NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:184k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 23

Elian melangkah kembali ke ruang kerjanya setelah memastikan Dilara naik ke kamarnya di lantai atas. Suasana rumah kembali hening, meninggalkan deru angin malam yang menyapu jendela. Namun, kedamaian di wajah Dilara saat meminum teh tadi terus membayangi pikiran Elian. Ada teka-teki besar yang mengusik jiwanya, mengapa wanita bermartabat dan memiliki keteguhan hati setinggi itu bisa berakhir melarikan diri dan memilih menjadi pengasuh?

Tanpa ragu, Elian kembali merogoh ponselnya. Ia menekan nomor rekan intelijennya yang tadi baru saja melacak identitas Kevin.

"Ya, Elian? Ada perkembangan baru?" suara di ujung telepon menyapa dari balik deru ketikan papan ketik.

"Satu hal lagi," ujar Elian tegas. Pria itu menyandarkan tubuhnya ke pinggiran meja kerja, matanya menatap tajam ke arah kegelapan taman di luar.

"Aku mau kamu gali seluruh latar belakang hubungan Kevin Pratama dan Dilara Paramitha."

Dengar helaan napas singkat, rekannya menjawab, "Hubungan mantan suami istri itu? Kamu mau data sejauh mana?"

"Semuanya," potong Elian tanpa keraguan.

"Aku mau tahu detail pernikahan mereka. Mulai dari berapa lama mereka menikah, alasan perpisahan mereka, bagaimana sikap Kevin selama ini pada Dilara, hingga siapa wanita yang menjadi alasan talak itu dijatuhkan. Jangan ada satu detail pun yang terlewat."

"Maksudmu... kamu mau aku mencari tahu luka masa lalu pengasuh keponakanmu sendiri?" kekeh rekannya tipis, menyadari ada dorongan personal yang tak biasa dari suara sang Presdir.

Elian mengetatkan rahangnya, suaranya makin memberat dan penuh penekanan. "Aku perlu tahu seberapa berbahaya ancaman pria itu untuk rumah ini. Pria yang membuang istrinya lalu menyewa detektif untuk memata-matainya adalah tipe pria impulsif yang berbahaya. Aku harus tahu persis titik lemah dan motivasi sebenarnya dari Kevin Pratama sebelum dia membuat kekacauan di dekat keluarga dan keponakanku."

"Understood. Beri aku waktu sampai besok sore. Semua dokumen, rekam jejak, dan latar belakang perceraian mereka akan ada di mejamu."

"Bagus. Pastikan ini bersih dan tidak bocor ke pihak manapun, terutama ke keluarga Kevin."

"Tenang saja, Elian. Urusan ini aman bersama kami."

Sambungan telepon terputus. Elian meletakkan ponselnya di meja, lalu menghembuskan napas panjang. Tatapannya menajam dalam kegelapan ruangan. Ia tidak sekadar berniat melindungi keamanan rumahnya dari gangguan pria asing, ada dorongan kuat di dalam dadanya untuk memastikan bahwa siapapun yang pernah menyakiti wanita seanggun Dilara tidak akan pernah diberikan kesempatan kedua untuk mendekat lagi.

Di dalam kamar kerjanya yang remang, Kevin duduk mematung di balik meja kayu mahoni. Lampu meja berwarna kuning hangat menjadi satu-satunya sumber cahaya, menyorot lurus ke arah tiga lembar foto cetak yang tercecer di atas permukaan meja.

Jemarinya yang gemetar perlahan terulur, menyentuh tepi salah satu foto. Di dalam foto itu, Dilara terlihat sedang tersenyum tipis, sebuah raut wajah yang tampak begitu tenang saat membimbing Elang di halaman rumput kediaman Adrian. Dan di dalam foto itu, Dilara terlihat bahagia, seolah dia tak memiliki masalah apapun. Ada desir aneh dan rindu yang menyeruak di dalam dadanya saat melihat kembali wajah wanita yang sudah tak lagi di lihatnya lebih dari satu bulan ini.

Semenjak Dilara pergi dan dia memutuskan untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Asha, sang ibu tak lagi peduli padanya. Bahkan dia terlihat tak peduli dengan pernikahannya bersama Asha. Ibunya sudah sangat menyukai Dilara, setelah Asha memutuskan pergi tanpa pamit dan membuatnya terpuruk.

"Kamu bisa sebahagia ini di sana, Ra?" bisik Kevin parau, suaranya pecah di tengah pekatnya keheningan kamar.

Penyesalan itu datang lagi, menyengat dada Kevin dengan begitu kejam. Selama satu tahun pernikahan mereka, ia tak pernah benar-benar menghargai ketulusan Dilara. Ia terlalu buta oleh nostalgia masa lalu bersama Asha, hingga menyia-nyiakan wanita yang sabar menyeduhkan teh hangat untuknya tiap malam dan merawat rumahnya tanpa pernah mengeluh.

Dan kini, setelah wanita itu pergi tanpa membawa sepeser pun harta, bahkan menolak sisa uang belanja di ATM Kevin baru menyadari satu hal yang menghancurkan egonya: ia telah melepaskan sosok yang sangat berharga.

DRRRTTTT

DRRRTTTT

DRRRTTTT

Ponsel di atas meja bergetar keras, memecah keheningan malam dan mengejutkan Kevin. Nama Asha terpampang jelas di layar, memancarkan cahaya terang di tengah kegelapan ruangan.

Kevin menghela napas berat, memejamkan mata sejenak untuk menetralkan nada suaranya sebelum memicu panel hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Ya, Sha?"

"Kev! Kamu belum tidur, kan?" suara Asha menyapa dari ujung telepon. Nada suaranya terdengar riang, berlatar belakang musik tenang dari kamarnya sendiri.

"Aku baru saja selesai kurasi desain undangan dari wedding organizer. Aku sudah kirim file PDFnya ke WhatsApp kamu. Kamu sudah lihat?"

Kevin menunduk, matanya kembali tertuju pada foto Dilara yang mengintai di balik jarinya.

"Belum, Sha. Aku baru selesai mengurus beberapa berkas kantor."

"Ih, berkas kantor terus!" Asha merajuk manis, meski ada nada desakan yang tersirat kental.

"Ini sudah jam dua malam, Kev. Besok jam sepuluh pagi kita kan ada janji dengan Mama buat ketemu pihak catering dan vendor dekorasi. Kamu jangan sampai lupa atau datang terlambat lagi ya!"

"Iya, aku ingat," jawab Kevin singkat dan datar.

Di ujung telepon, Asha menyadari keheningan dan dinginnya respon Kevin. Suaranya mendadak berubah menajam, kecurigaan mulai merayap dalam intonasinya.

"Kev... kamu kenapa sih? Dari kemarin suara kamu kaku banget kalau aku bahas soal pernikahan kita," tembak Asha dengan nada menuntut.

"Kamu tidak lagi kepikiran wanita itu, kan? Ingat ya, minggu depan sidang kedua dan setelah itu perceraian kalian diputus verstek. Jangan bikin aku berpikiran yang tidak-tidak!"

"Asha, tolong," potong Kevin dengan nada lelah yang teramat sangat.

"Aku cuma capek. Pekerjaan di kantor lagi menumpuk dan aku butuh istirahat. Tolong jangan mulai meragukan hal-hal yang tidak perlu."

Asha menghembuskan napas kasar di ujung saluran. "Bagus kalau begitu. Aku cuma mau memastikan kamu fokus sama masa depan kita. Aku tidak mau ada drama lagi. Ya sudah, kamu tidur sekarang. Sampai ketemu besok pagi. I love you."

"Hmm. Malam, Sha."

TUT.

Kevin mematikan sambungan telepon tanpa membalas ucapan cinta dari Asha. Ia meletakkan ponselnya kembali ke meja dengan kasar, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit.

Gelisah, bimbang, dan rasa bersalah mencengkeram jiwanya dari dua sisi yang saling menghancurkan. Di satu sisi, desakan pernikahan dari Asha terus melilit lehernya. Namun di sisi lain, bayangan senyum Dilara di kediaman keluarga Adrian justru kian membakar penyesalan di dasar hatinya, membuat malam itu terasa makin panjang dan menyiksa.

1
nely_48
sungguh menegangkan baca nya ge ahhh
nely_48
msh kecolongan kneh,,, orgil bebas dr penjara sungguh berbahaya s melly
nely_48
shaka sll yg terasbun 😂😂
nely_48
jangan ² pake Szuitsal baby Cologne
nely_48
robot Wijaya cnah shaka mh ngasih nama buat adik nya 😆😆😆
nely_48
borong semua az dilara
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
Rohmi Yatun
haduuhh bikin deg2an aja ni... lanjut thor
nely_48
Selamat ya dilara,, atas kehamilan mya
nely_48
bucin² d rmh,, ai d luaran mh dilara ga ada pengawalan
Ambu Rinddiany Thea
dilara ambu pilihin atu aja baju busui nya 🤭
nely_48: mau nyusuin elian ath 🤭
total 1 replies
Nur Bani
pak andrian itu..twrnyata bpknya eelan..di kira asistenye
Ambu Rinddiany Thea
dilara boleh gantian ga sejenak posisinya sm Ambu gt .. 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea: sujud sukur ambu mah lmn s abah ampe ka langsing 🤣🤣🤣
total 2 replies
Lim Kursini
dunia halu emang mudah hamil kembar aku jadi iri pingin punya bayi kembar
Yam_zhie: aku juga pengen punya anak kembar. tapi inget ada bocah di rumah yang bikin emosi tiap hari. othor mengurungkan niat punya anak lagi dan tutup pabrik 🤣
total 1 replies
nely_48
ko bisa d Terima jd asisten sekretaris sih org tdk ber adab n nol etitude kya s mely
nely_48
elian kata nya kau cinta mati pd istri mu,, Knp istri tercinta mu ga ada pengawalan ketat n pengawal bayangan yg melindungi nya saat istri mu sedang tdk bersama mu ❓
mana bukti keposesifan cinta mu elian, mana ❓❓ lihat istri mu d serang, d hina staf bawahan mu loh
gemes pd elian ih😤😤
nely_48
itu peringatan buat mu ya elian n dilara,, sesuaikan standar penampilan org kaya itu hrs elegan n berkelas,,, jgn bilang sederhana. big no ya,,, semurah² nya standar gamis org kaya pst kelihatan elegan mahal biarpun tdk glamor
nely_48
gagal ngadon kn elian,, gmn mau jd baby triplets ath dilara
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg nyered awakna make kuda talian hela beheng na 🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Good/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!