"Mom, Dad, Kyle ingin melamar seseorang," kalimat yang dilontarkan oleh Kyle langsung membuat semua anghota keluarga Arthur yang sedang menikmati makan malam, menghentikan sejenak aktivitas mereka.
"Mau melamar siapa, Kyle?" Tanya Mom Bi yang langsung menanggapi.
"Audrey Abraham," jawab Kyle tegas dan serius.
"Adekny Abang Zayn yang janda itu?" sahut Sean ikut menimpali dan menebak.
"Ya! Kenapa memang? Statusnya bermasalah untukmu sampai kau harus mempertegas begitu?" Kyle menatap tidak senang ke arah Sean.
Meskipun hubungan Sean dan Kyle sudah sempat membaik, namun Kyle masih saja ketus saat bicara dengan Sean, seolah Sean adalah musuhnya.
"Sean hanya bertanya. Maaf jika pertanyaan Sean menyinggung Abang!" Ucap Sean penuh penyesalan.
"Sudah cukup!" Dad Nick angkat bicara dan melerai perseteruan Kyle dan Sean.
Dua putranya yang dulu sangat akur dan saling menyayangi, kini mereka malah jadi bermusuhan karena insiden tak diinginkan yang membuat Sean terpaksa menikahi Rachel. Sebanyak apapun Sean meminta maaf pada Kyle, anak sulung di keluarga Arthur itu sepertinya masih belum belum sepenuhnya meamaafkan sang adik.
"Kenapa mendadak kau ingin melamar Audrey, Kyle?" Tanya Dad Nick selanjutnya menatap serius pada Kyle.
"Kyle mencintainya dan ingin menjalin sebuah hubungan yang serius," jawab Kyle ikut-ikutan serius.
"Berapa lama memangnya kau kenal denagn Audrey itu? Jangan sampai kau ingin menikahi putri keluarga Abraham itu hanya karena kau sedang mencari pelarian atas cintamu yang kandas pada Vale!" Kali ini ganti Mom Bi yang mencecar Kyle.
Kyle tertawa sumbang dan meletakkan sendok di tangannya dengan kasar.
"Kyle sudah melupakan hubungan Kyle dengan Vale, Mom! Kenapa Mom tidak percaya pada Kyle?"
"Mom bukannya tidak percaya. Tapi ini terlalu mendadak. Kau bahkan tidak terlihat menjalin hubungan dengan Audrey. Lalu tiba-tiba kau ingin melamarnya! Bukankah ini sedikit aneh?" Tukas Mom Bi memaparkan pendapatnya.
"Kyke menjalin hubungan dengan Audrey tiga bulan terakhir, Mom! Kami memang tidak berpacaran! Kami menjalin hubungan kerjasama bisnis. Lalu kami sering bertemu dan mengobrol."
"Lalu kau mulai tertarik pada Audrey?" Tebak Dad Nick menyambung penuturan Kyle.
"Dia wanita yang baik, mandiri, supel, dan menyenangkan." Kyle memejamkan matanya, membayangkan Audrey yang sedang tertawa lepas dan wajah cantiknya yang beberapa hari belakangan membuat hati Kyle terasa berbunga-bunga.
"Putramu sedang jatuh cinta, Bi!" Ucap Dad Nick pada sang istri.
Mom Bi hanya mengangguk dan tersenyum.
"Jadi kapan kau mau melamar Audrey?" Tanya Mom Bi akhirnya yang langsung membuat Kyle menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Besok!"
****
Kediaman Abraham
Kyle datang bersama Mom Bi dan Dad Nick sore itu. Kebetulan Audrey masih sibuk mengurus acara pernikahan seseorang dan sepertinya akan pulang sedikit larut. Jadi memang putri keluarga Abraham itu tidak tahu menahu tentang lamaran Kyle ini.
Kyle, Mom Bi, dan Dad Nick sudah duduk di sofa ruang tamu kediaman Abraham. Berhadapan dengan Papa Hans, Mama Hanni, dan juga Abang Zayn yang kebetulan sedang pulang cepat hari ini.
Setelah sedikit berbasa-basi, Dad Nick langsung menyampaikan tujuannya datang ke kediaman Abraham.
"Saya rasa, Kyle sendiri yang akan menyampaikan tujuannya datang kesini, Pak Hans!" Ucap Dad Nick menunjuk pada Kyle yang duduk di sebelahnya.
"Saya Kyle Arthur ingin melamar putri Om Hans, yaitu Audrey Abraham," ucap Kyle to the point.
Papa Hans mengerutkan keningnya mendengar lamaran Kyle yang langsung to the point.
"Kau tahu status Audrey saat ini, Kyle?" Papa Hans bertanya serius pada Kyle.
"Saya tahu semuanya, Om! Tentang masalalu Audrey, saya juga sudah tahu semuanya. Tapi saya tidak peduli dan saya benar-benar mencintai Audrey sekarang," jawab Kyle bersungguh-sungguh.
"Audrey pernah disakiti oleh seorang pria brengsek. Apa kau akan menjadi pria brengsek selanjutnya yang menyakiti hati Audrey?" Tanya Papa Hans dengan nada sedikit menyindir.
"Tentu saja tidak, Om! Saya mencintai Audrey. Jadi saya tidak akan menyakitinya apalagi meninggalkan Audrey."
"Saya ingin membuat Audrey bahagia dan selalu tersenyum." Tutur Kyle penuh kesungguhan.
"Saya sendiri yang akan memberikan pria ini pelajaran jika ia melanggar janjinya, Pak Hansel!" Timpal Dad Nick yang ikut meyakinkan Papa Hans.
"Audrey sedang tidak ada dinrumah, Kyle! Jadi kita belum bisa bertanya pada Audrey apa dia menerima lamaranmu atau tidak," ujar Abang Zayn yang membuat Kyle mengangguk.
"Saya sudah berbicara dengan Audrey, Bang!" Ujar Kyle berkata jujur.
"Dia sudah setuju?" Tanya Papa Hans tak sabar.
"Audrey masih minta waktu untuk berpikir dan mungkin dia masih sedikit ragu dengan keseriusan saya. Jadi sebenarnya tujuan saya datang kemari adalah untuk meminta restu sekaligus dukungan, agar saya bisa meyakinkan Audrey dan membuat putri Om Hans itu membuka hatinya," terang Kyle panjang lebar yang langsung membuat semua orang d ruangan tersebut mengangguk.
"Kau pria yang baik dan jujur, Kyle! Semoga Audrey akan secepatnya membuka hati dan bisa melihat kesungguhanmu ini," puji Mama Hanni penuh harap.
"Jadi, apa keluarga Abraham sudah memberikan restu pada Kyle untuk menjalin hubungan yang serius?" Tanya Dad Nick memastikan.
"Ya! Kamu mendukungmu dan memberikan restu sepenuhnya untukmu, Kyle! Yakinkan Audrey dan setelahnya kalian bisa segera menikah," jawab Papa Hans yang langsung membuat Kyle bernafas lega.
Setidaknya, Kyle sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya dan dari kedua orang tua Audrey.
Sekarang, Kyle hanya perlu meyakinkan Audrey.
.
.
.
Maaf kalau yang ini telat-telat UP nya dan belum bisa konsisten.
Masih ngejar UP nya Emily biar dapat promo banner 🙈🙈
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
Restu....
2023-05-21
0
MandaSeptriani
namanya juga novel kak apapun bisa terjadi disini😅
2022-02-15
0
Wahyunii
garcep semua ya cowo² disini, gakaya di realita, cewe² sampe lumutan nunggu di lamar
2022-02-12
0