Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Masih tahap Revisi, jika ada typo atau pemakaian kata dan tanda baca yang salah mohon di maklumi, terima kasih.
Bagaimana caramu mendapatkan cinta dari masa lalumu?
"Baiklah! Aku beri kau dua pilihan. Pertama pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi dihadapanku, atau kedua tinggalah bersamaku akan kulupakan tentang masalalu, tapi tinggalkan ayahmu dan lupakan bahwa dia ayahmu!" ucap Jimmy memberi pilihan yang sulit untuk Michelle.
Lalu bagaimana akhir cerita cinta mereka? Baca selengkapnya disini.
Kisah yang dipenuhi cinta,tawa,dan airmata.
Cover from google,editing by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
***
Didalam kelas
"Apa maksutnya ini?Kenapa kau menyebarkan rumor seperti ini?Apa kamu pikir aku gadis murahan yang mudah merayu semua laki-laki?"Michell benar-benar marah kali ini.
"Michell sudahlah,biicarakan baik-baiksaja."Livia mencoba menenangkan.
"Tidak bisa,aku mau penjelasannya,apa maksut berita ini?Apa kau mau membalas dendam denganku dengan mempermalukanku?"Michell masih tidak bisa mengontrol emosinya.
"Aku tidak melakukannya."Jimmy menatap
Michell.
"Aku tidak mempercayaimu,kalo bukan kamu siapa lagi?Michell masih bersikukuh.
"Terserah,aku juga tidak peduli."Jimmy berdiri dan melangkah pergi.
Juan dan Livia nampak khawatir,kenapa jadi seperti ini.
"Kau tidak peduli tapi aku peduli,aku disini bukan untuk menggoda siapapun,tapi kenapa kalian berfikir aku adalah gadis murahan yang dengan mudahnya bisa menggoda siapapun,aku disini punya tujuanku sendiri,tapi kenapa kalian begitu egois dan tidak mau mengerti?"Michell berlari keluar kelas melewati Jimmy,Livia bisa melihat airmatanya.
"Michell..."Livia mencoba berlari mengejarnya,tapi Michell berlari sangat cepat hingga Livia tidak tau Michell berlari kearah mana.
"Livi,sudahlah,mungkin dia butuh waktu sendiri."Juan mengejar Livia dan menarik tangannya,mencoba menahannya.
"Tapi dia,aku baru kali ini melihat dia menangis seperti itu,sejak bersamanya masalah apapun tentang dirinya dia tidak pernah menangis,tapi kenapa dia sekarang seperti itu?Aku bisa merasakan kesedihanya,Juan."Livia nampak bersalah karena tidak bisa berlari mengejarnya.
Jimmy melangkah keluar melewati Livia.
"Dan untuk kau,aku tidak tau seangkuh apa dirimu,yang aku tau Michell memang terlihat sombong dan acuh,tapi sejatinya dia melakukan itu hanya untuk menghindar,agar dia tidak jatuh cinta,jadi dia selalu mengabaikan orang-orang yang berusaha mendekatinya,tapi disini dia malah mendapat masalah denganmu,kalo kamu merasa bersalah seharusnya kamu membuktikan itu,dan juga menyelidiki kenapa bisa ada rumor tentangnya."Livia masuk kekelas lagi.
Disisi lain
Michell masih terus berlari kearah belakang sekolah dan berhenti dibawah pohon.
'''Kenapa?Kenapa seperti ini?Jelas jelas setiap aku menghindari laki-laki,aku tidak merasa sesakit ini,tapi menghindari dia kenapa begitu berat?Rasanya terasa sesak didadaku.'''
Michell terdiam sejenak.
"Haha,kebetulan sekali ya,gadis tidak tau malu ini ada disini."Lilia datang bersama beberapa temannya.
"Mau apa kalian?Apa belum cukup pelajaran yang kuberikan kemarin?"michell mengelap pipinya
"Dasar gadis sombong,tangkap dia."Lilia menyuruh teman-temannya menangkap Michell.
"Apa yang mau kalian lakukan?"Michell mencoba melepas kan tangannya.
"Apalagi kalo bukan memberimu pelajaran,bawa dia."Lilia melangkah kearah gudang kosong,Michell dibawa kesana
Lilia memerintahkan teman-temannya memasukan Michell kegudang kosong disekolah yang sudah lama terbengkalai,juga menguncinya disana.
Michell menggedor pintu itu dan terus berteriak,tapi hanya terdengar suara tawa dari Lilia dan temannya.
"Nikmati saja malam ini,mau berteriak sekeras apapun tidak akan ada yang mendengarmu."Lilia tertawa keras.
Setelah itu sudah tidak terdengar lagi suara para gadis itu,tinggal Michell berada didalam kegelapan sendirian.
***
Dikelas
Livia terlihat begitu cemas,sesekali dia menengok kearah pintu,berharap Michell muncul untuk menghadiri kelas,tapi sudah begitu lama dia tidak muncul juga.
Livia berbisik pelan pada Juan yang berada dibelakangnya,Livia berkata,"Juan,kenapa Michell belum kembali,aku sangat mengkhawatirkannya."Wajah Livia terpancar sebuah kecemasan.
Bagitu mendengar apa yang dikatakan Livia,Juan menengok kemeja Jimmy,Jimmy juga tidak kembali kekelas.
Livia benar-benar bertambah cemas,pertama karena Michell tidak muncul,kedua ponsel Michell tertinggal dikelas.
Jam istirahat
Livia buru-buru menelfon kakMary,dia berharap Michell pergi ketoko,karena dia tau,Michell suka merangkai bunga disaat dia merasa gelisah,karena itu dapat menenangkan pikirannya.
"Halo kak Mary,apa Michell disana?"Livia menghubungi Mary.
"Tidak,bukankah seharusnya jam segini dia disekolah?"Mary balik bertanya.
"Iya,seharusnya seperti itu,tadi ada masalah,dan dia pergi tapi ponselnya tertinggal di kelas,dan sampai sekarang dia juga belum kembali."Kali ini Livia benar-benar mengkhawatirkannya.
KakMery pun ikut berfikir,tapi dia juga merasa kasihan karena Livia terdengar sangat cemas,kak Mery pun mencoba menenangkan Livia,"kalau dia kesini aku akan segera memberi kabar padamu,bagiamana?"
"Baiklah."Livia menutup telfonya.
Juan yang dari tadi berada di samping Livia,juga ikut khawatir,juan juga berusaha menenangkan Livia.
"Dia tidak kesana,bagaimana ini juan?Bagaimana bila terjadi sesuatu dengannya?"Livia sudah tidak tau harus bagaimana.
"Tenanglah,mungkin dia pergi kesuatu tempat untuk menenangkan diri,kalo memang belum kembali,nanti aku akan minta bantuan untuk mencarinya."Juan memeluk Livia untuk menenangkannya.
Hingga sekolah berakhir,Michell juga tidak memberi kabar kepada Livia,ataupun muncul,Livia dan Juan mencari keseluruh sekolah hingga gelap,akhinya Livia memutuskan melihat kerumah,berharap kalau Michell sudah pulang kerumah.
Diapartement
Livia segera naik ke lantai atas dan kembali ke apartemennya,tapi saat sampai dia mendapati pintunya masih terkunci,Livia membuka pintu dan mendapati apartemennya kosong.
"Dia tidak disini,dia tidak disini juan,bagaimana ini?"Livia sekarang sudah tidak tau harus bagaimana,menjaga Michell adalah sudah menjadi tanggung jawabnya.
"Tenanglah,coba diingat selain kamu,apa ada kerabat atau teman yang dia kenal dikota ini?"Juan mencoba menenangkan.
"Aku rasa tidak ada,sudah hampir 10 tahun kami tidak kekota ini,setelah kesini,kami hanya tau sekolah dan pergi ketoko,selain itu tidak ada lagi,bagaimana ini?bagaimana bila terjadi sesuatu dengannya?Aku tidak bisa memaafkan diriku,kalo sampai terjadi apa-apa dengannya."Livia menangis.
Juan memeluk Livia,dia berusaha menenangkannya,"Jangan menyalahkan dirimu."
"Coba dipikir dulu,selama ini Michell kan dibenci oleh beberapa siswa,apa mungkin dia dikurung disuatu tempat?Tapi seluruh area sekolah sudah dicari,tapi tetap tidak menemukannya."Juan berfikir.
Tiba tiba Juan teringat sesuatu,ada sebuah tempat disekolah yang mungkin belum mereka datangi.
"Ada apa Juan?"Livia menatapnya.
"Ada gudang sekolah yang terbengkalai dibelakang sekolah,selama ini tidak ada seorang pun yang kesana,coba kita cek kesana siapa tau dia disana."Juan memberi sedikit harapan untuk Livia.
Livia menyeka airmatanya,walaupun itu tidak pasti,tapi dia berharap Michell benar-benar ada disana.
**Disisi lain
Gudang belakang sekolah**
'''Sepertinya ini sudah malam,disini sangat gelap dan dingin,aku sudah berusaha berteriak dari tadi tapi tidak ada satupun yang datang ataupun mendengar,kenapa harus seperti ini?James,andai kau mengingatku apa kau bisa merasakan aku disini,aku begitu takut dan kedinginan,kali ini aku benar-benar ingin melihatmu,James.'''
Airmata michell mengalir,dia sangat lelah matanya terasaberat,hingga dia mendengar seseorang berusaha medobrak pintu,dia sangat berharap itu adalah James,dia sangat berharap bisa melihatnya,tapi saat berfikir lagi mana mungkin bisa.
Pintu terbuka
Seseorang berdiri disana,Michell samar-samar melihat bayangan itu,tapi dia sudah kehilangan tenaga.
"Kenapa dia yang muncul?"Itulah yang terbesit dibenak Michell.
Entah kenapa Jimmy tiba tiba memeluknya erat,dan mengatakan sesuatu padanya,Jimmy mengatakan kalau dia tidak menyangka kenapa Michell ada disana,salain itu dia juga sangat mengkhawatirkannya.
"Khawatir?apa kah ini sebuah lelucon?"Michell bicara didalam hati.
Tanpa sadar,Michell langsung mendorong Jimmy,dan menjauh darinya sebisa mungkin,dengan sedikit kekuatan yang tersisa pada dirinya,dia berusaha untuk berdiri.
"Kenapa kau mencariku?Apakah aku hanya sebuah lelucon bagimu?"Entah kenapa Melihat Jimmy,dia begitu sangat marah.