Setelah acara Arthur Company yang ditangani oleh EO milik Audrey berjalan lancar dan menuai banyak pujian, Kyle memutuskan untuk berlangganan EO milik Audrey tersebut dan memakai jasanya di semua acara yang diadakan oleh Arthur Company.
Dan karena hal ini, Audrey dan Kyle menjadi sering bertemu untuk membahas konsep acara atau sekedar mengobrol ringan sambil menikmati kopi. Audrey sendiri sedikit heran sebenarnya. Karena Kyle selalu datang sendiri untuk menemuinya alih-alih meminta asisten atau karyawannya yang lain.
Bukankah ini sedikit berlebihan?
Apalagi mengingat Kyle yang merupakan direktur utama di Arthur Company, pasti tidak sulit untuk pria itu menyuruh-nyuruh bawahannya.
"Sial!" Umpat Kyle saat mendapati ban mobilnya yang kempes di depan kantor Audrey.
Tadinya, Kyle hendak mengajak Audrey untuk makan siang bersama sekalian membahas acara yang akan kembali digelar oleh Arthur Company beberapa minggu ke depan untuk menyambut ulang tahun perusahaan tersebut.
"Kita bisa memakai mobilku, Kyle!" Ujar Audrey memberikan solusi dan menunjuk ke arah mobil merah merona miliknya yang terparkir tak jauh dari mobil Kyle.
"Ya!" Jawab Kyle seraya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal.
"Akan kuhubungi bengkel langgananku, agar mobilmu bisa segera ditangani," Audrey memberikan kunci mobilnya pada Kyle dan mengutak-atik ponselnya sebentar sebelum wanita itu bicara pada seseorang ditelepon sambil membuka pintu mobilnya.
Kyle sudah duduk di kursi pengemudi, dan segera memasangkan sabuk pengaman Audrey yang masih sibuk bicara pada seseorang ditelepon.
Audrey tentu saja terkejut dengan sikap Kyle yang menurutnya sedikit berlebihan tersebut.
"Aku sudah menghubungi bengkel. Mereka akan kesini sebentar lagi," jelas Audrey sedikit tergagap pada Kyle.
Audrey mendadak merasa canggung pada pria di sebelahnya tersebut.
"Baiklah! Itu artinya, kita bisa berangkat sekarang naik mobilmu yang keren ini," puji Kyle sedikit berlebihan.
"Sebenarnya ini mobil milik Abang Zayn. Tadinya aku hanya meminjam sebentar, tapi Abang malah memberikannya untukku," cerita Audrey sedikit terkekeh.
"Wow! Abang yang royal! Boleh aku menjadi adik dari Abangmu juga?" Tanya Kyle sedikit menggoda Audrey.
"Mungkin kau bisa bertanya pada Abang Zayn apa dia menerima adik adopsi atau tidak!" Jawab Audrey yang semakin tergelak.
"Tapi kau benar-benar keren, ya! Berani mengemudi mobil sport sendirian. Kebanyakan gadis kaya kan selalu manja dan membawa supir kemana-mana," ujar Kyle berpendapat.
"Aku wanita yang mandiri," jawab Audrey sedikit sombong.
"Ya! Dan aku suka wanita yang mandiri!" Kyle melempar tatapan aneh pada Audrey sekilas yang Audrey sendiri juga tidak tahu maksudnya apa.
Namun wajah Audrey rasanya langsung memanas sekarang.
Jangan bilang kalau wajah Audrey sudah bersemu merah!
Ya ampun, memalukan sekali!
****
Langit sudah berubah gelap, saat Audrey keluar dari kantor miliknya.
Gadis itu langsung terkejut, karena mendapati Kyle yang sudah berdiri seraya bersandar pada mobilnya dan menunggu di depan kantor Audrey.
"Kau sudah pulang, Kyle? Bukankah katamu kau ke luar kota selama beberapa minggu?"
"Ya, kebetulan aku baru sampai tadi, dan langsung kesini karena aku ingat kalau aku belum berterimakasih kepadamu," jawab Kyle berbasa-basi.
"Berterima kasih untuk apa?" Tanya Audrey tak mengerti.
"Berterima kasih karena EO milikmu sudah sukses menangani acara ulang tahun Arthur Company. Kami menuai banyak pujian." Tutur Kyle yang sontak membuat Audrey menjadi malu.
"Bukankah itu bisnis? Dan kau juga sudah membayar mahal, jadi sudah sepantasnya aku dan timku memberikan yang terbaik untuk Arthur Company," jawab Audrey seraya mengulas senyum di bibirnya.
"Kau benar!"
"Ngomong-ngomong aku membawakan oleh-oleh untukmu," Kyle menyodorkan sebuah paperbag yang cukup besar pada Audrey.
"Apa ini?" Tanya Audrey penasatan sambil tangannya membuka paperbag garis-garis warna putih tersebut.
Audrey mengeluarkan sebuah handbag berwarna merah terang dari dalam paperbag, dan wanita itu benar-benar terkejut dengan oleh-oleh Kyle tersebut.
"Seharusnya kau tak perlu repot-repot begini, Kyle! Aku jadi merasa tak enak," tukas Audrey merasa sungkan.
"Sama sekali tidak repot! Kebetulan aku melihatnya saat sedang menemani klienku ke pusat pertokoan. Dan mendadak aku ingat pada mobil merahmu. Aku pikir, pasti akan sangat serasi jika kau juga memakai tas warna merah ini," cerita Kyle sedikit tersipu malu.
"Ya! Warnanya sama." Audrey membandingkan warna tas pemberian Kyle dengan mobilnya yang juga berwarna merah.
"Kau harus memakainya saat mengemudikan mobilmu itu," ucap Kyle memberi saran untuk Audrey.
Audrey mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih, Kyle!" Ucap Audrey tulus.
"Sama-sama! Kau ada acara malam ini?" Tanya Kyle selanjutnya yang sepertinya ingin mengajak Audrey ke suatu tempat.
"Tidak! Aku baru saja akan pulang ke rumah Mama dan Papa," jawab Audrey seraya mengendikkan bahu.
"Bagaimana kalau kita makan malam sebentar. Nanti aku akan mengantarmu pulang," tawar Kyle penuh harap.
"Aku boleh menolak?" Audrey tertawa kecil.
"Tidak!" Kyle menggeleng dengan tegas.
"Baiklah, Tuan Kyle Arthur!" Jawab Audrey akhirnya menyanggupi ajakan Kyle.
Kyle membukakan pintu mobilnya untuk Audrey dan mempersilahkan wanita itu untuk masuk ke dalam mobil.
Pria itu lanjut masuk ke mobil, dan segera mengemudikan kendaraan roda empat tersebut, membelah jalanan beraspal yang padat oleh lalu lalang kendaraan.
"Apa ada yang marah, jika aku mengajakmu makan di luar begini?" Kyle membuka percakapan dan memecah keheningan di antara dirinya dan Audrey.
"Tidak ada! Aku single sudah empat tahun," jawab Audrey yang kini menatap ke arah jalanan padat di depan mobil Kyle.
"Tidak berniat mencari kekasih atau pendamping hidup? Empat tahun termasuk lama sekali," tanya Kyle lagi yang langsung dijawab Audrey dengan gelengan kepala.
"Jika sendiri membuatku lebih bahagia. Untuk apa aku menikah?" Jawab Audrey yang sontak membuat Kyle terdiam.
"Kau tidak punya rencana untuk menikah, membangun sebuah keluarga,mempunyai anak-anak yang lucu?" Cecar Kyle dengan raut wajah tak percaya.
Audrey menggeleng yakin.
"Aku bahagia dengan hidupku yang sekarang. Jadi aku tak perlu mencari hatiku sendiri dengan menjalon hubungan yang pada akhirnya hanya akan berakhir lagi dan lagi."
"Cukup sekali saja aku merasakan patah hati karena cinta. Aku tidak mau ada yang kedua, ketiga, atau seterusnya." Pungkas Audrey yang benar-benar membuat Kyle kehilangan kata-kata.
Sebesar apa luka yang ditorehkan oleh mantan suami Audrey, hingga wanita ini begitu trauma untuk kembali menikah?
.
.
.
Bisa tanya langsung ke William Atmaja nanti, ya, Abang Kyle!
Itu nama mantan suaminya Audrey.
Tapi nanti aja.
Pokoknya nanti.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
Dalem banget lukanya, penghianatan dr suami n kejahatan mertua
2023-05-21
0
🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라
Miris kisah cinta Audrey
2021-09-16
0
YaNaa Putra Umagap
Janda Kembang gitu.....🤭🤭
2021-07-01
0