NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Brak!

Tumpukan uang kertas pecahan seratus ribu dilempar kasar ke atas meja kaca.

Asap rokok mengepul tebal di dalam ruangan remang-remang yang pengap itu.

Rizky menelan ludah melihat tumpukan uang merah yang menggunung di depan matanya.

Matanya berbinar penuh keserakahan seolah melihat jalan keluar dari semua masalahnya.

"Ini uang enam ratus juta yang kamu minta," ucap pria berbadan besar dengan tato di lehernya.

Pria itu adalah Bos Toni, lintah darat paling kejam di kawasan Jakarta Barat.

Bos Toni mengisap cerutunya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya tepat ke wajah Rizky.

Uhuk uhuk.

Rizky terbatuk-batuk tapi tidak berani memprotes perlakuan bos preman tersebut.

"Terima kasih Bos Toni, saya janji akan melunasinya bulan depan," kata Rizky dengan suara gemetar.

Tangannya sudah terulur ingin mengambil tumpukan uang tersebut namun Bos Toni langsung menepisnya.

Plak!

Bos Toni memukul punggung tangan Rizky dengan penggaris besi yang ada di mejanya.

"Aw! Sakit Bos!" ringis Rizky menarik tangannya sambil mengelus punggung tangannya yang memerah.

"Enak saja kamu main ambil, mana jaminannya?" tagih Bos Toni menatap tajam ke arah pemuda itu.

"Pinjam enam ratus juta tanpa jaminan sama saja kamu minta nyawamu melayang hari ini juga."

Rizky buru-buru membuka ritsleting tas selempangnya dengan tangan yang masih gemetar.

Dia mengeluarkan sebuah map plastik berwarna biru yang tampak sudah sangat kusam.

Srek.

Rizky menggeser map itu ke hadapan Bos Toni dengan ragu-ragu.

"Ini sertifikat rumah dan tanah atas nama ibu saya Bos," cicit Rizky menundukkan kepala.

Bos Toni mengambil map itu lalu membuka dan membaca isinya dengan teliti.

"Rumah petak di kawasan pinggiran? Ini sih paling banter harganya cuma seratus juta!" bentak Bos Toni marah.

Brak!

Bos Toni menggebrak meja hingga asbak kacanya sedikit melompat.

"Kamu mau menipu saya hah?! Jaminan seratus juta untuk utang enam ratus juta?!"

Rizky langsung panik dan setengah berdiri dari kursinya untuk menenangkan bos lintah darat itu.

"Dengarkan saya dulu Bos Toni, tolong dengarkan saya sebentar saja," mohon Rizky mengangkat kedua tangannya.

"Saya minggu depan akan menikah dengan putri bungsu keluarga Wijaya dari Grup Makmur."

"Uang ini saya butuhkan untuk mahar pernikahan agar mereka percaya kalau saya orang kaya."

Bos Toni mengerutkan keningnya mendengar nama perusahaan yang cukup terkenal di ibu kota itu.

"Keluarga Wijaya? Grup Makmur yang punya Hotel Diamond itu?" tanya Bos Toni memastikan.

"Benar Bos, seratus persen benar, undangan pernikahannya sudah disebar ke mana-mana," angguk Rizky meyakinkan.

"Nanti setelah saya resmi jadi menantu mereka, uang enam ratus juta itu cuma uang receh buat saya."

"Saya pasti akan bayar utang saya berlipat ganda dari uang mertua saya Bos."

Bos Toni terdiam sejenak memikirkan keuntungan yang bisa dia dapatkan dari pemuda licik di depannya ini.

Dia menyeringai lebar menampilkan deretan giginya yang kuning karena terlalu banyak merokok.

"Baiklah, aku percaya sama kamu karena aku tahu di mana ibumu tinggal sekarang," ancam Bos Toni santai.

Rizky menelan ludah mendengar ibunya dijadikan sasaran ancaman.

Tapi rasa gengsi dan keinginannya untuk menikahi Cynthia jauh lebih besar dari rasa sayangnya pada ibunya.

"Silakan Bos, kalau saya kabur Bos bisa ambil rumah itu dan usir ibu saya," jawab Rizky tanpa belas kasihan.

"Tapi ada syaratnya, bunga pinjaman ini seratus persen dalam waktu satu bulan," putus Bos Toni memberikan kontrak perjanjian.

"Bulan depan kamu harus kembalikan uangku totalnya satu koma dua miliar rupiah."

Mata Rizky langsung melotot seakan mau keluar dari kelopaknya mendengar angka yang gila itu.

"Satu koma dua miliar?! Bos ini perampokan namanya!" protes Rizky tidak terima.

"Kalau tidak mau ya sudah, bawa pulang sertifikat sampah ini dan batalkan pernikahanmu," usir Bos Toni santai.

Pria bertato itu bersiap menarik kembali tumpukan uang merah di atas meja.

"Tunggu Bos! Jangan ditarik uangnya!" cegah Rizky panik menahan tangan Bos Toni.

Otak Rizky berputar cepat menghitung peluangnya setelah menjadi bagian dari keluarga Wijaya nanti.

Grup Makmur punya aset triliunan, uang satu miliar pasti bisa dia curi perlahan dari mertuanya.

"Oke saya setuju Bos, satu koma dua miliar bulan depan," putus Rizky nekat.

Rizky mengambil pulpen di atas meja lalu menandatangani surat perjanjian utang tersebut tanpa membaca detailnya lagi.

Dia lalu meraup semua uang enam ratus juta itu dan memasukkannya ke dalam tas ransel besar yang dibawanya.

"Terima kasih Bos Toni, saya permisi dulu," pamit Rizky tersenyum puas menepuk tas ranselnya yang kini terasa berat.

Rizky berjalan keluar dari kantor lintah darat itu dengan dada membusung bangga.

Dia sama sekali tidak memikirkan bahwa dia baru saja menjual tempat tinggal satu-satunya milik ibunya.

Di dalam kepalanya hanya ada bayangan pesta pernikahan mewah dan sanjungan dari teman-teman sosialita Cynthia.

"Cynthia sayang, calon suamimu yang kaya raya ini datang membawa mahar," gumam Rizky tertawa licik menuju parkiran motornya.

Sementara itu di rumah petak yang kini sertifikatnya sudah berpindah tangan.

Kruk kruk kruk.

Suara perut Santi berbunyi cukup nyaring di dalam ruangan yang sunyi itu.

Santi duduk termenung di atas tikar pandan sambil memegangi perutnya yang kempis.

Sejak kemarin malam dia hanya minum air putih dari teko plastik di dapur.

Semua uang hasil jualannya sudah dibawa oleh Rizky dengan alasan dinas ke luar kota.

Bahkan modal untuk membeli mi kuning dan ayam besok pun dia sudah tidak punya.

"Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang Engkau berikan padaku," keluh Santi mengusap setetes air mata di keriput pipinya.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunan janda tua tersebut.

"Bu Santi? Ini saya Bu Yanti, Ibu ada di dalam tidak?" panggil suara dari luar.

Santi buru-buru mengusap wajahnya dan berusaha berdiri dengan bantuan tongkat kayunya.

Cklek.

Santi membuka pintu dan melihat tetangganya itu berdiri membawa sebuah rantang makanan.

"Eh Bu Yanti, ada apa Bu tumben siang-siang mampir?" sapa Santi mencoba tersenyum seramah mungkin.

Bu Yanti menatap Santi dengan pandangan kasihan melihat wajah pucat tetangganya itu.

"Saya lihat gerobak mi ayam Ibu dari pagi belum buka, Ibu sakit ya?" tanya Bu Yanti khawatir.

"Tidak Bu, saya sehat kok, cuma lagi ingin libur jualan saja hari ini," bohong Santi menutupi rasa malunya.

Bu Yanti menghela nafas panjang lalu menyodorkan rantang makanan di tangannya.

"Ini Bu Santi, saya kebetulan masak sayur lodeh sama tempe goreng agak banyak hari ini."

"Ibu makan ya, wajah Ibu pucat sekali seperti orang belum makan berhari-hari."

1
Adelina Lin
mantap thor
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!