Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sebagai seorang siswi kelas dua belas Rinjani sangat di sibukan dengan segala kegiatan apalagi sebentar lagi dia akan ujian masa-masa sibuk di akhir sekolahnya membuat dirinya harus punya ekstra tenaga seperti sekarang dia sedang belajar di perpustakaan biar dia bisa selalu siap untuk menghadapi ujian..
di jam segini hanya sebagian para murid untuk datang ke perpustakaan karena rasa bosan dan jenuh yang akan mereka rasakan apalagi kalo siswanya pemalas seperti Maul yang datang ke perpus hanya untuk tidur Rinjani iseng mengerjai Maul..
" UL lu ke perpus cuma numpang tidur doang " bisik Rinjani
" Hemm karena disini gue bisa pules tidur tanpa bising " ucap Maul
" perpus tuh tempat buat belajar UL bukan buat tidur " ucap Rinjani
" Jan pernah gak ada yang orang bilang kalo lu itu orangnya kalem nyatanya cerewet " ucap Maul kesal karena di ganggu oleh Rinjani..
Rinjani yang mendengar dumelan Maul hanya terkekeh pelan karena di perpus tidak boleh berisik..
" UL pernah gak ada orang yang bilang kalo lu itu orangnya nyebelin tapi nyatanya asik buat di kerjain " ucap Rinjani
Maul yang udah kesal menggebrak meja sampai-sampai yang berada di sana melihat ke mereka Rinjani yang melihat Maul menggebrak meja hanya menatap wajah Maul tanpa dosa pura-pura kaget sama seperti mereka..
tanpa mereka sadari kelakuan mereka di liat oleh seseorang siapa lagi kalo bukan Revan..
" kalian berdua ikut saya " ucap Revan dingin
" masalah lagi ajh " ucap Maul frustasi sambil menghela nafas panjang Rinjani yang melihat itu hanya menepuk pundak Maul..
" ini tuh gara-gara lu emang apes punya temen jail kaya lu " umpat Maul
" hehe sorry gue kira lu gak bakalan ngegebrak meja eh tau nya lu di luar kendali gue " ucap Rinjani sambil memperlihatkan deretan giginya..
" untungnya lu cantik Jan kalo gak udah gue ajak pacaran lu " ucap Maul
" sialan lu gue gak bernafsu ya punya pacar modelan kaya gini " ucap Rinjani
" iihh kampret tapi tadi gue keren gak pas ngegebrak meja " ucap Maul
" keren mata lu picak " ucap Rinjani
sepanjang perjalanan mereka saling berdebat tanpa menganggap Revan ada di depan mereka..
setelah sampai mereka pun masuk keruangan Revan dan berdiri di hadapan meja kerja Revan sedangkan Revan duduk di kursi kebesarannnya..
" kalian tau tidak kalo di perpus tuh untuk belajar bukan untuk mengobrol atau tidur " ucap Revan dingin
" kalo kalian mau tidur ya pulang " ucap Revan sambil melihat Maul lalu pandangannya beralih ke Rinjani " kalo mau ngobrol mending di kafe biar enak sambil ngopi " ucap Revan dingin..
mereka hanya diam mendengar ucapan Revan sederhana tapi sangat sakit kalo di dengar sindiran halus tapi menyakitkan..
" kami minta maaf pak " ucap Rinjani
" kalian tau tidak kalau ulah kalian itu mengganggu orang yang disana kalian itu udah kelas tiga bukannya fokus untuk ujian ini malah leha-leha cari masalah " ucap Revan
" sekarang kalian bersihkan toilet sebagai hukumannya " ucap Revan
" apa pak tapi itu jorok pak " ucap Rinjani
" mau bersihin toilet apa lari sepuluh putaran " ucap Revan
" eh bersihin toilet ajh pak kita mah " ucap Maul menyela.
Maul pun menarik tangan Rinjani keluar dari ruangan Revan.. Revan yang melihat tangan Rinjani di tarik hanya menatap dengan tatapan yang tak bisa di artikan...
" UL ko lu tarik tangan gue " ucap Rinjani
" mending kita bersihin toilet daripada lari " ucap Maul
" tapi itu jijik UL apa kata orang anak dari Rey Anawijaya Gunawan bersihin toilet " ucap Rinjani bangga menyebut nama ayahnya..
" bangga sekali kau nona " ucap Maul
" eh UL gue heran kenapa tuh orang jadi guru BK kita ya kalo iya dia anak dari pemilik sekolah ini harusnya dia jadi kepsek atau dekan sekalian " ucap Rinjani
" eh bener juga ya " ucap Maul
mereka berdua malah asik mengobrol di depan ruangan Revan tanpa sadar kalo Revan sudah berdiri di belakang mereka..
" kalian masih disini apa hukuman yang saya kasih kurang " ucap Revan dengan wajah datar..
" eh ng-ngak pak kita mau ngerjain sekarang kita permisi " ucap Maul kaget dia pun langsung menarik tangan Rinjani..
" iihh UL jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya lu pegang-pegang tangan gue lagi " gerutu Rinjani
" sorry gak sengaja lu gak liat apa muka tuh guru serem kaya mau makan orang " ucap Maul
mereka pun berjalan kembali menuju tempat hukuman mau tidak mau mereka harus mengerjakan hukuman mereka padahal bel masuk sudah berbunyi pelajaran terakhir akan segera di mulai tapi mereka malah di hukum membersihkan toilet..
*thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
*happy reading guys 😇😇**