Kyle masih berkutat dengan beberapa pekerjaan yang dikirim oleh Daniel, saat pikirannya terus saja memikirkan Valeria. Kyle merasa sudah jenuh di rumah, dan ingin pergi ke kantor saja. Namun Mom dan Dad masih melarang Kyle ke kantor karena mereka merasa khawatir dengan kondisi Kyle.
Padahal, hanya ingatan Kyle yang belum pulih. Selebihnya, Kyle sudah pulih dan sudah merasa sehat.
Kyle belum bertemu Valeria lagi, sejak pertemuannya yang terakhir dengan gadis itu, tidak wanita itu beberapa hari yang lalu di ruamh sakit.
Valeria bukan seorang gadis lagi. Valeria sudah punya suami sekarang.
Tapi kenapa Kyle seakan masih belum rela?
Kyle memacari Valeria sejak wanita itu duduk di bangku kelas sebelas SMA. Sekian lama Kyle menunggu Vale lulus sekolah, lalu lulus kuliah, tapi kenapa Kyle malah melepaskan Valeria begitu saja dan membiarkannya menikah dengan pria lain?
Apa yang sebenarnya sudah terjadi?
Kyle butuh penjelasan!
Kyle butuh penjelasan dari Valeria sekarang!
Kyle segera menyambar jaketnya dan keluar dari kamar. Kyle akan ke rumah keluarga Rainer dan menemui Valeria.
Pasti Valeria tinggal disana sekarang.
Kalau tidak, maka Kyle akan bertanya alamat rumah Valeria sekarang, lalu Kyle akan mendatangi Valeria ke rumahnya.
Kyle benar-benar harus bicara pada Valeria!
****
Kyle sudah hafal di luar kepala, jalan menuju ke rumah keluarga Rainer. Jadi tak butuh waktu lama bagi Kyle untuk sampai ke rumah bernuansa putih tersebut.
Setelah bertanya pada security, apa Valeria di rumah atau tidak, Kyle segera mengemudikan mobilnya masuk ke halaman rumah keluarga Rainer. Kata Security, Valeria sedang ada di rumah sekarang.
Kebetulan sekali!
Semoga suami Valeria sedang tidak ada . Jadi Kyle bisa leluasa bicara dengan Valeria.
Kyle baru saja turun dari mobilnya, saat seorang pria menyambutnya dan menyapanya dengan hangat.
Kyle ingat wajah itu!
Itu adalah pria yang datang bersama Valeria ke rumah sakit untuk menjenguk Kyle.
Itu adalah suami Valeria.
Dasar brengsek!
"Hai, Kyle! Kau sudah sehat?" Sapa Arga seraya tersenyum hangat pada Kyle.
Sial!
Apa dia pikir Kyle sedang sekarat?
"Hai,-" Kyle tidak ingat nama suami Valeria ini.
"Arga!" Ucap Arga cepat mengingatkan Kyle siapa namanya.
"Ya. Hai, Arga!" Kyle mengulangi sapaannya pada Arga.
"Aku ingin bertemu dengan Va-"
"Ayah!" Suara seorang gadis kecil membuat Kyle tak jadi melanjutkan kalimatnya.
"Om baik hati!" Seru gadis kecil itu yang langsung memeluk pinggang Kyle dengan erat.
"Om sudah sembuh? Kemarin kata Bunda, Om sakit dan dirawat di rumah sakit," tanya gadis kecil itu yang sesaat membuat Kyle mematung di tempatnya.
"Dia Vaia, Kyle. Mungkin kau mengingatnya," Arga memperkenalkan Vaia pada Kyle.
Namun Kyle menggeleng dengan cepat.
"Kenapa Om Kyle tidak ingat pada Vaia, Ayah?" Tanya Vaia dengan raut wajah sedih.
"Om Kyle hanya sedikit lupa, karena kemarin Om Kyle mengalami luka di kepalanya. Nanti Om Kyle juga akan ingat pada Vaia," jelas Arga memberi pengertian pada Vaia yang raut wajahnya masih sedih.
"Kau tahu kenapa aku membatalkan pernikahanku bersama Vale?"
"Kau tidak mau menyakiti dua gadis bernama Valeria. Itu yang kau katakan kepadaku saat itu."
"Apa nama putrimu juga Valeria, Arga?" Tanya Kyle tiba-tiba yang sontak membuat Arga sedikit terkejut.
Mungkinkah Kyle sudah ingat?
"Ya."
"Apa kau sudah ingat, Kyle?" Tanya Arga penuh harap.
Namun gelengan kepala dari Kyle menbuat harapan Arga kembali harus runtuh.
"Audrey yang mengatakannya kepadaku beberapa hari yang lalu," ujar Kyle yang akhirnya paham dengan kalimat Audrey hari itu di dalam mobil.
Kyle membatalkan pernikahannya dengan Valeria karena ia tak mau menyakiti dua gadis bernama Valeria. Kyle pasti merasa iba pada gadis kecil ini dan membiarkan Vale menjadi bunda sambung untuk gadis kecil ini.
"Apa kau tadi kesini karena ingin bertemu Vale?" Tanya Arga selanjutnya yang langsung membuyarkan lamunan Kyle.
"Ya. Apa dia ada?" Jawab Kyle akhirnya to the point.
"Bunda kemana, Vaia?" Arga ganti bertanya pada sang putri.
"Tadi sedang menyusui Adek Ezra."
"Biar kupanggilkan sebentar kalau begitu. Masuklah dulu, Kyle!" Arga mempersilahkan Kyle untuk masuk ke rumah dan pria itu sudah menghilang ke lantai dua untuk memanggil Vale.
Tak berselang lama, Vale turun bersama Arga yang kini menggendong seorang bayi lelaki yang wajahnya mirip dengan Vale. Namun hidung serta rambutnya mirip Arga. Benar-benar perpaduan Vale dan Arga.
"Aku akan mengasuh anak-anak di halaman belakang," ucap Arga yang seolah sedang memberikan ruang untuk Vale dan Kyle agar leluasa mengobrol.
Kyle bahkan tak menangkap raut kecemburuan di wajah Arga.
Apa suami Vale itu tak cemburu, melihat Vale mengobrol dengan pria lain?
Vale sudah duduk di sofa sekarang dan tersenyum pada Kyle.
"Abang sudah sehat?" Tanya Vale berbasa-basi pada Kyle.
"Ya! Fisikku sudah pulih, hanya saja aku belum mengingat apapun tentang pernikahanmu bersama Arga atau hal lain setelah pernikahan Anne dan Abi," jawab Kyle yang mendadak merasa kehilangan arah.
Melihat kebahagiaan keluarga kecil Vale, rasanya akan sangat egois jika Kyle kembali mengungkit masa lalunya bersama Vale.
"Vale, tentang hubungan kita," suara Kyle tercekat di tenggorokan.
"Hubungan yang mana, Bang? Kita berdua sudah sama-sama memiliki pasangan dan keluarga sekarang," ucap Vale dengan nada tegas dan juga tatapan mata yang tegas.
"Tapi aku masih merasa kalau kau itu kekasihku," Kyle meraih tangan Vale dan menggenggamnya. Namun Vale segera melepaskan genggaman tangan Kyle perlahan.
"Semuanya sudah berakhir, Bang! Abang sendiri yang mengakhiri semuanya," Vale berkata dengan lembut.
"Abang juga sudah menikah dengan Audrey sekarang. Audrey istri sah abang Kyle!" Kali ini suara Vale berubah tegas.
"Tapi aku tak ingat apapun tentang Audrey."
"Sekuat apapun aku berusaha mengingatnya, aku tetap tak bisa ingat. Karena yang terus ada di pikiranku hanyalah kamu, Vale!" Tutur Kyle yang raut wajahnya sudah berubah memelas.
"Berhentilah memikirkan tentang Vale kalau begitu, Bang! Istri Abang itu Audrey, bukan Vale!" Tegas Valeria sekali lagi seolah tak peduli dengan wajah memelas Kyle.
"Meskipun Abang tak bisa mengingat apapun tentang Audrey, Abang tetap harus menyesuaikan diri dan menerima kenyataan bahwa Audrey itu istri Abang!" Ujar Vale yang lebih ke arah menasihati Kyle.
Sama persis dengan kata-kata Mom Bi beberapa hari kemarin.
"Aku tidak bisa! Audrey seperti orang asing bagiku!"
"Aku tak bisa hidup bersama orang asing!" Kyle berubah frustasi.
"Audrey bukan orang asing, Bang! Cobalah untuk terus meyakinkan diri Abang sendiri kalau Audrey itu bukan orang asing!"
"Lakukan saja rutinitas Abang seperti setelah abang menikah dengan Audrey!"
"Dan berhentilah bersikap kaku pada Audrey! Kalian adalah pasangan yang sangat romantis!" Vale terus berusaha meyakinkan Kyle.
"Biarkan Audrey membimbing Abang melakukan hal-hal yang sekiranya bisa memancing ingatan Abang untuk segera pulih!"
"Jika Abang terus bersikap kaku dan menutup diri pada Audrey, bagaimana Abang akan bisa menemukan ingatan Abang kembali?" Tutur Vale sekali lagi yang langsung membuat Kyle terdiam sejenak
"Berhentilah menganggap Audrey sebagai orang asing, Bang! Audrey istri sah Abang Kyle!" Nasehat Vale sekali lagi yang kali ini langsung membuat Kyle mengangguk.
"Akan kucoba."
"Aku akan mencobanya." Tekad Kyle bersungguh-sungguh,
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Denni Siahaan
jangan lama lama ilang ingatan ya Thor kasian istrinya
2023-08-14
0
dyul
susahnya.... ngadepin org amnesia....
2023-05-22
0
lucky gril
bc nya ngebutttt ikut rengosan,cepet banget neranginnya
2021-12-16
0