Gedung Arthur Company.
Kyle dan Daniel duduk bersebelahan di ruang meeting dan masih mendengarkan presentasi dari salah seorang klien mereka. Kyle sepertinya tidak fokus dengan presentasi kali ini, karena pria itu berulangkali tersenyum sendiri seolah pikirannya sedang memikirkan hal lain.
"Kyle!" Tegur Daniel pada atasannya tersebut.
"Apa?" Jawab Kyle cepat yang langsung memasang raut wajah serius.
"Pikiranmu sedang berada di tempat lain!" Tebak Daniel yang hanya dijawab Kyle dengan sebuah tawa kecil.
Acara presentasi sudah selesai. Dan meeting juga sudah selesai. Beverapa peserta rapat segera kekuar dari ruangan setelah sedikit berbasa-basi. Kini hanya tinggal Kyle dan Daniel di dalam ruangan tersebut.
"Kau tadi darimana?" Tanya Daniel kepo, karena tidak biasanya Kyle kabur pagi-pagi dari kantor.
"Mengantar kopi ke kantor Audrey," jawab Kyle seraya tersenyum.
"Ck! Yang sedang kasmaran." Cibor Daniel seraya membereskan kertas-kertas di depannya.
"Jadi, kau sudah benar-benar move on dari Valeria?" Tanya Daniel selanjutnya yang langsung membuat Kyle berdecak.
"Sudah sejak lama!" Sahut Kyle bersungut-sungut.
"Aku bukan pria tak laku yang akan terus meratapi sebuah hubungan yang sudah berakhir," sambung Kyle lagi masih bersungut-sungut.
Daniel hanya tergelak mendengar pembelaan diri Kyle.
"Jadwalku apalagi setelah ini?" Tanya Kyle selanjutnya pada Daniel.
"Ada rapat lagi sekalian makan siang bersama klien. Dan kau bebas setelah itu," jawab Daniel memaparkan jadwal Kyle.
"Bagus! Aku akan pergi setelah makan siang berarti." Ujar Kyle bersemangat.
"Mau kemana memangnya? Bertemu Audrey lagi? Atau mengajaknya berkencan?" Tebak Daniel dengan nada menggoda.
"Mau melamarnya!" Jawab Kyle tegas dan lugas.
Daniel tergelak.
"Sudah sangat serius ternyata!"
"Janda lebih menggoda, ya!" Ucap Daniel sekali lagi seraya menaik turunkan alisnya. Pria itu sudah berlalu dari hadapan Kyle membawa setumpuk kertas di tangannya.
"Sialan kamu, Daniel!" Kyle segera mengejar Daniel dan memukul bahu asistennya tersebut.
****
Jam masih menunjukkan pukul tiga sore saat hujan deras turun mengguyur bumi. Audrey sendiri masih berkutat dengan laptopnya dan tidak terlau peduli dengan hujan yang mengguyur di luar gedung kantor.
Hingga pukul empat sore, hujan masoh awet mengguyur dan belum ada tanda-tanda akan segera reda. Audrey keluar dari ruanagannya sambil mengutak-atik ponselnya karena ia ada janji denagn Kyle jam empat sore ini.
Namun nomor Kyle malah tak aktif saat Audrey mencoba menelepon.
Jadi menjemput tidak pria itu?
Atau mungkin Kyle masih ada urusan penting?
Audrey akan menunggu saja sampai jam lima. Jika Kyle tidak datang, Audrey akan pulang sendiri.
Audrey baru tiba di bagian depan kantornya, saat netra wanita dua puluh enam tahun tersebut tak sengaja menangkap sebuah box besar warna putih di atas meja.
To: Audrey
Tulisan besar di penutup box membuat Audrey mengernyitkan kedua alisnya.
"Mbak, ini siapa yang mengirim?" Tanya Audrey pada salah seorang karyawannya.
"Itu, Nona! Pengirimnya sedang berdiri di luar," karyawan Audrey menunjuk ke arah jendela kaca bear yang mengarah langsung ke halaman parkir di depan kantor Audrey.
Ada Kyle yang berdiri di bawah guyuran hujan memegang sebuket bunga mawar putih yang juga sudah basah kuyup dan kini pria itu sedang menatap pada Audrey yang terlihat bingung.
Kyle menunjuk ke arah box besar yang ada di atas meja sambil tersenyum, memberi kode pada Audrey agar membuka box tersebut.
Audrey ikut tersenyum dan segera membuka penutup box yang dihiasi pita warna emas. Balon-balon berbentuk hati langsung beterbangan saat Audrey membuka penutup box besar tadi.
Ada kertas dengan tulisan yang berbeda-beda di dalam box besar tersebut
"Untuk pesta pernikahan kita nanti"
Audrey mengangkat sebuah higheels warna putih dari dalam box dan tersenyum sendiri.
"Untuk malam pertama kita nanti"
Kali ini Audrey mengangkat sebuah lingerie warna putih juga dengan model yang cukup terbuka. Audrey menggigit bibir bawahnya, membayangkan dirinya mengenakan gaun tidur itu di depan Kyle.
"Untuk anak-anak kita nanti"
Ada sebuah jumper bayi dan sepasang sepatu bayi mungil yang begitu menggemaskan.
"Untuk hiasan rumah baru kita"
Sebuah jam dinding dengan siluet pengantin di atasnya.
"Maukah kau menikah denganku, Audrey?"
Di dasar box besar tersebut, Audrey menemukan sebuah kotak cincin berwarna biru yang langsung membuat Audrey menutup mulutnya dengan telapak tangan. Airmata kebahagiaan sudah menggenang di kedua sudut mata Audrey sekarang.
Audrey menatap pada Kyle yang masih berdiri di tempatnya semula, seakan tak peduli dengan derasnya hujan yang mengguyur. Audrey mengambil kotak cincin tadi, lalu melangkah menuju ke pintu utama kantornya, menghampiri Kyle dan ikut berdiri di bawah derasnya hujan.
"Berapa lama kau berdiri di bawah hujan begini?" Tanya Audrey menatap serius pada Kyle.
"Sepuluh menit sebelum mau keluar dari ruanganmu," jawab Kyle yang masih mengulas senyum di bibirnya.
Kyle menyodorkan buket bunga yang bentuknya sudah cukup berantakan itu pada Audrey.
"Maaf, bunganya rusak. Tapi aku sudah menelepon florist-nya dan mereka akan mengirimkan buket yang baru."
Audrey mengulas senyum dan segera menerima buket bunga tadi dari tangan Kyle.
Audrey ganti memberikan kotak cincin yang tadi ia temukan pada Kyle.
Kyle segera berlutut dengan satu kakinya di depan Audrey dan menyodorkan kotak cincin tersebut pada Audrey yang kini menangis bahagia.
"Audrey Zivia Abraham, maukah kau menikah denganku?" Ucap Kyle dengan raut wajah penuh kesungguhan.
Audrey masih diam dan tak menyangka jika Kyle benar-benar akan melakukan hal ini kepadanya.
"Cepat berikan jawabanmu sebelum kita berdua masuk angin disini, Audrey!" ucap Kyle lagi yang malah membuat Audrey tertawa.
Audrey mengangguk berulang kali.
"Ya, aku mau, Kyle! Aku mau menikah denganmu!" Jawab Audrey menahan rasa haru sekaligus rasa bahagia yang menyeruak di dadanya.
Kyle langsung menyematkan cincin tadi dengan cepat di jari manis Audrey, dan memeluk serta menggendong wanita tersebut demi meluapkan kebahagiaan.
"Aku mencintaimu, Audrey! Aku mencintaimu!"
Masih dibawah lebatnya hujan, Kyle mencium bibir Audrey dengan mesra.
Sorak sorai dari para karyawan Audrey yang ada di dalam gedung kantor langsung terdengar. Mereka tentu saja ikut berbahagia seperti halnya Aidrey yang juga sangat bahagia sekarang.
"Sebaiknya kita masuk da berganti baju sekarang, Kyle! Sebelum kita berdua demam. Kau bawa baju ganti?"
"Ya! Sudah kutitipkan tadi pada karyawanmu," jawab Kyle yang kembali merangkul Audrey.
Mereka berdua segear masuk ke kantor Audrey dan langsung disambut oleh tepuk tangan serta sorakan dari karyawan Audrey.
Audrey dan Kyle langsung menuju ke dalam ruangan Audrey yang ada di lantai dua gedung kantor.
.
.
.
Maaf telat update.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
Cuman di novel doang, ngelamar romatis gitu, di dunia nyata org biasa.... gak ngalamin🤣🤣🤣
2023-05-21
0
Sulaiman Efendy
MANTAPPP KYLE...
JDI INGAT FILM INDIA YG DIBINTANGI TIGER SHROFF ANAK AKTOR KAWAKN JACKY SHROFF DIFILM BAAGHI 1...
2023-05-16
0
Riska Wulandari
ohhh romantisnya Kyle..😘😘😘
2021-11-02
0