NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Tirai Tertutup dan Hening yang Menyiksa

​Mobil SUV hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan garasi rumah keluarga Ruella. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Askara langsung mematikan lampu utama mobil, namun membiarkan mesin tetap menyala.

​Nadira duduk terpaku di kursi penumpang. Ia menunggu Askara membukakan pintu seperti biasa, atau setidaknya mematikan mesin dan ikut turun untuk menyapa orang tuanya.

​Namun, Askara hanya menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, matanya menatap lurus ke depan.

​"Gak... gak turun dulu, Ka?" tanyanya dengan suara agak ragu.

​"Gak. Gue langsung ke rumah," sahut Askara pendek. Suaranya datar tanpa intonasi.

​Nadira mencelos. Ada rasa hampa yang tiba-tiba menghantam dadanya dengan keras. Tanpa berani bertanya lebih jauh, Nadira meraih tasnya dan membuka pintu mobil sendiri.

​"Makasih tumpangannya," gumam Nadira pelan.

​Brak.

​Begitu pintu penumpang tertutup, Askara langsung menginjak pedal gas, melajukan mobilnya memutar masuk ke pekarangan rumahnya sendiri yang hanya berjarak beberapa meter.

​Nadira berdiri di teras rumahnya, menatap kepergian mobil Askara dengan raut wajah tidak percaya. "Beneran dicuekin gue? Cuma gara-gara cerita soal Gara?!" gumamnya, merasa heran sekaligus jengkel pada reaksi sahabatnya yang tidak biasa itu.

​Dengan langkah lunglai, Nadira melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Ia mengabaikan panggilkan mamanya dari arah dapur.

​Setibanya di kamar, hal pertama yang dilakukan Nadira adalah berjalan cepat menuju jendela besar yang menghadap langsung ke arah kamar Askara di lantai dua rumah sebelah. Jarak antara jendela kamar mereka hanya terpisah sekitar tiga meter.

​Biasanya, setiap kali pulang kantor, Askara akan langsung membuka gorden dan jendelanya lebar-lebar, berdiri bersandar di selasar sambil melambaikan tangan atau sekadar melakukan hal-hal konyol untuk memancing perhatian Nadira.

​Namun malam ini, kamar Askara tampak gelap. Tirai kain berwarna abu-abu tebal itu tertutup rapat tanpa celah sedikit pun. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, tidak ada lambaian tangan, dan tidak ada senyuman usil.

​Nadira menyandarkan dahinya di kaca jendela yang dingin. "Kok... gordennya ditutup rapat banget sih? Biasanya kan dibuka... Dia beneran marah sama gue?"

​Perubahan sikap Askara yang seratus delapan puluh derajat ini benar-benar membuat kepala Nadira berputar. Rasa gengsi yang biasanya menjulang tinggi perlahan-lahan terkikis, berganti menjadi rasa cemas dan bingung yang amat sangat.

...****************...

​Sementara itu, di balik tirai abu-abu yang tertutup rapat, suasana kamar Askara tampak remang. Pria itu duduk di tepi tempat tidur dengan kemeja yang dua kancing teratasnya sudah terbuka. Laptop di atas mejanya menampilkan berkas mengenai struktur organisasi Alberga Group—perusahaan properti milik keluarga Sagara dan Rebecca.

​Tok! Tok!

​Pintu kamar Askara terbuka. Bimo melangkah masuk membawa sebuah map merah.

​"Pak Askara," panggil Bimo sopan.

​"Gimana, Bim? Ada kejanggalan?" tanya Askara tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop.

​"Ada, Pak. Ini yang membuat saya heran," Bimo menyerahkan map merah itu. "Keluarga Alberga punya tiga anak perusahaan besar di bidang konstruksi dan desain interior. Secara logika, Sagara tidak punya alasan sama sekali untuk magang di Ruella Creative yang skalanya jauh lebih kecil."

​Askara menerima map tersebut, membukanya dengan raut wajah makin mengeras. "Maksud lo, dia sengaja masuk ke kantor Nadira?"

​"Kemungkinan besar iya, Pak. Sagara secara khusus meminta posisi magang itu lewat jalur rekomendasi kampus, padahal saudaranya—Rebecca—baru saja kembali dari luar negeri minggu lalu."

​Askara menyandarkan punggungnya, mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. "Rebecca gagal dapetin gue dulu, dan sekarang adiknya masuk ke kehidupan Nadira... Gue gak akan biarin anak itu ngerusak atau manfaatin Nadira buat melampiaskan dendam kakaknya."

​Pukul sembilan malam. Nadira bolak-balik berjalan di dalam kamarnya sambil memegang ponsel. Matanya terus menatap layar obrolan WhatsApp dengan kontak [Askara Mesum].

​"Kirim gak ya? Kirim gak ya?" gumam Nadira panik.

​Setelah berperang dengan gengsinya selama satu jam, jari Nadira akhirnya menari cepat di atas layar.

​Nadira: Ka, lo kenapa sih? Gue ada salah ya sama lo? Kok tiba-tiba cuek banget dari tadi sore?

​Nadira: P!

Nadira: Askara dibalas dong!

​Dua garis abu-abu berubah menjadi biru. Pesan itu sudah dibaca. Namun, menit demi menit berlalu tanpa ada balasan dari Askara. Nadira menahan napasnya, menatap layar ponselnya tanpa berkedip.

​Sepuluh menit kemudian, barulah sebuah balasan singkat masuk.

​Askara Mesum: Enggak ada salah kok.

​Nadira: Terus kenapa gorden kamar lo ditutup? Kenapa lo gak ajak gue ngobrol? Biasanya juga lo jail banget!

​Askara Mesum: Gue cuma mau kasih lo waktu buat bersenang-senang sama teman baru lo. Kan lo seneng banget ada cowok muda yang puji-puji lo cantik.

​Nadira: Maksud lo Gara?! Astaga Ka, dia itu cuma anak magang! Cuma bercandaan kantor!

​Askara Mesum: Ya terserah. Nikmatin aja dulu. Kan dari dulu lo emang lebih seneng ngejar dan nangisin cowok lain ketimbang menghargai yang selalu ada di dekat lo. Selamat malam, Nadira.

​DEG!

​Kata-kata Askara di layar ponsel terasa seperti sabetan sembilu yang menghantam dada Nadira. Tangannya gemetar, matanya mendadak berkaca-kaca.

​Bagi Askara, sikap dingin dan balasan lambat ini adalah bentuk pertahanan diri. Pria itu sudah sabar menunggu selama lima tahun, menyaksikan Nadira berkali-kali jatuh ke pelukan pria yang salah, namun selalu siap menjadi tempat bersandar saat wanita itu terluka. Kali ini, Askara memilih mundur satu langkah, membiarkan Nadira merasakan bagaimana rasanya kehilangan sosoknya.

​Namun bagi Nadira, balasan singkat itu mendadak mengubah segalanya. Rasa gengsi yang selama ini ia agung-agungkan hancur tak berbekas. Rasa bersalah yang teramat sangat menyelusup masuk, membuatnya sadar betapa jahatnya ia selama ini yang selalu mengabaikan perasaan tulus sahabatnya demi pria-pria tidak jelas.

​"Ka... bukan gitu maksud gue..." bisik Nadira terisak pelan di balik selimutnya, menatap ponselnya yang tak lagi menampilkan tanda-tanda balasan dari Askara.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!