Masa kini...
"Audrey!" Teguran dari Valeria yang datang bersama Arga mengagetkan Audrey yang sedang melamjn di depan kamar perawatan Kyle.
"Vale!"
"Se-sejak kapan kau datang?" Tanya Audrey tergagap.
"Baru saja. Kebetulan aku dan Arga sedang berkunjung ke rumah Papa, lalu kata Papa, Abang Kyle kecelakan dan terbaring koma," cerita Vale yang kini sudah duduk di samping Audrey.
"Bagaimana kondisi Kyle, Audrey? Apa sudah ada kemajuan?" Gantian Arga yang bertanya pada Audrey.
"Ya. Kyle baru saja bangun," jawab Audrey menunjukkan raut wajah sedih.
Audrey kembali terbayang tentang Kyle yang sama sekali tak ingat kepadanya.
"Lalu kenapa kau ada di luar? Kenapa tidak menemani Abang Kyle di dalam?" Tanya Vale bingung.
Audrey menggeleng sedih sebelum airmata lolos di kedua pipi Audrey.
"Kyle tidak ingat kepadaku," ucap Audrey nyaris tanpa suara.
"Bagaimana bisa?" Tanya Arga tak mengerti.
"Aku juga tidak tahu. Kyle ingat pada semua keluarganya, bahkan Kyle ingat kepadamu, Vale. Tapi Kyle sama sekali tak ingat kepadaku dan dia tak mengenaliku sama sekali," cerita Audrey seraya terisak.
Vale segera merengkuh Audrey ke dalam pelukannya.
"Mungkin Abang Kyle hanya lupa sementara, Audrey!"
"Audrey!" Mom Bi dan Dad Nick akhirnya juga tiba di rumah sakit dan segera menghampiri Audrey yang masih dirangkul oleh Vale.
Audrey menghapus airmatanya dengan cepat, seakan tak mau ketahuan mertuanya tersebut kalau ia habis menangis.
"Kata Sean, Kyle sudah bangun dari komanya. Apa itu benar?" Tanya Dad Nick memastikan pada Audrey.
"Iya, Dad! Kyle memang sudah bangun dan mencari Mom dan Dad tadi," jawab Audrey yang langsung membuat Mom Bi membuka pintu kamar perawatan Kyle, lalu merangsek masuk.
"Ayo kita juga masuk!" Aja Vale pada Audrey seraya membimbing wanita tersebut untuk menyusul Mom Bi dan Dad Nick masuk ke kamar perawatan Kyle.
"Mom, Dad!" Sapa Kyle pada kedua orang tuanya tersebut.
Mom Bi langsung memeluk Kyke denagn erat seakan sedang meluapkan kegembiraannya karena akhirnya, Kyle bangun dari komanya.
"Vale, Sayang! Kau akhirnya datang!" Sapaan Kyle pada Vale sontak membuat semua orang di dalam kamar perawatan menjadi terdiam.
Sean melempar tatapan prihatin pada Audrey yang kini hanya menundukkan wajahnya.
"Hai, Bang! Senang melihat Abang yang akhirnya bangun dari koma," Vale menyapa Kyle dengan canggung dan sedikit mendekat ke arah Kyle.
"Kenapa canggung begitu, Vale?" Tanya Kyle bingung.
"Abang ingat pada Arga, kan? Suami Vale," ucap Vale yang sontak membuat raut wajah Kyle berubah.
"Suami? Kau sudah menikah? Denagn pria lain?" Cecar Kyle dengan raut wajah tak percaya.
"Kau juga sudah menikah dengan Audrey, Kyle! Kenapa kau bingung begitu?" Ujar Mom Bi yang semakin membuat Kyle bingung.
"Kyle belum menikah, Mom! Vale baru saja lulus SMA, jadi Kyle belum bisa menikah dengan Vale!" Tutur Kyle menatap frustasi ke arah semua orang yang kini mengelilinginya.
"Vale sudah menikah dengan Arga, Kyle! Kau sendiri yang melepaskan Vale dan meminta Arga menikahi Vale!" Ujar Dad Nick memberikan pengertian pada Kyle.
"Kapan Kyle melakukan itu, Dad? Kyle mencintai Vale, jadi mana mungkin Kyle melepaskan Vale begitu saja!" Sergah Kyle yang kini bingung dan frustasi.
"Kau mencintai Audrey! Itulah mengapa kau menikah dengan Audrey satu tahun yang lalu. Audrey istrimu, Kyle!" Jelas Mom Bi yang malah membuat Kyle semakin bingung.
"Siapa Audrey? Kyle bahkan tak mengenalnya! Kenapa Kyle menikah dengan Audrey?" Tanya Kyle bertubi-tubi yang wajahnya masih terlihat bingung.
Mom Bi segera menghampiri Audrey yang sejak tadi hanya berdiri di dekat pintu, lalu membawanya menddkat ke arah Kyle.
"Ini Audrey Zivia Abraham! Istrimu, Kyle! Bagaimana kau bisa tidak ingat dan tidak mengenalinya?" Cecar Mom Bi yang hanya dijawab Kyle dengan gelengan kepala. Karena Kyle benar-benar tak ingat pada Audrey.
"Kyle benar-benar tak ingat, Mom! Yang Kyle ingat, kekasih Kyle itu Valeria Rainer!" Jawab Kyle tegas yang sontak membuat Audrey langsung melepaskan lengannya dari cengkeraman Mom Bi.
Audrey tak berucap sepatah katapun dan langsung berlalu keluar dari ruangan Kyle.
Namun tepat di depan pintu, Audrey menabrak papa Hans yang baru datang bersama Mama Hanni.
"Audrey, kenapa kau menangis?" Tanya Papa Hans bingung.
Audrey hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tak berkata apapun.
"Audrey!" Vale sudah menyusul Audrey yang kini menangis tergugu di pelukan Mama Hanni.
"Ada apa ini?" Tanya Papa Hans menatap bergantian pada Vale dan Arga serta Sean dan Dad Nick yang kini ikut mendekat ke arah kekuarga Audrey.
"Kyle tidak ingat pada Audrey," jawab Dad Nick yang langsung membuat Papa Hans tercengang tak percaya.
"Apa maksudnya Kyle tidak ingat pada Audrey? Kyle hilang ingatan?" Cecar Pala Hans meminta penjelasan pada sang besan.
"Sebaiknya kita semua masuk ke dalam dan duduk tenang membahas hal ini, Dad!" Ssan memberikan usul seraya menatap pada Dad Nick.
"Sean benar, sebaiknya kita semua duduk dulu." Netra Dad Nick tertuju pada Audrey yang masih menangis sesenggukan di pelukan sang mama.
Mama Hanni terlihat membujuk Audrey agar ikut masuk lagi ke dalam kamar perawatan Kyle. Dan Audrey akhirnya mengangguk dan ikut duduk bersama kedua orang tuanya serta Dad Nick dan Sean.
Sedangkan Vale dan Arga memilih untuk langsung berpamitan saja, karena Vale tidak bisa terlalu lama meninggalkan bayinya yang baru berumur sembilan bulan.
Tadinya Vale dan Arga memang hanya berniat menjenguk Kyle sebentar dan memberikan dukungan moril pada Audrey.
Vale dan Arga sungguh tak menyangka jika tiba-tiba kejadiannya akan menjadi serunyam ini.
"Kyle benar-benar tak ingat, Mom! Dan sekarang kepala Kyle sakit!" Keluh Kyle seraya memegangi kepalanya yang tersa seperti di tusuk-tusuk oleh paku.
"Jangan memaksanya untuk mengingat, Mom!" Sergah Audrey memohon pada Mom Bi.
Sedangkan Sean segera bergerak cepat memanggil dokter karena Kyle yang mengeluh kepalanya sakit.
"Jadi, Kyle ingat pada semua orang kecuali Audrey begitu?" Tanya Papa Hans meminta penjelasan dari Dad Nick sekali lagi.
"Kyle ingatnya Vale baru saja lulus SMA dan kejadian itu enam tahun yang lalu. Jadi, entahlah!" Dad Nick memijit pelipisnya sendiri yang menadak juga bingung denagn apa yang terjadi pada Kyle.
"Kita tunggu saja penjelasan dokter, Pa!" Tukas Mama Hanni bijak yang kembali mengeratkan rangkulannya pada Audrey.
Dokter sudah datang dan segera memeriksa Kyle.
Dokter juga mengajukan beberapa pertanyaan pada Kyle untuk memastikan kondisi pria tersebut. Namun sepertinya Kyle memang tak ingat banyak tentang kejadian lima tahun terakhir dalam hidupnya.
Kyle kehilangan memori hidupnya lima tahun terakhir. Dan kini Kyle berpikir kalau dirinya adalah Kyle yang masih berusia 22 tahun yang baru saja lulus kuliah dan masih berpacaran dengan Valeria. Kyle sama sekali tak bisa ingat apapun tentang Audrey dan keluarga Abraham karena lima tahun yang lalu, Audrey memang belum muncul di kehidupan Kyle.
"Kyle mengalami cedera parah di kepalanya saat kecelakaan. Dan hilang ingatan juga ada banyak jenisnya. Yang dialami oleh Kyle ini memang jarang terjadi."
"Namun kami juga tidak bisa berbuat banyak, karena biasanya ingatan pasien akan kembali dengan sendirinya terutama jika keluarga dan saudara serta teman-temannya mengajak pasien mengingat kembali semua memori indah yang tak diingat oleh pasien."
"Tapi hasilnya tetap tidak sama antara satu pasien dengan pasien yang lainnya. Dan waktu sampai ingtan pasien kdmbaki pulih juga tak bisa ditdbak. Ada yang cepat ada juga yang lambat."
"Yang terpenting, kita tidak bisa memaksa pasien untuk berusaha mengingat karena hal itu malah berbahaya dan bisa merusak otak."
"Jadi saran saya, lakukan saja hal-hal yang biasa dilakukan oleh Kyle. Kesehariannya, momen-momen penting, lakukan terus secara berulang! Semoga dengan begitu ingatan Kyle akan segera pulih dan kembali." Penjelasan panjang lebar dari dokter benar-benar membuat dada Audrey terasa sesak. Susah payah Audrey menelan ganjalan pahit di tenggorokannya, karena kini Audrey merasa bingung harus bagaimana.
Audrey menatap pada Kyle yang kini sudah kembali terlelap. Wanita itu beranjak dari duduknya dan menghampiri ranjang perawatan Kyle. Meraih tangan Kyle dan mengecupnya berulang kali.
"Aku mencintaimu, Kyle! Aku sungguh-sungguh mencintaimu!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
dyul
sedih..... 😭😭😭
2023-05-22
0
Hernita
Sedih..
2022-04-15
0
Rika Jhon
babak kesedihan audrey akan segera di mulai
2021-12-23
0