BUKA HATIMU!

"Baru pulang, Audrey?" Sapa abang Zayn yang membuat Audrey yang masih berdiri di teras menjadi kaget.

"Iya, Bang! Mampir makan malam di luar dulu tadi," jawab Audrey seraya menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

"Itu tadi yang mengantar kamu, bukannya Kyle Arthur, ya?" Tebak Abang Zayn yang tadi sempat melihat plat mobil milik Kyle.

"Ya! Arthur Company dan EO milik Audrey memang menjalin kerjasama, Bang!" Audrey sudah melangkah masuk kecdalam rumah seraya menepuk punggung Abang Zayn yang ikut masuk ke dalam rumah.

"Jadi Audrey dan Kyle sering bertemu membahas urusan kerjasama itu. Terutama kalau Arthur Company mau mengadakan event, semakin seringlah Audrey dan Kyle bertemu," cerita Audrey menjelaskan pada Abang Zayn yang hanya manggut-manggut.

"Kyle siapa?" Celetuk Papa Hans tiba-tiba yang sedang duduk di ruang tengah dan bermain bersama Zeline yang kini usianya empat tahun.

"Klien Audrey, Pa!"

"Hai, Zeline!" Sapa Audrey yang langsung mencubit gemas kedua pipi Zeline, putri dari Abang Zayn dan Kak Thalita.

"Ini apa, Aunty?" Tanya Zeline seraya menunjuk pada paperbag yang tadai Audrey bawa. Ukurannya yang cukup besar, ternyata mampu menarik perhatian Zeline.

"Menurut Zeline apa?" Audrey malah menggoda sang keponakan sekarang.

"Hadiah untuk Zeline! Horeee!!" Bocah kecil itu melompat-lompat kegirangan dan segera meraih paperbag besar tersebut, meskipun sedikit kepayahn saat mengangkatnya.

"Zeline! Jangan melompat-lompat, Sayang!" Abang Zayn mengingatkan sang putri yang kini sibuk membongkar paperbag yang dibawa Audrey.

Gadis kecil itu minta bantuan pada sang Opa karena tidak bisa membuka hadiahnya.

"Kak Thalita kemana? Mabuk lagi?" Tanya Audrey menatap pada Abang Zayn yang masih duduk santai di sofa ruang tengah dan beberapa kali mengganti saluran televisi.

"Sudah tidur tadi, habis muntah-muntah. Lebih rewel memang yang sekarang ketimbang Zeline dulu," jawab abang Zayn sedikit terkekeh,

Saat ini, kakak ipar Audrey tersebut memang sedang mengandung anak keduanya. Dan meskipun sudah masuk trimester ketiga, Kak Thalita masih saja mabuk dan muntah-muntah.

"Ini tasnya Aunty, Sayang! Bukan hadiah untuk Zeline." Papa Hans mengeluarkan handbag berwarna merah terang dari dalam paperbag.

Zeline terlihat merengut karena tak jadi mendapatkan hadiah di dalam paperbag tersebut.

"Hadiah Zeline mana, Aunty?" Zeline merengek pad Audrey.

"Zeline mau apa? Besok kita beli hadiah untuk Zeline, ya!" Audrey mengangkat Zeline ke dalam pangkuannya dan membujuk bocah empat tahun tersebut.

"Zeline mau gerobak es krim yang banyak es krimnya itu. Tapi Zeline mau beli dua yang satu buat adik bayi," jawab Zeline dengan logat cedalnya khas bocah empat tahun.

"Hmmm. Memang adik bayi sudah bisa main gerobak es krim? Kan belum lahir."

"Kata Dad, sebentar lagi adik bayi Zeline lahir. Jadi biar nggak bolak-balik, besok kita beli gerobak es krimnya dua, ya, Aunty!" Pinta Zeline seraya mengalungkan lengan kecilnya ke leher Audrey, lalu gadis kecil itu mencium pipi Audrey seolah sedang merayu sang aunty kesayangan.

"Iya, iya! Besok kita beli dua gerobak es krim untuk Zeline dan adik bayi!" Jawab Audrey akhirnya yang langsung membuat Zeline melompat-lompat kegirangan.

"Manjakan terus!" Gumam Zayn yang sudah bangkit berdiri karena terdengar suara Thalita yang memanggilnya dari arah kamar.

"Cuma sesekali, Bang!" Kilah Audrey mencari pembenaran.

Abang Zayn hanya mencibir dan segera berlalu menuju ke kamarnya.

"Kyle. Ini Kyle siapa maksudnya?" Tanya Papa Hans seraya menunjukkan sebuah kartu ucapan yang ia temukan di dalam handbag pemberian Kyle.

"Papa dapat dimana?" Audrey menyambar dengan cepat kartu ucapan tersebut dari tangan Papa Hans dan wajah gadis itu sedikit bersemu merah.

"Di dalam tas branded ini. Apa Kyle yang memberikannya adalah Kyle Arthur?" Cecar Papa Hans yang langsung membuat Audrey salah tingkah.

"Itu oleh-oleh, Pa! Dan sebagai ucapan terima kasih karena Audrey sudah sukses menangani acara ulang tahun Arthur Company bulan kemarin," jawab Audrey yang masih memainkan kartu ucapan dari Kyle di tangannya.

Kenapa Audrey bisa tidak tahu kalau Kyle menyelipkan kartu tersebut di dalam hadiahnya?

Papa Hans tersenyum simpul mendengar jawaban dari Audrey.

"Zeline! Ayo Opa bacakan dongeng!" Papa Hans memanggil Zeline yang masih berada di pangkuan Audrey.

"Asyiiik!" Zeline bersorak senang dan segera turun dari pangkuan Audrey. Gadis itu berlari-lari kecil menaiki tangga menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. Papa Hans mengekori sang cucu sambil memperhatikan langkah Zeline agar tidak tersandung.

Hanya tinggal Audrey yang kini duduk di ruang tengah. Wanita itu membuka kartu ucapan dari Kyle dan entah mengapa, jantung Audrey terasa berdegup kencang, seperti remaja yang baru saja mendapatkan surat cinta dari pacarnya.

Oh ayolah, Audrey!

Kau tak lagi berumur tujuh belas tahun!

Kenapa harus grogi begitu!

Aku, kamu, dan waktu

- Kyle-

Hanya tiga kata dan sukses membuat Audrey mengerutkan kedua alisnya. Namun sejenak kemudian, Audrey tersenyum simpul dan akhirnya merasa paham dengan tiga kata yang ditulis oleh Kyle.

Wanita itu menatap lagi pada tas merah terang pemberian Kyle, lalu membawanya naik ke kamarnya yang berada di lantai atas.

****

"Mau kemana, Audrey?" Tanya Mama Hanni, saat melihat Audrey yang sudah dandan cantik dan mengenakan gaun malam warna hitam, dengan garis leher model halter neck dan bagian bawah gaun yang berpotongan A line menutupi hingga lutut Audrey.

"Audrey ada acara malam ini, Ma," jawab Audrey sedikit meringis pada sang mama.

"Mau menemani Kyle ke acara perusahaan," lanjut Audrey lagi menjelaskan pada sang mama.

Mama Hanni mengangkat sebelah alisnya.

"Kamu sekarang mrnjalin hubungan dengan Kyle?" Raut kebahagiaan langsung terpancar di wajah Mama Hanni.

Mungkin mama kandung Audrey itu merasa lega karena akhirnya Audrey mau membuka kembali hatinya dan menjalin sebuah hubungan bersama seorang pria.

"Kami haya berteman, Ma! Dan sedikit menjalin kerjasama dalam urusan bisnis," jelas Audrey yang sedikit meredupkan harapan di hati Mama Hanni.

Tapi mungkin Audrey memang masih butuh waktu. Semoga saja dari hubungan pertemanan yang baik ini, Audrey akan mau membuka hati setelahnya. Dari yang sudah-sudah, seorang pria tak mungkin secara mendadak mengajak seorang wanita ke acara perusahaan jika memang tidak ada sesuatu di antara mereka.

"Baiklah! Semoga acaramu lancar malam ini bersama Kyle," Mama Hanni sedikit membenarkan anting berlian yang terpasang di telinga Audrey.

Suara klakson mobil terdengar dari arah teras.

"Itu Kyle sudah datang. Audrey berangkat dulu, Ma!" Pamit Audrey pada sang mama yang hanya mengangguk.

Audrey bergegas menuju ke teras rumah, saat wanita itu mendapati Kyle yang tengah mengobrol dengan Abang Zayn di teras.

Kyke langsung terperangah saat melihat Audrey yang tampil anggun dalam balutan gaun hitam yang melekat sempurna di tubuh semampainya.

"Malam, Kyle!" Sapa Audrey pada Kyle yang malam ini mengenakan tuksedo hitam, senada dengan gaun Audrey.

"Malam, Audrey!" Balas Kyle mengulas senyum ke arah Audrey.

"Silahkan yang mau berpesta," ujar Abang Zayn yang langsung pamit masuk ke dalam rumah meninggalkan Kyle dan Audrey.

"Kau cantik malam ini," puji Kyle yang langsung membuat Audrey tersipu malu.

"Ayo berangkat!" Ucap Kyle selanjutnya seraya membukakan pintu mobil untuk Audrey.

Audrey segera masuk kecdalam mobil Kyle dan mengucapkan terima kasih.

Setelah Kyle ikut masuk dan duduk di belakang kemudi, mobil segera melaju meninggalkan kediaman Abraham menuju ke sebuah hotel di pusat kota, tempat pesta malam ini akan berlangsung.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

Terpopuler

Comments

dyul

dyul

kau cantik hari ini..... dan aku suka....

2023-05-21

0

💖Alson my heart💖

💖Alson my heart💖

huwaaaaa kok q ikutan senyam senyunm yaaakk 😁😁😂😂

auto baperr in mahh
kwkwkww

2021-06-28

0

💖Alson my heart💖

💖Alson my heart💖

lanjuutt bunn dn smengattt

2021-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 KECELAKAAN
2 KAU SIAPA?
3 AWAL KEDEKATAN
4 PERHATIAN
5 USAHA KYLE
6 BUKA HATIMU!
7 BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8 RESTU KELUARGA
9 AKU SERIUS!
10 UNTUK AUDREY
11 BAHAGIA
12 MENIKAH
13 PAGI
14 RUNYAM
15 PULANG
16 CANGGUNG
17 KESABARAN AUDREY
18 KYLE KEMANA?
19 SUDAH BERAKHIR
20 USUL DAN RENCANA
21 KOTAK BAYI
22 JANJI PERNIKAHAN
23 KENANGAN
24 CERITA KYLE
25 APARTEMENT
26 BIMBANG
27 KEPUTUSAN AUDREY
28 MOVE ON, KYLE!
29 TEKAD AUDREY
30 USAHA AUDREY
31 COKLAT TRUFFLE
32 MEMULAI KEMBALI
33 KELUARGA
34 FOTO BERCERITA
35 BOLEH AKU?
36 OLAHRAGA
37 RENCANA MOM
38 TANPA RASA
39 CEMBURU?
40 POSESIF ATAU CINTA?
41 HARAPAN
42 PULAU
43 PANTAI
44 COKLAT HANGAT
45 MASIH ROMANTIS
46 I LOVE YOU
47 ADA APA DENGAN KYLE?
48 KACAU
49 KERAS KEPALA
50 LELAH
51 BERPISAH?
52 INGAT?
53 KENAPA?
54 MASIH BERHARAP
55 MANTAN
56 SALAH
57 MAU KEMANA?
58 CERITA VAIA
59 AUDREY KEMANA?
60 DIA SUDAH PERGI
61 JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62 PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63 KYLE KENAPA?
64 MUAL
65 NGIDAM?
66 SIAPA YANG HAMIL?
67 KEBINGUNGAN KYLE
68 JAWABAN DEMI JAWABAN
69 CINTA MENEMUKAN JALAN
70 APA ITU AUDREY?
71 RAGU
72 MUAL LAGI
73 KARMA?
74 PENGUNTIT
75 HATI-HATI!
76 SIAPA?
77 KYLE?
78 SEJAK KAPAN?
79 PENJELASAN AUDREY
80 IKATAN BATIN?
81 PULANG
82 LUPA
83 SHOCK
84 NGIDAM
85 AUDREY KENAPA?
86 RENCANA
87 BABYMOON
88 TAK TERDUGA
89 SAMPAI DAPAT
Episodes

Updated 89 Episodes

1
KECELAKAAN
2
KAU SIAPA?
3
AWAL KEDEKATAN
4
PERHATIAN
5
USAHA KYLE
6
BUKA HATIMU!
7
BUKAN WANITA YANG SEMPURNA
8
RESTU KELUARGA
9
AKU SERIUS!
10
UNTUK AUDREY
11
BAHAGIA
12
MENIKAH
13
PAGI
14
RUNYAM
15
PULANG
16
CANGGUNG
17
KESABARAN AUDREY
18
KYLE KEMANA?
19
SUDAH BERAKHIR
20
USUL DAN RENCANA
21
KOTAK BAYI
22
JANJI PERNIKAHAN
23
KENANGAN
24
CERITA KYLE
25
APARTEMENT
26
BIMBANG
27
KEPUTUSAN AUDREY
28
MOVE ON, KYLE!
29
TEKAD AUDREY
30
USAHA AUDREY
31
COKLAT TRUFFLE
32
MEMULAI KEMBALI
33
KELUARGA
34
FOTO BERCERITA
35
BOLEH AKU?
36
OLAHRAGA
37
RENCANA MOM
38
TANPA RASA
39
CEMBURU?
40
POSESIF ATAU CINTA?
41
HARAPAN
42
PULAU
43
PANTAI
44
COKLAT HANGAT
45
MASIH ROMANTIS
46
I LOVE YOU
47
ADA APA DENGAN KYLE?
48
KACAU
49
KERAS KEPALA
50
LELAH
51
BERPISAH?
52
INGAT?
53
KENAPA?
54
MASIH BERHARAP
55
MANTAN
56
SALAH
57
MAU KEMANA?
58
CERITA VAIA
59
AUDREY KEMANA?
60
DIA SUDAH PERGI
61
JANGAN MENGGANGGUNYA LAGI
62
PENYESALAN DEMI PENYESALAN
63
KYLE KENAPA?
64
MUAL
65
NGIDAM?
66
SIAPA YANG HAMIL?
67
KEBINGUNGAN KYLE
68
JAWABAN DEMI JAWABAN
69
CINTA MENEMUKAN JALAN
70
APA ITU AUDREY?
71
RAGU
72
MUAL LAGI
73
KARMA?
74
PENGUNTIT
75
HATI-HATI!
76
SIAPA?
77
KYLE?
78
SEJAK KAPAN?
79
PENJELASAN AUDREY
80
IKATAN BATIN?
81
PULANG
82
LUPA
83
SHOCK
84
NGIDAM
85
AUDREY KENAPA?
86
RENCANA
87
BABYMOON
88
TAK TERDUGA
89
SAMPAI DAPAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!