AKU SERIUS!

Kantor Audrey.

Tok tok tok!

Pintu ruangan Audrey diketuk dari luar.

"Masuk!" Titah Audrey tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop di hadapannya.

"Kau sedang sibuk?"

Suara itu!

Audrey langsung mengangkat kepalanya dan segera mendapati Kyle yang memegang dua gelas kopi di tangannya.

"Kyle! Ini masih pagi!" Audrey sudah bangkit dari kursinya dan segera menghampiri Kyle. Membantu membawakan dua kopi yang ada di tangan Kyle.

"Kebetulan aku sedang tidak ada pekerjaan, jadi aku kesini saja membawakanmu kopi," ujar Kyle yang memeluk Audrey sekilas sebelum duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Audrey.

"Kebetulan sekali. Aku baru mau memesan kopi padahal," kekeh Audrey seraya menyeruput kopi yang dibawakan oleh Kyle.

Audrey ikut duduk di kursi yang ada di samping Kyle.

"Rock salt caramel! Bagaimana kau bisa tahu kopi favoritku?" Tanya Audrey heran.

"Kebetulan selera kita sama! Aku juga menyukai yang rock salt caramel," jawab Kyle dengan senyum khasnya.

"Aku yakin kau hanya pura-pura dan ikut-ikutan," Gumam Audrey sebelum kembali menyeruput kopinya.

"Tidak! Aku serius! Kau bisa tanya pada Daniel. Dia yang selalu memesankan kopi untukku," sanggah Kyle bersungguh-sungguh.

"Baiklah aku percaya!" Audrey menepuk pundak Kyle dan mengulas senyum di bibirnya.

Kyle menarik kursi Audrey agar semakin mendekat ke arahnya. Pria itu terus menatap intens pada Audrey yang terang saja hal itu membuat Audrey semakin salah tingkah.

"Jadi, ada urusan apa kau kesini pagi-pagi? Apa Arthur Company akan mengadakan acara lagi?" Tanya Audrey selanjutnya yang memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan.

"Tidak ada! Aku kesini karena ingin melihat wajahmu," tangan Kyle sudah terulur untuk mengusap wajah Audrey.

"Kyle-" suara Audrey tercekat di tenggorokan sekarang.

"Ini sudah satu minggu lebih. Kau sudah memikirkannya?" Kyle menyatukan keningnya dengan kening Audrey dan tangannya ganti menangkup kedua pundak wanita tersebut.

"Aku tidak bisa, Kyle!" Ucap Audrey seraya membuang pandangannya ke arah lain.

"Kenapa, Audrey? Apa kau tidak percaya kepadaku?" Kyle sedikit pesimis.

"Bukan begitu!" Audrey ganti menangkup wajah Kyle sekarang.

"Kau pria yang baik, Kyle! Kau sempurna, kau punya segalanya. Pasti tak akan sulit untukmu mencari gadis lain yang juga sempurna dan sepadan-"

"Tidak ada gadis lain!" Potong Kyle tegas dan serius.

"Aku hanya mau kamu, Audrey!" Kyle tetap merengkuh pundak Audrey dan berucap dengan tegas dan serius. Bahkan tatapan mata pria itu juga sangat tegas seakan tak mau dibantah.

Dasar Kyle keras kepala!

"Kau akan menyesal nanti!" Audrey memejamkan matanya dan tak berani lagi menatap wajah Kyle.

"Kenapa aku harus menyesal?"

"Bagaimana jika aku tidak bisa memberikanmu seorang anak setelah kita menikah nanti? Kau juga akan menceraikanku dan meninggalkan aku?" Tanya Audrey nyaris tanpa suara. Raut wajah wanita itu sudah berubah sendu sekarang.

"Kita bisa ikut program kehamilan. Jika masih belum berhasil, kita bisa ikut program bayi tabung. Jika masih belum berhasil juga, ada banyak bayi yatim piatu di luaran sana yang bisa kita adopsi dan kita angkat sebagai anak." Jawab Kyle panjang lebar yang langsung membuat airmata Audrey meleleh di kedua pipinya.

"Selalu ada solusi dari setiap masalah, Audrey!" Kyle mengusap airmata Audrey yang jatuh di kedua pipi wanita itu.

"Dan kebahagiaan tidak melulu ditentukan oleh banyak sedikitnya anak di dalam rumah tangga. Aku berjanji, tidak akan menuntutmu untuk cepat-cepat punya momongan. Kita akan berjuang berdua, oke!" Kyle menangkup wajah Audrey yang masih menangis mendengar kata-kata lembut Kyle.

Kenapa baru sekarang Audrey dipertemukan dengan pria baik ini?

"Kau mau, Audrey?" Tanya Kyle sekali lagi meminta persetujuan Audrey tentang hubungan yang serius ini.

"Kau harus mihta izin pada Papaku dulu," cicit Audrey yang kini sidah tenggelam di dalam pelukan Kyle.

"Aku sudah minta izin. Dan Papa kamu, Mama kamu, serta abang Zayn semua sudah memberikan izin," jawab Kyle sedikit terkekeh.

"Apa? Curang sekali!" Audrey memukul-mukul dada Kyle yang kembali menghapus sisa-sisa airmata di wajah Audrey.

"Kapan kau datang ke rumah? Kenapa aku bisa tidak tahu?" Cecar Audrey penasaran.

"Kemarin lusa saat kau sedang mengurus sebuah pernikahan-"

"Pernikahan salah satu klienku. Aku memang pulang larut malam itu," potong Audrey menyambung kalimat Kyle.

"Tapi kenapa tak ada yang memberitahuku kalau kau datang," gumam Audrey lagi merasa bingung.

"Yang penting kan sekarang kau sudah tahu," ucap Kyle yang kini sudah mendekatkan wajahnya ke arah Audrey.

"Kyle, kau mau apa?" Tanya Audrey merasa curiga. Kedua tabgan Audrey sudah menahan dada Kyle agar tetap ada jarak di antara mereka.

"Kau sudah setuju tadi," Kyle semakin mendekatkan wajahnya pada Audrey, dan Audrey sudah tahu apa yang hendak dilakukan pria ini.

"Ponselmu berbunyi," gumam Audrey saat Kyle sudah hampir mendaratkan bibirnya di bibir Audrey.

Kyle berdecak dan segera mengangkat panggilan dari Daniel sialan.

"Halo, Daniel!"

"Kau dimana, Kyle? Ada meeting penting tiga puluh menit lagi."

"Baiklah! Aku ke kantor sekarang! Dasar berisik!" Gerutu Kyle sebal.

Audrey tertawa kecil melihat Kyle yang berulang kali menggeram kesal.

"Kau pulang jam berapa nanti?" Tanya Kyle pada Audrey setelah pria itu menyimpan kembali ponselnya ke saku jas.

"Jam empat seperti biasa. Ada apa memangnya?" Audrey balik bertanya pada Kyle.

"Tidak ada. Nanti aku jemput," Kyle kembali mendekat ke arah Audrey dan menangkup wajah wanita itu lalu mengecup bibir Audrey, sebelum Audrey sempat memberontak.

Oh, ya ampun!

"Aku bawa mobil sendiri! Jadi kau tak perlu menjemputku!" Tolak Audrey sebelum Kyle kembali mencecap bibirnya.

"Tinggalkan saja mobilmu!" Kyle seakan tak mau berhenti mencium Audrey.

"Kyle kau harus ke kantor!" Ujar Audrey mengingatkan.

"Sebentar lagi!" Kyle kembali mencecap bibir Audrey dengan intim. Bahkan Audrey tak malu-malu untuk membalas kecupan bibir Kyle yang begitu ahli mencium.

"Ponselmu berbunyi lagi," Audrey menghentikan ciumannya pada Kyle.

"Brengsek!" Kyle menggeram kesal.

"Cepatlah pergi sebelum asistenmu kembali mengomel!" Usir Audrey seraya mendorong Kyle untuk keluar dari ruangannya.

"Nanti sore aku jemput, oke!" Pesan Kyle sebelum membuka pintu ruangan Audrey. Tatapan mata Kyle kembali tertuju pada bibir merekah Audrey yang membuatnya kecanduan.

"Satu kali lagi!" Kyle tak jadi membuka pintu dan kembali meraup bibir Audrey.

"Kyle-" teriakan Audrey segera dibungkam dengan ciuman singkat namun dalam dari Kyle.

Dasar gila!

"Aku pergi dulu, Audrey! Sampai jumpa nanti sore!" Kyle akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan Audrey dan juga kantor Audrey.

Dan Audrey hanya senyum-senyum sendiri di ruangannya mengingat tentang ciuman Kyle barusan.

Ya ampun!

Pria itu benar-benar mesum ternyata!

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

Terpopuler

Comments

dyul

dyul

Liam sama kylie 11-12.....tukang nyosor duluan, kayak bebek🤭🤭

2023-05-21

0

Syabilla Alzao

Syabilla Alzao

uwu uwu😍🥰😘

2022-07-19

0

Doris Lai

Doris Lai

dulu Kyle sama Vale g nyosor mulu

2022-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 KECELAKAAN
2 KAU SIAPA?
3 AWAL KEDEKATAN
4 PERHATIAN
5 USAHA KYLE
6 BUKA HATIMU!
7 BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8 RESTU KELUARGA
9 AKU SERIUS!
10 UNTUK AUDREY
11 BAHAGIA
12 MENIKAH
13 PAGI
14 RUNYAM
15 PULANG
16 CANGGUNG
17 KESABARAN AUDREY
18 KYLE KEMANA?
19 SUDAH BERAKHIR
20 USUL DAN RENCANA
21 KOTAK BAYI
22 JANJI PERNIKAHAN
23 KENANGAN
24 CERITA KYLE
25 APARTEMENT
26 BIMBANG
27 KEPUTUSAN AUDREY
28 MOVE ON, KYLE!
29 TEKAD AUDREY
30 USAHA AUDREY
31 COKLAT TRUFFLE
32 MEMULAI KEMBALI
33 KELUARGA
34 FOTO BERCERITA
35 BOLEH AKU?
36 OLAHRAGA
37 RENCANA MOM
38 TANPA RASA
39 CEMBURU?
40 POSESIF ATAU CINTA?
41 HARAPAN
42 PULAU
43 PANTAI
44 COKLAT HANGAT
45 MASIH ROMANTIS
46 I LOVE YOU
47 ADA APA DENGAN KYLE?
48 KACAU
49 KERAS KEPALA
50 LELAH
51 BERPISAH?
52 INGAT?
53 KENAPA?
54 MASIH BERHARAP
55 MANTAN
56 SALAH
57 MAU KEMANA?
58 CERITA VAIA
59 AUDREY KEMANA?
60 DIA SUDAH PERGI
61 JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62 PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63 KYLE KENAPA?
64 MUAL
65 NGIDAM?
66 SIAPA YANG HAMIL?
67 KEBINGUNGAN KYLE
68 JAWABAN DEMI JAWABAN
69 CINTA MENEMUKAN JALAN
70 APA ITU AUDREY?
71 RAGU
72 MUAL LAGI
73 KARMA?
74 PENGUNTIT
75 HATI-HATI!
76 SIAPA?
77 KYLE?
78 SEJAK KAPAN?
79 PENJELASAN AUDREY
80 IKATAN BATIN?
81 PULANG
82 LUPA
83 SHOCK
84 NGIDAM
85 AUDREY KENAPA?
86 RENCANA
87 BABYMOON
88 TAK TERDUGA
89 SAMPAI DAPAT
Episodes

Updated 89 Episodes

1
KECELAKAAN
2
KAU SIAPA?
3
AWAL KEDEKATAN
4
PERHATIAN
5
USAHA KYLE
6
BUKA HATIMU!
7
BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8
RESTU KELUARGA
9
AKU SERIUS!
10
UNTUK AUDREY
11
BAHAGIA
12
MENIKAH
13
PAGI
14
RUNYAM
15
PULANG
16
CANGGUNG
17
KESABARAN AUDREY
18
KYLE KEMANA?
19
SUDAH BERAKHIR
20
USUL DAN RENCANA
21
KOTAK BAYI
22
JANJI PERNIKAHAN
23
KENANGAN
24
CERITA KYLE
25
APARTEMENT
26
BIMBANG
27
KEPUTUSAN AUDREY
28
MOVE ON, KYLE!
29
TEKAD AUDREY
30
USAHA AUDREY
31
COKLAT TRUFFLE
32
MEMULAI KEMBALI
33
KELUARGA
34
FOTO BERCERITA
35
BOLEH AKU?
36
OLAHRAGA
37
RENCANA MOM
38
TANPA RASA
39
CEMBURU?
40
POSESIF ATAU CINTA?
41
HARAPAN
42
PULAU
43
PANTAI
44
COKLAT HANGAT
45
MASIH ROMANTIS
46
I LOVE YOU
47
ADA APA DENGAN KYLE?
48
KACAU
49
KERAS KEPALA
50
LELAH
51
BERPISAH?
52
INGAT?
53
KENAPA?
54
MASIH BERHARAP
55
MANTAN
56
SALAH
57
MAU KEMANA?
58
CERITA VAIA
59
AUDREY KEMANA?
60
DIA SUDAH PERGI
61
JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62
PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63
KYLE KENAPA?
64
MUAL
65
NGIDAM?
66
SIAPA YANG HAMIL?
67
KEBINGUNGAN KYLE
68
JAWABAN DEMI JAWABAN
69
CINTA MENEMUKAN JALAN
70
APA ITU AUDREY?
71
RAGU
72
MUAL LAGI
73
KARMA?
74
PENGUNTIT
75
HATI-HATI!
76
SIAPA?
77
KYLE?
78
SEJAK KAPAN?
79
PENJELASAN AUDREY
80
IKATAN BATIN?
81
PULANG
82
LUPA
83
SHOCK
84
NGIDAM
85
AUDREY KENAPA?
86
RENCANA
87
BABYMOON
88
TAK TERDUGA
89
SAMPAI DAPAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!