NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10: Beauty Belongs to the Fool

Senyuman dingin yang terukir di paras tampan Leng Yan memancarkan aura membunuh yang terselubung rapat. Sebagai pakar ranah Immortal King, menghabisi belasan pembunuh liar di seberang sungai baginya tak ubahnya mengibaskan debu dari jubah sutra merahnya.

"Jangan terburu-buru, Leng Yan," potong Xuanyuan tenang. Ia mengunyah potongan apelnya dengan santai, lalu kembali memasang raut wajah lugu kekanak-kanakan. "Tikus-tikus kecil itu disiapkan khusus oleh Kakak Ke-3 untuk menghiburku. Jika kau membunuh mereka sekarang, permainan di hutan ini akan menjadi sangat membosankan."

Leng Shuang yang mendengar hal itu menghela napas panjang, menyarungkan kembali pedangnya. Ia melotot tajam ke arah kakaknya. "Dengar itu, Kakak? Pangeran Ke-14 punya rencananya sendiri. Jangan merusak suasana dengan kebiasaan bertindak sesuka hatimu!"

"Tapi Shuang'er..." Leng Yan mengibaskan kipas emasnya dengan wajah merajuk yang dibuat-buat, "lihatlah betapa imutnya Pangeran Xuanyuan saat memakan apel! Bagaimana bisa aku biarkan tikus-tikus kotor itu mengotori pemandangan indah ini?"

"Tutup mulutmu atau aku panggilkan Komandan Po Jun untuk menghajarmu!" ancam Leng Shuang tegas.

Nama 'Po Jun' rupanya cukup membuat sudut mata Leng Yan berkedut. Ia tahu betul betapa kaku dan brutalnya pemimpin tentara bayaran terbesar di benua tersebut. Dengan helaan napas dramatis, Leng Yan akhirnya mengalah, meski matanya tetap menatap Xuanyuan dengan pendar pemujaan yang tak surut sedikit pun.

"Baiklah, demi Pangeranku yang manis..." ulas Leng Yan seraya mendaratkan tubuhnya dengan anggun di atas karpet sutra tebal yang dibawa para pelayannya. "Aku akan menonton pertunjukan ini dari samping."

Sementara itu, di balik rimbun semak-semak di seberang sungai, belasan pria berwajah ganas berpakaian serba hitam tampak bersimpuh sambil mandi keringat dingin. Mereka adalah para pemburu liar dan pembunuh bayaran yang disewa oleh Lu Cangqiong.

"Kapten... apa yang harus kita lakukan?" bisik salah satu pembunuh dengan suara bergetar. "Pria berjubah merah di seberang sana... itu Leng Yan! Pemilik Paviliun Redup yang legendaris! Jika dia ada di sana, bagaimana kita bisa menyergap si pangeran gila?"

Sang kapten pemburu mengusap keringat di dahinya, matanya dipenuhi ketakutan. "Sialan! Pangeran Ke-3 tidak pernah memberi tahu kita kalau pangeran gila ini dilindungi oleh pakar tingkat Immortal King! Tunggu dulu... lihat, Leng Yan dan adiknya sepertinya hanya duduk bersantai. Pangeran Ke-14 melangkah sendirian ke tepi hutan untuk memetik buah!"

Memang benar, Mu Xuanyuan tampak melangkah terpisah dari rombongannya, berlari-lari kecil menuju rimbun pohon berbuah di pinggir jurang dangkal, seolah-olah tidak menyadari keberadaan bahaya di sekitarnya.

"Ini kesempatan kita!" bisik sang kapten dengan mata berkilat jahat. "Pangeran Ke-3 memberi perintah tegas: buat Pangeran Ke-14 jatuh ke dalam jurang atau dimakan binatang buas agar terlihat seperti kecelakaan! Gerak sekarang!"

Belasan pembunuh liar itu melompat keluar dari semak-semak tanpa suara. Dengan kecepatan tinggi, mereka meluncur memutari sungai, mengepung Xuanyuan dari arah belakang.

Di tepi jurang, Xuanyuan mendongak menatap buah merah yang menggantung di dahan tinggi.

"Wah, buahnya tinggi sekali!" seru Xuanyuan dengan suara cempreng, berjingkat-jingkat berpura-pura berusaha menggapainya.

Sret! Sret! Sret!

Belasan bayangan hitam mendadak mendarat di sekelilingnya, mengepung sang pangeran dalam lingkaran tertutup. Sang kapten pemburu melangkah maju dengan pedang terhunus, tersenyum sinis melihat Pangeran Ke-14 yang tampak membeku karena terkejut.

"Pangeran Ke-14 yang terhormat," cibir sang kapten pemburu liar. "Hari ini adalah hari keberuntunganmu. Pangeran Ke-3 menyampaikan salam hangatnya dari tempat perburuan!"

Xuanyuan memiringkan kepalanya, memegang burung kayunya erat-erat di dada. Wajahnya memasang ketakutan buatan yang sangat sempurna. "E-eh? Orang-orang seram baju hitam! Kalian mau bermain lempar burung kayu denganku?"

"Bermain?" sang kapten tertawa terbahak-bahak diikuti oleh anak buahnya. "Kami akan bermain melempar tubuhmu ke dasar jurang ini! Serang!"

Belasan pembunuh itu menerjang maju secara bersamaan dengan senjata terangkat.

Di saat bersamaan, jauh di area tempat kemah, Feng Wuchen dan Gu Juechen bahkan tidak bergeming dari tempat berdiri mereka. Leng Yan justru santai menyesap anggur manisnya, sementara Leng Shuang menyilangkan tangan di dada dengan senyuman tipis seraya menggelengkan kepala. Mereka semua tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mu Xuanyuan yang dikepung belasan senjata beracun mendadak memejamkan mata dan berputar dengan konyol di tempat.

"Aaaah! Ada lebah! Banyak lebah!" teriak Xuanyuan histeris seraya mengibaskan lengan jubah kebesarannya yang longgar ke udara secara acak.

Tampaknya seperti kibasan lengan seorang penakut yang panik. Namun, di balik kibasan lengan sutra putih itu, sekelumit kecil—hanya seperseribu—gelombang Spasial Imperial dilepaskan oleh Xuanyuan.

BZZZZZZT!

Tekanan udara di sekitar belasan pembunuh liar itu mendadak terbalik secara brutal. Ruang di sekeliling mereka terdistorsi hebat!

"A-apa yang terjadi?!" jerit sang kapten pemburu saat tubuhnya dan belasan anak buahnya secara ajaib kehilangan gravitasi. Angin puyuh tak terlihat menghantam mereka bertubi-tubi, memutar tubuh mereka di udara bagaikan daun kering yang diterpa badai raksasa.

Brak! Gedebuk! Pyaar!

Belasan pembunuh liar itu saling bertabrakan satu sama lain di udara dengan suara benturan tulang yang keras. Senjata-senjata beracun mereka terlempar jauh, dan sebelum mereka sempat menyadari apa yang menyerang mereka, tekanan spasial menghempaskan mereka semua melayang melewati jurang dan jatuh terjerembap tepat di dalam lubang lumpur bekas sarang Babi Hutan Berduri di dasar lembah!

"Aduuuh! Bau sekali!" teriakan kesakitan dan erangan belasan pembunuh liar menggema samar-samar dari dasar lembah lumpur.

Di tepi jurang, Xuanyuan menghentikan putaran konyolnya. Ia membuka sebelah matanya, melirik ke dasar jurang dengan wajah tanpa dosa.

"Eh? Orang-orang seram tadi terbang ke lumpur?" Xuanyuan bertepuk tangan riang. "Hore! Terbangnya tinggi sekali!"

Aura panik dan takut pada paras tampan Xuanyuan menghilang sepenuhnya dalam sekejap. Ia berbalik, merapikan jubahnya yang tidak terkoyak sedikit pun, lalu tersenyum tipis ke arah tempat kemahnya.

Leng Yan yang menyaksikan seluruh adegan itu dari jauh dari balik kipas emasnya menghela napas penuh pemujaan. Matanya berkilat kebahagiaan.

"Manipulasi ruang tingkat tinggi yang disamarkan sebagai kibasan tangan panik..." bisik Leng Yan mendadak dengan suara bergetar puitis. "Ah! Betapa sempurnanya! Ketampanan, kekuatan absolut, dan humor yang luar biasa... Sungguh, kecantikan dan keagungan sejati dunia ini memang hanya milik sang pangeran 'bodoh' itu!"

"Bisakah kau berhenti pingsan karena terpesona setiap lima menit sekali, Kakak?" cetus Leng Shuang penuh emosi, menepuk dahinya keras-keras.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!