...Mohon maaf hanya bisa up satu episode, karena ada suatu hambatan mengenai kesehatan. 🙏 Namun jangan khawatir author akan berusaha keras untuk menambahkan episode pada waktu lain....
...*Selamat Membaca*...
Tatsuya tidak menyangka kalau tingkat kecerdasan dari 500 robot tersebut hampir setara dengan seorang ahli strategi, bahkan mereka hanya menggunakan 100 unit robot untuk menghabisi monster ular yang baru saja muncul di hadapannya. yang baru saja muncul di hadapannya.
"Sungguh robot yang sangat kuat." ucap Aurel dengan mata terbuka lebar, karena terkejut oleh kekuatan tempur robot tersebut.
"Bukan hanya kuat, tapi mereka semua memiliki alat pemindai untuk mendeteksi kehadiran monster yang keluar dari lingkaran sihir, sehingga mereka langsung menembak dengan akurat." sambung Clara dengan memberikan pendapat mengenai robot dari kelompok pertama.
"Hahaha... Aku suka dengan pendapatmu itu nona, karena dari dulu aku menyukai hal yang paling sulit yaitu ketelitian dalam membuat sesuatu." ucap Shaman sambil tertawa terbahak-bahak, karena dia mendapatkan pujian dari orang-orang yang kagum akan dengan robot buatannya.
"Ya, aku sudah mendengarnya beberapa kali. Itu sangat hebat dan sangat hebat." sela Antonio sambil bertepuk tangan.
"Padahal aku ingin menceritakannya pada mereka tentang pengalamanku, namun lagi-lagi kau menggangguku." ucap Shaman dengan sangat kesal pada Antonio.
"Mendengar ceritamu hanya akan membuang banyak waktu, jadi jelaskan saja secara singkat." pinta Antonio dengan raut wajah kesal, karena dulu Shaman bercerita membutuhkan waktu berjam-jam.
Tanpa terduga perdebatan mereka berdua telah berhenti, setelah melihat monster penghuni portal kelas B yang lainnya muncul dari dalam lingkaran sihir. Kini monster golem dengan jumlah lebih dari 100, sudah berdiri dihadapan semua robot dalam kelompok pertama.
Hal ini tentu saja membuat mereka semua sangat terkejut, terlebih lagi dengan Tatsuya. Dia mulai berpikir kalau aktivitas monster tersebut mulai tidak normal, dikarenakan mereka lebih sering muncul secara berkelompok dan berbeda jauh dibandingkan dengan sebelumya.
Dikarenakan Tatsuya sudah mengetahui kekuatan dari robot kelompok pertama, dia memerintahkan mereka semua untuk mundur terlebih dahulu, lalu penyerangan pada monster golem akan dilanjutkan oleh robot dari kelompok kedua.
"Tunjukan padaku kekuatan penuh kalian, serang mereka tanpa menyisakan satu monster pun yang hidup." pinta Tatsuya pada robot kelompok kedua.
Secara serentak 500 unit robot dari kelompok ke dua, berjalan maju ke depan sambil mempersiapkan senjata mereka, baik di dalam genggaman tangannya maupun pada kedua pundaknya.
"Drapp... Drapp... Drapp..."
Melihat pergerakan dari robot yang ada dihadapannya, semua monster golem mulai bergerak untuk mendekati mereka. Tanpa terduga semua robot dari kelompok kedua, membuat sebuah barisan dengan 250 unit robot berjongkok dan 250 unit robot lainnya berdiri.
Kemudian 250 unit robot yang sedang berjongkok, mereka mulai membidik semua monster yang sedang mendekat ke arahnya. Ketika jarak dari monster golem tersebut masuk ke dalam jangkauan dari senjatanya, semua unit robot yang sedang berjongkok mulai menembak secara bersamaan.
"Ratatatatatatatata"
Ratusan peluru tersebut langsung menghujani semua monster golem yang masuk ke dalam jangkauan senjatanya. Akan tetapi karena tubuh monster tersebut terbuat dari batu, semua peluru tersebut hanya bisa mengikis beberapa bagian tubuhnya.
"Krss... Krss... Krss..."
Semua peluru tersebut sama sekali tidak bisa membunuh satu monsterpun, akan tetapi pergerakan mereka sedikit melambat karena bagian kaki mereka mulai terkikis.
Hanya dalam beberapa detik setelah 250 unit robot yang sedang berjongkok sudah mencapai batasan dari isi peluru yang berjumlah 50 butir. Mereka meneruskan serangannya dengan 250 unit robot yang sedang berdiri, menggunakan senjata laser yang berada di pundaknya.
"Singssss"
Hanya dalam satu kali serangan dari senjata laser tersebut, sebagian dari monster golem tercincang habis menjadi batu-batuan kecil.
"Blarr... Blarr... Blarr..."
Kemudian 250 unit robot yang sedang berdiri melanjutkan serangannya, menggunakan roket kecil dengan kapasitas tiga buah dari setiap masing-masing robot.
"Whoosshh... Whoosshh... Whoosshh..."
Semua roket dengan jumlah 750 buah melesat ke arah monster golem yang tersisa dihadapannya, sehingga menimbulkan ledakan beruntun yang cukup besar.
"Boommss... Boommss... Boommss..."
Ledakan dari semua roket tersebut sempat menimbulkan getaran yang cukup hebat, disertai dengan kepulan asap yang sangat tebal akibat hancurnya permukaan tanah.
Hal ini tentu saja membuat semua orang sangat terkejut, setelah melihat daya ledak dari roket yang terpasang pada robot tersebut, membuat monster yang berada di bawah level 40 hancur seketika dan hanya menyisakan batu dari dalam tubuhnya.
"Ternyata semua robot buatanmu ini sangat menarik dan membuatku cukup terkesan." ucap Tatsuya sambil memujinya atas kerja keras yang sudah dia lakukan.
"Terimakasih atas pujian dari anda tuan." ucap Shaman dengan tersenyum lebar.
"Lalu bagaimana dengan robot yang satunya lagi yang kecerdasannya hampir sama dengan seorang kapten dari para tentara? Bukankah dulu kau pernah menunjukkan nya padaku?" tanya Tatsuya sambil mengerutkan dahinya.
"Robot itu membutuhkan perbaikan dan modifikasi lagi untuk menyesuaikan kekuatannya tuan. Ada kemungkinan dalam 2 hari ke depan saya bisa menyelesaikannya tuan." jawab Shaman dengan sangat menyesal.
"Baiklah, akan ku tunggu hasilnya." jawab Tatsuya dengan menantikan kejutan yang terbaik darinya.
Tidak lama setelah itu, Tatsuya menghentikan uji coba dari semua unit robot yang berada di depannya, lalu dia menyuruh mereka untuk berkumpul.
Kemudian Tatsuya mulai menjalankan rencananya untuk melakukan pembasmian di wilayah selatan, dengan membagikan tugas pada 2 jenis unit robot yang berbeda untuk memasuki portal kelas B, C dan D. Dia juga memerintahkan Rena dan Aurel untuk memimpin semua robot tersebut, namun dengan memasuki portal yang berbeda.
"Aku sendiri sudah cukup untuk membasmi portal dengan monster yang berada dibawah level 40." ucap Rena dengan menentang permintaan dari Tatsuya.
"Simpan tenagamu dan lakukan apa yang aku perintahkan Rena. Kamu hanya perlu mengawasi mereka dan aku minta padamu untuk menyelesaikan 1 portal itu dalam waktu 30 menit." ucap Tatsuya sambil menatapnya dengan raut wajah serius.
"Hah... Tidak ada pilihan lain selain melakukan apa yang kamu inginkan. Namun aku meminta imbalan yang pantas sesuai dengan apa yang aku lakukan." pinta Rena sambil memalingkan wajahnya dari hadapan Tatsuya.
Tatsuya hanya terdiam setelah mendengar perkataan seperti itu darinya. Dia berpikir kalau sudah saatnya untuk memberikan bayaran pada mereka, atas kerja keras yang dilakukan sampai hari ini.
Tanpa membuang banyak waktu, Tatsuya langsung memerintahkan robot dari kelompok pertama, untuk mengikuti Rena dan membantunya membasmi semua monster yang bermunculan. Sedangkan robot dari kelompok ke dua disuruh untuk mengikuti Aurel dengan tugas yang sama.
Setelah Rena dan Aurel mendapatkan perintah dari Tatsuya seperti itu, mereka berdua langsung ke luar dari dalam portal untuk menuju ke portal lainnya di ikuti dengan semua robot yang berjumlah 1000 unit.
Selain itu, Tatsuya meminta pada Clara untuk melanjutkan pembasmian portal tersebut dan dibantu oleh kedua gadis kembar, supaya batu yang terjatuh dari dalam tubuh monster dipungut oleh mereka. Tanpa banyak bicara Clara langsung berjalan lurus ke depan untuk mencari keberadaan inti Crystal dan diikuti oleh kedua gadis kembar.
"Bagaimana dengan kami tuan?" tanya Antonio pada Tatsuya.
"Apakah kami harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka semua tuan?" sambung Shaman.
"Kalian tidak perlu melakukan pertarungan dengan para monster, sebaiknya kalian semua kembali dan melakukan apa yang semestinya harus dikerjakan, terlebih lagi bagimu orang tua gila. Aku sangat menantikan robot ketiga yang sudah kamu tunjukan padaku." jawab Tatsuya sambil meminta pada Shaman untuk membereskan persiapan robot tersebut.
"Baik tuan." jawab semua orang yang masih berada di dekat Tatsuya.
Kemudian mereka semua keluar dari dalam portal untuk melakukan tugasnya masing-masing, sedangkan Tatsuya masih berdiri pada tempatnya. Sepintas Tatsuya berpikir mengenai batasannya dalam penggunaan setiap kata kunci, karena dia masih belum mengetahui jumlah dari kata kunci yang keluar dari kekuatan gelang tersebut.
"Sepertinya mulai detik ini akan aku hitung berapa banyak kata kunci yang dikeluarkan dari gelang ini." gumam Tatsuya sambil memikirkan untuk mengatasi masalah keterbatasannya, dalam penggunaan setiap kata kunci.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Setiap hari up pada pukul 09.00 bila keadaan author sedang normal 🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Kaje
like
2023-03-04
0
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
wah langsung tuh robot dapat tugas utama penghancur moster
2022-10-03
0
☾𝕽𝖆𝖓🫡𝖔𝖋𝖋✈︎ ⧗⃟ᷢʷ
kelompok kuliah?
2022-07-18
1