NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhanfu Seksi

Setibanya di Istana Shing, wilayah Baiyun, Li Yunru akhirnya melihat istana megah yang membuatnya hampir lupa bahwa ini bukan zaman modern. Bangunan dan tamannya ditata indah, layaknya istana Tiongkok kuno.

Tak lama kemudian, Bai Muzhi dan Li Yunru langsung disambut oleh kepala pengurus istana, Deng Gubo. Pria paruh baya itu berdiri tegap dengan sikap hormat, berpakaian rapi, serta memancarkan aura tenang namun berwibawa.

Deng Gubo membungkuk hormat kepada Bai Muzhi. Namun tatapannya sempat berhenti pada Li Yunru. Sedikit keterkejutan melintas di matanya sebelum ekspresinya kembali tenang.

"Ini ..." Deng Gubo tidak tahu harus memanggil gadis itu dengan sebutan apa.

Untungnya, Bai Muzhi segera memperkenalkan Li Yunru secara singkat kepada pria paruh baya itu. Setelah mengetahui identitasnya, sikap Deng Gubo menjadi semakin hormat.

"Salam, Nona Li."

Li Yunru mengangguk canggung. Ia dapat merasakan bahwa Deng Gubo adalah pengurus istana yang ramah dan mudah bergaul.

Setelah itu, Bai Muzhi sendiri mengajak Li Yunru berkeliling. Ia memperkenalkan secara singkat Istana Shing, bangunan megah berarsitektur khas wilayah utara, para pelayan serta beberapa area penting.

Saat tiba di sebuah area yang tertutup gerbang besar, Li Yunru langsung berhenti. Ia memperhatikan gerbang putih keperakan di depannya. Permukaannya dipenuhi ukiran naga, sementara lapisan energi tipis yang tidak bisa dilihatnya berkilau samar.

Ia mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, tetapi tubuhnya seperti terdorong mundur oleh energi tak terlihat. "Mengapa aku tidak bisa masuk? Apakah ini ruangan rahasia? Atau kamu menyembunyikan sesuatu yang berharga dari seorang wanita?" tanyanya curiga.

Bai Muzhi hanya menggeleng. Sebelum sempat menjelaskan, Ruu yang berada di pelukan Li Yunru lebih dulu bersuara.

"Tuan, kamu terlalu berprasangka buruk," katanya santai. "Raja naga yang tidak peka itu—jangankan menyembunyikan barang rahasia, wanita saja tidak punya. Tapi memang benar dia dekat dengan seorang wanita manusia setengah binatang dari suku rubah."

"Jangan memfitnah raja ini," potong Bai Muzhi, jelas tidak senang.

"Wanita rubah putih itu bahkan pernah mencoba merayumu sampai masuk kamar!" kata Ruu sambil mendengus. "Jangan mengelak! Aku melihat semuanya dari dalam lemari malam itu."

Li Yunru membelalakkan mata. "Ya Tuhan, keberaniannya luar biasa!" komentarnya. "Apakah wanita itu masih hidup sekarang?"

"... Masih," jawab kelinci itu pelan. Apakah itu yang paling penting? pikirnya.

Li Yunru menatap Bai Muzhi dengan curiga. Bukankah pria itu bilang wanita yang berani menyentuhnya pasti sudah mati? Untungnya, ia tidak memperpanjang masalah itu. Ia menunjuk gerbang besar di depannya.

"Lalu, apa yang ada di dalam sana?" tanyanya lagi.

Akhirnya Bai Muzhi mendapat kesempatan untuk menjelaskan. "Ini tempatku untuk menyehatkan jiwa," ujarnya tenang sambil menatap gerbang itu sejenak. "Aku biasanya berada di dalamnya selama berminggu-minggu hingga kondisi jiwaku membaik."

Karena itu, ia membutuhkan Ruu—kelinci spiritual yang mampu menyalurkan energi penyembuhan untuk membantunya selama proses pemulihan. Sejak kelinci itu menghilang tanpa jejak, ia menghabiskan waktunya di dalam sana.

Li Yunru sedikit terkejut. "Apakah ada masalah dengan jiwamu?"

Setidaknya yang terluka adalah jiwanya, bukan kewarasannya, batin Li Yunru.

Bai Muzhi tidak menyembunyikannya. Matanya sedikit meredup. "Jiwaku terluka saat perang antar benua pecah tiga ratus tahun lalu dan belum pulih hingga sekarang."

Kedua orang tuanya tewas dalam peperangan besar itu. Pada saat yang sama, seorang manusia setengah binatang misterius tiba-tiba menyerang jiwanya.

Hingga kini, tidak ada tabib spiritual yang mampu menyembuhkan luka jiwanya. Satu-satunya cara adalah menikah dengan wanita dari suku rubah putih, tetapi ia menolak. Itulah sebabnya ia pernah mencari petunjuk di kuil dan justru membawa pulang seekor kelinci gemuk yang cerewet.

"Aku akan mengajakmu ke tempat lain," katanya, langsung mengalihkan topik. Ia membawa Li Yunru menuju halaman belakang—tempat gadis itu pertama kali jatuh dari udara kosong dan menimpanya.

"Yang Mulia, saya akan pergi menyiapkan makan malam."

Deng Gubo yang sejak tadi mengikuti dari belakang akhirnya berbicara. Setelah mendapat anggukan dari Bai Muzhi, ia pun mundur dengan hormat. Namun tak lama kemudian, ia kembali.

"Maaf, Nona Li." Pria paruh baya itu menatap Li Yunru sesaat.

"Ya?" Li Yunru bingung.

Deng Gubo tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya kepada Ruu di pelukan Li Yunru. "Tuan Kelinci, mari menemani saya. Kita sudah lama tidak mengobrol."

Dengan sopan, pria paruh baya itu mengambil Ruu dari pelukan Li Yunru. Tubuh kelinci gemuk itu langsung kaku. Ia hampir lupa bahwa kepala pengurus istana itu memiliki hobi mengganggunya saat sedang santai. Ia sama sekali tidak bisa melawan.

Aku tidak mau pergi! Selamatkan aku! teriaknya dalam hati.

Dengan pasrah, kelinci gemuk itu hanya bisa dibawa pergi, meninggalkan pasangan itu menghabiskan waktu bersama. Li Yunru tampaknya terkejut melihat Deng Gubo yang terlihat sangat menyayangi Ruu.

"Apakah hubungan mereka memang baik?" tanyanya.

Sepertinya Bai Muzhi tidak terkejut dengan kebiasaan Kepala Pengurus Istana itu. "Kelinci itu cukup cerewet, jadi Deng Gubo sering mengajaknya mengobrol. Sekalian memberi kelinci itu beberapa nasihat."

Terkadang Deng Gubo terlalu banyak bicara sehingga kelinci gemuk itu sering tidak tahan mendengarkan ocehannya.

Tak lama kemudian, seorang wanita berhanfu merah melangkah lebar menuju halaman belakang. Rambut merahnya yang disanggul rapi tampak mencolok, dihiasi aksesori emas dan batu giok yang berkilau di bawah cahaya matahari terbenam.

"Yang Mulia Zhi~" ujar wanita itu dengan nada dibuat-buat manis, suaranya lembut namun penuh kepura-puraan.

Hanfu merah yang dikenakannya menonjolkan lekuk tubuhnya. Setiap langkahnya tampak anggun dan menggoda. Kedua telinga rubah putihnya bergerak pelan, terlihat lembut, tetapi sorot matanya yang tajam penuh dengan ambisi.

Li Yunru sedikit terkesima melihat penampilannya seperti para gadis penghibur. Ia melirik Bai Muzhi, lalu teringat ucapan Ruu sebelumnya. Mungkinkah ini wanita rubah yang dimaksud?

Li Yunru melirik wanita rubah itu, lalu menunduk melihat dadanya sendiri dan bergumam, "... Jadi dia tipe favoritmu rupanya. Ternyata kamu suka wanita dengan bakpao daging yang besar."

Namun Bai Muzhi justru mengerutkan kening. Ia tidak setuju dengan ucapan Li Yunru.

"Yang Mulia Zhi, saya dengar Anda membawa betina lain ke istana," ujar wanita bertelinga rubah putih itu. Tatapannya beralih pada Li Yunru dan ekspresinya langsung berubah dingin. "Wanita lemah sepertimu berani merayu Raja Zhi!"

"Lemah? Kamu membicarakanku?" Sudut mulut Li Yunru berkedut. Ia adalah pemegang sabuk hitam di salah satu cabang bela diri. Lemah dari mana?

"Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu?!"

Wanita berhanfu itu—Xu Jiangyue—mengepalkan kedua tangannya. Tatapannya penuh kebencian, seolah ingin mencabik Li Yunru di tempat. Awalnya ia mengira saingannya adalah wanita manusia setengah binatang lain. Namun ia tidak menyangka gadis di samping Bai Muzhi hanyalah manusia biasa.

Xu Jiangyue menatap Li Yunru dari atas hingga bawah. Awalnya jijik. Lalu berubah menjadi bingung. Dan saat merasakan ikatan samar itu, wajahnya membeku.

Ikatan pasangan! Bagaimana mungkin?!

Hal itu benar-benar tidak masuk akal baginya! Bai Muzhi tidak mungkin berpasangan dengan siapa pun, baik manusia maupun manusia setengah binatang—kecuali dirinya.

Xu Jiangyue menatap Bai Muzhi yang tetap tanpa ekspresi. "Yang Mulia, bagaimana bisa Anda membawa wanita lain selain saya? Bukankah saya lebih pantas menjadi ratu Anda daripada manusia lemah ini?" katanya dengan wajah sedih, seolah benar-benar tersakiti.

Sayangnya, Bai Muzhi memang tidak pernah tertarik padanya. Ia hanya membiarkannya datang ke istana untuk memastikan satu hal—benarkah hanya suku rubah putih yang mampu memperbaiki jiwanya.

"Aku tidak pernah memperhatikanmu sama sekali. Lagi pula, itu tidak lagi penting sekarang," jawabnya datar tanpa sedikit pun emosi.

"Tidak mungkin! Bagaimana Yang Mulia bisa memperlakukan saya seperti ini?!"

Xu Jiangyue mencoba mendekati Bai Muzhi dan ingin menyentuhnya. Namun pria itu menghindar, lalu menggunakan sedikit aura spiritual untuk mendorongnya menjauh. Xu Jiangyue tahu Bai Muzhi memang sulit didekati, tetapi menghindari sentuhannya terasa terlalu berlebihan.

Selama ini, ia yakin hanya dirinya yang paling pantas berada di sisi Bai Muzhi. Perubahan sikap pria itu sekarang pasti karena gadis manusia di hadapannya.

Lagi pula, posisi ratu Istana Shing hanya boleh menjadi miliknya. Ayahnya pernah berkata bahwa cepat atau lambat Bai Muzhi akan menjadi miliknya. Ia sudah menunggu begitu lama dan tidak akan membiarkan wanita mana pun merebut posisi itu.

"Yang Mulia, Anda sekarang bahkan tidak mau didekati oleh saya?" Xu Jiangyue mengira Bai Muzhi menghindarinya karena keberadaan Li Yunru.

Mata wanita rubah putih itu akhirnya menyipit tajam. Udara di sekelilingnya mendadak menjadi lebih dingin. Tanpa peringatan, ia mengangkat tangan dan menerjang Li Yunru. Kuku-kukunya yang runcing berkilau tajam, melesat lurus ke wajah gadis itu.

"Beraninya merebut milikku! Rasakan ini!"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!