Satu setengah tahun sebelumnya....
Gedung Arthur Company.
"Siang, Boss!" Sapa Daniel yang baru saja masuk ke dalam ruangan Kyle membawa beberapa berkas.
"Siang, Daniel! Sudah selesai yang makan siang bersama anak dan istrimu?" Tanya Kyle tanpa menatap ke arah asistennya tersebut.
Daniel hanya meringis, sedikit prihatin dengan hidup Kyle yang tak jadi menikah dengan Valeria beberapa bulan yang lalu.
Dan Valeria malah menikah dengan pria lain yang umurnya lebih tua dan statusnya duda.
Kyle yang malang!
"Ada sedikit masalah dengan EO langganan perusahaan. Mereka tidak bisa mengurus acara peresmian proyek baru kita minggu depan," lapor Daniel pada Kyle yang langsung membuat Kyld mengerutkan kedua alisnya.
"Kenapa baru memberitahu sekarang Daniel! Akan sulit mencari EO baru untuk acara minggu depan," Kyle berdecak dan merasa pesimis.
"Maaf, Kyle! Tapi aku juga baru saja mendapat info." Jawab Daniel dengan raut wajah menyesal.
Kyle mengetuk-ngetukkan penanya ke atas meja kaca dan terlihat sedang berpikir.
"Aku sudah menghubungi beberapa EO. Tapi mayoritas menolak," ujar Daniel lagi menyampaikan info pada Kyle.
"Sudah menghubungi EO milik Audrey?" Tanya Kyle tiba-tiba yang langsung membuat Daniel mengerutkan kedua alisnya.
Audrey punya EO?
Sejak kapan?
Bukannya adik kandung Zayn itu hanya mengurusi acara pernikahan?
"Bukannya EO milik Audrey itu khusus pernikahan saja?" Tanya Daniel sedikit ragu.
"Tidak! Mereka mengurus acara selain pernikahan juga beberapa bulan terakhir," jawab Kyle seraya mengambil ponselnya di atas meja, dan melesakkannya ke dalam saku celana.
"Biar aku yang ke kantor Audrey dan bicara dengannya," ucap Kyle lagi yang sudah bangkit berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah pintu.
"Tumben!" Daniel bersiul dan merasa aneh dengan sikap Kyle kali ini.
Biasanya pria itu begitu bossy dan selalu menyuruh-nyuruh Daniel jika harus pergi ke suatu tempat atau menemui seseorang yang bukan klien penting.
Jadi, ada apa sebenarnya dengan Kyle dan seorang wanita bernama Audrey itu?
****
Kyle menghentikan mobilnya di depan kantor EO milik Audrey yang tidak terlalu besar. Kantor Audrey yang bernuansa serba hijau di bagian depannya, membuat gedung kantor tersebut sedikit mencolok dibandingkan beberapa bangunan di kiri kanannya.
Kyle segera turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam gedung kantor tersebut, saat pria itu berpapasan dengan Audrey yang sepertinya hendak pergi keluar, karena wanita itu menenteng handbag di tangannya.
"Kyle?" Audrey tampak terkejut dengan kedatangan Kyle di kantornya.
Terakhir kali Audrey bertemu pria ini adalah di resepsi pernikahan Valeria dan Arga beberapa bulan yang lalu.
"Hai! Aku sedikit ada perlu. Kau mau pergi? Aku akan kembali nanti jika kau tak sibuk lagi," ujar Kyle yang sedikit salah tingkah di depan Audrey.
"Mmmm, sebenarnya aku hanya ingin pergi makan siang di luar," Audrey melihat ke layar ponselnya.
"Ini sudah jam satu lebih. Kau belum makan siang?" Tanya Kyle heran.
"Tadi ada banyak pekerjaan. Jadi aku tak sempat makan siang," jawab Audrey sedikit terkekeh.
"Boleh aku menemanimu makan siang kalau begitu? Sekalian ada hal yang ingin aku bicarakan," tanya Kyle meminta persetujuan Audrey.
"Ya, tentu! Ayo!" Audrey menunjuk ke arah pintu utama kantornya dan wanita itu sudah berjalan menuju ke sana beriringan dengan Kyle yang terpaksa putar balik mengikuti langkah Audrey.
"Naik mobilku saja!" Kyle membukakan pintu untuk Audrey yang sontak membuat audrey sedikit tersipu malu.
Padahal Audrey juga bisa membuka pintu mobil sendiri.
Kenapa Kyle berlebihan sekali?
Setelah Kyle ikut masuk ke dalam mobilnya, pria itu segera melajukan mobilnya ke restorant yang ditunjuk oleh Audrey. Letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Eo milik Audrey.
"Kau tidak ikut makan siang?" Tanya Audrey saat ia dan Kyle selesai menyebutkan pesanan. Kyle hanya memesan kopi dan tidak memesan makanan.
"Tadi sudah makan siang di kantor," jawab Kyle santai.
Audrey hanya mengangguk mengerti.
"Jadi, tadi mau bicara apa?" Tanya Audrey selanjutnya pada Kyle.
"Oh, iya. Jadi begini, kantorku akan menyelenggarakan sebuah acara akhir minggu ini. Tapi kami belum mendapat EO yang mau menangani acara mebdadak ini.
"Waktunya mepet sekali kalau akhir minggu ini," gumam Audrey yang sepertinya sudah paham arah pembicaran Kyle.
"Aku akan setia memakai jasa EO milikmu, jika kau mau menangani yang ini," rayu Kyle pada Audrey yang masih tampak berpikir.
"Apa kau sedang merayuku?" Tebak Audrey yang kini tertawa renyah.
Wanita itu terlihat semakin cantik saat tertawa lepas begini, dan Kyle baru menyadarinya.
"Ayolah, Audrey! Kau pasti bisa menanganinya! EO milikmu yang terbaik," rayu Kyle sekali lagi yang semakin membuat Audrey tertawa.
"Baiklah, karena rayuanmu sampai dua kali dan wajahmu terlihat memelas aku akan menanganinya." Jawab Audrey akhirnya yang langsung membuat Kyle bersorak senang.
"Kebetulan minggu ini jadwal juga sedang kosong. Jadi itu alasan lain aku menerima paksaanmu kali ini," sambung Audrey lagi mengulas senyum ke arah Kyle.
"Terima kasih banyak, Audrey! Kau memang yang terbaik!" Kyle sudah menggenggam erat tangan Audrey demi meluapkan kegembiran.
Namun deheman dari Audrey, membuat Kyle cepat-cepat melepaskan genggaman tangannya pada Audrey.
"Maaf! Aku hanya terlalu gembira," ujar Kyle salah tingkah.
Audrey hanya mengangguk.
Kopi dan makan siang Audrey sudah tiba dan Audrey segera menyantapnya masih sambil berbincang dengan Kyle membahas konsep acara.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
awalnya maniss...
2023-05-21
0
Rika Jhon
kyk nya author nya sengaja menulis alur cerita nya di mundur maju in deh..jd klo readers nya gk jeli psti pd bingung cz gk faham sm alur nya
2021-12-23
2
💞bae_kimsoo💞
masuk sih meski bacanya acakkk maaf thor
2021-09-28
0