesi langsung mencari ruang meeting, "mba ruang meeting sebelah mana?" Tanyanya pada ibu hamil yang sedang berjalan pelan.

"Helo mba?" Jesi melambaikan tangannya di depan wajah wanita hamil  yang malah menatapnya aneh.

"Lurus aja. Ruangan paling ujung."

"Makasih mba." Teriak Jesi sambil berlari.

Tiba di depan ruangan meeting yang dindingnya dari kaca membuatnya bisa melihat beberapa orang berpakaian hitam putih seperti sama dengan dirinya beserta seorang pria yang sedang menyebut satu persatu nama mahasiswa.

"Jesika Mulia Rahayu dari universitas persada."

"Hadir-hadir." Ucap Jesi begitu ia membuka pintu dengan nafas yang masih terengah-engah.

Semua pasang mata di ruangan itu beralih menatapnya.

"Jesi, universitas persada hadir pak." Ulangnya lagi.

Jesi tersenyum sedikit salah tingkah mendapatkan tatapan dari semua orang.

"Gue tau kok kalo gue tuh cantik, tapi nggak usah gitu juga ngeliatinnya" ucap Jesi.

"Ntar jadi suka loh." Imbuhnya sambil tertawa.

"Hahaha... Gue suka nih anak magang modelan kayak gini, Wan. Pede abis." Ceteluk Raka yang duduk di samping Rama.

"Iya gue tau loh cantik dah. Tapi itu helmnya di buka dulu biar cantiknya nambah." Imbuh Raka.

"Hah? Helm?" Jesi langsung memegang kepalanya, ia tak sadar sedari tadi belum melepas helm ijo itu. Buru-buru di lepasnya benda bulat itu, bersamaan dengan wanita hamil cantik yang tadi ia tanyai masuk ke dalam ruangan.

Naura menepuk pundak Jesi yang sedang menunduk malu sambil memegang helm, "ditungguin sama kang ojol di depan tuh." Ucap Naura lirih.

"Eh iya mba." Jawab Jesi, ia kemudian keluar dan memberikan helm pada kang ojol yang sudah berdiri di depan ruangan.

"Maaf yah Bang. Helmnya ke bawa, nggak sadar gue tuh. Tadi buru-buru banget. Pantesan dari tadi orang-orang pada ngeliatin gue terus."

"Makanya lain kali yang fokus neng. Kalo perlu minum aqua dulu sebelum berangkat biar nggak galfok." Ledek kang ojol.

"Bisa aja si abang. Makasih yah bang." Ujar Jesi.

Jesi kembali masuk ke dalam ruangan dan duduk di sebelah mahasiswa magang, ia tak berani menatap orang-orang di depannya, terlalu malu.

"Argh... Sial banget masih pagi udah triple kill aja. Pindah tempat magang, liat mantan ditambah insiden helm." "Huft.. so bad day!" Batin Jesi yang ternyata benar-benar terucap dari dari bibir mungilnya.

"Apa kamu bilang? Bad day?" Ucap Rama dengan tatapan tajam padanya.

Jesi jadi gelagapan, "bu...bukan pak. Bapak salah denger. Maksudnya good day gitu. Biasa aku suka yang rasa vanilla late." Jawab Jesi sambil tersenyum semanis mungkin.

"Saya tidak bertanya kopi kesukaan kamu. Kalo magang di sini harus fokus." Jelas Rama.

"Kamu hari pertama saja sudang datang terlambat dan membuat keributan. Disini wajah cantik tidak mempengaruhi apa pun jika otaknya tak digunakan!" Imbuhnya.

"Wadidaw ganteng-ganteng galak euy." Batin Jesi.

"Kamu denger saya bicara tidak?" Sentak Rama yang merasa ucapannya diabaikan.

"Iya, pak. Maaf hari ini saya datang terlambat dan kurang fokus. Besok sebelum berangkat saya akan minum aqua supaya fokus." Jawab Jesi.

Rama mengepalkan kedua telapak tangannya, geram mendengar jawaban konyol Jesi.

"Untuk hari ini sampai di sini saja. Kalian bisa pulang dan mulai masuk bekerja besok."

"Pukul tujuh tiga puluh harus sudah datang." Imbuhnya penuh penekanan kemudian pergi meninggalkan ruangan.

Terpopuler

Comments

putri

putri

calon imam tuh jes 🤣🤣🤣

2024-04-16

0

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

pusing dong 🤣🤣😂😂

2023-08-24

0

Tuthy Dzaky Syarif

Tuthy Dzaky Syarif

novel yg benar-benar seru abis bikin bahagia

2023-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kaleng Khong Guan
2 200k
3 07 09
4 Gosip
5 RakJel
6 Di belakang Jesi
7 Curhat dong!
8 Kita berakhir sampai disini!
9 Ikhlasin aja!
10 Aku belum siap nikah
11 plan kost
12 Rama
13 Pamit minggat
14 Botol misting
15 Aqua
16 CCG
17 Teh Payung
18 Karam
19 Awas jatuh cinta!
20 Bukan Yogyakarta
21 Freezer rasa rice cooker
22 Kakak ipar impian
23 Kontrak
24 Kambing hitam
25 everything gonna be okay
26 Neng Jesi Here
27 Ku anggap teman
28 Decoy Effect Jodoh
29 Serba salah
30 nol nya jangan dikurangin lagi!
31 Kang Ngamuk
32 Bukan dia kan?
33 Nggak ada akhlak!
34 Aneka susu
35 Curriculum vitae
36 Hati-hati jatuh hati!
37 jealous?
38 Simulasi Pernikahan
39 Dia calon istri gue, Ka!
40 Tersenyumlah, hanya untukku!
41 Kok bisa? kok bisa?
42 Penasaran
43 Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44 Barter aja, yuk?
45 Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46 Taehyung oppa saranghae
47 Kesegaran Jas Jus
48 Galau
49 Hanya aku yang tak tau
50 Waspada Tikungan!
51 Ribet
52 Karena kamu calon istriku!
53 Nggak perawan lagi!
54 siang-siang jas jus
55 Nikah!
56 Gladi bersih
57 Mas Kawin
58 Nggak sah!
59 Dilarang belah duren!
60 Selamat tidur, istriku.
61 Malam Pertama
62 Pagi
63 Gara-gara malam pertama
64 Nggak keras, nggak enak!
65 Telepon
66 My Universe
67 Once Again Baby!
68 Sabarin
69 Sarapan
70 Abis ne nen bobo
71 Persahabatan mereka
72 Ember banget sih!
73 Korban Drama
74 Tentang Alya
75 PMS
76 Olivia
77 Si Oli
78 Kejujuran Rama
79 Marah tanda cinta
80 With Love, Olivia.
81 Live, Suara Hati Istri
82 3S
83 Sianida
84 Obat gatel
85 Tamu
86 Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87 Harapan dan Kenyataan
88 No Respect
89 Realistis
90 Bincang tengah malam
91 Rebutan nen nen
92 Murahan!
93 Ghibah mania
94 Berakhir bagimu, tidak untukku!
95 Cowoknya Alya
96 Aa Raka
97 Kepo
98 Ah Mam pus!
99 Anak magang kegatelan
100 Grup Chat
101 Join grup chat
102 Digosok makin siip
103 Admin
104 What? istri?
105 Hukuman menyenangkan
106 Dibalik semuanya
107 Balas Jasa
108 Mantan Jelalatan
109 Cilor
110 Manja
111 Klarifikasi atau Jeruji besi?
112 baby?
113 Hamil?
114 Nak, papi bisa stres!
115 BiTiEs
116 BiTiEs 2
117 Karma
118 Cara memilikimu kembali
119 Cara Memilikimu Kembali
120 121314
121 Tamu tak diundang
122 Semua baik-baik saja
123 Bahagia vs musibah
124 Bucin Tingkat Dewa
125 Pembalasan mertua
126 Artikel
127 Harus bagaimana?
128 Beri aku waktu
129 Tentang memaafkan
130 Huh!! untung sayang
131 Andai... andai.. andai...
132 Al, Otw halal yuk!
133 Undangan
134 Oh bobaku...
135 Boba KUA
136 Utang piutang
137 Kak Ramadhan, terimakasih.
138 Bonus 1. Aqua galon
139 Bonus 2. USG
140 Bonus 3. ehm ehm
141 Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142 Bonus 5. Kamu, sempurna.
143 Bonus 6. Santan Sachetan
144 Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145 Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146 Bonus 8. Pending
147 Bonus 9. Bismillah aja
148 Bonus 10. Yes, sah!!
149 Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150 Bonus 12. Rileks baby
151 Bonus 13. Once again yah sayang?
152 Bonus 14. Future
153 Santen Sachetan rilis
154 Tuan Muda and Me
155 Be My Wife
156 Ririd rilis
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Kaleng Khong Guan
2
200k
3
07 09
4
Gosip
5
RakJel
6
Di belakang Jesi
7
Curhat dong!
8
Kita berakhir sampai disini!
9
Ikhlasin aja!
10
Aku belum siap nikah
11
plan kost
12
Rama
13
Pamit minggat
14
Botol misting
15
Aqua
16
CCG
17
Teh Payung
18
Karam
19
Awas jatuh cinta!
20
Bukan Yogyakarta
21
Freezer rasa rice cooker
22
Kakak ipar impian
23
Kontrak
24
Kambing hitam
25
everything gonna be okay
26
Neng Jesi Here
27
Ku anggap teman
28
Decoy Effect Jodoh
29
Serba salah
30
nol nya jangan dikurangin lagi!
31
Kang Ngamuk
32
Bukan dia kan?
33
Nggak ada akhlak!
34
Aneka susu
35
Curriculum vitae
36
Hati-hati jatuh hati!
37
jealous?
38
Simulasi Pernikahan
39
Dia calon istri gue, Ka!
40
Tersenyumlah, hanya untukku!
41
Kok bisa? kok bisa?
42
Penasaran
43
Ramadhan Darmawan, calon suami gue!
44
Barter aja, yuk?
45
Jadi calon istri Karam itu, Alya?
46
Taehyung oppa saranghae
47
Kesegaran Jas Jus
48
Galau
49
Hanya aku yang tak tau
50
Waspada Tikungan!
51
Ribet
52
Karena kamu calon istriku!
53
Nggak perawan lagi!
54
siang-siang jas jus
55
Nikah!
56
Gladi bersih
57
Mas Kawin
58
Nggak sah!
59
Dilarang belah duren!
60
Selamat tidur, istriku.
61
Malam Pertama
62
Pagi
63
Gara-gara malam pertama
64
Nggak keras, nggak enak!
65
Telepon
66
My Universe
67
Once Again Baby!
68
Sabarin
69
Sarapan
70
Abis ne nen bobo
71
Persahabatan mereka
72
Ember banget sih!
73
Korban Drama
74
Tentang Alya
75
PMS
76
Olivia
77
Si Oli
78
Kejujuran Rama
79
Marah tanda cinta
80
With Love, Olivia.
81
Live, Suara Hati Istri
82
3S
83
Sianida
84
Obat gatel
85
Tamu
86
Jesika, istrinya Ramadhan Darmawan!
87
Harapan dan Kenyataan
88
No Respect
89
Realistis
90
Bincang tengah malam
91
Rebutan nen nen
92
Murahan!
93
Ghibah mania
94
Berakhir bagimu, tidak untukku!
95
Cowoknya Alya
96
Aa Raka
97
Kepo
98
Ah Mam pus!
99
Anak magang kegatelan
100
Grup Chat
101
Join grup chat
102
Digosok makin siip
103
Admin
104
What? istri?
105
Hukuman menyenangkan
106
Dibalik semuanya
107
Balas Jasa
108
Mantan Jelalatan
109
Cilor
110
Manja
111
Klarifikasi atau Jeruji besi?
112
baby?
113
Hamil?
114
Nak, papi bisa stres!
115
BiTiEs
116
BiTiEs 2
117
Karma
118
Cara memilikimu kembali
119
Cara Memilikimu Kembali
120
121314
121
Tamu tak diundang
122
Semua baik-baik saja
123
Bahagia vs musibah
124
Bucin Tingkat Dewa
125
Pembalasan mertua
126
Artikel
127
Harus bagaimana?
128
Beri aku waktu
129
Tentang memaafkan
130
Huh!! untung sayang
131
Andai... andai.. andai...
132
Al, Otw halal yuk!
133
Undangan
134
Oh bobaku...
135
Boba KUA
136
Utang piutang
137
Kak Ramadhan, terimakasih.
138
Bonus 1. Aqua galon
139
Bonus 2. USG
140
Bonus 3. ehm ehm
141
Bonus 4. Dede bayi gemoy otw
142
Bonus 5. Kamu, sempurna.
143
Bonus 6. Santan Sachetan
144
Bonus 7. Rencana Bulan Madu
145
Bonus 8. My Baby Naralya Pertiwi
146
Bonus 8. Pending
147
Bonus 9. Bismillah aja
148
Bonus 10. Yes, sah!!
149
Bonus 11. Tidak menerima titipan!
150
Bonus 12. Rileks baby
151
Bonus 13. Once again yah sayang?
152
Bonus 14. Future
153
Santen Sachetan rilis
154
Tuan Muda and Me
155
Be My Wife
156
Ririd rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!