NovelToon NovelToon
Musuh Disekolah, Pasutri Dirumah

Musuh Disekolah, Pasutri Dirumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Romantis / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.

Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.

Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.

Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Monisha Affan 10.

Mona masih belum keluar dari kamar, bahkan tidak memperdulikan jadwal-jadwal rumah yang sudah diatur oleh Affan.

Hingga jadwal nyapu dan ngepel hari ini yang sebenarnya akan dikerjakan oleh Mona, kini Affan lah yang melakukan nya. Salah satu nya Affan membersihkan pecahan kaca dari gelas yang sudah dibanting oleh Mona ke lantai.

Alih-alih lantai yang sedang disapu menjadi bersih, justru Affan membuat lantai itu semakin kotor saat ada darah yang tercipta dari kakinya yang tidak sengaja menginjak pecahan kaca.

Affan langsung duduk di sofa untuk melepas serpihan kaca di kakinya. Setelah itu, ia pergi ke kamar mandi untuk membilasnya dengan air mengalir agar tidak terjadi infeksi.

Di satu sisi, Mona keluar dari kamar dengan koper yang sudah dimasukkan pakaian. Gadis itu ingin minggat ke rumah mama untuk menenangkan diri.

Hanya saja koper yang berwarna merah jambu itu awalnya digeret dengan gerakan terburu-buru langsung di jatuhkan begitu saja ketika Mona melihat ada cairan merah di lantai dekat serpihan kaca.

Praktis, Mona langsung berlari menghampiri Affan yang lagi membasuh luka telapak kaki di bawah air mengalir. "Affan, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya sambil melihat kondisi telapak kaki Affan yang terkena.

"Gak apa-apa, luka nya kecil" Jawab Affan.

Mona mematikan keran air secara tiba-tiba, kemudian menuntun Affan ke ruang tamu seraya mengambil kasa steril, perban dengan cairan antiseptik di kotak P3K dekat dapur.

Mona menekan kasa steril di titik luka Affan sampai darahnya benar-benar berhenti. Jika dilihat dari sudut pandang Affan, gadis yang ada di bawah kaki nya memang sedang mengobati luka, namun terlihat matanya ingin sekali menangis.

Setelah itu, Affan melihat Mona ingin memberi cairan antiseptik, namun tiba-tiba gadis itu mendadak memberhentikan tugas nya.

Sebab, tangan dari gadis itu dialih fungsikan untuk menutup seluruh wajah saat tangisan yang ditahan-tahan itu pecah dengan sendiri nya.

Kali ini Mona menangis bukan karena letusan amarah, Mona menangis karena merasa bersalah. "Maafin saya Affan kalau kemarin kabur ke rumah Andin" Lirih Mona tanpa melihat wajah Affan.

Affan tersenyum simpul, kemudian telapak tangan nya mendarat di atas kepala Mona untuk membelainya. "Saya juga minta maaf ke kamu karena enggak bisa mengontrol emosi."

"Tapi saya yang merasa bersalah atas luka kaki kamu Affan, saya yang sudah melemparkan gelas nya" Kata Mona seraya kembali melanjutkan tugas nya. Ia oleskan cairan antiseptik ke luka Affan, menutup nya dengan kassa, kemudian dibalut oleh perban.

Ada jeda keheningan beberapa detik, sebelum mereka akhirnya sadar tentang pertengkaran yang sama-sama termakan ego karena cemburu.

"Akhirnya saya paham sekarang. Kalau dipikir hingga sekarang, kamu ternyata sebuah pemberian terbaik yang dikasih sama mendiang kakek saya. Saya enggak bisa mengelak lagi atas perasaan saya setelah kamu kabur dari rumah, Saya mencintai kamu Mon"

"Beneran? Bukan nya untuk Selly?" Tanya Mona.

"Hubungan saya dengan Selly cuma rekan OSIS di sekolah, enggak lebih dari itu." Jawab Affan.

"Tapi saya gak suka lihat dia nempel-nempel ke kamu"

Affan menarik tubuh Mona hingga berada di dekatnya untuk Affan peluk dari samping.

"Itu saya lakukan biar status kita enggak terbongkar di sekolah, karena Selly sudah mulai curiga"

"Ya tapi jangan buat saya cemburu juga dong bisa kan?"

"Iya saya bisa. Tapi, apa kamu juga bisa buat saya tidak cemburu sama murid baru di kelas tadi pagi?" Tanya Balik Affan.

"Bisa banget kok, lagian saya sengaja nerima tawaran pulang bareng Rendy karena mau balas dendam atas kecemburuan saya" Jawab Mona seraya tersenyum nahan tawa.

"Anjir ya ni anak ternyata dendaman orang nya."

"Emang!!" Kata Mona setengah ketus.

Affan langsung menghukum Mona dengan klitikan pinggang— yang membuat gadis itu mendadak pecicilan tertawa geli.

"Nih rasain!" Mona membalas menggelitik leher Affan hingga pria itu menaikkan kedua bahu secara penuh.

Affan yang masih terjebak dalam klitikan menyebalkan itu, lantas merengkuh pinggang Mona untuk dikungkung.

Otomatis, pergerakan liarnya Mona mendadak terkunci dipelukan Affan.

Jarak wajah Mona dengan Affan sangat dekat sekali, hingga Mona merasakan nafas Affan yang terendus berbau mint. Sementara Affan merasakan juga bau citrus dari rambut Mona.

Mereka kini saling tatap menatap wajah dengan serius. Hingga mereka menyadari satu hal akan kekaguman pahatan tuhan yang paling indah di depan matanya.

Mona yang cantik membuat Affan tertegun, Affan yang ganteng membuat tubuh Mona ngefreeze.

Bagaimana cara mereka saling pandang, hingga kedua kepala itu perlahan mendekat satu sama lain, sehingga terjadilah ciuman bibir pertama mereka di balik ruang tamu yang seperti kapal pecah itu.

"AFAAAAANN!!! MONAAAA!!! Rumah sudah seperti kapal pecah begini bukan nya kalian bersihkan malah ciuman!" Teriak Mama Sisi yang mendadak datang ke rumah karena khawatir dengan hubungan mereka.

Sementara Mama Anggun sebagai pihak yang mengadu justru dibuat bengong saat melihat mereka berciuman.

Secara, Mona dan Affan yang panik langsung mengambil sapu dan lap pel untuk membersihkan sisa keributan bersama-sama.

Tiga puluh menit kemudian..

Keadaan rumah pasutri itu sudah bersih dari kotoran. Mona menjelaskan situasi sekaligus memberi tahu ke mama kalau hubungan nya dengan Affan baik-baik saja.

Sehingga Mona di beri nasehat oleh mama Anggun tentang hubungan pernikahannya.

Sementara itu, Affan diceramahin mama Sisi habis-habisan, sekaligus memberi tahu bagaimana cara jadi seorang suami yang baik.

Mereka disuruh membeli sate ayam dua kodi untuk makan malam bersama.

Ini momen pertama kali Mona dibonceng oleh Affan naik motor. Gak ada rasa canggung dari diri Mona, justru kedua tangan Mona yang semena-mena melingkar di perut sixpack nya Affan. Sementara Affan membiarkan perutnya di kungkung oleh Mona hingga ia sampai di tempat jual sate.

Hingga mereka berhasil membeli sate ayam permintaan orang tua, lalu bergegas kembali ke rumah.

Selama perjalanan pulang ke rumah, mereka belum menyadari jika Rendy yang tidak sengaja melihat mereka langsung mengikuti kemana mereka tuju secara diam-diam.

Hingga di balik pohon, Rendy mengambil foto saat tangan Mona dan Affan melangkah masuk ke dalam rumah yang sama sambil gandengan tangan.

......................

...****************...

To be continue,

1
Shabrina Darsih
keahuan juga sm sahabat mona
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan
Shabrina Darsih
mona. mennding jujir aja sm sahabat nya andini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!