NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga deh” ujar pak yahman.

Semua orang turun dari mobil pick up, setelah ngobrol panjang di rumah pak Bayu tadi.

Namun belum sempat mereka membuka pintu villa, tiba tiba teriakan Bu Yanti membuat mereka kaget.

Dan langsung membuka kasar pintu, benar saja Bu Yanti terlihat begitu panik dan khawatir.

“Ada apa ini? Kenapa kamu teriak gitu?” Cecar pak Yanto sebagai saudara nya, ia dengan sigap memapah Bu Yanti duduk di sofa.

Melihat situasi yang tidak baik untuk para murid, pak Yanto meminta bu Windy dan Bu nana menyuruh para murid ke lantai dua saja.

Bu Windy dan Bu nana mengangguk mereka langsung menuntun para murid yang kepo dengan kejadian itu.

“Sudah ayo jalan, ini bukan urusan kita. Nanti kalo udah pasti kita di kasih tau” bisik Bu Windy.

Setelah memastikan semua murid benar berada di lantai dua, di saat itu bu Yanti baru berani bicara.

“Jadi, kan pas aku lagi bersih-bersih seperti biasanya. Nah pas di kamar cewek itu aku lihat jejak kaki yang kayak kena lumpur basah dan darah”

Mendengar itu pak Yanto, pak yahman dan pak Rusdi sontak kaget bukan main. Bu Yanti menarik nafas panjang dan melanjutkan ucapannya.

“Tapi jejak kaki kotor ini cuma di kamar yang ditempati bunga dan Alfin aja pak, sisah nya -”

Belum sempat Bu Yanti mengatakan semua nya lebih lanjut, suara pengumuman dari toa masjid membuat suasana hening untuk mendengarkan pengumuman itu.

“Inalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Bu Sinta. Sekali lagi saya sampaikan inalillahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah Bu Sinta. Tepat nya saat pukul 00.00 malam tadi”

Semua orang langsung saling menatap satu sama lain, dengan diliputi perasaan tidak tenang.

“Inalillahi wa innailaihi rojiun, bukan nya Bu Sinta yang masih hamil muda itu yah pak?” Tanya pak yahman dengan suara yang lirih.

Pak Yanto mengangguk kecil. “Iya benar pak, dan saya rasa kepergian nya ini gak masuk akal. Seperti ada yang janggal”

“Janggal? Apa maksudnya pak? Kan selama disini kami dan para murid tidak pernah melanggar aturan pam-”

“Ada murid kalian yang melanggar nya, dan resiko nya cukup fatal” sela Bu Yanti tatapan mata nya tajam, penuh amarah.

Mendengar itu para guru terdiam tidak percaya. “Gak mungkin Bu, saya dan guru perempuan selalu mengingatkan mereka agar tidak melanggar pamali”

Suasana mendadak menjadi begitu hening dan sunyi. Tidak ada satupun dari mereka yang berani buka suara.

Sampai emosi Bu Yanti tidak bisa terbendung lagi. Dan …

“Tapi kenyataannya dua murid kalian melanggar nya!” Teriak Bu Yanti.

Teriakan nya sampai terdengar ke lantai dua atas, melihat itu pak Yanto langsung mencoba menenangkan nya.

“Istighfar Bu, istighfar” ucap pak Yanto, perlahan emosi Bu Yanti sedikit mereda sambil terus istighfar.

Namun tidak benar benar sepenuhnya meredakan emosi Bu Yanti atas apa yang terjadi.

Bu Yanti menepis tangan pak Yanto yang mencoba menenangkan nya. “Dari awal kalian datang sudah saya kasih tau, jangan pernah melanggar pantangan kampung ini!”

“Tapi hasil apa murid kalian dengar enteng nya melanggar semua itu. Terutama untuk bunga dan Alfin” murka Bu Yanti sampai membuat wajah nya memerah karena amarah nya.

“Sudah, tenang dulu. Kita gak bakal bisa menyelesaikan masalah ini kalau begini caranya” pak Yanto tidak berhenti membujuk Bu Yanti agar menenangkan diri nya dulu.

Para guru yang melihat itu mereka hanya bisa mengepalkan tangan mereka, menghembuskan nafas berat.

“Kami mewakili para murid dan guru perempuan, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kecerobohan kami. Saya dan yang lainnya akan mencari tahu sekarang semua penyebab ini” kata pak yahman akhirnya memberanikan diri buka suara.

Mendengar itu emosi Bu Yanti tetap tidak reda, ia malah tersenyum kecut. “Meminta maaf tidak menyelesaikan masalah. Masalah yang terjadi tidak akan selesai hanya dengan kata maaf”

“Baik Bu, kami mengerti memang tidak bisa diselesaikan dengan maaf. Kami akan berusaha menyelesaikan semua ini sampai akhir” titah pak Rusdi mencoba menyakinkan Bu Yanti.

Bu Yanti tersenyum tipis, ia bangkit dari. Namun sebelum ia benar benar keluar dari villa ia mengatakan sepatah kata. “Bunga dan Alfin tidak ada di kamar mereka”

Setelah itu Bu Yanti langsung melenggangkan kaki nya melangkah pergi dari villa bersama perasaan marah dan kecewa.

Suasana di ruang tamu kini jadi hening sesaat. Sampai pak Yanto buka suara.”saya rasa sekarang waktunya kita interogasi para murid deh pak, untuk kegiatan kita tunda semuanya besok”

“Baik, kami setuju” ujar pak yahman mengangguk kecil menatap pak Rusdi yang juga setuju dengan usulan pak Yanto.

“Yaudah yu, sekarang kita ngelayat dulu ke kediaman keluarga Bu Sinta, habis dari sana baru kita tanya anak anak”

Dan tidak mau membuang waktu pak Yanto, pak yahman dan pak Rusdi langsung pergi menuju kediaman keluarga almarhum Bu Sinta.

__________________________________

“Gimana nih bu? Kayaknya kita kena masalah yah?” Tanya Cantika dengan ekspresi begitu panik.

Ini pertama kalinya ia mendengar teriakan Bu Yanti dari ruang tamu. Melihat para murid yang tampak panik juga takut.

Bu Yanti dan nana berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkan mereka semua.

“Iya, ibu rasa juga seperti itu. Tapi itu semua tidak mungkin terjadi jika kalau saja diantara kita tidak melanggar pamali yang ada disini” ucap Bu Windy selembut mungkin.

“Jadi sekarang, coba jujur sama ibu. Siapa yang secara tidak sengaja melanggar pamali? Ingat secara tidak sengaja yah, bukan disengaja” tutur Bu nana.

Tidak ada yang berani jawab, semua nya menundukkan kepalanya. Sampai putri akhirnya memberanikan diri untuk jujur.

“Sebenarnya waktu hari kedua di kampung, sebagian dari kami tidak sengaja melanggar nya Bu. Makanya pas hari ketiga Risma sakit”

“Karena dia keluar malam buat beli softex nya yang habis, cuma itu. Dan setelah itu keadaan baik baik saja”

jawab putri dengan gugup dan sedikit gemetar. Untuk pertama kalinya bagi dia merasakan perasaan takut yang hebat.

“Astaghfirullah, tapi itu gak sengaja. Kok bisa sampai separah ini yah?” Heran Bu nana mencoba memikirkan semua nya.

“Mungkin ada lagi dari kalian yang keluar malam tapi, memang disengaja buat menantang pamali gitu?” Tanya lagi Bu Windy dan kali ini Bagas yang akhirnya buka suara.

“Alfin dan bunga Bu, mereka keluar malam kemarin itu” jawab Bagas dengan sedikit terbata bata ia tidak bisa lagi berbohong, kalau tidak masalah ini akan semakin besar nantinya.

Mendengar itu Bu Windy rasanya ingin teriak, mengeluarkan isi kepalanya yang sudah berantakan oleh masalah ini.

“Astaghfirullah, mereka berdua memang benar-benar keterlaluan. Dimana mereka sekarang?” Tanya Bu nana dengan ekspresi kesal dan jengkel.

Semua murid menggelengkan nya, membuat dua guru perempuan itu semakin dilanda frustasi.

“Sebenarnya mereka dari semalam pergi keluar itu belum pulang Bu. Aku, Dimas dan Farhan sudah melarang mereka. Tapi Alfin lah yang kekeh mau keluar malam”

Jujur Bagas merasa suasana sekitar nya begitu dingin oleh rasa bersalah dan kekhawatiran kedua guru mereka ini.

“Apa mereka hilang?!” Kaget kedua nya.

“Gak bener ini mah. Sebentar saya wa kepala sekolah dulu buat minta ijin untuk menghentikan kegiatan yang ini saja” Bu nana langsung mengeluarkan ponselnya.

Ia berjalan sedikit menjauh untuk menghubungi kepada sekolah.

Bu Windy dan para murid yang melihat itu hanya bisa diam sambil menahan tangis mereka.

Di saat semuanya sedang kacau dengan kejadian besar yang menimpa mereka. Di sisi lain Alfin dan bunga tidak kalah mengalami hal aneh.

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!