Audrey dan Kyle masih saling diam, saat mobil yang dikemudikan oleh Kyle masuk ke Rainer's Resto.
"Kau keberatan jika kita makan malam disini?" Tanya Kyle meminta pendapat Audrey.
"Tidak sama sekali!" Audrey sudah mengulas senyum di bibirnya.
"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Valeria," ucap Kyle selanjutnya yang langsung membuat Audrey tertawa renyah.
"Ya, tadinya aku pikir kau mau bernostalgia tentang hubunganmu dengan Valeria."
Kyle menggeleng dengan cepat.
"Aku sudah melupakan itu! Dan aku bukan pria brengsek yang memikirkan wanita yang sudah menjadi istri pria lain!" jawab Kyle dengan nada tegas dan yakin.
"Tapi aku hanya belum bisa move on dari rasa masakan di Resto ini. Itulah alasanku masih sering kesini atau pesan makanan dari sini," sambung Kyle lagi masih berucap dengan yakin.
"Makanan disini memang enak! Lidahku juga merasa cocok dan aku juga cukup sering pesan makanan dari sini," ucap Audrey yang langsung membuat Kyle mengerutkan dahinya.
"Selera kita sama ternyata!" Ujar Kyle antusias.
"Mungkin kebetulan!" Jawab Audrey sedikit tersipu malu.
"Ayo turun!" Ajak Kyle yang langsung membuat Audrey mengangguk. Dan dua orang itu segera turun dari dalam mobil Kyle lalu masuk ke dalam Rainer's Resto.
Kyle dan Audrey mengambil tempat duduk di sudut resto, dan segera membuat pesanan.
"Sudah sejak kapan kau membuka usaha WO milikmu itu?" Tanya Kyle membuka obrolan.
"Sejak lulus kuliah sebenarnya. Tapi karena waktu itu aku memutuskan untuk langsung menikah, jadilah usaha yang aku rintis sempat terbengkalai. Lalu beberapa bulan setelah menikah, aku memutuskan untuk lanjut mengurus WO milikku dan sedikit minta bantuan pada Papa dan Abang Zayn. Relasi mereka banyak," cerita Audrey yang langsung membuat Kyle manggut-manggut.
"Kau menikah di usia muda sepertinya," gumam Kyle sedikit menebak.
"Ya! Menikah di usia 21 tahun. Lalu resmi menjanda di usia 22 tahun. Sebuah pencapaian terbodoh dalam hidupku," jawab Audrey seraya tersenyum kecut.
"Setiap orang pasti punya pengalaman tak menyenangkan dalam hidupnya, Audrey!" Kyle berusaha untuk menghibur Audrey.
"Ya, kau benar. Dan aku sudah melupakan semuanya sekarang." Audrey menyesap minuman di gelasnya.
"Setidaknya, aku lebih menikmati hidupku yang sekarang, karena aku sudah bebas melakukan apapun yang aku mau!" Sambung Audrey sebelum kembali menyesap minumannya.
Makanan yang dipesan oleh Audrey dan Kyle sudah datang.
"Kau sendiri, sudah menemukan pacar baru sekarang?" Audrey ganti bertanya pada Kyle yang sedang menikmati steak di piringnya.
"Belum jadi pacar. Tapi aku rasa, aku sudah menemukan seorang wanita yang akan jadi calon istriku," jawab Kyle seraya melemparkan tatapan penuh ketertarikan pada Audrey.
Terang saja hal itu langsung membuat Audrey mengalihkan pandangannya dan enggan membalas tatapan Kyle.
"Audrey!" Panggil Kyle yang sudah meraih tangan Audrey yang ada di atas meja.
"Ini hanya hubungan bisnis, Kyle!" Ujar Audrey mengingatkan Kyle masih tanpa menatap pada pria tersebut.
"Hubungan bisnis bisa berubah menjadi hubungan lain yang lebih serius." Kyle semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Audrey.
"Maaf! Tapi aku tidak ada rencana untuk menjalin hubungan dalam waktu dekat, dan mungkin dalam waktu panjang!" Jawab Audrey yang langsung menarik tangannya dari genggaman Kyle dan wanita itu terlihat salah tingkah.
"Kau masih muda, Audrey! Kau berhak untuk bahagia dan membangun sebuah keluarga dengan pria yang kau cintai dan juga mencintaimu," ucap Kyle yang langsung membuat hati Audrey terasa perih.
"Terakhir kali aku mencintai seorang pria, hanya rasa sakit hati yang aku dapatkan. Jadi sejak detik itu, aku memutuskan untuk tak lagi jatuh cinta pada pria manapun!" Jawab Audrey dengan nada tegas.
"Dan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang! Jadi tidak usah sok menasehatiku!" Sambung Audrey seraya bangkit dari duduknya. Makanan Audrey bahkan belum habis setengahnya.
"Aku akan pulang duluan!" Pamit Audrey yang sudah meninggalkan Kyle begitu saja dan berjalan cepat keluar dari resto.
Kyle segera menbayar makanan mereka dengan cepat dan berlari menyusul Audrey yang kini sudah berdiri di depan Rainer's Resto dan sedang menunggu taksi.
"Ayo aku antar pulang!" Bujuk Kyle lembut.
"Tidak! Aku bisa naik taksi, Kyle!"tolak Audrey masih sambil melambaikan tangannya pada taksi yang melintas.
Tak ada yang berhenti dan semua taksi sepertinya sedang penuh.
Sial!
"Audrey aku minta maaf jika kata-kataku tak menyinggung hatimu!" Kyle berucap dengan sungguh-sungguh.
"Tapi tolong jangan jadikan aku pria pengecut malam ini yang membiarkan seorang wanita pulang sendirian naik taksi. Aku akan mengantarmu pulang, ayo!" Bujuk Kyle sekali lagu yang kini sudah meraih lengan Audrey dan sedikit memaksa wanita tersebut untuk kembali ke halaman parkir.
Audrey hanya menghela nafas dan merasa kalau sikapnya sedikit berlebihan pada Kyle malam ini. Wanita itu akhirnya mengangguk dan mengikuti langkah Kyle untuk kembali ke halaman parkir Rainer's Resto.
Kyle membukakan pintu mobilnya untuk Audrey dan segera menyusul masuk ke dalam mobil.
"Maaf soal tadi, Kyle! Sikapku berlebihan sekali,"ucap Audrey penuh sesal saat Kyle sudah mulai melajukan mobilnya meninggalkan Rainer's Resto.
"Tidak apa! Tidak perlu minta maaf!" Jawab Kyle santai.
"Kau pria baik dan sempurna, Kyle! Jadi pasti kau akan bertemu seorang gadis yang baik dan sempurna juga untuk," ujar Audrey memanjatkan doa baik untuk Kyle.
"Kadang yang sempurna tidak harus berpasangan dengan yang sempurna juga, agar mereka bisa saling melengkapi dan memahami pasangannya," pendapat Kyle bijak.
Audrey sejenak terdiam mendengar kalimat Kyle.
"Dan aku bukan seorang pria yang sempurna! Jadi berhenti memujiku secara berlebihan begitu, atau aku tidak akan bisa mengeluarkan kepalaku dari mobil nanti," sambung Kyle lagi sedikit berkelakar untuk mencairkan suasana anatra dirinya dan Audrey.
Audrey hanya tertawa kecil mendengar lelucon dari Kyle.
"Kau terlihat sangat cantik jika tertawa lepas begitu, Audrey! Boleh aku membuatmu tertawa lebih sering?" Kyle menatap sekilas pada Audrey dan wajah wanita itu terlihat tersipu.
"Aku akan seperti orang gila jika tertawa terus tanpa sebab," jawab Audrey yang sudah menghebtikan tawanya.
"Kita bisa tertawa berdua jadi kau tak perlu menjadi gila sendirian!" Sahut Kyle lagi yang mau tak mau membuat Audrey kembali harus tertawa.
Tanpa terasa, mobil Kyle sudah tiba di depan kediaman Abraham.
Kyle terus mengemudikan mobilnya masuk ke halaman rumah yang luas tersebut dan berhenti tepat di depan teras.
"Terima kasih sudah mengantarku sampai ke rumah, Kyle!" Ucap Audrey seraya melepas sabuk pengamannya.
"Terima kasih juga karena sudah menemaniku makan malam dan tertawa," Kyle meraih tangan Audrey dan mengecupnya cukup lama. Membuat Audrey jadi bersemu merah.
"Ngomong-ngomong, kau ada acara lusa?" Tanya Kyle sebelum Audrey keluar dari mobilnya.
"Entahlah," jawab Audrey mengendikkan kedua bahunya.
"Sebenarnya aku mendapat undangan ke sebuah acara perusahaan. Dan aku tak punya pasangan."
"Mungkin kau harus mencari pasangan secepatnya!" Saran Audrey memotong kalimat Kyle dengan cepat.
"Itu dia masalahnya! Waktuya mepet, dan aku tak ada waktu untuk mencari pasangan. Sementara semua tamu yang hadir pasti akan membawa pasangan mereka masing-masing," cerita Kyle yahg raut wajahnya sudah berubah.
"Aku tahu ini akan mengarah kemana," gumam Audrey yang sudah langsung bisa menebak.
"Ini bukan permintaan, Nona Audrey. Ini sebuah paksaan!" Kyle berbisik pada Audrey yang hanya terkikik kecil.
"Kau selalu measang raut wajah memelas itu saat minta tolong kepadaku!" Audrey berdecak kesal.
"Karena hanya dengan cara ini, kau tidak bisa menolak permintaanku," jawab Kyle tanpa raut berdosa.
"Baiklah! Kau menang! Jemput aku lusa!" Ucap Audrey akhirnya yang langsung menbuat Kyle tersenyum penuh kemenangan.
"Apa ada dresscode untuk acaranya?" Tanya Audrey selanjutnya.
"Tidak ada! Pakai saja gaun yang kau suka, dan aku akan menjemputmu lusa pukul tujuh malam," Kyle mengecup tangan Audrey sekali lagi.
"Terima kasih banyak, Nona Audrey!" Ucap Kyle lembut dan mesra.
"Aku turun dulu!" Pamit Audrey sedikit salah tingkah.
Wanita itu membuka pintu mobil Kyle dan segera turun saat Kyle kemabli memanggilnya.
"Audrey! Oleh-olehmu ketinggalan!" Kyle menyodorkan lewat jendela mobil paperbag berisi oleh-oleh dari Kyle tadi.
"Oh, ya ampun! Terima kasih banyak, Kyle!" Ucap Audrey tulus.
Kyle hanya tersenyum dan mengangguk, lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Abraham.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
Kyle... jodohnya audrey
2023-05-21
0
Wahyunii
aku syuka banget ka sama tulisannya,, rapi dan letaknya cocok, penggunaan antara kami dan kita itu sangat teliti..
sehat terus dan sukses jd othor the best
2022-02-12
1
Riska Wulandari
mending Kyle kemana mana ketimbang Will yg g punya pendirian,,Kyle gentle banget Audrey..
2021-11-02
0