BUKAN WANITA YANG SEMPURNA

Audrey memilih untuk duduk di sudut ruangan, menunggu Kyle yang sedang mengambil minuman. Audrey mengedarkan pandangannya ke salah satu sisi ruangan dimana ada panggung kecil disana. Seorang pemain keyboard dan seorang penyanyi yang bersuara merdu mengalunkan lagu indah yang membuat suasana di dalam ballroom menjadi syahdu dan romantis.

"Maaf lama. Kau mau berdansa?" Tanya Kyle seraya menyodorkan segelas minuman berwarna merah pada Audrey.

Audrey menggeleng dengan cepat masih sambil mengulas senyum di bibirnya.

"Ngomong-ngomong, terima kasih untuk puisi tiga katamu yang kau selipkan di dalam tas merah itu," ucap Audrey yang langsung membuat Kyle mengusap tengkuknya sendiri.

"Kau menemukannya?"

"Bukan aku. Tapi Papaku yang menemukannya," jawab Audrey yang langsung membuat Kyle melebarkan kedua matanya.

"Tapi Papa belum membaca puisinya dan papa hanya bertanya, siapa itu Kyle?" Lanjut Audrey yang langsung membuat Kyle menghela nafas lega.

"Mungkin sebaiknya aku bersikap jantan di depan papamu dan tidak main kucing-kucingan lagi, jika ingin mengajakmu berkencan," ujar Kyle sedikit terkekeh.

"Kita tidak sedang berkencan, Kyle! Aku hanya sedang menemanimu malam ini," sanggah Audrey cepat.

"Tapi aku benar-benar ingin mengajakmu berkencan, Audrey!" Kyle meraih tangan Audrey, menggenggamnya dengan erat lalu mengecupnya dengan begitu mesra.

Audrey hanya mematung dengan semua sikap Kyle tersebut.

"Aku rasa, empat tahun sudah lebih dari cukup untukmu menata hati, Audrey!" Lanjut Kyle lagi menatap dalam ke arah Audrey.

Tatapan yang bahkan Audrey sendiri tidak tahu maksudnya apa.

"Kita hanya berteman, oke!" Audrey mengingatkan Kyle sekali lagi tentang hubungan di antara mereka.

"Tapi aku mau hubungan kita lebih dari seorang teman, Audrey! Aku serius tentang ini," ucap Kyle bersungguh-sungguh yang masih mengecup tangan Audrey berulang kali.

"Maaf, tapi aku tidak bisa, Kyle!" Audrey hendak menarik tangannya dari genggaman Kyle, namun Kyle menggenggam begitu erat, hingga Audrey tak mampu melepaskan tangannya sendiri.

Kyle berpindah tempat duduk menjadi di samping Audrey sekarang. Tangan pria itu terulur dan mengusap airmata yang menggenang di sudut mata Audrey.

"Aku tidak mau membuatmu kecewa dan menyesal di kemudian hari, karena aku bukan seorang wanita yang sempurna," tutur Audrey yang matanya sudah kembali berkaca-kaca.

"Berapa lama memangnya kau dan mantan suami brengsekmu-"

"Namanya Will," Potong Audrey cepat.

"Baiklah, berapa lama kau dan Will menikah, hingga kau bisa mencap dirimu sebagai wanita yang tak sempurna?" Cecar Kyle dengan nada sedikit emosi.

"Satu tahun kurang dua bulan. Bukankah aku sudah menceritakannya kepadamu kemarin?" Jawab Audrey yang langsung membiat Kyle berdecak tak percaya.

"Baru sepuluh bulan! Itu belum lama, Audrey!"

"Mungkin belum lama bagi sebagian orang, tapi itu teralu lama bagi Will dan keluarganya karena mereka diburu waktu untuk segera memiliki cucu demi mempertahankan hak waris mereka."

"Dan Will adalah satu-satunya anak di keluarga Atmaja, jadi mereka selalu bertanya kepadaku setiap bulan apa aku sudah hamil atau belum. Dan itu membuatku frustasi!" Cerita Audrey mulai emosi.

"Kau dan Will tidak pergi ke dokter untuk memeriksakan diri? Mungkin saja Will yang punya masalah disini," Tanya Kyle penasaran.

Lagipula, dijaman modern seperti sekarang, pasutri yang memiliki masalah reproduksi pun bisa memiliki keturunan dengan berbagai perkembangan teknologi yang ada.

Audrey menggeleng dan tersenyum kecut.

"Tadinya aku juga berpikir demikian. Karena beberapa dokter yang aku temui semuanya mengatakan kalau aku sehat dan baik-baik saja."

Audrey menjeda kalimatnya sejenak, menyesap minuman di gelasnya, lalu menarik nafas panjang.

"Lalu kejadian pagi itu membuatku membuka mata dan menyadari tentang diriku yang sepertinya memang bermasalah."

"Apa yang terjadi?" Tanya Kyle tak sabar

"Aku tidak pulang semalaman karena harus mengurus sebuah acara pernikahan. Dan saat aku pulang keesokan paginya, aku mendapati Will sedang tidur di kamar, di atas ranjang bersama seorang wanita yang aku ketahui adalah sekretarisnya." Audrey tertawa menyedihkan saat wanita itu terus saja melanjutkan ceritanya, sekalipun Kyle sudah meminta Audrey untuk berhenti dan tak melanjutkan lagi cerita memilukan itu.

"Will mengaku kalau ia mabuk, lalu dijebak dan itu adalah sebuah rekayasa, tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Will yang sedang bercinta dengan wanita itu dan begitu mrnikmatinya." Airmata Audrey lolos begitu saja di kedua pipinya. Namun Audrey segera menyekanya dengan cepat dan kasar.

"Seketika aku merasa benar-benar jijik pada Will dan pada diriku sendiri. Entahlah!"

"Dan wanita itu menunjukkan tespect dengan dua garis merah beberapa minggu setelahnya." Pungkas Audrey yang kembali meneguk minuman di gelasnya hingga tandas.

"Wanita itu hamil anak Will?" Tebak Kyle yang langsung dijawab Audrey dengan anggukan dan sebuah senyuman kecut.

"Kedua orangtua Will langsung meminta Will menikahi wanita itu, dan aku cukup tahu diri untuk segera menandatangani surat perceraianku dengan Will, lalu aku pulang ke rumah Papa dan Mama," pungkas Audrey mengakhiri ceritanya.

Kyle segera mengambil sapu tangan dari saku dan menyeka airmata Audrey, lau meraup wanita itu ke dalam pelukannya.

"Ayo kita keluar dari tempat ini!" Ajak Kyle yang sudah bangkit dari kursinya. Pria itu membimbing Audrey untuk ikut berdiri juga, dan membawa wanita itu keluar dari ballroom hotel dengan cepat.

Kyle dan Audrey masih saling diam saat lift terus membawa mereka berdua ke lantai paling atas hotel di bagian rooftop.

Ada beberapa kursi santai dan kolam renang di atas rooftop. Dan disini cukup sepi, mungkin karena malam sudah larut.

Kyle dan Audrey duduk bersebelahan di satu kursi panjang yang ada di tepi kolam, dan menatap pada taburan bintang-bintang yang menghiasi pekatnya langit malam ini.

"Apa kau sedang mencari pelarian, Kyle?" Tanya Audrey tiba-tiba pada Kyle yang masih menggenggam tangan Audrey.

"Pelarian apa maksudmu? Tentang hubunganku yang gagal bersama Vale kemarin?" Tebak Kyle yang langsung membuat Audrey mengangguk.

"Kau tiba-tiba mendekatiku setelah pernikahanmu dengan Vale batal. Bukankah itu sedikit-"

"Aneh?"

"Maaf bukan maksudku menyinggung perasaanmu. Hanya saja, aku tidak mau jika hubungan ini hanya sebuah pelarian dari perasaanmu yang tak pernah kesampaian pada Valeria," Audrey menundukkan wajahnya dan menatap pada riak air di kolam renang.

"Perasaanku yang itu sudah menguap pergi, sejak aku mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahanku bersama Vale. Dan di malam resepsi pernikahan Vale dan Arga, saat kita bertabrakan untuk yang kelima kalinya-"

"Itu baru yang keempat. Yang kelima belum terealisasi sejauh ini," sela Audrey mengoreksi kalìmat Kyle dan sedikit terkekeh.

"Baiklah, sejak tabrakan kita yang keempat itu, aku merasa sesuatu yang pernah lewat dalam diriku saat pertama kali melihatmu tiba-tiba muncul ke permukaan" lanjut Kyle yang membuat Audrey mengangkat sebelah alisnya karena tak paham.

"Sesuatu yang pernah lewat?"

"Aku tertarik kepadamu sejak awal aku melihatmu di pesta pertunangan Abang Zayn. Tapi aku rasa aku tak terlalu menyadarinya karena saat itu aku masih fokus pada hubunganku dengan Vale."

"Lalu setelahnya, kita sering bertabrakan dan tak sengaja bertemu. Sepertinya alam yang bekerja dan membuat kita sering bertemu setelahnya," Kyle mulai berteori.

"Aku rasa itu hanya sebuah kebetulan," ujar Audrey menyanggah teori dari Kyle.

"Kebetulan yang disengaja oleh alam," Kyle sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Audrey sekarang.

Audrey hanya mematung di tempatnya seakan terhipnotis oleh suara lembut dan wajah tampan Kyle.

"Aku tidak ingin memaksa, tapi biarkan aku menyembuhkan hatimu yang pernah terluka itu, Audrey!" Kyle mengecup tipis bibir Audrey.

"A-aku butuh waktu, Kyle!" Jawab Audrey tergagap.

"Berapa lama?" Kyle kembali mencecap bibir merekah Audrey.

Memang hanya sekilas, tapi cukup dalam dan lembut.

"Kau berhak untuk bahagia, Audrey! Jadi izinkan aku memberikan semua kebahagiaan itu untukmu." Kyle sudah menangkup lembut wajah Audrey sekarang.

"Aku bukan wanita yang sempurna, Kyle! Aku sudah pernah menikah. Kau pantas mendapatkan gadis lain yang lebih baik dan lebih sempurna," cicit Audrey dengan raut wajah sedih.

"Kau yang terbaik sejauh ini," ucap Kyle bersungguh-sungguh.

"Dan aku tak peduli dengan semua masalalumu," lanjut Kyle lagi masih dengan nada yang bersungguh-sungguh.

"Berikan aku waktu untuk berpikir!" Audrey mengusap tangan Kyle yang masih menangkup wajahnya.

"Karena ini terlalu mendadak," sambung Audrey lagi menarik nafas dengan susah payah.

"Baiklah!" Kyle mengangguk dengan yakin.

"Kau mungkin masih belum percaya kepadaku, jadi aku akan membuatmu benar-benar percaya, Audrey!" Tekad Kyle bersungguh-sungguh sebelum pria itu mencium kening Audrey.

"Hari sudah larut. Sebaiknya kita pulang sekarang!" Ajak Audrey yang langsung diiyakan oleh Kyle. Pria dan wanita itupun bergegas meninggalkan hotel dan segera pulang.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

Terpopuler

Comments

dyul

dyul

Semoga jadian ya, dan will lihat kamu punya anak, dan yg mandul will

2023-05-21

0

Rika Jhon

Rika Jhon

kisah audrey sama sprti mm hanni ya,yg seorang janda tpi di cintai dgn tulus olh lelaki yg bnr2 mencintai mereka

2021-12-23

0

Anna Aqila 🏚️ 🌺

Anna Aqila 🏚️ 🌺

kau pantas bahagia Audrey

2021-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 KECELAKAAN
2 KAU SIAPA?
3 AWAL KEDEKATAN
4 PERHATIAN
5 USAHA KYLE
6 BUKA HATIMU!
7 BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8 RESTU KELUARGA
9 AKU SERIUS!
10 UNTUK AUDREY
11 BAHAGIA
12 MENIKAH
13 PAGI
14 RUNYAM
15 PULANG
16 CANGGUNG
17 KESABARAN AUDREY
18 KYLE KEMANA?
19 SUDAH BERAKHIR
20 USUL DAN RENCANA
21 KOTAK BAYI
22 JANJI PERNIKAHAN
23 KENANGAN
24 CERITA KYLE
25 APARTEMENT
26 BIMBANG
27 KEPUTUSAN AUDREY
28 MOVE ON, KYLE!
29 TEKAD AUDREY
30 USAHA AUDREY
31 COKLAT TRUFFLE
32 MEMULAI KEMBALI
33 KELUARGA
34 FOTO BERCERITA
35 BOLEH AKU?
36 OLAHRAGA
37 RENCANA MOM
38 TANPA RASA
39 CEMBURU?
40 POSESIF ATAU CINTA?
41 HARAPAN
42 PULAU
43 PANTAI
44 COKLAT HANGAT
45 MASIH ROMANTIS
46 I LOVE YOU
47 ADA APA DENGAN KYLE?
48 KACAU
49 KERAS KEPALA
50 LELAH
51 BERPISAH?
52 INGAT?
53 KENAPA?
54 MASIH BERHARAP
55 MANTAN
56 SALAH
57 MAU KEMANA?
58 CERITA VAIA
59 AUDREY KEMANA?
60 DIA SUDAH PERGI
61 JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62 PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63 KYLE KENAPA?
64 MUAL
65 NGIDAM?
66 SIAPA YANG HAMIL?
67 KEBINGUNGAN KYLE
68 JAWABAN DEMI JAWABAN
69 CINTA MENEMUKAN JALAN
70 APA ITU AUDREY?
71 RAGU
72 MUAL LAGI
73 KARMA?
74 PENGUNTIT
75 HATI-HATI!
76 SIAPA?
77 KYLE?
78 SEJAK KAPAN?
79 PENJELASAN AUDREY
80 IKATAN BATIN?
81 PULANG
82 LUPA
83 SHOCK
84 NGIDAM
85 AUDREY KENAPA?
86 RENCANA
87 BABYMOON
88 TAK TERDUGA
89 SAMPAI DAPAT
Episodes

Updated 89 Episodes

1
KECELAKAAN
2
KAU SIAPA?
3
AWAL KEDEKATAN
4
PERHATIAN
5
USAHA KYLE
6
BUKA HATIMU!
7
BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8
RESTU KELUARGA
9
AKU SERIUS!
10
UNTUK AUDREY
11
BAHAGIA
12
MENIKAH
13
PAGI
14
RUNYAM
15
PULANG
16
CANGGUNG
17
KESABARAN AUDREY
18
KYLE KEMANA?
19
SUDAH BERAKHIR
20
USUL DAN RENCANA
21
KOTAK BAYI
22
JANJI PERNIKAHAN
23
KENANGAN
24
CERITA KYLE
25
APARTEMENT
26
BIMBANG
27
KEPUTUSAN AUDREY
28
MOVE ON, KYLE!
29
TEKAD AUDREY
30
USAHA AUDREY
31
COKLAT TRUFFLE
32
MEMULAI KEMBALI
33
KELUARGA
34
FOTO BERCERITA
35
BOLEH AKU?
36
OLAHRAGA
37
RENCANA MOM
38
TANPA RASA
39
CEMBURU?
40
POSESIF ATAU CINTA?
41
HARAPAN
42
PULAU
43
PANTAI
44
COKLAT HANGAT
45
MASIH ROMANTIS
46
I LOVE YOU
47
ADA APA DENGAN KYLE?
48
KACAU
49
KERAS KEPALA
50
LELAH
51
BERPISAH?
52
INGAT?
53
KENAPA?
54
MASIH BERHARAP
55
MANTAN
56
SALAH
57
MAU KEMANA?
58
CERITA VAIA
59
AUDREY KEMANA?
60
DIA SUDAH PERGI
61
JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62
PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63
KYLE KENAPA?
64
MUAL
65
NGIDAM?
66
SIAPA YANG HAMIL?
67
KEBINGUNGAN KYLE
68
JAWABAN DEMI JAWABAN
69
CINTA MENEMUKAN JALAN
70
APA ITU AUDREY?
71
RAGU
72
MUAL LAGI
73
KARMA?
74
PENGUNTIT
75
HATI-HATI!
76
SIAPA?
77
KYLE?
78
SEJAK KAPAN?
79
PENJELASAN AUDREY
80
IKATAN BATIN?
81
PULANG
82
LUPA
83
SHOCK
84
NGIDAM
85
AUDREY KENAPA?
86
RENCANA
87
BABYMOON
88
TAK TERDUGA
89
SAMPAI DAPAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!