Audrey menyesap kopinya yang sudah dingin, masih sambil memandangi foto-foto bulan madunya bersama Kyle, beberapa minggu setelah pernikahan mereka.
Seharusnya Audrey tidak minum kopi, karena dirinya sedang menjalani program kehamilan. Namun sudah hampir sebulan Kyle belum menyentuh Audrey lagi. Dan sepertinya akan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.
Jadi rasanya program kehamilan itu hanya akan sia-sia sekarang. Lebih baik Audrey mengakhirinya dan menunggu hingga ingatan Kyle kembali.
Dan entah kapan ingatan Kyle akan kembali.
Audrey benar-benar rindu pada Kyle-nya yang romantis.
Audrey benar-benar rindu pada Kyle yang mesum dan selalu membuatnya tersenyum.
"Masih disini?" Sapa Kak Thalita yang sudah ikut duduk di samping Audrey .
"Zeline dan Sakya sudah tidur, Kak?" Tanya Audrey yang tak menemukan kedua keponakannya tersebut.
"Sakya sudah tidur. Zeline masih bermain tadi bersama opa dan omanya," jelas Thalita yang sudah ikut melihat-lihat foto Audrey dan Kyle di laptop Audrey.
"Abang Zayn belum pulang?" Tanya Audrey lagi seraya melirik arloji di tangannya. Sudah pukul tujuh malam.
"Sedang bertemu klien penting tadi katanya. Mungkin sebentar lagi sampai."
"Kau tidak pulang?" Thalita balik bertanya pada Audrey.
"Audrey menginap saja disini. Pulang juga hanya menjadi patung," gumam Audrey seraya tersenyum kecut.
Thalita segera memeluk adik iparnya tersebut.
"Tetaplah bersabar dan jangan cepat menyerah, Audrey. Ingatan Kyle pasti akan segera kembali!" Nasehat Thalita yang selalu positif thinking.
"Ya!" Jawab Audrey lirih.
Ponsel Audrey yang ada di atas mrja berbunyi. Mom Bi menelepon.
"Halo, Mom!" Sambut Audrey sambil menarik nafas panjang berulang kali.
"Audrey, kau masih di kantor? Kenapa belum pulang?"
Suara Mom Bi terdengar khawatir.
"Audrey di rumah Mama dan Papa, Mom!" Jawab Audrey sedikit melirik ke arah Kak Thalita yang masih duduk di sampingnya.
"Nanti pulang, kan?"
Audrey kembali menatap pada Kak Thalita yang mengangguk.
"Iya, Mom. Nanti Audrey pulang," jawab Audrey meskipun ragu.
"Baiklah! Mau Mom kirim supir untuk menjemputmu?"
"Tidak usah, Mom! Audrey pulang sebentar lagi," tolak Audrey cepat.
"Baiklah. Hati-hati nanti pulangnya!"
Audrey segera menutup telepon setelah sedikit berbasa-basi pada Mom Bi.
"Kau tetap harus pulang bagaimanapun sikap Kyle kepadamu, Audrey!" Bujuk Kak Thalita yang kembali merangkul sang adik ipar.
Audrey hanya mengangguk-angguk.
"Hai, Tuan putri!" Zayn yang baru pulang langsung menyapa sang adik yang masih duduk bersama Thalita.
Audrey segera bangkit dari duduknya dan menyusup ke pelukan sang Abang. Wanita itu menangis tersedu-sedu.
Thalita ikut bangun dari duduknya dan mengusap punggung Audrey yang masih menangis di pelukan Zayn.
"Semuanya akan baik-baik saja, Audrey! Ingatan Kyle pasti akan segera kembali," hibur Zayn yang seakan paham betul dengan perasaan Audrey.
"Ayo duduk dulu! Kebetulan abang ingin bicara hal penting kepadamu mengenai Kyle," ajak Zayn selanjutnya seraya membimbing Audrey untuk kembali duduk.
Thalita sudah masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan air minum untuk Audrey.
"Hal penting apa, Bang?" Tanya Audrey seraya menyeka airmatanya.
"Begini!" Zayn meraih tas hitam yang tadi ia bawa saat pulang, lalu mengeluarkan beberapa disc dan foto yang sepertinya baru saja dicetak.
"Ini disc berisi rekaman video saat Kyle melamarmu, lalu ada juga video pernikahanmu dan Kyle yang sudah sedikit aku edit, foto-foto saat kau dan Kyle berbulan madu. Berikan semuanya pada Kyle dan minta pria itu melihatnya!" Tutur Zayn memberikan saran untuk Audrey.
"Kita tidak tahu, kejadian mana yang mungkin masih diingat oleh Kyle. Tapi jika kita menunjukkan satu persatu video fase hubunganmu bersama Kyle, mungkin saja itu bisa membantu mengembalikan ingatan Kyle," timpal Thalita menyambung penjelasan Zayn.
Thalita mengangsurkan segelas air putih untuk Audrey.
Segera Audrey meneguk air di gelas tersebut hingga tandas.
"Tadinya aku juga berpikir untuk mengulang semua moment penting yang pernah kami lalui. Karena kata dokter, semakin banyak kenangan lima tahun ini yang kita tunjukkan pada Kyle, maka harapan agar ingatan Kyle segera kembali juga akan semakin besar," tutur Audrey mengemukakan rencananya pada Zayn dan Thalita.
"Kami akan selalu mendukungmu, Audrey!" Thalita menepuk punggung Audrey dan memeluk adik iparnya tersebut.
"Aku harus pulang sekarang," Audrey melihat ke arlojinya yang menunjukkan hampir pukul delapan malam.
"Abang antar!" Zayn sudah bangkit dari duduknya dengan cepat.
"Audrey bawa mobil sendiri, Bang!"
"Tidak! Ini sudah malam!" Ucap Zayn tegas.
"Kapan lagi kau bisa pulang diantar oleh Abangmu, Audrey!" Timpal Thalita seraya tersenyum pada Audrey.
"Ya! Sudah lama Abang tidak jadi supirnya Audrey. Baiklah!" Audrey menggamit lengan Zayn dan menyenderkan kepalanya di pundak sang Abang. Thalita hanya tertawa kecil melihat keakraban Zayn dan Audrey tersebut.
Setelah berpamitan pada Mama Hanni dan Papa Hans, Audrey akhirnya pulang ke kediaman Arthur dengan diantar oleh Zayn.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
nasibmu jelek Audrey, dulu dpt suami n klg yg sangat2 jahat, skrg kehilangan suami krn amnesia....
2023-05-22
0
Reni Widayati
semangat audrey badai pasti berlalu
2021-07-26
0
Septiyani Hasanah
sedih deh aku ngebayangin jd audry.suami yg dulu jahat suami yg sekarang mlh lupa ingatan.
2021-07-06
1